I want U

“ Via kok nggak masuk???” kata Evan

“nggak akh Van, ngantuk…..biarkan pesertanya ajah konsentrasi, kalo aku masuk ntar pada ikutan ngantuk….” Kataku sambil tersenyum…

“mau aku temenin ngobrol???” Evan bertanya…

“nggak akh..aku mau sendiri dulu yah”

“oke..ntar klo ada apa2 panggil aku yah…” evan beranjak

Aku Cuma mengangguk…

Hawa pegunungan ini bgtu segar seharusnya bisa membuatku bersantai dan mengirup hawa segar, tapi ternyata yang bisa aku hela adalah nafas berat….

Malam semakin larut, para peserta training ini beranjak masuk ke kamar masing2 untuk beristirahat. Lelah juga setelah seharian mengurusi kegiatan training ini.

Aku berjalan keluar Vila, menuju pendopo depan karena ingin menikmati dan memandang bulan. Aku berdiri menengadah ke langit menatap bintang-bintang yang seolah tersenyum, aku sangat menyukai pemandangan ini.

Tiba-tiba aku dikagetkan dengan tepukan hangat di pundakku, belum sempat aku menoleh tangan itu sudah memelukku dari belakang, tangan itu melingkari pinggangku, rasanya aku mengenali aroma tubuh ini, tanpa menoleh pun aku tahu siapa dia, orang yang seharian aku hindari.

“Via, akhirnya kita bertemu juga ya, setelah sekian lama” katanya

Aku terdiam tak berani menjawab hanya menghela nafas, sambil menahan deburan di dada yang kian kencang.

Pelukan itu semakin erat, “tolong lepaskan aku” ktku…

Dia lepaskan pelukannya perlahan dan lembut dia memutar badanku menghadap padanya, kemudian mencium keningku dengan lembut….

“kamu tidak beristirahat?? Nggak cape seharian menjadi pembicara??”

“cape..tp lebih cape lagi melihatmu menghindar dan terus menghindar”

“aku tidak menghindar aku hanya capek, kelelahan mengurusi training ini..”

“aku ingin kembali kekamar..ingat besok bangun pagi yah..”ktku..

“Via…jangan kau tentang kata hatimu….kita saling menyayangikan…”

“itu dulu” kataku

“km bohong… deburan itu tidak bisa membohongiku…ayolah sejak kapan km tidak jujur padaku….??”

“sudahlah..tolong hentikan saja …”

“aku ingin kita bangun lagi hubungan kita…”

“maaf….aku lelah”

Aku segera berlalu dr hadapannya

Sebulan setelah kejadian itu

“via…ayolah…km terima aku ya??” kata Evan

“aku tidak bisa Van..” hubungan aku dan kamu tidak lebih dr sekedar teman aku benar2 tidak bisa

“karena sang pembicara itu??”

Terkejut aku mendengarnya…

“km bicara apa??”

“ayolah..jangan bohong…km kira kau tidak melihat km berduaan dengannya dimalam training itu?? Beberapa teman juga sudah mengetahuinya…”

“apa yg kalian ketahui..tidak penting buatku…apa km mau mengancamku dengan hal seperti ini untuk menerimamu??”

:bukan Via…tp kamu harus memulai lembaran baru…”

“aku tidak bisa Van sory”

= = = = = = = = = =

“Aku sayang kamu juga….tp sepertinya ini smua harus diakhiri” kataku

“aku akan menunggumu Via..menunggu hatimu terbuka lagi untukku” kata suara di seberang telepon

“terlalu byk yg dikorbankan untuk hub ini” kataku

“hmmm…aku tetap disini Via…smpi km siap menerimaku kembali”

“bye Sir”..

Aku segera menutup telepon itu….mataku menerawang jauh….

“ I realy want u sir..really want u to always by my side..”

.

PS : bertemu dengan “soulmate” yg tak bisa termiliki karena situasi yg salah memang menyakitkan, But No regrets, cause Love is beautiful……

Baca juga

  • MUJIZAT ITU NYATA
  • to be overwhelmed with pain
  • AKU LUPA KELAMINKU
  • Ghibah
  • surat menguning
  • Pokoke cinta!
  • Udang Say
  • Apa Makna Hak Asasi Anak?
  • Marmut Ireng
  • Saturday Fairy Tale Story

Leave a comment

Your comment