Archive for the Ferni Yustiana Category

BBmu Sayang, Diriku Malang

1 Comment »

March 5th, 2010 Posted 4:47 pm

(fransyustiana)

Saya tidak punya BB. Bukan bau badan bukan pula bulu babi. Melainkan Blackberry. Hape canggih bin pintar dari negeri Kanada yang tidak pernah saya kunjungi. Yang bisa BBM-an, yang…apalagi ya…, fitur-fitur lainnya deh. “Kenapa sih lo ga mau beli BB?” tanya seorang sahabat suatu hari. “Emangnya punya BB itu suatu keharusan?” tanya saya balik. “Lo kan jadi ga bisa online terus kayak kita-kita.”

Kecanggihan Teknologi

Dunia gadget makin canggih. Setiap saat perkembangannya saya rasakan sangat cepat. Patokan kecepatannya apa? Yaaa, karena saya semata-mata tidak bisa mengikuti setiap saat perkembangan baru muncul. Bukan karena saya tidak mau tapi lebih karena saya tidak sanggup untuk mengikuti dan jelas ini menyangkut masalah uang, waktu, dan tenaga. “Mang lo dasarnya irit bin pelit aja.” protes lagi sahabat saya.

(more…)

Tags:
Posted in Ferni Yustiana

Ulang Taon

2 Comments »

February 25th, 2010 Posted 11:00 pm

(fransyustiana)

“Woi bro, met ulang taon ye.”

“Thanks deh.”
“Kenapa gak semangat gitu lo? Ulang taon seharusnya hepi bro. Kemana kita ntar?”

“Kemana kita gimana maksud lo?”

“Ah jangan belagak pilon deh. Lo mau traktir gue dimana? Di Balsem juga boleh.”

Aku menghela nafas dalam-dalam. Sepanjang hari ini sepertinya aku terpaksa harus bersabar menanggapi teman-temanku yang taunya dan maunya hanya makan gratis.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Seperti Orang Yang Jatuh Cinta

1 Comment »

February 23rd, 2010 Posted 9:28 pm

(Ferni Yustiana)

Aku seperti orang yang jatuh cinta. Hanya melihat wajahnya dari jauh saja, aku sudah girang luar biasa. Jantung ku berdegup kencang, hati ku melompat-lompat, aku menahan pekik jerit ku agar tidak terlontar keluar, aku berusaha dengan segala cara untuk bisa sekedar melihat wajahnya, meski hanya sekilas lintas.

Walaupun aku tau dia tak akan pernah menoleh padaku, aku tetap begitu. Walaupun aku sadar dia tak akan tertarik padaku, aku tetap berupaya. Walaupun aku mengerti bahwa harapan ku hanya kosong dan hampa, aku tetap mencari wajahnya. Walaupun impian ku sedemikian tinggi, tetaplah hanya bagai pungguk yang merindukan bulan.

Matanya, alisnya, hidungnya, bibirnya, suaranya, nada bicaranya, tubuhnya, gerakannya … semua membuat ku terpana dan seakan tak bisa jauh. Aku selalu menunggunya, merindukannya. Begitu saja dia menarik hati ku. Entah dengan cara apa dia melakukannya. Aku seperti tersihir oleh pesona yang sedemikian kuat. Aku dijeratnya. Aku terjerat tanpa aku mampu menghindar.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Terima Kasih

No Comments »

February 19th, 2010 Posted 5:38 pm

(fransyustiana)

Saya sering melihat seorang ibu yang sedang ngajarin anaknya yang masih kecil untuk berterima kasih jika menerima atau diberikan sesuatu. “Bilang apa dek?” kata si ibu biasanya. Dan kalau si anak diam saja sambil melihat malu-malu, si ibu akan bilang lagi, “Bilang makasih donk sayang!” Tapi ternyata si anak cuma mesam mesem, tanpa bilang apa-apa. Saya juga ikut mesam mesem melihatnya. Tapi jika orang dewasa yang menerima sesuatu dan hanya mesam mesem, saya tidak serta merta mesam mesem juga. Paling saya berkata dalam hati dengan nada mengejek, “Dasar orang gak tau berterima kasih.” Terus, si super-ego ikutan nimbrung, “Emangnya kamu selalu jadi orang yang tau berterima kasih?” Haah, saya kaget dengar si super-ego. (more…)

Tags:
Posted in Ferni Yustiana

“Nitip ya Pak”

2 Comments »

February 16th, 2010 Posted 4:50 pm

(Ferni Yustiana)

Setiap pagi ada seorang teman seomprengan yang selalu diantar ayahnya ke titik penjemputan. Dan si ayah selalu mengatakan kepada si bapak omprengan, “Nitip ya Pak.” Dan si bapak omprengan hanya menjawab singkat, “Ya Pak.” Tidak seperti biasanya dimana saya tidak ambil pikiran tentang rutinitas omongan si bapak berdua dan lebih memilih tidur sepanjang perjalanan, tapi hari itu saya kepikiran dengan kalimat “Nitip ya Pak.” itu tadi.

Kepercayaan

Sebenarnya apa sih arti kata ‘nitip’ itu tadi? Nitip atau titip artinya memberikan sesuatu kepada seseorang yang akan diambil lagi jika waktunya sudah tiba. Tapi bukan cuma sekedar memberikan secara biasa. Ada unsur kepercayaan di dalam kata titip itu. Jika saya menitipkan barang belanjaan kepada teman saya, artinya saya yakin dan percaya bahwa teman saya itu akan menjaga belanjaan saya dan ketika saya mengambil titipan saya itu, semua masih ada dan sama. Jika yang terjadi justru belanjaan saya menghilang, maka otomatis saya akan sedih, kecewa, dan tidak akan pernah lagi menitipkan sesuatupun kepada dia. Ketika seorang ayah menitipkan anaknya kepada si bapak omprengan, si ayah menaruh kepercayaan kepada si bapak untuk sementara waktu menjaga si anak supaya tetap aman dan tak kurang suatu apapun, dan ketika si anak kembali kepada si ayah, si anak tetap dalam keadaan baik.

(more…)

Tags:
Posted in Ferni Yustiana

Minder

2 Comments »

January 14th, 2010 Posted 7:20 am

(fransyustiana)

“Mam, aku minder deh.”

“Minder kenapa?”

“Kerja di Kuningan.”

“Kok tiba-tiba ngomong begitu? Memangnya ada apa?”

“Semua teman kerja di sana keren-keren. Mereka cantik-cantik. Mereka gaya. Bajunya semuanya bagus Mam.”

“Terus?”

“Ah Mam gimana sih? Masa Mam ga ngerti.”

(more…)

Tags:
Posted in Ferni Yustiana

Rasa cinta yang salah

No Comments »

January 12th, 2010 Posted 5:49 pm

(Fransyustiana)

Adakah rasa cinta yang salah?

Sejak dulu selalu berusaha mencari jawaban untuk pertanyaan itu. Ketika menemui para sahabat yang merasakan cinta yang menurut saya salah, mereka bilang cinta tak pernah salah. Standard apa yang digunakan untuk menilai rasa cinta yang muncul, salah atau benar?

Ketika terjadi perselingkuhan di antara hubungan suami istri – masalah yang klasik – kadang cinta dijadikan alasan. “Saya sudah tidak mencintai pasangan saya.” seperti itu yang kerap terdengar. Atau alasan lain, “Pasangan saya tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan saya dan saya menemukan orang lain yang bisa sehingga saya jatuh cinta kepadanya.” Atau, “Saya menemukan cinta yang lain dan saya bahagia.” Atau, “Saya dulu terpaksa menikah sehingga saya tidak punya pilihan dan sekarang saya ingin memilih dan merasakan cinta yang sebenarnya.” Atau alasan konyol seperti, “Cinta yang baru itu menegangkan dan memacu adrenalin.” Atau yang lain, “Dia ibarat ikan gratis. Mana ada kucing yang tidak mau dengan ikan gratis yang dianggurin?”

(more…)

Tags:
Posted in Ferni Yustiana

Terpesona oleh Christmas Carol

1 Comment »

November 25th, 2009 Posted 12:25 am

(Frans Yustiana)

Tadinya saya berpikir mengapa film tentang Natal diputar worldwide pada bulan November 2009, justru pada saat Adven belum lagi dimulai. Saya malah sempet males nontonnya, lah wong belum masanya Natal. Setelah terpengaruh sana sini akhirnya saya terjerembab juga di Setiabudi 21 mencoba mencari tahu apa sih bagusnya film yang katanya bagus itu.

Well, ternyata memang bagus dan saya tidak berbicara soal animasinya, efek 3D-nya, lagu-lagunya, atau suara pengisi suaranya. Yang saya maksud adalah ide ceritanya.

Pernah suatu masa saya melihat buku Charles Dickens tersebut tapi saat itu saya hanya berpikir, “Yah cuma buku cerita anak-anak biasa.” Dan saya sama sekali tidak tertarik untuk membeli dan membacanya. Padahal saya sudah mengerti saat itu bahwa Charles Dickens bukan penulis sembarangan. Tapi entah kenapa saat itu seperti ada yang menutupi mata hati saya untuk sama sekali tidak tertarik bahkan hanya untuk meliriknya saja. Sekarang saya terpesona.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Filosofi Pak Man

No Comments »

November 5th, 2009 Posted 5:03 pm

(Frans Yustiana)

Pagi ini aku terbangun cukup pagi sehingga tidak perlu terburu-buru mempersiapkan diri untuk berangkat kerja.

“Wah asyik juga pagi ini tidak harus buru-buru ke kantor. Aku masih punya banyak waktu.” batinku. Sambil terus beres-beres dan mempersiapkan diri aku berpikir apakah hari ini akan mendatangkan sesuatu yang baik untukku. Adakah sesuatu yang bisa kupelajari dan kuambil hikmahnya. Seorang bijak pernah aku baca tulisannya, bahwa jika kita mengharapkan sesuatu yang baik akan terjadi pada kita dan kita meyakininya, maka mungkin saja sesuatu yang baik itu akan terjadi. Karena itulah setiap pagi aku selalu berusaha men-sugesti diriku sendiri untuk bisa mendapatkan sesuatu yang baik.

Well, sudah siap sekarang.” kataku sendiri masih sambil mematut-matut diri di depan cermin. “Ayo berangkat. Semangat!”

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Karma

No Comments »

October 31st, 2009 Posted 7:17 am

(Frans Yustiana)

Apa sih karma itu? Karma….hm, konsep karma ….

Istilah karma ada di dalam aliran Budha.
Menurut yang tertulis di http://shantigriya.tripod.com/sastra/hukumkarma/bab-bab/bab07.htm: Definisi karma adalah seperti berikut ini : “Apapun yang anda lakukan baik itu secara ragawi maupun melalui jalan pikiran, dari pagi hingga malam, sepanjang hari, bulan, tahun dan seumur hidup anda, semenjak anda lahir sampai mati disebut KARMA.”
Contohnya : bangun, duduk, mandi, mencuci, berjalan, berdagang, memakan, berolah raga, bersanggama, bekerja, bersembahyang, bernafas, dst. dst. “Kesemua tindakan dan aksi yang dilakukan melalui berbagai indriyas (organ-organ tubuh penting), baik secara instinktif maupun melalui jalur pikiran yang dipengaruhi oleh rasa senang maupun tidak senang, suka-duka, dsb., disebut KARMA”.

(more…)

Posted in Ferni Yustiana

Lidah yang Jahat

No Comments »

October 31st, 2009 Posted 7:16 am

(Frans Yustiana)

Kenapa sulit sekali mengontrol lidah? Kenapa sulit sekali mengendalikan perkataan? Padahal katanya perkataan itu adalah perlambang isi hati. Apakah jika perkataannya melulu hanya bisa menyakiti seseorang, itu artinya hatinyapun jahat?

Mengapa ada orang yang begitu mudahnya mengeluarkan makian dan perkataan yang membuat hati berdarah-darah?

Hari ini saya kehilangan seseorang yang biasanya selalu hadir mengayomi dan mengajarkan sesuatu kepada saya. Seseorang yang sabar dan fair dalam menjalani kehidupan dan pekerjaannya, siapapun yang dia hadapi. Jika salah, dia akan dengan jiwa dan hati besar meminta maaf kepada bawahannya. Seorang purnawirawan jenderal yang dekat dengan semua bawahannya.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ferni Yustiana

Negeriku (k e m b a l i) Berduka

2 Comments »

October 1st, 2009 Posted 1:34 pm

(Frans Yustiana)

“Chie, ada apa? Ko mau nangis?”

“Iya nih. Gue bingung banget. Barusan gue dapet kabar dari saudara di Pekanbaru. Katanya Padang kena gempa besar dan sampai sekarang gue gak bisa menghubungi ibu gue yang di sana. Saudara-saudara gue yang lain yang tinggal di Padang juga gak ada yang bisa dihubungi. Gue bingung nih. Gue gak tau keadaan ibu gue disana.” katanya dengan mata yang berkaca-kac.

Bencana datang lagi. Dalam kurun waktu kurang dari 2 bulan, terjadi lagi gempa besar di tanah air. Kali ini Padang Pariaman. Tanah elok dengan kebudayaan yang luar biasa. Tanah tempat salah satu prinsip hidup yang baik – “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung” – muncul.

(more…)

Posted in Ferni Yustiana