Tulisan Oleh Angel Li
Belenggu…
September 1st, 2010 Posted 3:54 pm
Sesak menghantam himpit bahagia
Dinding-dinding kian mendekat
Tak sisakan banyak udara
Panik menyergap cepat
(more...)
Posted in Angel Li
Bingkisan Yang Bernama Hidup…
August 22nd, 2010 Posted 1:47 am
(Angel Li)
Hidup ini mungkin bisa diibaratkan sebagai bingkisan-bingkisan yang dikirimkan untukmu. Ada bingkisan yang berisi tetesan airmata dan ada bingkisan yang berisi senyum dan tawa. Terkadang ketika kau membukanya, kau akan menemukan indahnya bahagia di sana untukmu. Tapi terkadang pula kau hanya menemukan airmatamu di sana. Lalu seringkali kau berpikir untuk menyimpan bingkisan itu, karena rasa sayangmu padanya. Akan manis rasanya. Tapi terkadang pula kau ingin membuangnya, karena tak ingin mengingat tetesan airmata yang telah kau jatuhkan. Tapi selamanya bingkisan-bingkisan itu akan selalu menjadi bagian dari dirimu. Yang tak akan pernah bisa kau lenyapkan atau hadirkan nyata selamanya. Karena waktu terus bergulir, tak pernah mengijinkanmu untuk menghentikannya. Tak peduli betapa besar cintamu padanya atau berapa besar kebencianmu untuknya.
Posted in Angel Li
Melepasmu Pergi…
August 20th, 2010 Posted 3:18 pm
Perahu mengayun sendu
Selendang putih terlepas perlahan
Berat guci seberat rasa
Ikhlas masih terikat kenangan
Di mana simpul untuk dilepas?
(more...)
Posted in Angel Li
Selamat Jalan, Baby…
August 12th, 2010 Posted 6:22 pm
(Angel Li)
Aku mendapat kabar kepergiannya saat aku baru membuka mata pagi itu. Membaca sms yang sudah masuk pada pukul dua dini hari, aku serasa lumpuh. Sudah pukul delapan lewat. Sudah hampir enam jam berlalu. Sesaat duniaku menjadi kosong. Senyap.
Dia sudah pergi... Seperti ada sebuah bisikan singgah di telingaku. Aku duduk, masih menatap layar telepon, tak tahu mesti melakukan apa. Kubaca kembali dengan lebih perlahan huruf-huruf di layar. Baby sudah pulang... Pulang? Pulang ke mana? Pulang ke rumah? Atau pulang kembali ke atas sana? Tapi kemarin Baby masih di ICU, mungkinkah bisa secepat itu dia pulang ke rumah? Bukankah mestinya dilanjutkan perawatan ke kamar biasa? Seketika itu juga harap yang tadi sempat memunculkan wajahnya padaku, langsung lenyap tak berbekas. Jantungku berdegup kencang ketika akhirnya kubalas sms itu...
Posted in Angel Li
Kangen…
August 10th, 2010 Posted 8:07 pm
(Angel Li)
Baru lima menit berlalu darimu, bayangmu sudah memenuhi seluruh isi kepalaku. Menyingkirkan semua hal-hal lain yang penting dan selalu penting bagiku. Aneh. Ini sesuatu yang tidak biasa. Seperti juga hari ini, bukan hari yang biasa. Aku telah menghabiskan waktu yang begitu panjang bersamamu, hanya dengan berbagi cerita dan tawa tentang hal-hal konyol dalam hidup.
Posted in Angel Li
Janji Bapak…
August 8th, 2010 Posted 11:29 pm
(Angel Li)
Malam itu sekali lagi terlintas di pikiran Thea untuk mengakhiri hidupnya yang pahit itu. Setelah lelah menghabiskan waktu dengan menangis dan meratap sementara tak ada satu pun orang yang peduli. Seakan-akan tak pernah ada cinta untuk dirinya. Meskipun dari orang-orang yang sedarah dan sedaging dengannya.
Posted in Angel Li
Terbang Pergi…
July 31st, 2010 Posted 7:48 am
Aku bertanya pada Tuhan, jalan mana? Bukan ingin melepas kewajiban diri, namun suara hati tak terdengar jelas. Lalu mentari kembali terbit, seakan tak pernah lelah. Dan suara itu berkata perlahan, ini titik akhirnya, Sayang...
Jatuh tetes airmata, tertutup sudah pintu hati. Terkunci dengan pasrah. Sudah, akhiri saja. Tak sanggup lagi biarkan tanya dan ragu mengintip. Biarkan kunikmati sedih ini. Tak perlu ada yang mengerti.
Bagaimana Kubisa Hidup Lagi…
July 28th, 2010 Posted 12:20 am
(Angel Li)
Ingin rasanya kutuliskan sepucuk surat untukmu, wahai kekasih hatiku. Lama sudah kita tidak bertukar kata. Meski raga bersua, tapi tatap selalu tak berpelukan. Begitupun hati yang kini mulai menolak untuk menyenandungkan nada-nada cinta.
Apa yang salah? Tangan-tangan waktukah yang telah menarikmu jauh dariku? Ataukah harap diri yang terbang terlalu tinggi hingga tak mau lagi kembali di sini? Tak pernah mau menurut lagi, bak seorang bocah yang telah melihat dunia bebas. Tak lagi bahagia bermain dalam pekarangan rumahnya.
Posted in Angel Li
Kucium Bintang…
July 26th, 2010 Posted 11:28 pm
(Angel Li)
Tujuh malam sudah aku duduk di sini. Menanti rembulan menyapaku. Tapi dia tak jua bergeming. Larut dalam bisu. Duniaku pun luruh, sehitam malam...
Kusapa dia dengan cinta yang tersisa. Berharap ada senyum penghiburan lara. Mungkin aku yang tak punya kepekaan. Tuli rasa karena impian yang bersembunyi tak berani menampakkan wajahnya.
Posted in Angel Li
Tertelan Bimbang…
July 25th, 2010 Posted 4:36 am
Hanya bayang setipis asap
Kala menghilang menyisakan tanya
Kala nyata terbius mimpi
Antara ada dan tiada...
Saat kupeluk erat, rasa mengabur
Saat kulepas, dia datang membelai sukma
Tanya dan harap bermain bersama
Menyiksa jiwa hingga menangis tersedu
(more...)
Posted in Angel Li
Hidup Bukan Milik Kita Sendiri…
July 22nd, 2010 Posted 7:16 am
(Angel Li)
Satu hari lagi. Hari yang baru. Hari yang samakah? Tidak benar-benar sama. Berbeda. Namun tak cukup berbeda jauh. Masih dengan keadaan yang sama, orang-orang yang sama. Hanya saja hari ini mengingatkan akan panjang langkah yang telah terayun selama ini. Satu tahun lagi berlalu. Satu angka lagi untuk umur. Angka yang terus menjadi pengingat akan jejak-jejak yang telah ditinggalkan di dunia ini. Angka yang selalu mengingatkan tujuan yang belum tercapai.
Napas selamanya adalah anugerah. Meski awal perjalanan tak pernah mudah. Terseok-seok, jatuh dalam ribuan tanya untuk diri dan hidup. Berjuang sendiri untuk menguatkan kaki hingga mampu berdiri dengan tegar. Melihat dunia yang tak pernah menjadi sempurna, dipenuhi parut-parut yang menyedihkan. Namun saat mata hati terbuka, ketika akhirnya penderitaan dan kebahagiaan yang lain menjadi lebih penting di atas kebahagiaan diri sendiri. Akhirnya menemukan sebuah keyakinan serta tujuan baru yang lebih layak untuk diperjuangkan. Agar hidup ini bisa menjadi indah, bukan hanya untuk diri. Tapi juga bagi sesama.
Posted in Angel Li
Rasa…
July 18th, 2010 Posted 6:41 pm
(Angel Li)
Kau bicara tentang rasa yang sama. Tapi mampukah kau tuangkan rasamu dengan tepat dalam kata-kata? Mampukah kata-kata mewakili seluruh unsur dari rasamu itu, agar aku bisa tahu bahwa rasamu dan rasaku ini memang sama?
Tapi tahukah kau bila rasa itu tak pernah menjadi zat yang padat dan tetap? Ia selalu berubah wujud. Dan bila saat ini matamu melihatnya dalam wujudnya yang sekarang, tahukah kau bila esok mungkin wujud itu tak akan kau temukan lagi di sana? Akankah kau mengerti, ataukah kau akan mengutuknya, merasa telah terperangkap dalam wajah palsunya?
Posted in Angel Li
Lukisan Kita…
July 18th, 2010 Posted 11:13 am
(Angel Li)
Dulu aku kira cerita cinta dalam hidupku akan seperti cerita Cinderella. Aku, akan menjadi pangeran yang akan menemukan seorang gadis sederhana, baik hati dan lemah lembut yang akan menjadi puteri hatiku. Akan kulindungi dirinya dan kuberikan cintaku seutuhnya. Dan puteri-ku begitu memujaku, mencintaiku dengan sepenuh hati dan jiwanya. Dan akan bahagia selamanya.
Dan ketika kutemukan sosok itu padamu yang begitu memukau hatiku, menjadi pusat duniaku, segera kupinang dirimu. Manis. Hidup kala itu begitu manis. Dan aku menjadi pangeran sesungguhnya dalam dunia nyata, bukan lagi hanya sebuah angan dan mimpi.
Posted in Angel Li
Mawarku…
June 27th, 2010 Posted 9:43 pm
(Angel Li)
Mawarku mekar
Oh indahnya...
Seperti wanita dibalut sutera
Tak lepas mata mengaguminya
Belum puas lagi hati ini Kutemukan kelopaknya menguning (more...)
Posted in Angel Li
Sepeda Tua
June 23rd, 2010 Posted 2:18 pm
(Angel Li)
Teguh memandangi bapaknya yang sedang mengelap sepeda tuanya. Tak habis pikir dia, sepeda itu sudah kelihatan sangat tua, meskipun selalu dirawat bapaknya dengan baik selama ini. Namun sudah banyak bagian yang berkarat dan aus di makan waktu. Tapi bapaknya begitu menyayangi sepeda tua itu. Bukan apa-apa, kalau dulu mereka tinggal di kampung, bagi orang-orang kampung, sepeda tua itu adalah pemandangan biasa. Namun kini, meski sudah setahun ikut dengan Teguh, tinggal di perumahan elit, bapaknya masih tetap lengket dengan sepeda itu. Ke mana-mana mengendarai sepeda itu. Membuat orang-orang se-kompleks berbisik-bisik. Lama-lama Teguh menjadi risih juga. Setengah malu, setengah takut kalau-kalau orang menilainya sebagai anak yang tidak berbakti. Membiarkan orangtuanya mengendarai sepeda butut sementara dirinya sendiri memiliki rumah megah dan mobil yang bagus.
Posted in Angel Li











