Tulisan Oleh Daesy Christina
[Puisi] Bersama
December 1st, 2011 Posted 8:05 am
Berlarian
Berkejaran denganmu
Dalam pusaran waktu
Tak berbatas
Memelukmu
Bisikkan kata cinta
Dalam bisingnya kota
Tak berbatas
Belajar
Bekerja
Saling memahami
Saling mengerti
Saling melengkapi
Dalam arus hidup
Tak terhenti
Menari
Menari bersama
Dalam ikrar
Dalam janji
Dan saling bergandengan tangan
Bersama
Untuk masa depanku dan masa depanmu
Untuk masa depan kita berdua
01 Desember 2011
Share
Posted in Daesy Christina
*Love around the worLd* 2011-11-29 08:14:57
November 29th, 2011 Posted 8:14 am
Lakukan saja yang terbaik!
Apapun yang menimpa kepalamu.
Lakukan saja yang terbaik!
Siapapun yang mencaci-makimu.
Jika mereka mengataimu tak berguna.
Lakukan saja yang terbaik!
Jika mereka menimbunmu dengan tumpukan.
Lakukan saja yang terbaik!
Bangkit!
Tersenyumlah!
Yang terbaik akan mendatangimu.
Berlari!
Semangatlah!
It’s a wonderful tuesday!
29 November 2011
Share
Posted in Daesy Christina
[RPH] Sudahkah Aku Bersaksi?
November 3rd, 2011 Posted 9:05 am
Yoh 1:34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah."
–
Posted in Daesy Christina
[RPH] Kala Doaku Dijawab OlehNYA
November 2nd, 2011 Posted 9:07 am
Kulihat daftar email di folder sent items inbox emailku.
Baru saja sehari kupintakan agar Dia menambahkan imanku. Walau apapun yang terjadi dalam hidupku.
Tgl 26 tiba tanpa kuketahui apa yang akan terjadi. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam pun berlalu.
Yang bermula dari rutinitas sehari-hari di kantor hingga menjadi drama yang tak kubayangkan akan terjadi lagi dalam hidupku.
Kepergian papaku tercinta.
Papaku sendiri punya kisah hidup yang luar biasa. Dia sendiri bukanlah manusia yang luput dari dosa dan kesalahan.
Tumbuh nakal dalam keluarga non katolik, akhirnya ia dibaptis menjadi katolik saat mau menikah dengan mamaku.
Namun walaupun begitu, ia tetap hanya sekedar katolik napas, yang hanya hadir ke gereja kala natal dan paskah. Itupun kalau mamaku pergi ke gereja.
Sejak aku kecil pun, dia tidak pernah mengajarkanku berdoa, baca alkitab atau apapun yang berhubungan dengan kerohanian.
Namun di masa tuanya, saat dia divonis gejala jantung koroner, kolestrol, diabetes, asam urat, rematik, darah tinggi, bahkan hampir kena penyakit di lever dan ginjalnya, barulah dia mau yang namanya berdoa.Itupun selalu saat aku dan adik-adikku tidak ada.
Dia bahkan pernah didatangi beberapa orang dari saksi Yehova. Mereka memberinya buku dan alkitab (alkitab biasa). Aku tidak tahu saksi Yehova itu mengajarkan apa kepadanya, tapi yang pasti, saat aku jelaskan tentang Tuhan kepadanya, dia hanya mengangguk2-angguk saja. Bahkan saat kuberikan dia buku bacaan dari Rick Warren, dia membaca sebagian walau harus dengan kaca pembesar.
Saat kuberikan cd lagu Jeffry S Tjandra, dia paling rajin mendengarkannya setiap hari.
Namun begitu, dia tetap tidak mau kalau diajak ke gereja. Dia tetap tidak berdoa kalau di depan anak-anaknya kecuali diajak.
Tapi apakah ia percaya pada Tuhan? Aku percaya bahwa dalam hatinya sudah memilikiNya. Aku percaya bahwa Tuhan senantiasa menambahkan imannya sedikit demi sedikit.
Di saat-saat terakhir kepergiannya pun, aku dan adikku sempat mengajaknya berdoa. Luar biasanya, bahkan di saat tangannya sulit untuk bergerak, dia mampu mengangkat tangannya untuk membuat sebuah tanda salib.
Memang dalam imajinasiku, dalam setiap harapanku, papaku masih diberikan umur panjang. Namun ternyata Dia memiliki rencana yang lain.
Papaku diminta olehNya pulang. Kembali ke rumahNya.
Sedih itu biasa sih. Apalagi saat seorang papa yang dalam sepanjang hidupku selalu ada dan menjadi pelindungku harus pergi ke tempat yang tak bisa aku datangi.
Namun entah kenapa, lain dengan saat kepergian mama, aku tidak sebegitu sedih dahulu.
Aku memang sedih, takut dan kecewa. Tapi tidaklah sebesar dahulu kala.
Apa mungkin karena di saat kepergian papa, aku berada di sisinya dan bersama-sama berdoa?
Atau mungkin karena Dia sudah mempersiapkan hatiku?
Aku sungguh tidak tahu.
Namun perlahan aku menyadari.
Doaku tgl 25 lalu telah dijawab olehNya lewat kepergian papaku.
Kenapa harus dalam satu hari? Kenapa tidak nanti saja setelah beberapa puluh tahun lagi?
Itulah misteriNya.
Sama seperti aku sering bertanya padaNya, "Tuhan kok doaku tidak dijawab-jawab sih?"
WaktuNya sungguh sempurna. Tidak ada satupun manusia yang bisa tahu kapan doanya kan terjawab. Tidak aku, tidak kamu tidak mereka.
Yang pasti, saat doaku terjawab, Ia menjawabnya dalam waktuNya yang sempurna.
Ia sungguh tahu yang terbaik untukku, juga untuk papaku.
Ia sungguh tahu…dan mengerti
Lewat kepergian papaku
Ia sedang menambahkan imanku.
Agar aku bisa lebih mempercayaiNya. Melebihi apapun di dunia ini.
Lewat duka,
Ia sedang mengajariku. Agar aku semakin memahami bahwa hidupku adalah milikNya.
Lewat ketiadaan papa,
Ia sedang menambahkan imanku.
Ia sedang menjawab doaku….
–
Sungguh Ia selalu menjawab semua doa-doa umatnya….dalam waktuNya yang sempurna.
01 November 2011
Posted in Daesy Christina
[RPH] Tambahkanlah Iman Kami
October 25th, 2011 Posted 8:08 am
Lukas 17: 5 Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!"
Posted in Daesy Christina












