Tulisan Oleh Arie Setianingsih
Goresan Lara
August 20th, 2010 Posted 6:46 pm
(Arie Setianingsih)
Mentari mulai bersinar kembali
Burung burungpun kembali bernyanyi
Disaat nada – nada itu kembali seirama
Aku harus sudahi senandung indah kita..
Ketika segalanya kembali indah
Aku takut sayang,
Andai bisa kutahan air mata ini
Andai bisa kubuang kepedihanku
Tags: Puisi
Posted in Arie Setianingsih
Sebuah Tanya
May 20th, 2010 Posted 5:03 pm
| (Arie Setianingsih)
Dia pendiam |
|
| Dalam diamnya | |
| Sejuta tanya meraja | |
| Akan arti sebuah kehidupan | |
| Dia tidak pernah meminta | |
| Lembah nista yang membuatnya ada | |
| Tetapi dia tetap berdiri tegak | |
| Ketika badai datang menyapanya | |
| Sementara aku.. | |
| Aku melihat duka tertahan dimatanya | |
| Aku mendengar hembusan nafas pilunya | |
| Aku mampu merasakan rintihan kepedihannya | |
| Namun aku.. | |
| Mulutku terbungkam tak berucap | |
| Ragaku terbelenggu norma | |
| Ketika dia bertanya “mengapa aku harus dilahirkan?” | |
| (more…) | |
Tags: Puisi
Posted in Arie Setianingsih
Mimpi yang tak berujung
May 19th, 2010 Posted 6:36 pm
(Arie Setianingsih)
Kau bagaikan ombak
Yang menghancurkan karang cintaku
Seketika akupun terhempas
Karam, diterjang gelombang
Sendiri aku dalam sepiku
Terbungkam seribu gejolak
Menerka dalam gundah
Diantara hitam dan putih
Tags: Puisi
Posted in Arie Setianingsih
celoteh burung pipit di pagi hari
August 27th, 2009 Posted 3:58 pm
(Arie Setianingsih)
Tuhan.. Dipagi yg cerah ini, Aku si burung Pipit ingin berterima-kasih pada-Mu atas segala anugerah yang sudah Kau berikan kepadaku.
Aku bersyukur karena Kau berikan aku pendamping yang begitu mencintaiku, Darinya aku belajar tentang arti sebuah cinta, Karena cintanya yang begitu sederhana, Cinta yang apa adanya, Cinta yang tanpa syarat, Cinta yang lahir dari sebuah ketulusan hati. Kau juga anugerahi aku putri kecil yang begitu manis, Celotehnya selalu menguatkan aku,
Terimakasih Tuhan karena sebagai Sang Pemilik Kehidupan Engkau telah menghadirkan aku ditengah kedua orang tuaku. Dari ayahku aku belajar tentang arti sebuah tanggung jawab, Kerja keras tanpa kenal lelah demi menghidupi kami, anak-anaknya, Dan dari ibuku, Aku belajar akan arti sebuah pengabdian cinta, Tentang kesabaran dan keikhlasan dalam menjalani hidup ini, Untuk semua saudara – saudaraku, Aku sungguh sangat mencintai kalian.. walaupun kita sering berselisih paham tapi jauh dihati kecilku, Aku ingin kita bersama seperti dulu lagi, bersama tanpa ada perasaan egois, tanpa merasa diri paling benar, bukankah persaudaraan itu ibarat air dimana tidak ada satu mahlukpun yang dapat memutuskannya….
Tags: Tuhan
Posted in Arie Setianingsih












