Tulisan Oleh Carlita Rozetta
surat untuk mama
July 15th, 2010 Posted 7:44 pm
(Carlita Rozetta)
dear mom…
Kurang lebih 30 menit ku habis hanya untuk menatap layar komputer ini. Untuk memberitahu mama bahwa betapa aku bahagia bisa menjadi anak mama. betapa aku sangat beruntung telah memilikimu sebagai ibuku…Sulit sekali mewujudkan semua itu hanya dengan tulisan. karena semua yang telah mama berikan sudah lebih dari sekedar tulisan.
aku bisa menjadi sesuatu yang dapat dipandang oleh seluruh dunia karena mama…aku bisa menjadi orang karena mama, aku bisa menjadi seseorang yang seperti ini semua karena mama.
Tags: Kehidupan, Keluarga, Surat
Posted in Carlita Rozetta
selalu tentang hujan
July 6th, 2010 Posted 4:36 pm
(Carlita Rozetta)
seketika saya bekerja, dan hujan mulai bertandang. cukup berisik sampai saya jadi jadi terganggu juga. petirnya juga besar dan mengerikan. saat-saat seperti ini lah yang mengingatkan saya kepada kematian.
rasanya kalau hujan turun, saya seperti berada dekat sekali dengan kematian. funeral comes to you after the rain. kayak musik aja, kata2 sejenis gitu terngiang-ngiang…bikin merinding sendiri jadinya.
kalo hujan turun, saya selalu ingin ada yang menemani. siapapun itu. entah rekan, ayah-ibu, adik, kakak, anyone…
Tags: Curhat, Harapan, Inspirasi
Posted in Carlita Rozetta
merajai mimpi III
July 1st, 2010 Posted 10:15 am
(Carlita Rozetta)
Ini sudah hari ketiga, Nara tidak juga bertemu dengan Haris. Apa yang harus Nara pikirkan? Haris sakit? Haris pindah? Haris…meninggal? Ah, aku benci kalo harus membuat cerita yang tragis. ini kan kisah gadis berumur 13 tahun, kenapa harus berakhir tragis? hanya untuk memahami hati pembaca post ku ini? sekali lagi, ini kan hanya sebuah kisah biasa dari gadis berumur 13 tahun. realistis sedikit lahh.
Semua hal telah Nara pikirkan. Bagaimana kalau Haris sakit? haruskan ia menjenguknya ke rumahnya yang berada di kawasan elit? di kawasan yang akan menjadikan dirinya sebagai pecundang sejati? Bagaimana kalau ternyata Haris sedang sibuk dengan tugas sekolahnya? haruskah Nara menginjakkan kakinya ke sekolah Haris yang begitu megah dan cukup mewah untuk gadis seperti Nara, tempat yang akan menjadikan Nara seperti gadis paling bodoh? atau bagaimana kalau ternyata Haris harus pindah sekolah? Apakah Nara sudah menyiapkan hatinya untuk hal itu? Apakah ia akan rela kalau nantinya ia tidak lagi bisa bertemu dengan Haris? Apa yang harus Nara lakukan terhadap semua kemungkinan itu?
Tags: Cerber, Cinta, Kehidupan, Keluarga
Posted in Carlita Rozetta
merajai mimpi II
June 30th, 2010 Posted 6:04 pm
(Carlita Rozetta)
Sekian hari berlalu, Nara terus menghitung jumlah pertemuannya dengan Haris. Aku juga yakin tak sedikit dari kalian yang berpikir, “kenapa juga harus dihitung? kerajinan banget!!”…Yah, sekali lagi aku sadari kalian para pembaca, mereka sedang JATUH CINTA. Apapun menjadi penting. setiap pertemuan, setiap pembicaraan, setiap tatapan yang mereka lakukan satu sama lain, selalu memiliki arti.
Nara menghitung, serius, ia menghitung jumlah pertemuannya dengan Haris. Kini ia yakin bahwa hari ini seharusnya menjadi pertemuannya yang ke 63. Memang sudah lebih dari dua bulan mereka sering bertemu. tempat pertemuan mereka juga bukan tempat yang cukup romantis yang selalu dibayangkan semua gadis yang menanti pangeran hatinya. Hanya di pasar berbau amis dan busuk. Tapi mereka bahagia dengan semua itu.
Tags: Cerber, Cinta, Kehidupan, Keluarga
Posted in Carlita Rozetta
merajai mimpi I
June 30th, 2010 Posted 10:31 am
(Carlita Rozetta)
Matahari mulai menantang Nara, gadis kecil berumur 13 tahun, untuk pergi menjelajahi pasar. Nara memang seorang gadis penjual plastik kresek di pasar. Ah, tapi aku nggak akan bercerita mengenai betapa mengenaskannya hidup Nara yang hanya tinggal di sebuah gubuk berukuran 4 x 3.5 meter, mengenai hidupnya yang tidak pernah mendapatkan kebahagiaan yang umum dimiliki hampir semua orang di sekeliling kita, di sekeliling anda semua yang membaca post ini. Tidak juga mengenai betapa teganya khalayak menatap diri gadis kurus ini. Bukan itu yang akan aku ceritakan.
Cerita mengenai Nara ini baru saja dimulai ketika ia berhadapan dengan sesuatu yang selalu kita dengar di radio, televisi, mengenai sesuatu yang selalu kita baca di majalah, novel, yang selalu menyertai kehidupan kita. Sesuatu yang selalu diagung-agungakn setiap insan di dunia. Sesuatu yang disebut romansa. Cinta. Hahahahahahaha…betapa kata cinta sudah menjadi santapan kita sehari-hari. Kata-kata yang tak pernah lepas dari telinga. Sesuatu yang bisa membuat orang gila setengah mati. Sekali lagi, sesuatu yang disebut cinta.
Tags: Cerber
Posted in Carlita Rozetta












