Archive for the Felicia Yin Category
‘anak’ bagi kita…
March 9th, 2010 Posted 2:28 pm
(Felicia Yin)
“Halloo, Jeng??”
“Halo, ya Mbak?”
“Sori nih ngeganggu bentar, lagi di mana Jeng?”
“Lagi di rumah, ada apa yah Mbak?”
“Hmmm.. anakmu ada?”
“Oh…lagi tidur siang Mbak…Kenapa?”
“Cuman mau nanya PR, anakku bingung ngerjainnya soalnya kan bukunya masih di Pak Gurunya… Yah kupikir anakmu inget soalnya apa aja..”
“Nanti saya tanyain deh kalo udah bangun…”
“Iya, makasih yah… Gimana sih Pak Guru itu, kacau banget deh, ngasih PR tapi kok bukunya ga dibalikin… Eh, Jeng, tau ga guru kita kan ada yang diganti tuh… pusing deh, masa pertengahan Tahun Ajaran gini ganti guru sih…kan anak kita jadi susah adaptasi lagi… Sampe anakku nilainya terjun bebas… biasanya dapet 90 sampe 95, kemaren ini terjun bebas cuman dapet 80 sampe 85 aja… Gimana ga senewen aku… biasanya dia dapet A terus sekarang nilainya B terus… Kan kalo diitung untuk nilai raport bisa jeblok tuh raport anakku nanti…bla..bla..bla..”
Tags: Anak, Curhat, Renungan
Posted in Felicia Yin
from “Honey Bee”
February 19th, 2010 Posted 5:37 pm
Felicia Yin
Hari Kamis, 18 Februari kemarin, Airen mengikuti lomba “Rhymes Reading” yang diadakan oleh Gramedia. Bukan soal lombanya yang mau saya ceritakan, bukan masalah menang kalahnya yang mau dibagi di sini tetapi saya ingin berbagi mengenai pengalaman persiapan lombanya. Ada beberapa hal manis yang saya dapatkan selama beberapa hari ini dalam rangka persiapan lomba tersebut. (more…)
Salahkah…
February 11th, 2010 Posted 2:50 pm
(Felicia Yin)
Salahkah bila cinta lamaku padam hilang menguap entah ke mana
Aku tak tahu kawan, yang kutahu cinta itu tak berkesudahan bila kau menjaganya agar tetap menyala
Salahkah bila aku akhirnya menemukan kobaran cinta di tempat lain yang terlambat kutemukan
Aku tak tahu kawan, yang kutahu cinta itu tak pernah terlambat
Salahkah bila aku menghangatkan diri pada cinta lain yang selalu menyala untukku
Sungguh aku tak tahu kawan, yang kutahu cinta itu tak menyakiti yang lain
*Dedicated to my friend, Mr & Mrs GeTir..always wish the best for you…
Tags: Cinta, Puisi
Posted in Felicia Yin
Papa, Terima Kasih
February 6th, 2010 Posted 9:17 am
(Felicia Yin)
Tiba-tiba teringat dengan Papa… dengan masa kecil yang kulalui bersama Papa, dengan ajaran tentang kehidupan melalui contoh-contoh tindakannya. Jadi membandingkan dengan ‘papa-papa’ jaman sekarang. Dan aku bersyukur (sekali) punya ‘papa’ seperti Papa-ku. Waktu itu (yang terpatri dalam ingatanku) Papa selalu ada untuk kami, keluarganya. Papa punya usaha ekspedisi yang dijalankan di rumah, jadi otomatis sehari-hari ya menghabiskan waktu di rumah. Rasanya dulu biasa saja punya Papa yang senantiasa berada di rumah. Tapi sekarang rasanya itu semua suatu berkah yang luar biasa, aku merasa beruntung sekali. Apalagi kalau dibandingkan dengan anakku sekarang, ketemu papanya hanya sekitar 4 jam sehari. Memang katanya sih jaman sekarang yang penting kualitas dibanding kuantitas. Tapi tidak seimbang juga kalau kuantitasnya terlalu minim. (more…)
Tags: Keluarga, Renungan
Posted in Felicia Yin
Batas Kasih 4
January 28th, 2010 Posted 7:14 pm
Felicia Yin
4 November 2005
Dua hari mengobrak-abrik alkitab, bacaan renungan harian, tidak juga menemukan apa yang Tari cari. Semua seolah-olah hendak menunjukkan, tidak ada jalan lain, terima saja dan jalani kehidupan perkawinan ini selamanya, perbaiki semua kerusakan yang terjadi. Uh…Tari merasa terpojok. Hatinya terombang-ambing. Seharian Tari gundah, bimbang, tidak bisa fokus dengan apa yang dikerjakannya. Hingga tak terasa Rizky pulang dan menyodorkan sesuatu padanya. Sepucuk amplop kecil, kartu ucapan. Tapi terasa ada sesuatu di dalamnya. Ya, hari ini ulang tahun pernikahan mereka yang ke-5. Tari sebenarnya ingat akan hal itu, tapi dia menolak untuk mengingatnya. Terasa sakit hatinya memikirkan hanya 5 tahun Rizky sanggup menjaga kesetiaannya. Baru seumur jagung, kalau diibaratkan dengan anak-anak, berarti baru kelas TK. Belum belajar banyak, masih senang bermain, belum mandiri. Mungkin itu sebabnya kalau banyak yang bilang 5 tahun pertama usia perkawinan masih rawan, mudah tercerai-berai, berantakan.
Tags: Cerber, Kasih
Posted in Felicia Yin
Batas Kasih 3
January 26th, 2010 Posted 8:25 pm
(Felicia Yin)
21 Oktober 2005
Tari sudah tak sanggup lagi, berhari-hari menahan rasa penasaran. Dikuatkan hatinya menemui Anita, yang dulu sudah pernah dikenalkan Rizky padanya saat Anita baru bekerja di kantor Rizky. Tari masuk menghampiri meja kerja Anita.
“Hai, Anita aku mau bicara. Di ruang tamu aja, ga enak di sini banyak orang.”
Tari melirik perut Anita yang sedikit membuncit. Sambil menyentuh perut Anita, Tari bertanya, “Bayi Rizky ya?”. Tak ada jawaban dari Anita.
“Gimana keluargamu, udah tau masalah ini?”
“Cuma ibu yang udah tau, yang lain belum.”
Tags: Cerber
Posted in Felicia Yin
Cara Baru Komunikasi Orang Tua – Anak
January 22nd, 2010 Posted 9:14 am
(Felicia Yin)
Kadang kita ga sadar kalo waktu kita habis demi kesenangan kita sendiri. Anak yang ngerasain semua, sampe mau ngomong pun ga sempet, mau minta sesuatu pun pake dipajang di layar komputer.
Suka ga suka, yah inilah bukti kalo anak ngerasa waktu kita lebih banyak menatap layar komputer dari pada berinteraksi dengan mereka…
Sorry yah, Ren…
ajarin kami supaya bisa jadi orang tua yang lebih baik lagi buat kalian…
Tags: Anak, Renungan
Posted in Felicia Yin
Batas Kasih 2
January 20th, 2010 Posted 9:08 pm
(Felicia Yin)
16 oktober 2005
Tiga hari berlalu sudah sejak pengakuan Rizky, membuat hubungan Tari dan Rizky menjadi dingin dan kaku. Di depan mertua yang tinggal serumah dengan mereka, di depan orang lain, relasi dan teman-teman, mereka berusaha tampil rileks seperti sedang tidak ada masalah. Bila sedang berdua, seperti ada jarak, lembaran kaca tak terlihat yang membatasi mereka. Komunikasi seperlunya, sebatas tentang kebutuhan Viana, tak pernah ada yang berani memulai ‘topik’ yang sensitif tersebut. Begitu pula Tari, menjaga perasaannya serapat mungkin terutama di hadapan Viana. Tari tidak ingin Viana merasakan ada masalah di antara kedua orang tuanya. Tari tidak ingin hati Viana ikut terluka. Hanya sedikit waktu Tari untuk menikmati kesendirian, bebas mengeluarkan emosi, gejolak hatinya tanpa gangguan. Biasanya pada saat menyetir menjemput Viana di sekolah dan tempat kursus atau saat menuju ke butik pakaian anak milik Tari yang baru dibuka 1 bulan yang lalu.
Seperti pagi ini, air mata Tari kembali turun membanjiri pipinya tak mampu dicegahnya saat meresapi syair lagu lewat suara bening Siti Nurhaliza. Lagu dari CD pemberian Rizky saat ulang tahunnya sekitar bulan lalu.
Tags: Cerpen, Kasih
Posted in Felicia Yin
Batas Kasih 1
January 12th, 2010 Posted 11:20 pm
(Felicia Yin)
Kisah ini idenya berdasarkan kisah nyata, diusahakan tidak menyimpang terlalu jauh, tapi tidak bisa persis sama semuanya karena hanya berdasarkan kisah dan curahan hati sepihak…
Mudah-mudahan ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini… Setidaknya yang baca bisa menikmatinya…. ![]()
Nama-nama tokoh adalah fiktif, mohon maaf bila ada kemiripan/kesamaan dengan pihak lain.
13 Oktober 2005
Tari terbangun dari tidurnya, dadanya berdegup kencang, punggungnya terasa lembap oleh keringat. Lagi-lagi mimpi itu datang menghantuinya, dilihatnya jam di samping tempat tidur… “Ahhh… Baru jam 4 subuh….” Belum saatnya bangun bersiap-siap mengantar putrinya ke sekolah. Tari kembali bergidik mengingat mimpinya tadi, dielusnya perutnya yang baru 1 bulan ini tumbuh calon bayi yang masih dirahasiakan untuk kejutan buat Rizky, suaminya. Buru-buru di peluknya suaminya yang masih tidur, menyelusupkan kepalanya ke dada Rizky yang bidang.
“Hmmm….” Rizky menggeliat, mungkin tidurnya sedikit terganggu.. “Jam berapa?” (more…)
Tags: Fiksi
Posted in Felicia Yin















