Tulisan Oleh Ahmad Olie Sopan
Sajak dari seberang
August 7th, 2010 Posted 9:52 pm
(Ahmad Olie Sopan)
Kala hujan turun
menampakankan wajah peluh dan kusam
dan membunuh keramaian
maka saat itu
ingin kutuliskan sajak ini
dengan tetes air hujan
Tags: Puisi
Posted in Ahmad Olie Sopan
Rindu 3
April 29th, 2010 Posted 8:53 pm
(Ahmad Olie Sopan)
Amboi,
senja indah nian membawa rinduku
dalam pasta jingga dan merah
udaranya satu dalam nafas dan darah
lalu mengusik lembut kuduk yang rindu dikecup
Mantap,
Wajah malam pekat ditaburi bintang
diterangi bias bulan sabit yang biasa kita pandangi
nadi berpacu dengan waktu bernada merdu
sambil pelu engkau basuh, lagu sendu jadi merdu
Nyaman,
fajar yang ramah dari deru kendaraan
kian bisu di atas wajahmu yang meronah
menyongsong pagi yang tak perasaan
biar lupa akan pagi kamu rebah di dadaku
Tags: Hari Puisi
Posted in Ahmad Olie Sopan
Andai Saja
October 31st, 2009 Posted 7:24 am
(Ahmad Olie Sopan)
Tak tahu lagi berapa banyak puisi lagi tuk cukup ungkapkan keresahan ini…
Tak tahu lagi berapa Tekstrur yang harus ku goreskan tuk gambarkan Kegelisahan ini..
Andai saja,
Alfabet itu bertambah huruf konsonan dan vokalnya…
Pasti hanya dengan satu puisi kaliankan ku tikam tajam dengan kata-kata baru.
Andai saja,
Wajah Bumi Melebar melebihi besarnya antarikasa,
Pasti Kanvas Ku tak pernah sepi lagi dgn warna baru
Tags: Puisi
Posted in Ahmad Olie Sopan
meninggalkan hari
October 27th, 2009 Posted 1:44 am
(Ahmad Olie Sopan)
entah kemana perginya malam
yang mampu melelapkan manusia
ketika aku mulai lagi
membaca namamu,
membayangkan wajahmu,
juga mencium wangi tubuhmu.
kapan datangnya pagi
yang bersemangat dan membosankan
ketika aku mulai lagi
haus sesebotol vodka,
merasa kantong ini setebal kantong bandar judi,
juga tertarik tubuh si Titin, Fia, Susy dan psk-psk jalanan itu.
tunggulah aku hai sore!!!
setelah siang yang memekikan telinga
dan menyilaukan mata,
saat ini ku sedang!
menghapus namanya tuk ku tulis lagi esok.
saat ini ku sedang!
membayangkan surga sesaat sebelum wajahnya terlintas lagi.
saat ini ku sedang!
mencampurkan banyak bau agar malam baunya terasa berbeda lagi.
Tags: Puisi
Posted in Ahmad Olie Sopan
Pertanyaan terakhir buat kamu
October 26th, 2009 Posted 11:54 pm
(Ahmad Olie Sopan)
kecepatan bis yang kutumpangi sudah sampai pada batas maksimalnya di jalan bebas hambatan, tapi tidak secepat tempo-ritme batinku saat ini yang sedari malam bergejolak kencang. Semenjak beberapa tahun lalu aku tidak pernah menumpangi bis lagi di pagi hari seperti ini, seperti waktu kuliah dulu, entah sudah berapa lama, mungkin tahunan! Yah rutinitasku berubah 180 derajat semenjak memilih hidup sebagai seniman seperti saat ini. Terlihat kembali dengan jelas wajah-wajah orang dalam bis ini yang berpenampilan perlente yang tak lain para pegawai (wajah-wajah yang tak lebih dari sekedar angka) yang sedang menuju perkantoran di kawasan sudirman dan sekitarnya, mungkin hanya aku yang terlihat aneh, dengan setelan jeans butut, kemeja hitam, rambut gondrong dan wajah kucel setelah semalaman tidak bias tidur dan menangis. Yah menangis! Mungkin hingga saat ini aku masih menangis walau hanya di hati, setelah pesan singkat semalam yang tidak mau di akhiri dengan percakapan yang baik.
Tags: Cerpen
Posted in Ahmad Olie Sopan












