Tulisan Oleh Agnes Bemoe
BITTER SWEET OF A CUP OF A TEA
No Comments »
Kadangkala, cinta kita tidak salah, hanya saja tersangkut pada tempat, waktu, dan orang yang kurang tepat. Inilah rupanya yang hendak diangkat oleh buku kecil bertajuk “A Cup of Tea for Complicated Relationship”, terbitan Stiletto Book Publisher ini. Buku ini berisi 20 kisah nyata tentang pahit manisnya terjatuh dalam hubungan yang rumit (complicated relationship). Ada yang karena perbedaan agama, suku, atau bahkan bangsa. Ada juga yang terlibat ke dalam cinta segitiga. Di bagian lain ada yang terjebak ke dalam pernikahan yang rapuh. Dan berbagai permasalahan yang membuat pelakunya seolah dipaksa untuk makan buah simalakama.
Diawali dengan kisah cinta beda agama berjudul “Selalu Tersenyum, Meski Tanpamu” buku ini mengupas habis keperihan, bingung, kemarahan, dan semua perasaan-perasaan yang muncul dari orang-orang yang terjebak ke dalam hubungan cinta yang rumit.
Isi cerita-ceritanya jelas menggugah. Pembaca diajak untuk memahami sudut pandang masing-masing orang yang mengalami tid...
November 3rd, 2011 Posted 2:37 pm
Posted in Agnes Bemoe
For the Love of Mom
No Comments »
Sebuah kumpulan kisah nyata tentang IBU, berisi 40 cerita yang sangat menggugah!
“Boneka Baruku” di “For the Love of Mom”
Aku sampai ternganga-nganga! Nyaris aku tak mengenali boneka lamaku! Boneka itu telah disulap sedemikian rupa, sampai rasanya aku lupa pada bentuk lamanya. Dan, aku langsung tahu siapa yang menjadi “ibu peri” yang menyulap semua ini.
Aku lari mendapati ibuku. Aku lupa pada kemarahanku. Aku bahkan lupa bahwa aku belum mandi apalagi menggosok gigi. Aku melompat dan menciumi ibuku! Aku ingat, ibuku waktu itu hanya tertawa-tawa sambil mengangkat aku ke pangkuannya.
Sungguh, sampai setua ini, belum bisa kulupakan sentuhan magic ibu pada bonekaku! Setelah aku besar baru aku paham: bukan, bukan pada bonekanya, tapi pada kreativitas ibu yang menyulap “sampah” menjadi sesuatu yang lebih cantik dan lebih indah (ah, andai aku juga bisa sekreatif ibu dalam menghadapi anak-anakku…).
Ibuku pasti sudah lupa pada peristiwa itu. Tapi bagiku, itu adalah salah satu peri...
November 2nd, 2011 Posted 11:23 am
Posted in Agnes Bemoe
MALAM PATAH
No Comments »
November 2nd, 2011 Posted 8:56 am

Malam
Patah
bilur-bilur rembulan
tertunduk
Rebah
Di tanah
Hitam basah
Aku mengais
Sisa langkah
…
Malamku
patah
Di sisi lengkung langit
Ia merana
Mengiringku mengais
Sisa-sisa malam
Malamku patah,
Rejam tetes hujan
Pias keperakan
Kuberjalan
Tanpa arah
Dengan kepingan malam
Satu satu kugenggam
Malamku,
Patah
Sudah
…
Pekanbaru, 2 November 2011
Agnes Bemoe
Sumber Gambar:
http://www.google.co.id/imgres?q=night&um=1&hl=id&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:id:official&channel=np&biw=1280&bih=661&tbm=isch&tbnid=b7ZrN02Lo2DraM:&imgrefurl
Posted in Agnes Bemoe
(Catatan Perjalanan) Ke Padang, Mengantar Kekek Pergi Haji
No Comments »
Seminggu yang lalu aku ke Padang. Terakhir menjejakkan kaki di ibukota Sumatera Barat ini sekitar tahun 2007. Seorang ibu di travel yang aku tumpangi mengatakan bahwa Padang sekarang sudah jauh berubah sejak tertimpa gempa. Aku jadi meringis sendiri, membayangkan seperti apa kota Padang sekarang. Luluh lantakkah?October 25th, 2011 Posted 12:39 pm
Yang jelas, yang kelihatan berubah adalah daya tahanku terhadap Kelok Sembilan. Ini kelokan (tikungan) yang paling “menyebalkan” yang pernah kurasakan seumur hidupku. Bagaimana tidak, kelokan tajam bertubi-tubi akan kita lalui sejak lepas dari Rimbo Data, kota pertama di bibir perbatasan Riau – Sumbar, sampai dengan nanti mendekati Padang Panjang. Penamaan “Sembilan” pada kelokan ini mungkin bukan didasarkan pada jumlah faktualnya, tetapi lebih sebagai penggambaran begitu banyaknya kelokan yang ada di daerah itu.

Dulu, aku ingat, aku tahan dengan serangan si Kelok Sembilan ini. Paling pusing sedikit. Dulu, waktu masih muda (ehm!) aku sanggup naik bis umum untuk perjalanan Duri ...
Posted in Agnes Bemoe
ASOK
No Comments »
September 7th, 2011 Posted 8:45 am

“Ndeeeh…. Asok mah…!” keluh Yen dalam hati saat ia membuka pintu rumahnya pagi itu. Asap yang memedihkan mata menyerbu pintu rumahnya. Tidak hanya mata yang pedih hidung dan tenggorokannya pun ikut-ikutan gatal. Belum lagi udara kemudian terasa gerah. Di pagi hari itu.
Sisa bulan semalam kemerahan di langit yang belum sepenuhnya terang. Merah yang mengerikan. Seperti pancaran bumi yang sedang kebakaran. Yen segera menutup lagi pintunya. Dengan asap seperti ini alamat asma Nasrul akan kumat! Pikirnya, bertambah cemas, teringat akan anaknya yang baru saja bisa jalan itu.
“Sialan!” Maki Paul ketika menyalakan TV pagi itu di kamarnya. Kamar 603 Hotel Ibis. “Alamat pesawat tertunda!!” geram Paul.
Sudah terbayang sekian banyak meeting yang harus dikejar. Penyiar TV yang cantik di layar kaca mengumumkan bahwa kabut asap membuat bandara ditutup dan semua penerbangan ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sekian banyak meeting berarti sekian puluh milyar nilai proyek yang ...
Posted in Agnes Bemoe












