Terpenjara
bernafas susah
bergerak susah
bagai diikat di kursi listrik
bergerak sedikit tersengatlah
duduk diam
tanpa bicara
tanpa suara
hanya mata yang terus berkedip mesra dan manja
mengisyaratkan rasa dan derita
hasrat dan gelora
semua berbaur jadi satu
berpadu jadi alunan nada
nada yang mencekam jiwa
tetapi mengisyaratkan pembebasan jiwa
aku terdiam melihatnya
tanpa suara, tanpa nada
hanya rintihan pilu menyayat jiwa
hanya desahan nafas yang terus bicara
aku ingin bebas dari belenggu cinta
cinta yang memabukkan sukma
tapi cinta yang memenjarakan jiwa
ingin bebas dari derita
tetapi tak kuasa melepasnya
cinta dan derita,
oh cinta dan derita
suka dan airmata
berpadu menjadi satu
memenjarakan jiwa












