Tulisan Oleh Daesy Christina
[Buku Baru] When I Will Get Merried
January 6th, 2012 Posted 11:19 pm
Bermula dari sebuah persiapan pernikahan yang serba nggak jelas. Akhirnya salah seorang sahabat mengajakku untuk menulis pengalamanku bergulat saat persiapan pernikahan.
Mulai dari sebuah pertemuan, perkenalan hingga menjalani sebuah hubungan menjadi sumber inspirasiku dalam menulis buku ini.
Apalagi beberapa temanku juga mengalami nasib yang 11-12 denganku.
Rasanya memang sulit, rumit dan kadang menyebalkan.
Namun siapa yang sangka, di balik itu semua ada hal-hal menyenangkan yang bisa ditemukan.
Apakah pernikahan adalah hal yang mudah?
Ataukah menyiapkan pernikahan itu serumit yang orang-orang sering katakan?
Semuanya bisa ditemukan dalam buku ini.
Apalagi digabungkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang siap menguji sejauh dalam mana hubunganmu dengan pasangan dan sejauh mana kamu siap mengarungi pernikahan.
Temukan jawaban dari pertanyaanmu dalam buku ini dan temukan perjalanan yang menarik dari sebuah hubungan dan pernikahan.
Selamat Menikmati!
ps: Buku sudah bisa didapatkan di toko buku gramedia terdekat Anda.
Posted in Daesy Christina
Sebuah Kenangan Tentangmu
December 29th, 2011 Posted 8:22 pm
Aku ingat pertama kali berjumpa denganmu.
Di suatu siang yang tidak terlalu panas, tidak juga terlalu dingin.
Tidaklah terik, tidaklah juga hujan.
Kau menyambutku masuk ke dalam rumahmu.
Menyuguhkanku segelas cendol dingin buatan ayahmu.
Cendol manis, semanis senyumanmu siang itu.
Aku ingat pertama kali kudengar perjuanganmu.
Melawan penyakit yang sedikit demi sedikit merobohkan kekuatanmu.
Namun aku juga ingat bagaimana kudengar ketegaranmu.
Kau yang senantiasa semangat di status facebookmu ataupun di timeline twittermu.
Senda gurau dengan kakak dan sepupu seakan tiada beban apapun.
Tanda senyum yang kau selalu sematkan membuatku teringat.
Teringat senyum manismu…semanis cendol ayahmu.
Aku ingat betapa bersemangatnya engkau saat kuajak kau menulis.
Menulis tentang hidupmu.
Menulis tentang air mata dan tawamu.
Menulis tentang semangatmu.
Walau sesekali ada duka terselip di kata-katamu
Walau sesekali ada rasa letih terbersit di setiap tulisanmu
Namun aku tahu kau pasti selalu bangkit.
Menuliskan kata-kata semangat kembali.
Menuliskan doa penuh harapan lagi.
Namun sungguh ku tak mengira, DIA berkata lain.
DIA sudah tak sabar membawamu pulang. DIA sudah tak sabar untuk menghantarkan kehidupan abadi untukmu.
Menyelinapkan duka dan meninggalkan sebuah kenangan
Dalam hati dan benak semua yang mencintaimu…
Aku ingat, sayang.
Aku akan selalu ingat,
Senyuman manismu yang pertama dan terakhir untukku.
Aku ingat, manis.
Aku akan selalu ingat,
Betapa luar biasa semangatmu
Aku memang tidak mengenalmu
Seperti kakak, ayah dan ibumu mengenalmu
Tapi aku bahagia bisa mengenalmu
Mengenal senyuman manismu
Mengenal kebaikan hatimu
Mengenal semangatmu
Dan aku akan selalu ingat….bagaimana kau juga selalu ingin kami bersemangat sepertimu…walau dalam duka dan luka sekalipun…
Selamat tinggal Sarie…
Selamat jalan…dan terima kasih atas semuanya…
29 Desember 2011
In Memoriam of Arsarie Anastasia
Posted in Daesy Christina
‘Bertukar-hidup’ di Sebuah Makan Siang Natal
December 28th, 2011 Posted 10:27 am
Siang itu ratusan anak, ibu, bapak, pemuda, pemudi memadati tenda yang berdiri tegak sejak beberapa hari lalu di lapangan Vincentius.
Ratusan pula pemuda-pemudi, ibu-bapak juga anak-anak dengan topi santa hilir mudik sejak pagi.
Sebuah ‘pesta’ telah disiapkan bagi mereka yang tiap harinya sering tersisihkan dan terlupakan.
Walau hanya dalam sebuah makan siang, tarian, nyanyian, hadiah telah disiapkan bagi mereka para undangan istimewa.
Mereka yang dalam hati Bapa selalu menempati tempat teristimewa.
Mereka yang sering terlupakan dunia, namun tak pernah dilupakan olehNya.
Sedangkan bagiku dan beberapa temanku yang siang itu bertugas sebagai tim kebersihan, hari itu adalah ‘pesta’ yang terbaik.
Selain bisa berkumpul bersama, tertawa bersama hingga foto-foto bersama, kami juga bisa menikmati rasanya ‘bertukar-hidup’ bersama.
Dengan siapa?
Dengan mereka yang setiap hari memilah gelas-botol plastik dari tumpukan sampah demi selembar uang.
Malu?
TIDAK!
Justru hari itu kami bangga sekali.
Bersama dengan sekitar 9-10 teman komunitas, kami memunguti sampah yang berserakan di sekitar tempat acara dan mulai memilahnya.
Botol & gelas plastik kami pisahkan dari sampah lain yang kami namakan ‘sampah umum’ (sampah yang kami anggap sudah sulit untuk dipisahkan).
Walau awalnya sampah-sampah tersebut tidak ‘jorok’, tapi lama kelamaan, sampah-sampah tersebut sudah mulai tercampur dengan bekas es krim, bekas nasi dan sayuran.
Jangan tanya bagaimana joroknya.
Lokasi yang kami gunakan untuk memilahpun yang tadinya bersih menjadi penuh dengan genangan cairan campuran es krim, air dan bekas kuah sayuran.
Capek? Jijik?
Justru anehnya, aku dan teman-teman tidak merasakan itu.
Kami sangat menikmati proses pemilahan tersebut dengan gelak tawa dan canda. Bahkan sempat foto-foto beberapa kali. Hahahaha!
Beberapa kali aku dan teman-teman lain juga bergantian istirahat untuk sekedar mencuci tangan, minum atau berangin-angin sejenak.
Namun proses memilah tersebut tidak berhenti.
Kami bahagia. Aku bahagia.
Sangat bahagia.
Beberapa teman mulai mengeluarkan celoteh. Mulai dari
membawa kata totalitas hingga kata ‘bertukar-tempat’.
Yup! Hari itu aku sangat bahagia bisa bertukar-hidup dengan mereka yang ‘akrab’ dalam dunia komunitas kami.
Bahkan saking bahagianya, tak terasa para undangan dan beberapa panitia sudah mulai pulang. Namun kami masih saja asyik ‘bermain’ dengan sampah-sampah itu.
Sekitar 10 plastik sampah besar berisikan gelas dan botol plastik terpilah sudah.
Jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 3, kami sudah harus kembali ke basecamp.
Mungkin kalau saat itu tidak ada satupun jam, kami pasti masih asyik ‘bermain’ sampai matahari terbenam.
Menyenangkan?
LUAR BIASA!
Sebuah pengalaman ‘bertukar-hidup’ di sebuah makan siang natal…yang tak akan terlupakan
Apalah artinya sebuah gelas plastik bekas air mineral?
Bagimu hanya sebuah sampah
Baginya adalah selembar uang
Namun bagi bumi adalah sepotong plastik yang tak terurai yang selamanya kan menyakitinya…
Thanks to all of Gropeshianers #hugz #semangat
27 Desember 2012
Sumber Foto: Thanks to Wilian Jana & Vivo Addio Sukayamo
Share
Posted in Daesy Christina
Kemanakah Natalku?
December 13th, 2011 Posted 8:18 am
Bagaimana tidak? Kerjaan di kantor rasanya kok ya berantakan terus sih. Adaaa saja masalahnya. Hiks.
Bianca terdiam di meja tulis kamarnya. Menatap deretan kata yang ditulisnya di buku harian tuanya, bersanding dengan coretan tidak jelas miliknya.
Tanpa sadar, air mata Bianca sudah mengalir.
Aku letih, Bapa. Keluh Bianca dalam hati.
Ia kembali diam.
Bunyi telepon yang berdering tak dihiraukannya.
Bunyi denting telepon genggamnya juga didiamkan olehnya.
Bianca berdiri menghampiri tape mungilnya.
Disetelnya lagu natal kesukaannya.
Ia menangis semakin deras.
Diambilnya buku harian, dan dijatuhkan tubuhnya di kasurnya.
Bianca lalu menulis, Sebentar lagi natal, tapi mengapa tak kurasakan lagi? Kemanakah Natalku? Masihkah ada natal untukku, Bapa?
Tak tahan akan tekanan, Bianca mengacak-ngacak rambutnya dan berteriak.
Rasanya aku mau gilaaaaa!
Tak lama, terdengar ketukan di pintu kamarnya. Suara lembut mamanya. Bianca, kamu kenapa?
Bianca hanya menjawab singkat, Nggak apa-apa kok, Ma.
Dia bangkit lagi. Dibuka laptopnya, dan tiba-tiba Bianca kembali berteriak. HOREEEE!
Ternyata Bianca mendapatkan berita dari seorang teman bahwa buku barunya telah terbit.
Ia pun berbisik pelan, Tuhan, terima kasih. JawabanMU LUAR BIASA cepat dan tepat. This is the best christmas gift ever!
Bianca pun berlari menghampiri mamanya dan memeluknya.
Aku masih dikasihi olehNYA, Ma. Aku masih disayang. Aku masih memiliki natalku.
Mamanya hanya memeluk putrinya erat tak peduli gaunnya basah oleh air mata kebahagiaannya.
13 Desember 2011
Tak Pernah Berubah Gapai Impian – GMB
Posted in Daesy Christina
[Khayalan 5 watt] Mengakui Kelemahan, Membuka Diri dan Berjalan Maju
December 10th, 2011 Posted 12:24 am
Siapa sih orang di dunia ini yang mau mengakui kelemahannya sendiri?
Pastinya memang yang cukup rendah hati untuk melakukan itu.
Mengakui kelemahan khan artinya membuka celah untuk dikritisi orang lain. Beresiko dicap tidak capable.
Namun dari sebuah film dan kejadian dalam hidupku beberapa bulan ini membuatku mengerti.
Bahwa saat aku mengakui kelemahanku sendiri, artinya aku belajar membuka diri. Saat itulah aku mengijinkan orang lain untuk bisa mengajariku menjadi lebih baik lagi.
Hehehe, mengajari itu yang sebenarnya sedikit kurang enak.
Diajari berarti semakin dikritik, dan rasanya tidak enak.
Namun kalau mau dipikir-pikir, ibarat anak sekolah, semakin susah pelajarannya, saat sudah menguasai khan jadi semakin pintar?
Jadi seharusnya saat kita semakin dikritik, kita jadi semakin belajar, dan lama-lama akan semakin menjadi baik dong?
Itu juga artinya kita berjalan maju. Menjadi sebuah pribadi yang lebih baik lagi.
Bener nggak sih? Atau ini hanya khayalan 5 watt-ku lagi?
Hehehehe.
Posted in Daesy Christina












