Kisah Nyah Ndut dan Pudel Hitamnya #8_Piring Makan Jingga
(Agnes Bemoe)
Ternyata Fifi, si pudel hitam yang setia, memang mengincar piring makan si kecoa. Piring makan warna jingga, milik si kecoa…
Lama kelamaan tabir memang semakin terbuka. Fifi, pudel hitam yang setia ternyata menyimpan iri loba pada si kecoa, pemilik piring makan jingga. Kecoa dirasa menjadi kendala bagi Fifi, untuk tampil perkasa…
Fifi lantas mengambil langkah. Memutuskan untuk sementara jadi kawan setia, bagi si Kecoa yang dibencinya. Si Kecoa lugu semata. Percaya pada Fifi belaka. Putih hati lempang langkah. Kecoa percayakan semua kisah begitu saja, pada Fifi si pudel setia…
Fifi simpan semua cerita, sambil menumpuk dendam membara pada Kecoa, binatang celaka.
Fifi barulah membuka kedoknya, setelah tahu Manusia Setengah Dewa di pihaknya. Fifi langsung berani angkat bicara, beralih rupa tampil perkasa. Ekornya tak lagi mengepit, kuping tak lagi terkulai lara. Seperti waktu ia masih jadi si anjing kampung tak bertuan.
Fifi pun beralih rupa. Lolongnya panjang, cakarnya garang. Tunjuk kuasa ke siapa saja. Kuasa yang dipinjamnya dari Manusia Setengah Dewa…
Ternyata,
Fifi cuma “sahabat” celaka, musuh dalam selimut pun masih terlalu mulia, untuk ukuran Fifi si Pudel setia…
Tapi, tak percuma Fifi berlaku loba, karena akhirnya piring makan jingga kini di tangannya. Piring jingga penuh hidangan lezat semata. Lebih terasa lezatnya, karena terlintas wajah si Kecoa, memendam rasa kecewa … (dan muak di dada…)
Fifi kini bersorak ria, dengan piring makan berwarna jingga, milik si Kecoa…
Fifi, si pudel hitam yang setia…












