Sesaat ketika aku melayang

Malam itu aku mengantuk sekali bahkan sebelum pukul 22.00 wib, rasanya tidak seperti biasanya mata berat sekali, padahal acara sinetron kesukaan baru ajah mulai.Hm..tidak kuat menahannya mulailah rasanya memasuki alam bawah sadar, antara tidur dan tidak.
Tiba – tiba rasanya ada seperti sinar putih…seseorang berdiri di hadapanku mengulurkan tangan sambil tersenyum hangat…ragu-ragu aku menjangkaunya..antara ingin menggapai tangannya tp di sisi lain aku berusaha menolak…apa yg terjadi pikirku kalau aku menggapai tanggannya….entahlah..siapa dia…malaikatkah?? Malaikat pengcabut nyawa?? Ooh tidak..tiba2 aku merasa takut…jangan-jangan waktuku sudah tiba…tetapi sosok yang tidak jelas wajahnya itu tp hatiku berdebar-debar…rasanya kehangatan..kedamaian..dan sangat mempesona…kemudian dia berbisik..”tidak akan apa-apa..percayalah padaku…”

Akhirnya aku mau juga menggapai tangannya…ehmm hangat sekali…begitu aku menggapai tangannya rasanya sangat lembut dan …damai hati ini…..tiba2 sesaat setelah aku menyentuh tangan itu…sebuah sinar meyilaukan menerangi seluruh kamar…..dan disaat aku tersadar..aku melayang-melayang melihat badanku yg masih tertidur dengan tenangnya…ssosok itu berkata “sudah kubilang takkan terjadi apa2..aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan sebentar…tanpa terlihat orang lain..lihatlah ragamu sedang tertidur dengan nyenyak..tenanglah aku bukan malaikat pencabut nyawa…” ktnya sambil tersenyum…

Masih bingung dengan apa yg terjadi tiba-tiba aku sudah berada diluar..”pegang erat tanganku kita akan berjalan-jalan”…kemudian kami melayang-layang…melewati jalan-jalan yang biasa aku lewati..melintasi jembatan …melewati sebuah pasar….yang aku rasa itu pasar tidak ada kehidupan , habis setiap siang seolah tidak ada kegiatan apapun…ternyata kalau malam mereka beroperasi, para pedagang menggelar sayur, buah yah seperti kegiatan pasar pada umumnya, mereka ini menjangkau para pedagang makanan yang harus berjualan pagi-pagi, para penyedia sarapan pagi. Sosok itu berkata, “disaat kamu ingin beristirahat justru mereka tengah bekerja yah…katanya sambil tersenyum…” aku hanya diam, berkata dalam hati..” yah…mereka juga pasti ingin beristirahat”. “kamu lihat di pojok sana…” ktnya sambil menunjuk gerombolan anak kecil”, aku melihat kearah yg ditunjuk..”itu anak yg waktu itu km beserta teman2 km membagikan nasi bungkus..ingat??? , aku menggelengkan kepala “tidak aku tidak ingat…” “wktu km memberi kamu tidak melihat wajahnya”..”aku melihatnya tp aku tidak bisa mengingatnya..sungguh..” “apakah kamu memberinya dengan ketulusan?? Dengan hati??? “aku terdiam “ aku berusaha untuk tulus waktu itu…tp aku tidak bisa menahan terik matahari siang itu jadi aku tidak terlalu memperhatikan wajahnya karena aku ingin segera berlalu..” aku berkata dalam hati. Seolah bisa membaca pikirannku..dia berkata “ knp wktu itu kamu tidak singgah sejenak…berbicara sejenak dengan mereka..mendengarkan cerita mereka tentang kehidupan mereka..sehingga kamu tidak akan berlalu begitu saja”..Aku malu..sangat malu…mengingat pertengkaran dengan team sebelum kami berangkat, bahkan sepanjang perjalanan ada saja yang terus mengeluh, merasakan tatapan tidak ikhlas dari beberapa team, ketidak ikhlasan berpanas-panas ria walau hanya sebentar, sedangkan mereka, berpanas-panas seharian adalah kegiatan mereka dari hari kehari, Ya Tuhan, betapa kecilnya aku saat itu. Di sebelah sana ada orang tua yg sedang tertidur..”dia juga..km seharusnya ingat karena dia menerima nasi bungkus itu dengan kedua tangannya yg telapak tangannya hampir tidak ada..”, aku tidak mengingat wajahnya, karena banyak pengemis jalanan yang seperti itu…..(istilah yg menyedihkan ..”pengemis”)
Sosok itu tersenyum “tidak apa-apa….sudah berlalukan…?? Aku tetap menunduk malu rasanya. Masih bertanya-tanya dalam hati “siapakah sosok ini..senyumnya hangat, mempesona…kedamaian terpancar saat bersamanya…siapakah dia..??..
Sosok itu tersenyum…”jangan terlalu bertanya-tanya siapa aku dlm hatimu, karena kamu sbenarnya tahu…”…aku tersenyum..apakah ini sebuah keajaiban…??? Ataukah aku hanya bermimpi…??? Aah aku benar-benar tidak mau menebak-nebak.

Kami melayang-layang kembali…melihat kehidupan di malam itu…mobil-mobil yg melaju dengan kencang karenag ingin segera pulang setelah lembur di kantor, tetapi ada juga yg melaju kencang menuju kearah Café malam itu…”ironis??? Dengan kehidupan pasar yg tadi kita lewati?? Katanya lagi sambil tersenyum..”kan mereka butuh refreshing setelah seharian bekerja.” Kataku…”Hmmmm…” dia tersenyum…entah apa maksud senyumnya itu…..

“malam ini cukup sampai disini dulu yah…lain kali kita lanjutkan..jalan-jalannya…”

Tiba –tiba saja aku sudah berada di dalam kamarku lagi, sosok itu sudah tidak ada, masih bingung dengan apa yg terjadi…tp cukuplah untuk aku ketahui bahwa dalam perjalanan singkat itu…kemungkinan adalah refleksi yang secara tidak sadar belum terungkap. Tapi siapakah sosok itu…misteri….aku tersenyum..masih merasakan kehangatan dan kedamaian yang di bawanya.

PS : cerita ini sebagian besar adalah fiksi, imajinasi..^_^!!

http://www.facebook.com/note.php?note_id=72738684268

Baca juga

  • Dua Hari Semalam di Singapura
  • Memori Hujan
  • selalu tentang hujan
  • jatuh cinta
  • Bila Kubisa Hidup Sekali Lagi…
  • Bapak Rumah Tangga
  • StOp ” Menunda”
  • Mengajar = Menyemangati
  • [Pelajaran Hari Ini] Semua Akan Baik-baik Saja, Anakku!
  • #31haringeblog – Day 26 Disanakah Engkau?

Leave a comment

Your comment