Sajak Sang Kaki
(Ahmad Olie Sopan)
Sandal gunung yang menemaniku
Beberapa tahun terakhir ini telah koyak,
Hampir putus talinya,
Dan telah tipis pula alasnya,
Seakan tak pantas lagi menemani pengembaraanku…
Kadang kaki ku pun menangis dan berkata kepadaku :
kapan kau akan mengantikan aku dengan sandal dengan bulu domba yang hanya di pakai dalam rumah, kenapa engkau selalu memaksa aku mengembara dengan sandal yang sudah tak layak ini…aku lelah!!! Aku ingin berhenti melangkah di bebatuabn ini… aku ingin mengggunakan sandal berbulu domba itu!!! Aku pasti akan senang menemanimu sejak menapaki teras rumah hingga kamar tidurmu…
Kadang akupun kasihan meratap luka dan memar yang ada di kaki ku, dan aku pun berkata padanya :
Wahai kakiku yang selalu setia menemaniku, mengembara di jalan pencarian jati diri dan perjuangan ku untuk kebenaran!!! Janganlah kau bersedih, beberapa bulan yang lalu bukankah jalan yang kita tempuh sudah tidak berbatu lagi, kalau kini kita harus kembali ke jalan berbatu, itu adalah takdir dari Yang Kuasa, Akupun ingin pulang ke rumah itu, tetapi rumah itu kini telah berpenghuni orang lain…bersabarlah kaki ku yang setia… kalaupun kita tidak dapat menemukan jalan menuju rumah lagi, itu adalah takdir,!!! Mungkin Yang Kuasa akan mencuci luka dan memar yang ada itu di danau surga sana…













puisi narasi yang apik…..aku suka…!!
nice, Olie =)
Makasih shinta dan imelda, salam kenal dari saya…
Iya, bagus…!
satu lagi yang indah dari olie
makasih kembali aku ucapkan tuk apresiasinya….mungkin aku akan mencoba benahi masalah penulisan….