Tulisan Oleh Anastasia Anita
(Anastasia Anita)
Di depan pintu-Mu
Aku merunduk
Aku menunduk
Tak berani ku mengetuk
Di depan pintu-Mu
Aku terdiam
Aku bungkam
Tak berani memanggilMu
(more...)
(Anastasia Anita)
Badan terdiam, tetapi jiwa seolah melayang-layang
Dengan pikiran yang nyalang, dengan khayalan yang jalang
Menembus batas dimensi ,merengkuh puasnya mimpi
(more...)
(Anastasia Anita)
??Hari itu aku melihat Agatha, sang malaikat kecil yang cantik, aku melihatnya diantara keramaian acara. Aku melihatnya mengambil bangku dengan riangnya dan setengah berlari kembali kearah mamanya. Sekilas dia menoleh, mungkin dia merasakan kehadiranku, atau mungkindia merasa diperhatikan juga. aku menunduk merapatkan jaket dan menurunkan topi untuk menutupi wajahku. "Maaf, Agatha, aku tidak berani mendekat padamu, aku tidak berani menyapamu, aku tidak berani menampakkan wajahku pada kepolosanyang bersinar di wajahmu, aku malu karena belum memenuhi janjiku"
(more...)
(Anastasia Anita)
I dreamed I was missing
You were so scared
But no one would listen
'Cause no one else cared
After my dreaming
I woke with this fear
What am I leaving
When I'm done here?
(more...)
(Anastasia Anita)
Aku menggila di tengah kewarasan
Dan aku merasa waras di tengah kegilaan
Mungkin tak banyak orang yang bisa memahami
Mungkin malah tak ada yang bisa mengerti
Tapi hidupku aku yang tahu
Dan hidupku tanggungjawabku
Aku menggila untuk memberi warna
Di tengah hitam dan putihnya dunia
Aku menggila untuk tetap terjaga
Aku menggila menjaga kewarasan
(more...)
(Anastasia Anita)
I hate the mornings
Cause I know what they bring
You get up and take a shower in no time, your leaving
And it sounds so selfish
But i can’t help but think
That if you knew how much i needed you
You’d stay cause
(more...)
(Anastasia Anita)
salahkah rasa yang datang tiba-tiba
salahkah rasa yang pergi tiba-tiba juga
karena sang rasa tak mau tinggal walau sejenak
dia hanya hinggap sekejab dan berlalu pergi
meninggalkan bahagia sesaat
tapi meninggalkan luka yg tak terperi
meninggalkan kenangan yang begitu nyata
antara suka dan nestapa
(more...)
(Anastasia Anita)
Aku berjalan di atas pasir
Menjejakkan kakiku dengan penuh harap
Aku berharap akan ombak
Aku berharap akan bintang
Menemaniku sepanjang jalan
Aku menjejakkan kaki di atas pasir
Aku berharap jejak itu bertambah
Bukan hanya jejakku, tp Jejak-Mu
Bagai cerita yg aku dengar
Bahwa Kau selalu menemani
(more...)
Siang itu ditengah kesibukan aku bekerja, tiba-tiba aku dikejutkan dengan email yang masuk ke-inbox, dari seseorang yang aku tidak pernah kenal sebelumnya, namanya juga asing, tetapi subject dari email itu cukup kuat untuk membuat aku menghentikan kerjaku untuk sesaat dan membuka email itu.
“melongo” mungkin itu istilah yang paling tepat untuk menggambarkan wajahku saat itu, subjectnya
“Pater XXX” email tersebut berisi email antara manusia berjubah itu dengan beberapa gadis, yang notabene “mesra”
Entah apa maksudnya orang tak dikenal itu mengirimkan email tersebut padaku, aku mencoba mengingat-ingat, beberapa waktu yang lalu memang sempat Pater tersebut sempat mengirimkan short message service yang berisi “selamat memasuki bulan Maria” Cuma itu saja, bahkan aku tidak sempat untuk membalasnya, dan sebelumnya lagi mengucapkan selamat Natal dan Paskah.
Aku kemudian mereply email tersebut
“thkx infonya, btw dpt drmn email-email tersebut” , beberapa saat kemudia aku mendapat autorespon yang berisi “I'm on leave between May 12th 2010 and June 30th 2010 for a long holiday. See you on July 1st 2010” aku mengernyitkan dahi, apa pula ini maksudnya. Kemudian dengan bergaya ala detektif aku mencoba searching nama-nama email yang tertera dalam percakapan dalam email tersebut, beberapa nama berhasil aku temukan dalam salah satu situs jejaring sosial , aku mencoba
“add friend” dan mengirimkan pesan singkat
“hi, let’s make a friend” dengan harapan akan ada kejelasan nantinya, aku sungguh ingin bertanya.
Tetapi beberapa saat kemudian aku berhenti sejenak, buat apa aku melakukan semua ini, hanya karena aku pernah beberapa kali bertemu dengan Pater tersebut yang memang cukup menarik, dengan gayanya yang masih bersemangat anak muda, dan kepiawaiannya merangkai kata memang membuat takjub sebagian orang, aku yang memang pernah mengundangnya beberapa kali untuk menjadi tamu dalam acara kegiatan anak muda, memang terkesan dengan penampilannya, tetapi hanya sebatas itu saja.
Aku berhenti, saat itu pula aku berhenti mencari searching nama selanjutnya, aku menghela nafas, ingin sekali rasanya mengirimkan pesan singkat ke Pater tersebut untuk memberitahukan apa yang terjadi, bahwa email-email pribadi dia telah tersebar, bagaimnapun dia juga manusia, yang punya hasrat, cita dan cinta, hidup yang sudah dipilihnya, untuk menjadi pendamping-Nya, mungkin dia merasakan sesuatu yang lain, tidak ada yang berhak untuk menghakimi, masalah itu adalah urusan dia dengan DIA, dia sudah memilih jalannya sendiri, entah benar atau salah, kacamata manusia selalu berbeda sudut pandangnya , kalau buat aku, bahkan seandainya bertemu dengan orang – orang yang menanggalkan jubah pun, manusia tidak berhak menghakimi, semua jalan kehidupan adalah proses, mungkin ditengah-tengah proses itu membuat mata kita terbuka akan pilihan – pilihan yang sudah diambil, dan tidak ingin terus melewati jalan itu, itulah hak, tidak ada seorangpun yang pantas menghakimi, apalagi jika tidak tahu, apa yang sebenarnya terjadi dan melatarbelakangi keputusan tersebut, ini bukan pembenaran, aku juga manusia yang punya salah dan dosa, berbagai jalan yang kadang tidak lurus juga aku pernah melewatinya, jadi sekali lagi ini bukan pembenaran. Karena Kaum berjubah itupun manusia. Dan akhirnya
“cancel” aku tidak jadi mengirimkan pesan singkat tersebut.
http://www.google.co.id/imglanding?q=jubah%20putih&imgurl=http://i124.photobucket.com/albums/p6/peak08/blogger/pewahyuandiSurga/3.jpg&imgrefurl=http://www.rumahrenungan.com/2008_01_12_archive.html&usg=__ob_Ez7vJ6LFt7HMK8CTweQ0SPJM=&h=272&w=219&sz=12&hl=id&itbs=1&tbnid=D3jwU-WndZNuHM:&tbnh=113&tbnw=91&prev=/images%3Fq%3Djubah%2Bputih%26start%3D90%26hl%3Did%26sa%3DN%26gbv%3D2%26ndsp%3D18%26tbs%3Disch:1&start=92&sa=N&gbv=2&ndsp=18&tbs=isch:1#tbnid=D3jwU-WndZNuHM&start=96
Ketika mengalami hal yang membuat jatuh dan sedih,
menyemangati diri sendiri itu bukanlah hal yang mudah
Kadang lebih mudah menasehati orang lain agar bangkit dari keterpurukan
Tetapi ketika mengalaminya sendiri betapa susahnya untuk memulai “langkah pertama”
Berbagai kata penghiburan dan
“motivation series” kadang hanya berlaku sesaat dan
euphoria-nya akan segera berakhir
Sering mendengar keluh kesah orang lain, dan menyemangati mereka, tapi berujung pada refeksi pribadi dan kata-kata motivasi itu berbalik menyerang diri sendiri dan berkata “sanggupkah aku sendiri memulainya”
Dan kemudian…..
Aku mulai menyadari bahwa hidup itu sangat berharga
Aku sangat berharga, kamu sangat berharga, kita semua berharga
Entah bagaimana bentuk dan rupa , semua itu berharga
Berusaha menghargai diri sendiri ternyata lebih susah daripada menghargai orang lain, karena dengan orang lain kita berusaha menekan “ego” dan sesuatu yang disebut “norma”
Tapi menghargai diri sendiri? Berbenturan dengan segala keterbatasan yang dimiliki, dan kadang terbersit kata “mampukah aku, layakkah aku”
Dan ternyata hal menghargai diri sendiri sangatlah sederhana,
Ketika kita menyayangi orang lain, maka kitapun layak menyayangi diri sendiri…
Ketika kita mendengarkan orang lain, maka kitapun layak mendengarkan diri sendiri…
Kalau kita ingat memberi “hadiah” pada orang-orang yang kita sayang, berarti diri sendiri pun sangat layak untuk mendapatkannya….
Setiap keberhasilan entah kecil entah besar…maka layaklah untuk dihargai…
Menghargai diri sendiri …mulai dari sekarang…
And I wanna give myself a present, ‘cause I deserve
sbr: http://www.google.co.id/imglanding?q=kado&imgurl=http://ik07.files.wordpress.com/2009/11/kado-special-untuk-ibu1.jpg&imgrefurl=http://ik07.wordpress.com/2009/11/11/kado-buat-ibu/&usg=__3xKhTqo5kQE63OpELLFw7Gxqt98=&h=311&w=488&sz=22&hl=id&itbs=1&tbnid=7teaIBLtiEnvUM:&tbnh=83&tbnw=130&prev=/images%3Fq%3Dkado%26hl%3Did%26gbv%3D2%26tbs%3Disch:1&gbv=2&tbs=isch:1&start=15#tbnid=7teaIBLtiEnvUM&start=19
akhir dari sesuatu adalah awal dari sesuatu yang baru
akhir adalah awal
awal pasti ada akhir
tidak ada sesuatu yang abadi
yang namanya pertemuan ada perpisahan
yang namanya kelahiran ada kematian
adanya ikatan ada pula putusan
awal dan akhir
hal yang akan bertemu pada ujung masa
pada ujung waktu dan pada suatu waktu
ketika akhir bertemu awal
maka peristiwa yang baru pun muncul
siap tidak siap,suka tidak suka
pasti akan terjadi
awal dari sesuatu dan
akhir dari sesuatu
awal dan akhir....
selalu jadi bagian dari kehidupan...
sumber image: http://www.adporto.net/wallpapers/adporto.net_wallpaperforchrist.com_001.jpg
bernafas susah
bergerak susah
bagai diikat di kursi listrik
bergerak sedikit tersengatlah
duduk diam
tanpa bicara
tanpa suara
hanya mata yang terus berkedip mesra dan manja
mengisyaratkan rasa dan derita
hasrat dan gelora
semua berbaur jadi satu
berpadu jadi alunan nada
nada yang mencekam jiwa
tetapi mengisyaratkan pembebasan jiwa
(more…)
Hen begitu dia biasa dipanggil, dia begitu menarik meskipun tidak rupawan, kulitnya putih bersih, banyak gadis yang tertarik padanya. Hen dari keluarga sederhana, Hen sangat pintar sehingga dia bisa menyelesaikan kuliahnya dengan cepat dan memperoleh beasiswa. Hen begitu membanggakan, dan sekarang Hen bekerja di perusahaan yang lumayan besar, hidup hen tidak selalu berkecukupan, tetapi dia juga tidak berkekurangan. “yah cukuplah untuk orang yang masih hidup sendiri” katanya sambil tersenyum.
Hen begitu murah senyum, Hen mempunyai banyak teman, dan diantara yang lain Hen tampak menonjol dengan wajahnya yang menarik. Hingga suatu sore ketika kami berada di taman, melihat orang-orang berlari sore dengan ceria, aku melihat kabut di wajahnya, meskipun hanya sesaat, aku melihatnya, “kenapa Hen?’ kataku, hen menghela nafas “Lien, karena kamu sahabat baikku aku akan bercerita padamu.
Dulu waktu kecil, ketika aku bermain-main di belakang rumah, aku suka sekali bersembunyi di belakang mobil ayahku, padahal sudah berkali-kali ayah memperingatkan aku untuk tidak bermain di situ, berbahaya, karena siapa tahu, ayah akan memakai mobil itu dan aku bisa tertabrak mobil dari belakang dan ternyata benar, suatu hari ayah ingin mengeluarkan mobil itu tanpa melihatku entah bagaimana, aku tertabrak mobil, kakiku terlindas, kakiku yang sekarang adalah kaki palsu” Hen berhenti sejenak, aku sedikit kaget tetapi berusaha mengendalikan diri. Hen mengangkat celana panjangnya dan mengetuk kaki sebelah kanannya, sambil tersenyum. “inilah Lien mengapa aku selalu memakai celana panjang, berusaha berjalan senormal mungkin dan kadang-kadang minder Lien mau deket-deket cewek” katanya tersenyum. “kamu pikir aku bukan cewek? Nih lagi deket-deket sama kamu” kami tertawa
terbahak-bahak bersama.
“Tapi hen, aku tidak pernah menyangka, kamu minder? Tanyaku “kamu begitu aktif kesana kemari, begitu banyak kegiatan yang kamu ikuti, dan menjadi seorang “leader”, dan kamu minder? ; “itu namanya pengalihan Lien” katanya “pengalihan agar aku tidak terlalu berpikir bahwa aku tidak sempurna, bahwa aku mempunyai “cacat” istilahnya begitu, toh bukannya aku tidak bersyukur dengan segala yang aku jalani dan aku miliki sekarang, terkadang juga masih berpikir kenapa aku begini, mau menyalahkan ayahku? Rasanya kok tidak mungkin karena dia juga sudah memperingatiku berkali-kali, walaupun aku tahu dia sangat menyesal dengan keadaanku sekarang, tapi semua sudah terjadi, dan tidak bisa diulang kan, yang bisa aku jalani sekarang ya aku jalani, aku masih percaya suatu saat cinta sejati itu akan datang, yang akan menerimaku apa adanya, tetapi terkadang aku juga dilanda keputusasaan karena hal itu tidak kunjung datang, tetapi berada ditengah teman-teman, meskipun mereka tidak tahu hal yang sebenarnya, aku tetap merasa bahagia, sekarang kamu tahu, dan aku bisa bersikap lebih wajar dengan keadaanku kan” aku tersenyum “tidak ada yang berubah Hen, kamu sahabatku, kaki palsu atau asli, tidak masalah, yang penting persahabatan kita tulus dan asli tidak palsu” kataku. Hen tertawa, “yah kita jalani saja hidup ini, sebaik dan semampu kita, begitu banyak hal yang indah untuk dinikmati dan disyukuri, bukan hanya meratapi nasib, bukan begitu Lien? Dan kita tidak pernah tahu hari depan seperti apa, aku berserah saja” katanya sambil tersenyum, senyum manis dan indah, seindah persabahatan kami dan dia begitu membanggakan.
Aku tersenyum, sore itu begitu indah, taman yang indah, kepercayaan yang indah, dan aku akan mencoba memandang hidup ini dengan indah seperti Hen, dengan caraku sendiri, terima kasih Hen, untuk persahabatan yang indah.
sumber gbr: unduh dr mbah gugel lupa alamatnya maap T_T
ps: thkx ci femi yg mencari arti kata "keunduran" hahahahaha txx
Beberapa waktu yang lalu aku mendatangi sahabatku yang sudah lama tidak bertemu, setelah mendapat pesan singkat darinya “Aku pengen ngobrol bayak sama kamu”. Akhirnya aku datang juga juga ketempat dia setelah sebelumnya mendatangi acara lain.
Ketika bertemu dengannya agak kaget melihat gaya dandanannya yang berubah drastis, dulu sewaktu kuliah dia memang suka berpakain agak sexi tetapi tidak seberani sekarang.
“kita mau kemana” tanyanya
“terserah aja…yang penting enak buat makan, dan nyantai untuk ngobrol” kataku
Kemudian dia membawaku kesuatu tempat makan yang bergaya seperti teras rumah, bernuansa santai dan memang cocok untuk tempat ngobrol santai. Setelah memarikir kendaraan kami disambut oleh pelayan restoran tersebut dengan ramah.
Temanku berkata kepada pelayan tersebut “Pak A ada?”
“Ada kak sebentar saya panggilkan” kata pelayan tersebut sembari berlalu
“sudah sering kesini? Tanyaku
“iya” katanya singkat
Tidak lama kemudian Pak A itu datang, bersalaman cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri) ke temanku itu, aku hanya tersenyum dan mengernyitkan dahi sambil berpikir “wah kayaknya aku masih belum terbiasa dengan gaya hidup seperti ini”
“kenalin Mas, temen saya Lien” katanya
Kami berjabat tangan, dan saya tersenyum
Kemudian Pak A ini membawa kita kesebuah meja dan sofa di ujung ruangan sembari mempersilahkan kami duduk, berbasa-basi sebentar dan kemudian pergi meninggalkan kami setelah kami memesan beberapa makanan dan minuman.
“Vox, sebenarnya ada apa” tanyaku memulai pembicaraan tanpa basa-basi
Dia menghela nafas “Aku sakit say…”
“sakit apa” tanyaku agak sedikit kaget
“hal yang akan aku ceritakan ini cuma kamu sama kakakku yang tahu” katanya
“owh….”
“Aku sakit lien, aku sudah ke dokter umum , tetapi dia belum menemukan apa penyakitku, dia hanya bilang aku kecapean dan butuh banyak istirahat, tetapi bukan itu yang aku rasakan, aku tidak bisa tidur, aku berkeringat dingin, jemari tanganku basah, mungkin aku terkena penyakit jantung....” dia diam sejenak… kemudian berkata lagi “semakin aku berpikir, semakin aku tidak bisa tidur”
“ke dokter specialist saja “ kataku
“aku maunya juga begitu, tapi aku takut, takut menghadapi kenyataan kalau seandainya aku benar-benar sakit”
Aku tersenyum dan berkata “kamu mungkin stress Xi, cobalah lebih tenang, hadapi permasalah hidupmu dengan lebih ringan dan santai, tetapi sebaiknya kamu ke dokter specialist itu agar kamu bisa memperoleh jawaban dari pertanyaan kamu itu..baru kedepannya dipikirkan lagi setelah tahu hasilnya, tetapi ambil langkah awalnya dulu”
Voxi menghela nafas “kamu benar, aku terlalu banyak pikiran, kamu tahu selain ke dokter specialist aku juga ingin ke dokter bedah, aku ingin merombak bentuk wajahku ini”
“whats” hampir aku tersedak “merombak bentuk wajah? Apa yang salah dengan wajahmu? Wajah cantik dengan badan proporsional bak model masih kurang ?” tanyaku
“kamu tidak tahu lien. Aku tidak percaya diri dengan bentuk wajahku, kamu tahu sendiri sampai sekarang aku masih belum punya pasangan”
“sama dong” kataku bercanda mencoba mencairkan suasana, “tapi aku tidak seperti kamu yang terbiasa santai, menerima apa adanya, aku ini kan perfeksionis ada sedikit saja yang tidak beres aku tidak bisa tidur memikirkannya.
“XI, yang suka sama kamu sejak jaman kita kuliah kan banyak sekali, masih bilang tidak ada yang mau, kamunya sih pilih-pilih”
“kamu juga” katanya menyindir, aku hanya tersenyum “maksudku pasangan yang benar-benar sejati Lien, yang akan menjadi pasangan hidup kita, kemarin aku menyukai seseorang Lien. Dia begitu baik dan perhatian tetapi akhirnya ketahuan selain menyukai wanita dia juga menyukai sesama jenis, begitu bodohnya aku rasanya, konyol ”
“hahahahahahaha” aku tertawa “upss maaf “ kataku
“jadi itu alasannya tiba-tiba ingin merombak bentuk wajah?”
“tidak juga, mungkin dengan merombaknya aku bisa menjadi lebih cantik dan lebih mudah mendapatkan pasangan” katanya
“Voxi, kamu itu cantik, seorang wanita yang sudah berhasil dalam karier, mungkin uang sekarang sudah tidak menjadi masalah buatmu, tetapi kamu tidak bersyukur, bahkan kadang-kadang aku juga ingin menjadi seperti kamu, tetapi akhirnya aku sadar, bahwa aku harus selalu beryukur untuk segala hal yang terjadi dalam hidup, baik buruk, menerima dan pasrah bukan berarti kita tidak berusaha untuk menjadi lebih baik”
Aku menghela nafas sebentar dan melanjutkan perkataanku “ sekali-sekali kamu ikutlah dalam kegiatan sosial, bergaul dengan anak jalanan, yang mengerti beratnya perjuangan hidup tetapi selalu bersyukur dan menikmati indahnya dunia ini, aku berkata seperti ini bukan untuk kamu saja, tetapi terlebih untuk diriku sendiri, untuk mmbuatku juga lebih bersemangat” kataku
“jadi kalau kamu tetap ingin merombak wajah, silahkan itu keputusanmu sendiri kalau kamu anggap lebih baik dan membuat hidupmu lebih bahagia kemudian pergilah ke dokter specialist, mungkin akan membuatmu lebih tenang, dan yang terakhir, mau bantu tidak kegiatanku ? ” kataku sambil tertawa.
Voxi terdiam sejenak dan berkata “enak yah seperti kamu hidupmu bagai tanpa beban”
“siapa bilang Xi, tidak ada hidup yang tanpa beban, bahkan sekecil apapun itu, tetapi dulu ada seorang rohaniawan yang berkata padaku bahwa hidup itu harus selalu bersyukur, bersyukur tanpa memperbandingkan, bersyukur ya bersyukur saja, jangan karena melihat ada yang lebih kurang darimu baru kamu bersyukur, sedangkan kalau kamu melihat yang lebih darimu kamu meratapi nasib.
“lapar…lapar kebanyakan ngomong nieh” kataku
=========
Seminggu kemudia ditengah kesibukan kerja aku mendapati pesan singkat dari Voxi
“Lien, aku sudah ke dokter specialist terkenal yang pernah menangani pejabat negri ini agar aku yakin,dan hasilnya memang benar seperti katamu, tidak ada apa-apa, aku hanya harus banyak istirahat, dan membebaskan diri dari berbagai pikiran buruk, satu lagi Lien. Aku siap membantu kegiatan baksosmu, kapan?”
Aku tersenyum dan membalas pesan singkat tersebut “acaranya bulan depan, detailnya nanti aku telepon kamu”
ps: dedicated to my lovely friend
sumber image: dr mbah gugel lupa juga alamatnya sudah lama sih maap T_T
(Anastasia Anita)
Kutulis sebait nada
Tanda cintaku pada bunda
Kutulis sebaris kata
Kuungkapkan rinduku padanya
Kurasa dia disana
Bertelut dan berdoa
Tiada kata dari bibirnya
Hanya doa dalam hatinya
(more…)