Tentang Dia dan rencanaNya

(Ani Sinam)

Sabtu dini hari di bulan Februari, Changi Airport, Singapura.
Jiiaaaahhh…akhirnya saya menginjakkan kaki di Changi! Ini bukan kunjungan pertama saya di negeri Merlion ini tetapi ini pertama kalinya saya melihat Changi. Lho kok bisa? Nanti saya ceritain lebih lanjut.
Rencana awal, begitu landing saya mau keliling-keliling bandara dulu buat foto-foto (norak never dies). Gara-gara delay 2 jam lebih, semangat foto-foto pun terkalahkan oleh kantuk dan lapar. Diputuskan jadwal foto-foto dilakukan pada saat pulang nanti.
Rasanya seperti mimpi bisa mengunjungi negeri ini lagi. Dalam hati saya nggak berhenti bersyukur sama Dia. Karena campur tanganNyalah saya bisa sampai di sini.



Satu malam di akhir Januari , di kamar, depan TV

Saya lupa lagi nonton acara apa tiba-tiba terlintas pikiran: “Kapan yah bisa ke Singapur lagi? Pengen liat Changi”. Pikiran itu segera berlalu seiring saya mengganti saluran TV.
Dulu, waktu belum jaman kartu NPWP, berkunjung ke Singapur harus lewat Batam biar bayar fiskalnya lebih murah. Dua kali perjalanan, dua kali saya melewati rute Jakarta-Batam-Singapur-Batam-Jakarta. Air Asia seingat saya juga belum punya rute Jakarta-Singapur-Jakarta jadi pulang pun harus lewat Batam lagi.
Saya pikir-pikir lagi, ngapain juga ke Singapur hari geneehhh… Apa yang dulu cuma ada di sana, hampir semuanya sudah ada di Jakarta; Burger King, Charles & Keith, VNC, Mac, 7eleven, Zara, Topshop, etc, etc. MRT dan trotoar mulusnya doang yang kita belum punya.
Ditambah dengan kondisi dompet yang kurang mendukung jadilah saya biarkan keinginan melihat Changi menguap begitu saja.

Satu sore kira-kira seminggu setelah malam itu, di kantor, jelang pulang
Satu SMS masuk dari seorang teman. Isinya begini: “Guys, setelah diliat2 tiket ke Bali nggak beda jauh sama ke s’pore. Gmn kalo kita ke s’pore aja?”
DEG!
Apa maksudnya ini? Apakah Dia sedang menggoda saya?

Teman saya ini baru diterima kerja di tempat baru dan dia memang sudah berjanji mentraktir saya serta 3 orang teman lainnya jalan-jalan ke Bali. Tiket dan hotel sudah ditanggung, kita tinggal bawa koper aja deh. Ditraktir ke Bali saja saya sudah senang banget dan ini kok tau-tau…tiba-tiba…Singapur! Changi! Tuhaaaaannnn!!! SENANG LUAR BIASA SEKALI BANGET!!!!
Rasanya pengen memelukMu erat sekali.

Saya nggak henti-hentinya terkagum ria sama kejadian ini. Gilanya lagi, saya memang berencana memperpanjang paspor yang sudah mau habis dalam waktu dekat ini. Sebelumnya nggak pernah kepikiran sama sekali bisa pergi ke luar negeri tahun ini. Saya sih sok optimis aja perpanjang paspor siapa tahu tiba2 menang undian jalan-jalan ke Maroko tahun ini (Aminn…) Tak disangka tak dinyana, kejadian juga tuh. Walau bukan ke Eropa, tetapi siapa tahu aja ya suatu hari nanti, hehehehe…

Saya masih nggak percaya sama semua kebetulan ini. Kebetulan di saat yang sama saya punya satu harapan yang pengeeeennnn….banget jadi kenyataan. Saya nggak putus-putus minta sama Dia (dan usaha juga dong) buat satu keinginan tersebut. Eehh…kok ya pikiran iseng-iseng ini yang justru jadi beneran. Subhanallah!

Memang rencanaNya selalu lebih indah daripada rencana kita yah. Dan saya nggak berhenti bersyukur atas teman-teman yang baik hati ini. Semoga suatu hari saya bisa membalas kebaikan mereka ya, Allah. Amin…



Tertarik dengan yang ini?

Comments (1)

rachmat budi mMarch 1st, 2010 at 2:06 pm

Bila niat dan fikiran kita bersih, memang Tuhan kadang meluluskan apa yg kita inginkan dengan kejutan2 kasih sayangNya.

Leave a comment

Your comment