Tulisan Oleh Apriyanti
menunggumu
June 3rd, 2011 Posted 10:55 am
(Apriyanti)
Sudah berbungkus-bungkus cemilan aku makan, sudah berbatang-batang rokok aku hisap dan aku hembuskan dengan kuat, seolah-olah ingin melepaskan kegundahan dari dalam diri. Tapi kepala dan hati masih juga belum bisa tenang. Kemana sih dirimu pergi, kok gak ada kabar berita sama sekali dari mu. Aku bingung memikirkan dirimu. Kamu ngerti gak sih kalau dirimu itu membuat hati ku resah.
Tiga hari yang lalu kamu ijin pergi karena ada tugas mendadak yang harus segera diselesaikan. Kamu bilang kamu akan pulang paling lambat jam sepuluh malam. Tapi sampai saat ini, sudah 3 hari, kamu belum muncul juga, bahkan berita mu pun tidak ada. Aku sangat tergantung sama kamu. Tanpa kamu, aku gak bisa berbuat apa-apa. Kemana ya aku harus mencari kamu.
Tags: Catatan Harian
Posted in Apriyanti
Jujurlah Padaku
April 22nd, 2010 Posted 9:41 am
(Apriyanti)
akhirnya….
ku tahu kalau itu semua caramu untuk menjauh
untuk menghindar….
tak perlu menyalahkan siapapun
aku tahu tidak ada yang salah pada diriku
juga tidak ada yang salah pada dirimu
katakanlah kalau memang sudah tak sayang
katakanlah kalau memang sudah tak cinta
betapapun itu akan menyedihkan
tetapi aku ingin suatu kejujuran
bila kau sudah menemukan yang lain
pengganti diriku yang lebih baik
berbagilah kebahagianmu
dengan berkata jujur padaku
karena tidak ada yg lebih baik bagiku
selain kejujuran
Ku Coba
April 1st, 2010 Posted 9:43 am
(Apriyanti)
Hatiku masih diliputi rasa bimbang
Aku tidak mengerti akan jalan pikiranmu
Terkadang manis, terkadang dingin
Walau dirimu telah menjelaskan semuanya
Trauma masa lalu masih menghiasi hatiku
Maaf kan daku…
Aku akan terus mencoba untuk mengerti dan memahami mu
Hikmah
March 27th, 2010 Posted 8:11 pm
(Apriyanti)
Pagi ini saya dikejutkan oleh bunyi telepon. Tetapi lebih mengejutkan lagi berita yg disampaikan lewat telepon tersebut. Rencana pernikahan yang kami susun tahun ini mungkin tidak bisa dilaksanakan karena ada alasan keluarga calon pasangan saya yang lebih penting dan harus didahulukan. Sedih mendengarnya.
Saat ini kami tinggal berlainan kota dan kami tidak punya cukup waktu untuk bertemu secara intensif. Kami sama-sama bekerja sebagai tulang punggung keluarga. Tetapi kami sudah berkomitmen untuk bersatu setelah pernikahan. Artinya harus ada yang mengalah untuk pindah. Dalam hal ini sayalah yang mengalah untuk pindah. Sebetulnya saya masih belum siap untuk pindah. Banyak hal yang masih menjadi pertimbangan saya. Tetapi hal ini tidak saya ungkapkan kepada calon pasangan saya. Saya menyerahkan masalah ini kepada Allah. (more…)












