Kenapa sakit gigi lebih sakit dari sakit hati

(Ani Sinam)


Saya nggak pernah setuju dengan syair lagunya (alm.) Meggy Z yang lebih suka sakit gigi daripada sakit hati. Sebagai orang yang berpengalaman sakit gigi dari umur 4 tahun, saya akan dengan senang hati memilih sakit hati daripada sakit gigi. Karena apa? Karena dengan sakit gigi kita sudah dapat bonus sakit-sakit lainnya termasuk sakit hati.

Nyut-nyutanan sakit gigi itu biasanya merambat jadi sakit kepala juga. Minum Ponstan 500mg hanya kesembuhan sesaat, membeli waktu semata sambil menunggu kesiapan kita pergi ke dokter gigi. Buat saya, dibutuhkan keberanian berlipat buat mengunjungi dokter gigi. Saya selalu trauma dengan suara bor-nya yang mendesing itu (duuh…membayangkannya saja sudah bikin ngilu). Akan tetapi suara bor tidaklah seberapa dibanding saat membayar tagihan. Itu adalah saat yang paling menyakitkan! Sepertinya ”penyiksaan” di ruang praktek belum cukup masih harus ditambah lagi dengan merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar itu semua.

Itulah bonus sakit hati yang kita dapatkan dari sakit gigi. Ouch!

Tertarik dengan yang ini?

  • menunggumu
  • Hidup atau Mati
  • MUJIZAT ITU NYATA
  • Kompasiana, Kompas dan Facebook
  • Aku vs Menulis
  • This is it …
  • Masalah sepele
  • Belajar menghargai …
  • Berarti belum bisa
  • Bisa karena kepepet

Comments (2)

Paustinus SiburianNovember 30th, 2009 at 1:41 am

Memang begitu. Tapi kalau sakit hati benaran (fisik bukan perasaan) pasti lebih sakit dari sakit gigi

HennyMay 14th, 2010 at 8:34 pm

wkwkwkwkk….kalau aku ngga mau sakit apapun, kalau ada yang mau buatku sakit hati segera lari ambil secarik kertas tulislah apa yang ingin kutulis…

ketika terima kuitansi tagihan dokter gigi, segera balik kuitansi itu dan tulislah sebait puisi tentang beratnya ongkos dokter gigi…

Salam

Leave a comment

Your comment