Tulisan Oleh Ani Sinam

Tentang Dia dan rencanaNya

1 Comment »

March 1st, 2010 Posted 11:57 am

(Ani Sinam)

Sabtu dini hari di bulan Februari, Changi Airport, Singapura.
Jiiaaaahhh…akhirnya saya menginjakkan kaki di Changi! Ini bukan kunjungan pertama saya di negeri Merlion ini tetapi ini pertama kalinya saya melihat Changi. Lho kok bisa? Nanti saya ceritain lebih lanjut.
Rencana awal, begitu landing saya mau keliling-keliling bandara dulu buat foto-foto (norak never dies). Gara-gara delay 2 jam lebih, semangat foto-foto pun terkalahkan oleh kantuk dan lapar. Diputuskan jadwal foto-foto dilakukan pada saat pulang nanti.
Rasanya seperti mimpi bisa mengunjungi negeri ini lagi. Dalam hati saya nggak berhenti bersyukur sama Dia. Karena campur tanganNyalah saya bisa sampai di sini.

(more…)



Tags: ,
Posted in Ani Sinam

Kenapa sakit gigi lebih sakit dari sakit hati

2 Comments »

November 29th, 2009 Posted 11:54 pm

(Ani Sinam)


Saya nggak pernah setuju dengan syair lagunya (alm.) Meggy Z yang lebih suka sakit gigi daripada sakit hati. Sebagai orang yang berpengalaman sakit gigi dari umur 4 tahun, saya akan dengan senang hati memilih sakit hati daripada sakit gigi. Karena apa? Karena dengan sakit gigi kita sudah dapat bonus sakit-sakit lainnya termasuk sakit hati.

Nyut-nyutanan sakit gigi itu biasanya merambat jadi sakit kepala juga. Minum Ponstan 500mg hanya kesembuhan sesaat, membeli waktu semata sambil menunggu kesiapan kita pergi ke dokter gigi. Buat saya, dibutuhkan keberanian berlipat buat mengunjungi dokter gigi. Saya selalu trauma dengan suara bor-nya yang mendesing itu (duuh…membayangkannya saja sudah bikin ngilu). Akan tetapi suara bor tidaklah seberapa dibanding saat membayar tagihan. Itu adalah saat yang paling menyakitkan! Sepertinya ”penyiksaan” di ruang praktek belum cukup masih harus ditambah lagi dengan merogoh kocek dalam-dalam untuk membayar itu semua.

Itulah bonus sakit hati yang kita dapatkan dari sakit gigi. Ouch!



Tags:
Posted in Ani Sinam

Perahu Kertas

No Comments »

November 15th, 2009 Posted 6:11 pm

(Ani Sinam)


Namanya Kugy. Mungil, pengkhayal, dan berantakan. Dari benaknya mengalir untaian dongeng indah. Keenan belum pernah bertemu manusia seaneh itu.

Namanya Keenan. Cerdas, artistik, dan penuh kejutan. Dari tangannya mewujud lukisan-lukisan magis. Kugy belum pernah manusia seajaib itu.

Dan kini mereka berhadapan diantara hamparan misteri dan rintangan. Akankah dongeng dan lukisan bersatu? Akankah hati dan impian mereka bertemu?

(more…)



Tags:
Posted in Ani Sinam

Tentang puisi: Hot mocca

No Comments »

November 11th, 2009 Posted 7:27 am

(Ani Sinam)

”Buy one get one, mbak”
Hot mocca gratis hot mocca

Cuma ada satu saya
Siapa yang mau
Menyeruput satu lainnya?

Kamu kah?



Tags:
Posted in Ani Sinam

Tentang my dream guy

2 Comments »

October 31st, 2009 Posted 11:33 pm

(Ani Sinam)

Si ganteng itu membalikkan badannya setelah mendengar namanya dipanggil. Seorang perempuan yang berjalan di belakangnya langsung menyecarnya dengan berbagai pertanyaan yang nggak penting.
Dia terlihat enggan menanggapi. Dia melihat kepadaku yang berdiri di samping perempuan itu.
Tak menyiakan kesempatan aku bertanya tentang CD lagu yang ia pinjamkan kepadaku. Si ganteng terlihat senang aku menyelamatkannya dari perempuan itu. Ia menghampirku, menghiraukan si perempuan tadi yang masih terus bicara.
Kami berjalan berdua. Ia menggandeng tanganku.
Tangannya halus namun kuat mengenggam tanganku.
Terasa begitu pas.
Aku berjalan dengan ringan tanpa terintimadasi oleh kegantengan dan kekayaannya.
Aku merasa nyaman. Kami begitu nyambung.

(more…)



Tags:
Posted in Ani Sinam

Tentang keseharian: Dirumahkan dan 20 French Window

3 Comments »

October 25th, 2009 Posted 6:31 pm

(Ani Sinam)


Sekitar awal bulan Juli lalu, kantor saya merumahkan beberapa orang pegawainya. Saya termasuk salah satunya. Pengertian dirumahkan nggak sama halnya dengan PHK. Kita masih terhitung jadi karyawan di situ, hanya saja nggak diharuskan datang tiap hari. Dari lima hari kerja kita boleh datang 2 atau 3 hari saja, tergantung keputusan kepala bagian masing-masing. Kebetulan di departemen saya, hari datang kerja lebih longgar lagi dari itu. Kita tinggal tunggu panggilan dari kantor kalau ada pekerjaan yang membutuhkan kehadiran kita. Jadi bisa saja dalam 5 hari kerja itu, hanya 1 hari kita masuk atau bahkan tidak sama sekali. Kalaupun ada pekerjaan, kadang cukup dikoordinasikan lewat e-mail saja.
Terlepas dari adil-tidaknya keputusan yang perusahaan saya buat, ternyata ada beberapa berkah terpendam yang saya dapat dari kondisi ini.

(more…)



Tags:
Posted in Ani Sinam

Tentang keseharian: Jadul dan Jarang

No Comments »

October 20th, 2009 Posted 8:47 am

(Ani Sinam)

Kehadiran seorang keponakan baru di rumah membuat saya jadi bisa lihat perbedaan bapak jadul dan bapak jarang alias jaman sekarang. Bapak saya sebagai produk jadul dan kakak ipar saya sebagai bapak jarang.

Kelihatan sekali kalau kakak ipar saya sangat bersemangat jadi bapak baru. Dia pengen tahu semua hal dari cara gendong, ganti popok sampai membendong bayi dengan baik dan benar. Sekali waktu, sehabis pergi beli daun katuk, kakak ipar saya ini bertanya sama mama gimana cara mengolahnya. Waahh…saya saja sebagai adik nggak sampai sebegitunya. Bapak saya yang mendengar ini mungkin terkejut juga dan menyuruh kakak ipar saya untuk menyerahkan semuanya kepada mama. Intinya, itu urusan perempuan, laki-laki nggak perlu tahu deh.

(more…)



Tags:
Posted in Ani Sinam

Tentang review: Buku Eat Pray Love

No Comments »

October 15th, 2009 Posted 12:41 am

(Ani Sinam)

Eat Pray Love

Elizabeth Gilbert punya karir yang bagus dan perkawinan yang harmonis. Harusnya Liz merasa bahagia dengan hidupnya ini. Yang terjadi justru sebaliknya. Liz merasa ada yang salah sama hidupnya sampai dia stress beratdan memutuskan pisah dari suaminya. Dia juga keluar dari pekerjaanya di sebuah majalah ternama di US sana demi mencari kebahagiaan. Liz mencarinya di 3 negara, Italia, India & Indonesia. Semua berawalan “I”, seperti menandakan bahwa perjalanan ini adalah tentang pencarian tentang dirinya sendiri.

(more…)



Tags:
Posted in Ani Sinam

Tentang review: Film The Boat that Rocked

No Comments »

October 9th, 2009 Posted 3:21 pm

(Ani Sinam)

Bayangkan film Titanic. Dalam versi komedi buatan Inggris. Gantikan Leo dan Kate dengan sekumpulan pria penyiar radio rock n’ roll dan seorang tukang masak perempuan lesbian. Lupakan suara Celine Dion yang mendayu. Rolling Stones, Eurhytmics dan sejumlah legenda rock n’ roll berseliweran mengiringi film ini. Bukan tahun 1902 ini tahun 1966. Tahun terbaik dalam sejarah musik pop dan rock n’ roll.

Di tahun itu juga pirates radio berkembang pesat di Inggris. Ini karena radio resmi di sana nggak banyak memutar lagu rock n’ roll. Pada masa itu pemerintah sana anti berat dengan ”musik berisik beraliran sesat” ini. Radio Rock salah satu pirates radio yang ngetop di kalangan anak muda. Stasiun radio mereka ada sebuah kapal laut yang “nangkring” di tengah laut. Seorang anak muda bernama Carl mengajak kita berkenalan dengan para crew radio. The Count yang nyentrik, midnight Mark yang seksi, supers Simon yang lugu dan melankolis, late night Bob yang penyendiri, Gavin yang ”dewanya” DJ radio rock n’ roll. Kehidupan di atas kapal itu sungguh surganya rock n’ roll. Full musik-musik keren 24 jam sepanjang tahun, para penyiarnya digilai seluruh cewek di sana. Sayangnya, hari bahagia mereka segera berakhir. Pemerintah mengesahkan undang-undang kelautan baru yang intinya mematikan siaran pirates radio di Inggris. Radio Rock pun harus berhenti siaran dan berpisah sama para pendengar setia mereka. Hey…ini cerita rock n’ roll, nggak mungkin kan mereka menyerah begitu saja hanya karena satu peraturan konyol? Satu lagi perbedaan film ini dari Titanic, film ini berakhir bahagia tanpa ada yang mati kedinginan di laut.

Buat penggemar rock n’ roll sejati wajib hukumnya nonton film ini! Rock on!

You know, if God were a DJ he’d be on this station!



Tags:
Posted in Ani Sinam