Tulisan Oleh Dayu Pidada

Pusing Delima

2 Comments »

August 13th, 2009 Posted 6:01 pm

(Dayu Pidada)

“Tidak ada salahnya ketemu dia, Nay. Kenalan dulu, orangnya cool kok. Umurnya baru empat pulu lima, mapan, duda mati, anaknya dua udah gede-gede lagi. Jadi pas deh buat kamu yang `jamu`,“ kata Ari Diahari berpromosi menggebu-gebu.
“ Please deh … memang kamu fikir aku ini apa`an? Males akh Ar! Kayak orang kurang kerjaan aja.“ Kataku menolak.
“ Nay, kapan lagi? Umurmu sudah kepala tiga, sudah enam tahun kamu jadi single parent. Cukup rasanya. Panji dan Rara sudah besar kan? Sudah saatnya kamu having fun sedikit. Cuman kenalan aja kok, kalo nda cocok, its ok, kalian bisa berteman. Kalau Tuhan menghendaki, jalan aja terus. Lagian kata orang-orang tua kita, kalau duda ama janda ketemu, itu hokinya bagus lho dan pasangan ideal pula,“ katanya berusaha meyakinkan aku.

(more…)



Tags:
Posted in Dayu Pidada

Kesunyian yang memecahkan pagi

1 Comment »

August 11th, 2009 Posted 3:29 pm

(Dayu)

Awal Maret rumah Kesiman, rumah putih serambi tua peninggalan ibunda. Embun pagi masih bermalasan di balkoni depan kamarku. Kicau burung telah bangunkan aku dari tidur yang singkat,  dari balik jendela  aku tengok langit masih berona sendu mega manja bergelayut. Dingin pagi masih tampak di langit jauh satu dua bintang bersinar malu. Dan sepertinya matahari pun masih  enggan tersenyum, namun suara radio si bibi sudah memenuhi seluruh isi ruang rumah.

Uaakkhhemm… uhff, malas beranjak dari tempat tidur, batinku. Ingin kulelapkan diri dalam tidur lebih lama lagi, 5.45 kulirik quartz hitamku. Dalam tidurku yang singkat rasanya aku bermimpi tentang…

Suara hp tiba-tiba berbunyi nyaring, siapa lagi sepagi ini sudah maen telfon, kurang kerjaan banget ya?! Lagu `Hapus aku ` dari Nidji  mengagetkanku, dengan malas kuraih hp di atas meja kecil di samping tempat tidurku.

(more…)



Tags:
Posted in Dayu Pidada