Archive for the Dilla Maulina Category
Jika Kau Cinta Dia (2)
February 12th, 2010 Posted 2:46 pm
(Dilla Maulina)
Kenapa harus terjadi padaku. Aku tak pernah jatuh cinta sebelumnya. Dan akupun tak pernah merasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya. Kenapa semua orang mau mengambil Putri dariku?
“Aku ngga sanggup lagi, Putra! Tolong aku!”
Putri menangis setiap malam. Orang tuanya hendak menikahkan Putri dengan seorang pria berusia 15 tahun lebih tua darinya. Maka dari itulah hubunganku dengan Putri tak pernah direstui orang tuanya, dengan alasan Putri harus menyelesaikan studi S1 nya dulu. Dan juga karena aku belum mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.
Tapi ternyata dibalik itu sudah ada rencana lain sehingga Putri tak diizinkan menjalin hubungan denganku.
Tags: Cerber, Cinta
Posted in Dilla Maulina
Jika Kau Cinta Dia (1)
February 2nd, 2010 Posted 4:24 pm
(Dilla Maulina)
Apakah kamu ngga bosan dengar kata cinta. Di mana-mana orang bicara cinta. Aku akan bahas cinta secara sederhana. Bagaimana cinta seharusnya kamu hadapi. Bagaimana seharusnya cinta tak kau bangga-banggakan setinggi langit. Bagaimana seharusnya kau mengendalikan cinta, bukan cinta yang mengendalikan kamu. Apa yang seharusnya kamu lakukan saat tak ada cinta lagi menghiasi hidupmu.
Sulit untuk mengatakan arti cinta. Cinta bukanlah sesuatu untuk diartikan, tapi untuk dirasakan, diwujudkan, dipahami, dan dinikmati. Sesederhana itu aku mencintai Putri. Sebagai seorang lelaki mungkin terlalu naïf membicarakan cinta. Tapi apapun alasannya, inilah yang aku rasakan. (more…)
Tags: Cerpen, Cinta
Posted in Dilla Maulina
Artikel Patah Hati
January 27th, 2010 Posted 1:15 pm
(Dilla Maulina)
Pukul 12.00
Bukan waktu yang tepat untuk menyandarkan kepala di atas meja kerja. Setumpuk pekerjaan harus segera di selesaikan sore ini. Perut keroncongan, tapi tak ada nafsu untuk mengisi. Kepala sakit bukan main. Tapi malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih. Apa pun itu. Apa saja itu. Sesuatu tentang seseorang yang sekarang sedang duduk manis di sebelah sekat dinding meja kerjanya. Aini membenci nya.
Alfa. Alfa. (more…)
Tags: Cerpen, Cinta, Luka Batin
Posted in Dilla Maulina
Sedari Dulu Aku Menunggumu
January 26th, 2010 Posted 7:03 pm
(Dilla Maulina)
Kapan aku tertidur
Aku menunggu yang sejati
Kapan aku terbangun
Aku menunggu yang sebenarnya
Bisa saja aku miliki
Kau pergi
Kau jauh
Tanpa sedikitpun menghiraukan
Kau pergi kau jauh
Tanpa sedikitpun tahu rasa
Aku tak dapat berjalan
Aku tak dapat berlari
Untuk mengejar
Untuk mendapatkan
Asa ku lenyap seketika
Sakitku datang seketika
Kini kau kembali
Saat tak ada lagi asa di tanganku
Kini kau datang
Saat tak ada senyum untuk mu
Kini kau hadir
Saat tak bisa lagi
Untuk memilih
Tags: Puisi
Posted in Dilla Maulina
Tiga Hal Hari ini
January 22nd, 2010 Posted 4:07 pm
(Dilla Maulina)
Kalau ngga salah ini hari Jumat. Eh, Jumat atau Kamis ya?. Ah, aku ngga pernah ingat hari. Bukan anak sekolahan. Hohoho, para pembaca yang status nya masih pelajar sampai mengerutkan dahi “apa hubungannya?”. Seingatku, waktu sekolah selalu mengingat hari dengan mengingat jadwal pelajaran untuk hari tersebut.
Ngga tahu kenapa, dua minggu belakangan ini waktu berjalan sangat lambat. Menunggu akhir bulan rasanya seperti setahun, itu kata teman-temanku yang sudah bekerja juga. Aku pun sekarang menghitung hari untuk sampai bertemu weekend lagi akan terasa sangat berat menghadapi segala urusan pre wedding ku. Oh, no.
Tags: Hari-hari
Posted in Dilla Maulina
Pujangga Wanita
January 21st, 2010 Posted 3:12 pm
(Dilla Maulina)
Semua peristiwa bahagia
Yang selalu membuai angan
Semua peristiwa luka
Yang terus merongrong jiwa
Sampai kepahitan itu merusak otakku untuk berkata-kata
Pada sesuatu penciptaan imajinasi
Tags: Puisi
Posted in Dilla Maulina













