senandung malam
(Bhudi Tjahja)
aku senandung malam
saat kuberdiam bukanlah aku bisu mencekam
ku hanya sejenak rehat meredam penat yang berkelu
akibat kebisingan karya orkestra siang hingga petang
dengarkanlah suara alam menggema walau perlahan
menemani senandungku hingga merasuk ke relung kalbu
simponi suara jengkrik hingga tetesan embun malam
semua hanya terdengar saat kau rela terdiam
mengapa engkau gelisah hingga larut malam
bukankah di hari esok pagi ‘kan menyambutmu dengan irama baru?
aku senandung malam
siap menemanimu sekedar merenung walau sejenak
akan kebaikan pemeliharaan Pencipta sepanjang hari meski kau tak sadari
akibat kebisingan irama rutinitas kehidupan kepentingan duniawi
aku senandung malam
‘kan membawamu hingga terlelap ke alam mimpi
supaya ragamu tersegarkan di pagi hari
menyongsong rahmatNya dengan aransemen yang selalu baru setiap hari












