Tentang keseharian: Jadul dan Jarang

(Ani Sinam)

Kehadiran seorang keponakan baru di rumah membuat saya jadi bisa lihat perbedaan bapak jadul dan bapak jarang alias jaman sekarang. Bapak saya sebagai produk jadul dan kakak ipar saya sebagai bapak jarang.

Kelihatan sekali kalau kakak ipar saya sangat bersemangat jadi bapak baru. Dia pengen tahu semua hal dari cara gendong, ganti popok sampai membendong bayi dengan baik dan benar. Sekali waktu, sehabis pergi beli daun katuk, kakak ipar saya ini bertanya sama mama gimana cara mengolahnya. Waahh…saya saja sebagai adik nggak sampai sebegitunya. Bapak saya yang mendengar ini mungkin terkejut juga dan menyuruh kakak ipar saya untuk menyerahkan semuanya kepada mama. Intinya, itu urusan perempuan, laki-laki nggak perlu tahu deh.

Kakak ipar saya yang satu ini tergolong unik. Waktu kakak saya hamil, dia yang rajin bikinin susu buat istrinya. Tiap hari. Dan nggak pernah komplain. Nggak pernah diungkit-ungkit. Beda banget sama bapak saya yang tipikal suami tradisional, harus selalu dilayanin. Saya nggak pernah lihat beliau bikinin susu buat mama.

Bapak saya nggak salah, mungkin waktu kecil sudah begitu didikan para orangtua pada jamannya. Bahkan seorang saudara jauh, perempuan, masih berpikiran kalau lelaki itu nggak pantas nyebokin anak bayinya. Makanya saya nggak heran kalau bapak saya seperti itu.
Namun begitu, bukan berarti kakak ipar saya selalu tampil sebagai bapak siaga yang ideal. Kadang frustasi juga kalau anaknya nangis kelamaan dan akhirnya menyerahkan pada sang ibu.

Demi melihat perbedaan dua generasi ini, saya bilang cukup mengesankan perkembangan kaum lelaki.
Well done boys!

Tertarik dengan yang ini?

  • menunggumu
  • Hidup atau Mati
  • MUJIZAT ITU NYATA
  • Kompasiana, Kompas dan Facebook
  • Aku vs Menulis
  • This is it …
  • Masalah sepele
  • Belajar menghargai …
  • Berarti belum bisa
  • Bisa karena kepepet

Leave a comment

Your comment