celoteh burung pipit di pagi hari

(Arie Setianingsih)

Tuhan.. Dipagi yg cerah ini, Aku si burung Pipit ingin berterima-kasih pada-Mu atas segala anugerah yang sudah Kau berikan kepadaku.

Aku bersyukur  karena Kau berikan aku pendamping yang begitu mencintaiku, Darinya aku belajar tentang arti sebuah cinta, Karena cintanya yang begitu sederhana, Cinta yang apa adanya, Cinta yang tanpa syarat, Cinta yang lahir dari sebuah ketulusan hati.  Kau juga anugerahi aku putri kecil yang begitu manis, Celotehnya selalu menguatkan aku,

Terimakasih Tuhan karena  sebagai Sang Pemilik Kehidupan Engkau telah menghadirkan aku ditengah kedua orang tuaku. Dari ayahku aku belajar tentang arti sebuah tanggung jawab, Kerja keras tanpa kenal lelah demi menghidupi kami, anak-anaknya, Dan dari ibuku, Aku belajar akan arti sebuah pengabdian cinta,  Tentang kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini, Untuk  semua saudara – saudaraku, Aku sungguh sangat mencintai kalian.. walaupun kita sering berselisih paham tapi jauh dihati kecilku,  Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi, bersama tanpa ada perasaan egois, tanpa merasa diri paling benar, bukankah persaudaraan itu ibarat air dimana tidak ada satu mahlukpun yang dapat memutuskannya….

Tuhan aku tahu Engkau sungguh sangat baik padaku, Engkau lengkapi hidupku dengan Kau hadirkan sahabat – sahabatku, tempat dimana aku berbagi kebahagiaan,  tempat aku berbagi tawa, sahabat yang menyediakan telinganya untuk mendengarkan celotehku disaat aku bimbang, sahabat yang menyediakan bahunya untuk aku menangis disaat aku merasa begitu berat beban hidupku, dan sahabat yang selalu menguatkan aku disaat sayap sayapku hampir patah…

Ya Tuhanku… Maafkan aku jika dalam kebimbangan sering kali aku bertanya, Tuhan kenapa tidak Kau ciptakan aku sebagai burung Rajawali dengan sayapnya yang gagah mampu membelah angkasa  atau mengapa Engkau tidak menciptakan aku sebagai burung Merak??  Dengan ekor yang begitu cantik, Dimana semua orang pasti akan mengagumiku. Kenapa Kau hanya menciptakan aku sebagai seekor burung Pipit Tuhan??? lagi lagi pertanyaan bodoh itu hadir berkecamuk dihatiku… sayap sayap ku begitu kecil, begitu ringkihnya aku, Sering terombang ambing oleh angin.. Ekorkupun tidak cantik… aahh betapa bodohnya aku dengan pertanyaan- pertanyaan itu, tetapi aku sekarang tahu Tuhan karena Engkau begitu baik padaku.. Kau ciptakan aku sebagai burung pipit agar aku tetap bersyukur, agar aku selalu dekat dengan sesamaku, agar aku bisa selalu menghibur yang lain,  nyanyianku mungkin tidak indah.. suaraku tidak semerdu burung burung yang lain tapi aku akan terus berusaha bernyanyi dipagi hari, agar banyak jiwa – jiwa terhibur oleh nyanyian pagiku…

Tuhan yang Maha Baik… Terima kasih atas semua anugerah-Mu,  Atas setiap hembusan nafas yang Kau berikan padaku sampai hari ini, Terima kasih atas kado terindah- Mu Tuhan … Sehingga hidupku menjadi sangat berwarna dan aku tidak pernah merasa sendirian dalam menyelesaikan puzzle kehidupanku… amin

** akhirnya selesai juga tulisan pertamaku..thanks buat LINI dan SIMON atas bantuan dan dukungan semangatnya buat Nulis **

Tertarik dengan yang ini?

  • MUJIZAT ITU NYATA
  • (Feels like) Stranger in My Own House Part 1
  • Ah, Tuhan…
  • aku manusia – Engkau TUHAN
  • Catatan Tentang Iman, Percaya dan Tuhan (believe – faith – God)
  • HE is GREAT
  • Tuhan yang dianggap gagal
  • HE NEVER SLEEPS
  • Siapa Sahabatmu?
  • Lilin Kecil

Comments (4)

LiniFebruary 16th, 2010 at 8:58 am

kembali kasih, Rie
bagus
ditunggu tulisan kedua yaaa…

HennyMay 14th, 2010 at 8:43 pm

Halo Arie,

Sebuah tulisan penuh makna refleksi diri, bagus lho…membuat pembaca terinspirasi.
Ditunggu tulisan selanjutnya…tetap semangat menulis ya…

salam

Bhudi TjAugust 19th, 2010 at 10:04 pm

simplicity.. sederhana.. namun penuh arti..
salam kenal.. :)

Arie SetianingsihAugust 20th, 2010 at 3:46 pm

maaf baru baca kl ada komen…hehee.. (maklum agak gaptek dan tulalit…)

@lini : okeh… pengennya nulis terus tp suka buntu …hehee

@heni : makasih mba.. masih blajar..

@ budhi : makasih yaa… salam kenal jg…

Leave a comment

Your comment