Archive for the Dede AM Setiadi Category

Elang

No Comments »

December 26th, 2009 Posted 4:47 am

(Dede AM Setiadi)

Ide cerita : Kisah seorang laki-laki yang ingin berbuat banyak dalam hidupnya tapi takut mengikatkan diri pada seorang wanita. Laki-laki itu takut menikah!

Pekerjaan ku hari ini benar-benar menguras energi dan emosi, peraturan mengenai perhutanan dan rapat-rapat dengan pemerintah dan calon investor terasa tak berujung. Ku amati peserta rapat yang mulai kelihatan lelah, semua dahi mengerut berpikir keras ditengah energi yang tersisa.

Tepat pukul 21.00 wib rapat akhirnya di bubarkan dengan hasil yang jauh dari memuaskan. Beberapa orang yang mewakili perusahaan pemegang hak guna hutan dengan gontai melangkah pergi.

(more…)

Tags: ,
Posted in Dede AM Setiadi

MALAM MINGGU

No Comments »

November 10th, 2009 Posted 1:12 pm

(Dede AM Setiadi)

Malam minggu malam panjang, malam yang seolah tak akan menjadi pagi…malam yang seolah selalu hidup dan tak pernah mati, malam dimana tak ada kantuk menyerang… hebat dan luar biasa…

Malam dimana tak ada keharusan belajar, mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah, masa dimana tak harus bangun pagi keesokan harinya karena harus sekolah, malam dimana benar-benar bebas melakukan banyak hal. Malam yang luar biasa dan sangat special, malam bertemu orang yang sangat kita  kasihi lebih lama, malam penuh kasih sayang menebar di sekitar kita, malam penuh cinta.

Senyum sedikit mengukir mulut ku saat melihat  anak-anak muda berkelompok membentuk kelompoknya sendiri-sendiri. Ada yang dengan semangatnya mengenakan kaos dengan nama kelompoknya dan ada yang benar-benar hanya berkumpul bersenda gurau menghabiskan malam minggu di emperan sebuah resto fast food dekat rumah.

(more…)

Tags: ,
Posted in Dede AM Setiadi

BUNTU

2 Comments »

November 10th, 2009 Posted 12:33 pm

(Dede AM Setiadi)

Buntu, mampet,stuck, no  way out, can’t breath,bumpet,macet,berhenti,stop,tak ada ide, mati angin dan masih banyak lagi istilah yang bisa kita pakai dan kita ungkapkan. Tetapi ketika rasa itu datang dan datang dan datang dan datang tak ada satu pun yang dapat membantu memberikan jalan keluar.

Sudah hampir 3 minggu perasaan itu sangat mengganggu, membuat ku kehilangan semangat dan ide untuk bekerja, beraktifitas bahkan kegiatan yang aku sukai (jalan-jalan) pun tak mampu mengusir rasa gundah dan gulana yang menyerang. Rasa yang ada hanya rasa ingin menghilang, ingin keluar, ingin pergi dan bahkan ingin bersembunyi dari semua orang. Tak merasakan nyaman lagi hang out bersama teman-teman, berkumpul sekedar untuk merayakan ulang tahun bersama, berbagi cerita karena lama tak bertemu. Kebosanan ini sangat berat melanda dan terasa sulit untuk menghilang dan menguap seperti biasa.

(more…)

Tags: , ,
Posted in Dede AM Setiadi

SAHABAT

2 Comments »

August 10th, 2009 Posted 1:08 pm

(Dede AM Setiadi)

Sahabat terbaik ku telah lama meninggalkan ku, pergi menuju sang khalik. Kesepian dan kesedihan berkepanjangan rasanya sulit sirna dari hati dan pikiran ku. Banyak orang menghiburku untuk bisa mengikhlaskan kepergiannya, membiarkan nya tenang di alam sana. Tapi rasanya sulit dan teramat sulit bagi ku untuk tidak marah dan sedih atas kepergiannya.

Maafkan aku sahabat, kehadiran mu sangat berarti untuk ku, menyemangati ku kala hati ku gundah dan menghiburku kala kesedihan teramat sangat melanda, tertawa bersama di suatu sore yang indah. Menikmati semangkuk baso yang kebetulan lewat di depan rumah, kemudian pura-pura tak tahu saat harus membayar… ah …betapa aku sangat kehilangan suasana itu.

(more…)

Posted in Dede AM Setiadi

SERIUS BISNIS!

No Comments »

July 11th, 2009 Posted 7:05 am

(Dede AM Setiadi)

Serius! Menurut kamus bahasa Indonesia adalah melakukan dengan sungguh-sungguh, apapun itu.
Beberapa hari ini kata-kata SERIUS memenuhi pikiran ku. Bekerja dengan serius, berseklah dengan serius, membaca dengan serius, bermain dengan serius, bernyanyi dengan serius bahkan melakukan kejahatanpun dengan serius dan terencana. Semua kegiatan diatas dilakukan untuk memenuhi kewajiban hidup di dunia. Tempat yang tidak abadi dan kapan saja bisa ditinggalkan tanpa bisa membawa apapun hasil yang telah serius kita lakukan di dunia.
Lantas bagaimana dengan urusan yang akan kekal di kehidupan nanti? SERIUSkah kita melakukannya?

Sesuatu yang hanya bisa kita bayangkan berdasarkan kita b suci yang kita yakini. Hanya berdasarkan KEYAKINAN tersebut kita harus melakukan kegiatan dan perintah yang Maha Kuasa. Dan harus serius kita lakukan karena dari informasi yang kita dapatkan itu, ganjaran atau hukuman yang akan kita terima akan sangat SERIUS!

(more…)

Posted in Dede AM Setiadi

Teman atau Sahabat

No Comments »

July 6th, 2009 Posted 10:05 am

Pembicaraan ku dengan seorang sahabat tiba-tiba mengejutkan ku. ” Berapa banyak kamu punya teman…?”. Pertanyaan sederhana yang dilontarkannya membuat ku berpikir keras. ” Ya… berapa banyak teman yang kita miliki?”. Setelah ku hitung dengan cepat dan dahi berkerut… aku hanya bisa menyebutkan 5 nama yang langsung terlintas di kepala ku. Aku berhenti mengingat karena muncul pertanyaan baru, apa definisi teman? orang yang selalu bertemu secara rutin, orang yang bekerjasama dengan kita, orang yang ada kala kita susah dan senang, orang yang kebetulan bertemu kala kita jenuh menunggu antrian dokter, teman semasa sekolah dulu, semasa kuliah, semasa kerja…. hhhh… banyak ya ternyata.

Sahabat ku bilang, dia hanya punya 3 orang teman, selebihnya adalah orang-orang yang datang ketika mereka ada perlu. Minta proyek, minta komisi, minta tolong bahkan ada yang mencoba menipunya. Dan semua itu adalah orang-orang yang dia kenal lama dan dia anggap teman.

(more…)

Posted in Dede AM Setiadi

Perjalanan

No Comments »

July 5th, 2009 Posted 8:42 am

Banyak orang bilang, kehidupan bagai roda pedati. Kadang di atas kadang di bawah. Kadang sedih kadang gembira, kadang sehat kadang sakit. Selalu saja ada dua sisi yang berlawanan. Ketika kesenangan datang, orang terkadang lupa bahwa ada kesedihan, begitu juga sebaliknya.

Hidup dan kehidupan terus bergulir dan akan berhenti tepat pada waktunya. Pemberhentian itu tidak pernah meleset atau terlewati tetapi jalan menuju perhentianitu pasti banyak persimpangan dan pilihan yang harus dibuat. Salah, benar,setuju atau tidak setuju terasa akrab dengan kehidupan. Siapa pun dia dan apapun statusnya, suatu saat harus berhenti dari perjalannnya.

(more…)

Posted in Dede AM Setiadi

Ketika matahari terbenam

No Comments »

June 19th, 2009 Posted 9:17 am

Pagi ini aku terbangun dengan kepala pusing luar biasa, ingin rasanya aku menarik selimut dan bergelung sepanjang hari dan melupakan kejadian semalam. Seandainya aku punya sahabat seperti Doraemon, aku pasti minta pintu yang bisa mengantarkan aku kemana saja. Bukan sahabat yang menghancurkan aku seperti semalam. Tiiit…tiiiit…alarm di handphone ku berbunyi, ah…! iya, hari ini aku harus mempresentasikan produk baru. Kuatkah aku menghadapi hari ini, presentasi? Setelah kejadian semalam? Beringsut aku bangun dari tempat tidur ku,sebagian dari diriku mengajak ku untuk tegar seperti yang selama ini dikira orang tetapi sebagian mengajak ku untuk tetap tinggal dan menangis merenungi nasib.

“Non…non…non…bangun non, sudah jam 7.” Tiba-tiba suara pengasuh ku sejak kecil yang ikut hingga sekarang mengejutkan aku. Membangunkan sisi aku yang tegar untuk bangkit dan bersiap-siap. “Iya…mbok, aku sudah bangun”. Aku segera masuk ke kamar mandi mengguyur badan ku dengan air dingin, membangunkan seluruh energi dalam tubuh ku untuk menghadapi hari ini. Tetesan air yang jatuh menimpa tubuh ku bagaikan jarum yang menusuk kulit ku dan mengingatkan aku bagaimana rasa sakit itu membesarkan aku dan menjadi seperti sekarang ini. Ya… hidup ku sejak kecil hingga sekarang tidak dengan mudah aku lalui. Berawal dari meninggalnya ibu ku membuat aku hidup diasuh oleh pengasuh ku sementara ayah ku sibuk entah di mana. Hidup ku memang berkecukupan, berlebih bahkan. Ayah ku walaupun sibuk dia tidak lupa untuk memberikan bekal yang lebih dari cukup bagi ku untuk sekolah. Dia siapkan banyak uang, dia siapkan kendaraan bahkan pengasuh ku diberikan daftar sekolah mana yang harus aku masuki sejak aku TK hingga aku masuk perguruan tinggi. Dan selalu pengasuhku yang datang kesekolah untuk mengurus segala keperluan ku bahkan ketika aku berulah dan harus menghadap kepala sekolah pun pengasuh ku yang menghadapi. Ayah ku…? aku tak pernah tahu ada di mana.

(more…)

Posted in Dede AM Setiadi

Sasi

No Comments »

June 19th, 2009 Posted 9:13 am

“Gala…, aku bukannya takut ditinggalkan mu tapi aku takut suatu saat aku akan minta kamu dan anak-anak untuk pergi dari aku karena pada saat itu aku seperti bom yang siap meledak. Aku merasa lebih baik hancur sendiri daripada harus membawa semua orang yang aku cintai hancur bersama ku. AKu merasa kamu akan jauh lebih baik,lebih bahagia dan bahkan lebih tenang kalo aku menjauh dari mu. Aku jadi panghalang buat mu. Anak-anak juga akan jauh lebih baik secara emosi dan pertumbuhannya. Tidak seperti sekarang, I’m really not smart, jangan selalu bilang kalo aku smart, I’m not. Gala, kamu merasa aku tidak takut sama kamu, kamu salah. Justru aku sangat takut sama kamu, coba kamu ingat-ingat. Setiap kita diskusi dan menjadi tegang , kita tidak pernah tuntas karena aku terlalu takut akan muncul kata-kata yang tidak ingin aku dengar dan tidak ingin aku katakan. Sebenarnya, setiap ada ganjalan, ganjalan itu tidak pernah selesai kita bahas. Selalu menggantung tidak pernah jadi plong di hati. Aku terlalu takut konflik muncul (tanpa aku sadari, aku pun terlalu takut ada konflik) aku selalu cari aman. Permasalahan itu akhirnya aku bawa sendiri dan aku nikmati sendiri yang paling parah aku cari orang lain untuk sekedar melepas beban yang aku rasakan. Tidak baik memang bahkan sangat tidak baik, tapi aku takut, aku bingung dan tidak tahu harus bagaimana menghadapinya. aku terlalu takut ribut besar sama kamu bahkan untuk memikirkannya pun aku tidak berani. Setiap ada masalah yang ujung-ujungnya aku perkirakan akan ribut akhirnya aku akan memilih untuk diam seribu bahasa. Sampai kamu mengalihkan membicarakan hal yang lain. Dan akhirnya kita melupakan permasalahan yang kita hadapi.
(more…)

Posted in Dede AM Setiadi

   

Fatal error: Cannot use object of type WP_Error as array in /home/yuknulis/public_html/wp-content/plugins/feedwordpress/compatability.php on line 31