surat untuk mama

(Carlita Rozetta)

dear mom…

Kurang lebih 30 menit ku habis hanya untuk menatap layar komputer ini. Untuk memberitahu mama bahwa betapa aku bahagia bisa menjadi anak mama. betapa aku sangat beruntung telah memilikimu sebagai ibuku…Sulit sekali mewujudkan semua itu hanya dengan tulisan. karena semua yang telah mama berikan sudah lebih dari sekedar tulisan.

aku bisa menjadi sesuatu yang dapat dipandang oleh seluruh dunia karena mama…aku bisa menjadi orang karena mama, aku bisa menjadi seseorang yang seperti ini semua karena mama.


karena mama, aku bisa memiliki wajah seperti ini. karena mama aku bisa memiliki hidung seperti ini. karena mama, aku bisa memiliki mata seperti ini. dan karena mama, aku bisa mengalami hidup seperti ini.

semua hidupku tidak lepas dari pengaruh mama. mama seakan yang menuntunku untuk hidup, maskipun Allah SWT yang menghidupkanku dengan mama sebagai perantaranya. aku bahagia karena mama adalah mama.

mama adalah manusia yang pertama aku kenal semenjak hidup di dunia ini. mama mengajariku bagaimana caranya berjalan di bumi ini, mama mengajariku bagaimana caranya berkomunikasi dengan seluruh yang lain, mama mengajariku untuk hidup.

Padahal…tidak ada yang lebih penting dari mama dimuka bumi ini. Tapi…aku malah meninggalkan mama. Aku mohon agar mama mau terus mensupport ku dimanapun aku berada (dan aku tau bahwa mama akan selalu mendoakan aku dimana pun aku berada dan dengan keputusan apapun yang aku ambil).

bagaimana aku membuat semua orang tau bahwa aku sangat bersyukur dengan kehadiran mama. aku tidak bisa membayangkan bagaimana dengan kehidupanku dengan orang selain mama. aku tidak bisa membayangkan kehidupan yang lain selain kehidupan yang aku jalani sekarang.

mama membiarkan aku memilih, mama membiarkan aku mengambil resiko, mama mendukung segala jenis keputusan yang aku ambil, mama mendoakan. dan jadilah aku yang sekarang.

maaf karena untuk sementara ini aku tidak bisa berada dekat dengan mama, untuk sementara aku tidak bisa membantu mama dan menghabiskan waktu bersama mama. membereskan rumah atau hanya sekedar duduk dipinggir tempat tidur mama selagi mama rebahan.

aku kangen masa-masa itu.

aku kangen aroma tubuh mama. aku kangen dengan semua waktu yang aku habiskan bersama mama.

kadang-kadang kita memang sering sekali bertengkar bahkan hanya untuk hal yang sepele. kadang aku bisa menjadi seperti anak yang tidak mama harapkan. terkadang kita berdua memang khilaf. terkadang kita berdua bisa menjadi seseorang yang saling membenci (meskipun aku tau bahwa mama tidak pernah benar-benar membenci aku). dan pada akhirnya aku tau bahwa mama selalu benar,

mama selalu mempercayakan aku akan hal-hal penting dalam hidup mama. aku membiarkan mama bercerita apapun kepadaku karena aku memang ingin mendengarnya dan atau karena mama ingin menceritakannya. aku bahagia bisa mendapat kepercayaan sebesar itu dari mama. aku bahagia bisa menjadi orang yang paling mama percaya, dan mama juga akan selalu menjadi orang yang paling aku percaya.

maafkan aku dengan segala keras kepalaku, maafkan aku sedalam kesalahan yang pernah aku buat pada mama, maafkan aku karena sering kali aku membuat hati mama sakit, maafkan aku…maafkan aku…


aku mencintaimu lebih dari apapun di muka bumi ini, ma…


your only one daughter…

Tertarik dengan yang ini?

  • merajai mimpi III
  • merajai mimpi II
  • from “Honey Bee”
  • Dear Mom
  • Mimpi Berhadiah
  • (Feels like) Stranger in My Own House Part 1
  • Bolu Kukus
  • Lelaki Sepertimu………….
  • genERAsi KLIK!
  • Na, Jaga Diri Lu (2)

Leave a comment

Your comment