Waktu


Setiap hari kau di sana
Dan aku selalu menatap ke arahmu
Terkadang aku merasa khawatir saat melihatmu
Terkadang aku merasa seperti dikejar sekelompok anjing
Ayo, lari…
Lari yang lebih kencang…

Terkadang saat menatapmu aku menyesalimu
Merasa kau terlalu serius
Harusnya kau bisa berhenti sejenak
Beri aku sedikit kesempatan untuk bernapas lega
Karena rasanya mulai sesak napasku ini
Selalu harus berpacu dengan dirimu

Aku ingin melupakanmu
Ingin rasanya mematikan dirimu
Atau mungkin sekedar tertawa mengejek dirimu
Sesekali menunjukkan padamu bahwa aku bisa juga tak peduli
Namun itu hanya anganku
Yang tak pernah bisa jadi nyata

Akh!
Aku benci padamu
Kebebasanku ini kini kau rampas
Ataukah aku yang merelakannya padamu?
Dengan iming-iming kesuksesan diri?
Mungkin…
Mungkin dirimu tak pernah lebih berdosa daripadaku
Dan salahmu hanya sebuah pembelaan diriku sendiri

Seandainya aku punya mesin yang mampu menghentikanmu
Atau memutarmu kembali berjalan mundur
Atau memaksamu terbang ke depan
Atau berkompromi denganku sesuai dengan kebutuhan diriku
Akh, seandainya saja…
Pasti aku tak akan pernah merasa kekurangan dirimu…

(* di tengah kerjaan yg gak selesai-selesai…)

Photo Link: http://www.google.co.id/imglanding?q=watch photo&imgurl

Baca juga

  • Questions Book ( page 59 )
  • Spanyol Sang Juara
  • CARA JITU HADAPI MORNING SICKNESS
  • You’ve Got Mail ( 27 )
  • Menulis bagiku . . .
  • Let’s speak English
  • Menuju Kuningan Jawa Barat
  • Senyap
  • Jelajah kota tua – Gudang Panggung di Batavia
  • Carolyn Lim dan Making Pink Lemonade

Leave a comment

Your comment