Tulisan Oleh Dewi Rahmah Amalyah
“Lowongan Pekerjaan : Dicari Wanita, berpenampilan menarik, sarjana, untuk diposisikan sebagai Ibu Rumah Tangga”
August 21st, 2009 Posted 2:04 pm
(Dewi R. Amalyah)
…Hehe…itu adalah gurauan tadi sore saat sekelompok wanita berusia 30 tahunan kumpul bersama di sebuah cafe. Mereka adalah para wanita terpilih yang saat ini sebagian besar waktunya dicurahkan untuk mengurusi keluarga yakni suami dan anak-anak mereka.
Penampilan mereka cukup menarik, modis, dan sangat jauh dari kata ‘ketinggalan zaman’. Sebagian berkerudung, sebagian lagi menguraikan rambut mereka yang tampak terawat dengan baik.
Obrolan mereka pun bukan hanya masalah rumah tangga, masalah kebutuhan suami/anak, urusan dapur ataupun gosip infotainment yang sedang ngetren, namun lebih dari itu. Masalah pemilu, ekonomi negara, indeks saham gabungan dow jones yang mulai menguat, harga saham harian telkom, bumi, antm, harga reksadana trimegah, schroeder, fortis yang mulai stabil, perkembangan psikologis anak di usianya masing-masing dari yang normal sampai autis/ADHD, biaya pendidikan anak yang relatif mahal di sekolah nasional plus / internasional, jenis laptop/netbook yang berspesifikasi intel sampai intel core 2 duo, kaskuser, modem dan servernya, virus H5N1 / H1N1, jenis asuransi pilihan, investasi, usaha sampingan dan sebagainya.
Posted in Dewi Rahmah Amalyah
MERDEKA!!kan HATImu yuuuks…
August 17th, 2009 Posted 8:21 am
(Dewi Rahmah Amalyah)
Setiap Agustus datang, kata-kata MERDEKA lebih sering terdengar di sekitar kita. Tua muda, besar kecil, laki-laki perempuan seolah berlomba-lomba untuk mengucapkannya. Yaa..sebuah kata yang sangat sederhana “merdeka!!” namun memiliki makna yang sangat mendalam.
Kata “Merdeka” bagi suatu bangsa mempunyai arti yang sangat penting untuk kedaulatannya dan eksistensinya di mata dunia internasional.
Saya bukanlah seorang politikus handal, diplomat ternama, ataupun ekonom tersohor. Saya hanyalah sesosok pribadi yang mengartikan kata ‘merdeka’ dengan sangat sederhana. Kemerdekaan bagi saya berarti ‘membiarkan hati saya bicara’, bisa mengikuti apa kata hati saya dan menuangkannya dalam perbuatan yang bermanfaat bagi sekitar. Perbuatan yang “dilakukan dengan hati”, bukan perbuatan yang dilakukan dengan paksaan ataupun keterpaksaan.
Posted in Dewi Rahmah Amalyah












