Tulisan Oleh Dilla Maulina

Where’s True Friend

No Comments »

June 8th, 2010 Posted 8:58 pm

(Dilla Maulina)

Malam itu gue sedang berusaha tidur. Udah seminggu ini penyakit insomnia gue kambuh. Tiba-tiba telepon di atas meja belajar gue berdering.
“Halo, Tarra! Besok jadi khan?” tanya Karin di telepon terdengar penuh semangat.
“Ngga janji ya, Kar?” jawab gue.
“Iiih!” pekik Karin nyaring. Bakalan tambah susah tidur nih gue. “Sejak kapan lo pake ngomong ngga janji segala. Kaya orang penting aja tau ngga!” sahutnya kesal lalu segera menutup teleponnya.
Gue Tarra. Ini awal semester dua gue kuliah. Dan sekarang gue baru merasa ada sesuatu yang kayanya ngga nyaman dalam hidup gue. Awalnya sih happy tapi makin ke sini gue makin merasakan kejanggalan itu.
Hari ini ada kuliah pagi. Tadi malam beneran gue ngga bisa tidur nyenyak. Padahal gue udah mencoba minum obat tidur. Tapi hasilnya nihil. Gue baru bisa tidur jam lima pagi. Entah ada kekuatan apa yang membuat gue bisa bangun jam enam.

(more…)



Tags:
Posted in Dilla Maulina

Nikmatnya Bersyukur

No Comments »

May 17th, 2010 Posted 11:52 pm

(Dilla Maulina)

Ada beberapa hal yang sama sekali ngga bisa terbeli di dunia ini, diantaranya nikmat hidayah keimanan dari Tuhan, nikmat kesehatan dan nikmat kesempatan.

Apakah ada yang mampu membeli semua nikmat tersebut? aku rasa tidak akan pernah ada. Apakah bisa membayar orang untuk menjadi iman? jika pun bisa, apa pasti keimanannya murni dari hati atau hanya sekedar jasmani saja yang beriman. Apakah ada yang mampu membeli nikmat sehat? kesehatan atau nyawa tidak bisa di beli. Apakah bisa membeli nyawa untuk orang yang sudah tak bernyawa?. Tidak. Apakah bisa membeli waktu yang sudah terlewat? jika waktu sudah terlewat, maka kita tidak punya kesempatan untuk kembali ke masa lalu. Atau apakah ada yang mampu membeli kesempatan untuk hidup?. Kesempatan untuk melakukan apapun tidak akan bisa tanpa nikmat sempat dariNya.

(more…)



Jika Kau Cinta Dia (2)

No Comments »

February 12th, 2010 Posted 2:46 pm

(Dilla Maulina)

Kenapa harus terjadi padaku. Aku tak pernah jatuh cinta sebelumnya. Dan akupun tak pernah merasakan rasa sakit seperti ini sebelumnya. Kenapa semua orang mau mengambil Putri dariku?

“Aku ngga sanggup lagi, Putra! Tolong aku!”

Putri menangis setiap malam. Orang tuanya hendak menikahkan Putri dengan seorang pria berusia 15 tahun lebih tua darinya. Maka dari itulah hubunganku dengan Putri tak pernah direstui orang tuanya, dengan alasan Putri harus menyelesaikan studi S1 nya dulu. Dan juga karena aku belum mendapatkan pekerjaan setelah lulus kuliah.

Tapi ternyata dibalik itu sudah ada rencana lain sehingga Putri tak diizinkan menjalin hubungan denganku.

(more…)



Tags: ,
Posted in Dilla Maulina

Jika Kau Cinta Dia (1)

1 Comment »

February 2nd, 2010 Posted 4:24 pm

(Dilla Maulina)

Apakah kamu ngga bosan dengar kata cinta. Di mana-mana orang bicara cinta. Aku akan bahas cinta secara sederhana. Bagaimana cinta seharusnya kamu hadapi. Bagaimana seharusnya cinta tak kau bangga-banggakan setinggi langit. Bagaimana seharusnya kau mengendalikan cinta, bukan cinta yang mengendalikan kamu. Apa yang seharusnya kamu lakukan saat tak ada cinta lagi menghiasi hidupmu.

Sulit untuk mengatakan arti cinta. Cinta bukanlah sesuatu untuk diartikan, tapi untuk dirasakan, diwujudkan, dipahami, dan dinikmati. Sesederhana itu aku mencintai Putri. Sebagai seorang lelaki mungkin terlalu naïf membicarakan cinta. Tapi apapun alasannya, inilah yang aku rasakan. (more…)



Tags: ,
Posted in Dilla Maulina

Artikel Patah Hati

6 Comments »

January 27th, 2010 Posted 1:15 pm

(Dilla Maulina)

Pukul 12.00

Bukan waktu yang tepat untuk menyandarkan kepala di atas meja kerja. Setumpuk pekerjaan harus segera di selesaikan sore ini. Perut keroncongan, tapi tak ada nafsu untuk mengisi. Kepala sakit bukan main. Tapi malang tak dapat di tolak, untung tak dapat di raih. Apa pun itu. Apa saja itu. Sesuatu tentang seseorang yang sekarang sedang duduk manis di sebelah sekat dinding meja kerjanya. Aini membenci nya.

Alfa. Alfa. (more…)



Tags: , ,
Posted in Dilla Maulina

Sedari Dulu Aku Menunggumu

2 Comments »

January 26th, 2010 Posted 7:03 pm

(Dilla Maulina)

Kapan aku tertidur
Aku menunggu yang sejati
Kapan aku terbangun
Aku menunggu yang sebenarnya
Bisa saja aku miliki
Kau pergi
Kau jauh
Tanpa sedikitpun menghiraukan
Kau pergi kau jauh
Tanpa sedikitpun tahu rasa
Aku tak dapat berjalan
Aku tak dapat berlari
Untuk mengejar
Untuk mendapatkan
Asa ku lenyap seketika
Sakitku datang seketika

Kini kau kembali
Saat tak ada lagi asa di tanganku
Kini kau datang
Saat tak ada senyum untuk mu
Kini kau hadir
Saat tak bisa lagi
Untuk memilih



Tags:
Posted in Dilla Maulina

Tiga Hal Hari ini

1 Comment »

January 22nd, 2010 Posted 4:07 pm

(Dilla Maulina)

Kalau ngga salah ini hari Jumat. Eh, Jumat atau Kamis ya?. Ah, aku ngga pernah ingat hari. Bukan anak sekolahan. Hohoho, para pembaca yang status nya masih pelajar sampai mengerutkan dahi “apa hubungannya?”. Seingatku, waktu sekolah selalu mengingat hari dengan mengingat jadwal pelajaran untuk hari tersebut.

Ngga tahu kenapa, dua minggu belakangan ini waktu berjalan sangat lambat. Menunggu akhir bulan rasanya seperti setahun, itu kata teman-temanku yang sudah bekerja juga. Aku pun sekarang menghitung hari untuk sampai bertemu weekend lagi akan terasa sangat berat menghadapi segala urusan pre wedding ku. Oh, no.

(more…)



Tags:
Posted in Dilla Maulina

Pujangga Wanita

2 Comments »

January 21st, 2010 Posted 3:12 pm

(Dilla Maulina)

Semua peristiwa bahagia

Yang selalu membuai angan

Semua peristiwa luka

Yang terus merongrong jiwa

Sampai kepahitan itu merusak otakku untuk berkata-kata

Pada sesuatu penciptaan imajinasi

(more…)



Tags:
Posted in Dilla Maulina