Archive for the Fonny Jodikin Category

Pamrih

No Comments »

March 18th, 2010 Posted 11:33 am



Ih, gw paling sebel deh ama tuh orang. Selalu pamrih. Kalo ada untungnya buat dia, dia lakuin. Cepet-cepet. Kalo nggak, dia sembunyi, lari di sudut terpencil, gak mau kena giliran bantuin orang. MENYEBALKAN.

Dulu waktu minta tolong sama aku, dia baiknya setengah mati. Setelah ditolongin sepenuh hati dan berbalik aku yang perlu pertolongan, dia koq jadinya cuek setengah mati ya? Kesel deh. Baik cuma pas ada maunya, baik cuma pas ada perlunya. Kalo gak, hitung-hitungan setengah mati. Kalo pergi makan bareng, bagi dua sampe yang sekecil-kecilnya. Biarpun lima ratus perak juga dihitung. Lima ratus ‘kan duit juga, bukan? Begitu katanya.

Hal-hal itu mungkin pernah kita ungkapkan sebagai tanda kekesalan kita, karena orang yang kita bantu tak memberikan balasan yang baik, malah lari tunggang langgang ketika dibutuhkan. Untungnya saya pernah bertemu dengan orang-orang yang bertangan terbuka -amat lebar- dalam memberikan pertolongan. Sehingga, saya tidak terlalu kecewa berat (kecewa ringan ya, pernahlah), ketika menemui orang-orang semacam ini. Memang menyebalkan, mengesalkan, bahkan mengecewakan.

Dengan berusaha menjadi orang yang lebih baik tiap hari, saya berusaha menolong orang kapan pun dibutuhkan. Semampu saya tentunya, karena saya juga punya keterbatasan seperti manusia pada umumnya. Saya bukan super hero yang selalu mampu menolong siapa saja, kapan saja, di mana saja, tetapi saya berusaha menjadi orang yang tanpa pamrih dalam menolong.

Namun, ketika saya dihadapkan pada kenyataan bahwa orang yang pernah saya tolong ternyata berbalik menjadi orang yang tak peduli ketika saya butuhkan, ternyata hati saya juga teriak: “ Eh, dulu kan gw tolongin elo, kenapa elo sekarang kayak gini sih ama gw? Pantes gak kayak gitu, tuh?”

Ternyata dari dalam hati saya masih menuntut juga. Menuntut balas jasa terhadap apa yang sudah saya lakukan dengan sungguh dan baik. Sulit rasanya menerima apa yang saya tabur dengan baik, ternyata tuaiannya tidak sebaik perkiraan saya.

Saya hanya bisa menghela nafas. Garuk-garuk kepala. Sambil berpikir:

Yaelah, ternyata elo sendiri pamrih juga ya! Katanya menolong dengan tulus dan tanpa pamrih? Koq malah begini? Koq marah dan kecewa pas orang yang bersangkutan gak peduli? Bukannya tanpa pamrih itu harus nrimo, apa pun yang akan dilakukan orang yang sudah kita bantu? Itu baru namanya tanpa pamrih, nggak berharap terlalu banyak. Kalo cuma segitu mah, masih jauhlah dari tanpa pamrih!”

Plakkk…
Seolah diri saya tertampar oleh kata hati saya sendiri. Tanpa pamrih? Mengharapkan orang tanpa pamrih?

Berpikir bahwa saya sudah tanpa pamrih?

Duh, ternyata saya masih harus banyak belajar soal pamrih dan tanpa pamrih…

Boro-boro mau menunjuk orang lain, wong sendirinya saja belum becusss

Hahaha
Saya hanya tertawa lebar. Memang, kita semua masih harus belajar.
KITA?
Ya, iya donk… Termasuk saya juga.

Kalo Anda sudah tanpa pamrih, selamat! Anda berhak dapat bintang penghargaan. Jangan seperti saya (yang ternyata) masih berpamrih jugaaaa…

Jadi malu nih. *Blushing*

Hari ini, mau belajar lagi ah, lebih tanpa pamrih.
Mudah-mudahan, ada perbaikan…

Nggak berani ngaku-ngaku sudah bisa tanpa pamrih 100% deh. Malu!:)

HCMC, 18 Maret 2010

-fon-

* buat refleksi pribadi, biar nggak ngaku-ngaku sudah jadi orang tanpa pamrih. Masih jauh dan masih harus banyak belajar:)


Sumber gambar:
http://files.myopera.com/Maduratna/blog/015.jpg

Posted in Fonny Jodikin

Bila

No Comments »

March 17th, 2010 Posted 11:25 am

(Fonny Jodikin)

Bila engkau dan aku duduk di situ

Di bangku panjang di taman itu

Rangkai cerita dan cinta

Tentang kita berdua

Bilakah itu terjadi?

Bilakah itu bukan hanya dalam imaji?

Bila?

HCMC, 24 November 2009

-fon-

* baru diposting sekarang.

Sumber gambar:

http://www.gotlovehere.com/couple%20on%20bench.jpg

Posted in Fonny Jodikin

Jack Neo: Gossip No Enough

No Comments »

March 15th, 2010 Posted 10:14 am



The wife of disgraced filmmaker Jack Neo, 50, Mdm Irene Kng has been a sea of calm and forgiveness since news his two-year extramarital affair with a woman less than half his age surfaced over the weekend.

The 46-year-old, who's been married to Neo for 27 years, has four children aged six to 19 with him. Her composed reaction shocked freelance model-actress Wendy Chong, 22, when she went to the couple's Paris Ris semi-detached home last Friday.

Mdm Kng, who knew of the affair a year ago, has expressed that she had already forgiven her straying husband and will continue to support him during the scandal. She added that their family would not be affected by it.

She said that she "did not care who Jack was involved with, as long as she loves him." She became aware of their affair when a family friend spotted the two together.

Neo, Singapore's most commercially successful movie director and producer admitted to his infidelity a day after a Chinese evening daily broke the story last Saturday.

The paper said that Chong, who has a role in Neo's film Being Human currently in cinemas, became enraged that the actor-comedian did not answer her calls last Friday. She went to his home around 3pm and waited for him to return. She told him she wanted to see his wife which he obliged by calling Mdm Kng to come downstairs, surprising Chong.

The three then left to carry on the meeting at Changi Airport's Crowne Plaza hotel which allegedly lasted four hours and were subsequently joined by Chong's father and sister as well as Neo's pastor, church friend and manager.

Neo's family has moved out of their Pasir Ris home temporarily to avoid media attention. He has claimed that he had been unable to end the affair with Chong because she threatened to harm herself.

Chong first knew Neo when she had a small role in his Money No Enough 2. He started wooing her and a month later they had sex in his car, she revealed. During the two years they were seeing each other, she said he brought her overseas on four occasions to Taiwan, Thailand, Indonesia and Malaysia.

The 1.63m tall model's father was shocked by the revelations, and was said to have momentarily thought his daughter alerted the media for fame's sake.

Neo has apologized to Chong's family and sought for "a chance to live." The Cultural Medallion holder had also called his friend, Foreign Minister George Yeo, to confess his transgression.

His manager Tang Wing Fai announced that Jack will meet the media "once and for all" when he has settled the matter and made peace.

(Yahoo News)

Berita yang sudah mulai beredar sekitar seminggu yang lalu ini, baru kini saya angkat menjadi tulisan. Karena pernah tinggal 3 tahun di Singapura dan sedikit banyak tahu bahwa Jack Neo merupakan salah satu sutradara andalan di sana lewat film-filmnya seperti Just Follow Law, Money No Enough, Ah Long Pte Ltd yang sering mendapatkan pujian dan penghargaan, berita ini cukuplah menggegerkan Negeri Singa itu.

Jack yang selalu tampil sebagai bapak yang baik dari seorang istri dan 4 anak, akhirnya harus menuai perbuatannya sendiri. Adalah Wendy Chong, selingkuhannya yang mendatangi rumah Jack sendiri. Yang banyak dikritik oleh orang-orang Singapura yang mengomentari tindakan Jack ini adalah, mengapa sampai Jack selingkuh dengan seseorang yang kurang cantik dibandingkan istrinya? Dan istrinya sendiri, memperlihatkan ketegaran yang amat luar biasa dan mendapat pujian di sana. Sampai akhirnya istrinya, Mdm Irene Kng, pingsan pada saat konferensi pers yang diselenggarakan dalam Bahasa Mandarin. Intinya adalah memohon media untuk membiarkan permasalahan mereka diselesaikan secara pribadi saja tanpa liputan terlalu lebar.

Susahnya jadi selebriti….

Harus selalu memberikan penjelasan di sana-sini. Saya tentunya tak pernah mendukung perselingkuhan. Apa pun bentuknya, bagaimana pun caranya. Namun, apa pun yang disimpan sedemikian rapi – sebegitu baik- suatu saat akan terbongkar juga. Tiger Woods beberapa waktu yang lalu juga bernasib sama. Harus mengklarifikasi apa yang sudah dilakukannya.

Jack, sebagaimana Tiger, hanyalah manusia biasa. Yang terkadang karena popularitas dan kemudahan serta adanya kesempatan (plus uang), menjadikan seseorang itu lupa. Lupa akan masa lalunya, lupa akan istri yang setia yang menunggu di rumah, lupa akan anak-anaknya yang lucu-lucu. Tak tertutup kemungkinan, ketika kita di posisi yang sama seperti mereka, bisa saja melakukan hal yang serupa. Jadi, ada baiknya untuk tidak menghakimi perbuatan orang lain karena kita tak tahu persis apa yang mereka alami (bukan melegalisasi bahwa selingkuh itu boleh dilakukan, namun kita tak perlu membombardir dengan penghakiman keterlaluan, itu saja).

Lupa atau terlanjur melupakan untuk sementara waktu dan berpikir ‘tokh’ Sang Istri tak tahu. Malah pada akhirnya, Sang Istrilah yang menunjukkan ketegaran luar biasa. Setidaknya yang selama ini terlihat betapa tulusnya dia membela suaminya (walaupun beberapa komentar di Yahoo Singapura juga mencurigai bahwa itu adalah ulah Sang Sutradara untuk menutupi belangnya dan meminta Sang Istri berperan sebagai artis utama untuk membersihkan namanya).

Hari-hari belakangan ini, seolah ‘gossip no enough’ yang memenuhi hidup Jack. Namun, aku berharap, suatu ketika… ‘Gossip’ itu akan berhenti menerpanya karena memang dia melakukan perubahan tulus dari dalam hatinya.


Hati orang, kita memang tak pernah tahu. Tapi setidaknya adanya niat baik, sudahlah cukup. Kalau orang biasa yang selingkuh dan kebetulan dia bukan ‘public figure’, mungkin tak akan disidang seramai ini. Dan lagi-lagi, memang perselingkuhan sering jadi masalah utama rumah tangga. Sedih, prihatin, namun memang tak mudah mempertahankan cinta di dunia ini. Rumput tetangga kelihatan lebih hijau, istri tetangga kelihatan lebih cantik, suami orang kelihatan lebih ganteng dan baik, dst.

Menjadi puas dengan apa yang kita miliki, memang tak mudah. Dan terkadang puas diidentikkan dengan tak mau berusaha memperbaiki diri. Itu juga bukan yang seharusnya dilakukan. Bersyukur untuk suami/istri yang kita miliki. Itulah yang terbaik yang bisa kita punyai. Anugerah terbesar dari Tuhan itu mungkin tak selalu sesuai dengan kita, mungkin sering cekcok atau ribut mulut dengan kita, tetapi kita pun harus pandai-pandai melihat situasi dan kondisi untuk mempertahankan perkawinan dalam zaman yang kata orang semakin edan ini.

Pada akhirnya, kita berusaha dan hendaknya berdoa. Menyerahkan segalanya pada Tuhan, karena jujur, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Namun, bersama Dia kita yakini ada kekuatan baru dalam segala hal: termasuk mempertahankan pernikahan.

Jack, semoga niatmu betul-betul tulus untuk memulihkan kasih yang retak di keluargamu. Dan bagi kita, kita bisa belajar sesuatu hari ini. Semoga suatu saat kalau kita terkenal, sukses, kaya-raya, kita tidak tergoyahkan cintanya pada pasangan kita. Walaupun banyak bujuk rayu menerpa, walaupun banyak godaan yang lebih aduhai, semoga kita tetap setia pada janji kita. Pada janji yang kita ucapkan di hadapan Tuhan untuk saling setia. Semoga!

HCMC, 15 Maret 2010

-fon-


Sumber gambar:
http://blog.omy.sg/jackneo/files/2008/05/jack81.jpg

Posted in Fonny Jodikin

Jengah

No Comments »

March 14th, 2010 Posted 5:51 pm

(Fonny Jodikin)

Jengah

Jengah #1

Tak ada yang salah ketika kalian berdua bercumbu mesra. Walaupun yang nampaknya sedikit salah adalah tempatnya. Seolah tak mau tahu, bahwa ini di muka umum. Walaupun restoran ini bersekat-sekat seperti restoran Jepang pada umumnya, namun karena kita terlanjur tersekat di ruang yang sama, tingkah kalian bikin aku tercekat.

Berbisik mesra. Berpelukan. Menatap mesra tanpa henti. Diiringi tatapan tak mengerti anakku yang sibuk jingkrak sana jingkrak sini. Yang wanita berambut pendek model bob, mengenakan kaos dan rok mini. Sementara yang pria juga kurus kecil, berwajah manis, tak kalah manis dengan yang perempuan.

(more...)

Posted in Fonny Jodikin

Doaku Untukmu

No Comments »

March 13th, 2010 Posted 12:11 am

(Fonny Jodikin)

Doaku Untukmu

Kudengar berita tentang sakitnya beberapa saudaraku. Mereka yang masih di usia produktif, sekitar 40-an, tetapi mengalami sakit yang cukup parah. Mereka yang seharusnya menikmati kesehatan, malah menjadi kuatir karenanya. Ada yang sakit Hepatitis C, kena stroke, atau terkena penyakit kanker. Hidup tak selalu mulus sesuai rencana. Ada kalanya terjadi hal-hal yang di luar perkiraan semacam ini. Apa pun penyebabnya, entah dari kebiasaan dan pola hidup yang kurang baik, atau sepertinya tanpa sengaja terkena melalui transfusi darah. Berita penyakit semacam ini, membuat kondisi yang bersangkutan dan tentunya orang-orang terdekatnya menjadi porak-poranda. Morat-marit.

Kita hanya bisa menjaga kesehatan kita. Yang sudah diberikan oleh-Nya. Namun, ketika sudah menjaga, masih juga terkena, kuyakin ada rencana di balik ini semua. Doaku untukmu. Teman, sahabat, saudaraku. Yang kukenal baik ataupun yang belum kukenal. Yang malam ini berteriak putus asa dengan semua pengobatan yang seolah tak menghasilkan solusi apa pun. Yang malam ini memikirkan dari mana biaya untuk pengobatan yang jumlahnya besar sekali itu, sementara rekening di bank sudah mulai menipis.

(more...)

Posted in Fonny Jodikin

Adalah Inspirasi

No Comments »

March 10th, 2010 Posted 4:06 pm

(Fonny Jodikin)

Adalah Inspirasi…

Adalah inspirasi yang membuat James Cameron menuliskan Avatar dan menuangkannya dalam film yang begitu indah. Film pertama yang saya tonton di Vietnam itu membawa saya kepada penggambaran yang begitu hidup, setiap detil pemandangan di sana, sangat cantik. Begitu pula kisah cinta yang ada di dalamnya. Wah, sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Adalah inspirasi yang membawa setiap pencipta lagu menuangkan karyanya dan menjadi hits di mana-mana.

Adalah inspirasi yang membuat seorang arsitek mampu mendisain gedung yang unik, lucu, menarik, tetapi tahan pula terhadap cuaca.

(more...)

Posted in Fonny Jodikin

Rasa

No Comments »

March 9th, 2010 Posted 3:25 pm

(Fonny Jodikin)

Rasa itu membuncah. Beterbangan di udara. Memenuhi setiap sudut ruang dan waktu. Memainkan alunan musik yang amat indah. Memasuki wilayah hatiku. Merajai kepalaku. Dan membuatku mabuk. Mabuk kepayang. (more...)

Posted in Fonny Jodikin

Alison Botha

No Comments »

March 8th, 2010 Posted 11:35 pm



In December 1994, Alison was abducted outside her home by two men who raped, stabbed and disembowelled her, finally slashing her throat 16 times to make sure she was dead. No-one could have believed that anyone with such severe injuries could live but, miraculously, she did.

The manner in which she survived, her inner strength and determination, her lack of bitterness, and her serenity and humility captured the attention of the whole of South Africa. In 1995, she was awarded the prestigious Rotarian Paul Harris Award for 'Courage Beyond the Norm'. In the same year she was the first recipient of the Femina magazine's 'Woman of Courage' award. She was also chosen as Port Elizabeth's Citizen of the Year at a glittering ceremony.

Alison has been speaking on the professional speaking circuit for several years. Her aim to 'make a difference' has been overwhelming as she has spoken to countless thousands of people which include large business corporations, women and social groups as well as several schools. She has addressed international audiences in over 20 different countries including the USA, Australia, Europe, Asia and Africa. (source: Alison's website:www.alison.co.za)

Meet Alison Botha. I first read about her in Andrew Matthews’ book: Happiness in Hard times. My heart was in pain when I read her experience. It was really really really bad. The worst thing that you could’ve ever imagined happened to her. When she was 27, two men abducted her, raped her, and brutally hurt her. She was almost dead. But God has another plan for her. She was alive. She met a veterinarian student who saved her life. And that made her going on in this life. She found her soul-mate, got married in 1997 (3 years after the tragic incident). And right now she’s traveling all around the world, giving testimony of her way in dealing with suffering. I Have Life: Alison's Journey as told to Marianne Thamm is the title of her book. The book that inspires the world. Inspires all the people who read her story.

Well, life is really unpredictable. You couldn’t possibly imagine what will happen next. One moment Alison was an insurance broker with a Port Elizabeth business in South Africa, then few minutes after that, everything has changed drastically. The worst nightmare ever happened to her life. But then she could stand up once again and make a difference.

Salute to Alison! Life is not always easy. But the winner will fight till the end. No matter how bad the circumstances might be. And somehow, I find that I’m ashamed of my complaints. After reading her struggle in this life, really, my complaints are nothing compared to hers. And I’d like to have that kind of attitude in this life. I can see God’s grace in Alison’s life. It’s His hands that enable her to do so. Without Him, I think it’s impossible to enjoy what she has now. God has been so good to her.

Thanks to Alison for her inspirational story. And for everyone out there, you can make a difference. As what she said in her website: "No matter the circumstances, you always control your attitude, your belief and the choices you make.."

Today is Woman’s Day. I didn’t realize it until the supermarket’s cashier in our apartment told me so. In spite of the flowers, the gifts, the romantic presents that have been flowing here in Ho Chi Minh City, I’ve learned another lesson from Alison. A very brave woman whose life inspires a lot of people. Not only she can stand on her feet, she also fought back the rapists- brought them to the court- and won it. They finally got life imprisonment. And for Alison? She has won her life battle. She’s an amazing woman. Thanks for sharing your life and your inspirational story to the world, Alison!

Last but not least, her wonderful quotations that I really like: Life is beautiful. Life is worth fighting for. It’s not what happens to you, it’s what you do with it.

So, have you found the beauty in your eyes? Could you still see the beauty in the midst of stormy life? Hopefully, today we can learn something from Alison.

HCMC, March 8, 2010

-fon-

* Happy Woman’s Day!

Source of picture:

http://www.alison.co.za/images/alison.jpg

Posted in Fonny Jodikin

Perut J-Lo

No Comments »

March 8th, 2010 Posted 1:42 pm

Siang di Ho Chi Minh City.

Panas menyengat, membuat malas keluar rumah. Alhasil ke fitnes saja, yuk!

Berdiri di ‘treadmill’ eh, sebetulnya ini bukan ‘treadmill’. Ini alat yang dikayuh tapi bukan sepeda.

Apa namanya? ‘Elliptical Cross Trainers’ (ECT). Begitu katanya.

Terus siap-siap deh, nonton TV, ambil remote di depan alat ECT itu. Nonton MTV aja ah! Mumpung gak usah rebutan ama Si Odri. Setelah sebelumnya nonton Channel V, Fashion TV. Hiks! Itu saluran TV yang jarang aku tonton hehe… Tapi sesekali mumpung sendirian di sini, ya sut, lanjuttt!

Pas klik ke MTV.

J-Lo di acara MTV Back Track nyanyiin lagunya dari tahun 2005. Aseli, keren banget gayanya. Dan ya ampun, itu perut dan u know donk assetnya J-Lo yang bootylicious itu, keren abis! Ampe bengong. Eh, jangan bengong donk! Hayo dikayuh lagi tuh Elliptical-nya….
Lanjut!


Masih tetep lagu yang sama. J-Lo. Get Right. 2005.

Sebetulnya gak pernah nge-fans abis ama J-Lo ato penyanyi-penyanyi wanita yang maaf yaa, sering pamer bodi. Kecuali suaranya emang bagus bener. Contoh: Mariah Carey. Tapi kali ini, mau gak mau, terpesona juga melihat kelangsingan dan sintalnya bodi Amerika Latinnya J-Lo.

Kupandang perutku. One big pack…. Halah!
Not really one big pack sih, tapi udah mulai gede. Wakakak…

Artinya udah siap-siap musti kurangin makan. Abis selama libur imlek, pulang kampung, nih perut isinya pempek-bakmi-model-tekwan-lenggang-pempek panggang-kue lapis-kue masuba… Aduh, yang semuanya kusuka. Sebelumnya juga di Vietnam nyoba makanan ini itu juga.
Sekarang, oke deh… J-Lo, ma kasih ya, udah memotivasi. Sadar diri sih, gak bakalan kayak J-Lo koq karena emang bibitnya beda hehehe…Yang penting, kontrol diri. Ini udah lebih dari biasa neh berat badan. Lebih cukup banyak lagi.

Siap-siap nyari timbangan. (Beli dulu maksudnya, karena belum punya di rumah).

Siap, grakkk!

Diet, ya… Diet…

Ada yang mo diet juga? Kalo yang udah kurus dan langsing sih gak usahhh:)

Gak penting ye? Kagak ape-ape deh, yang penting J-Lo ngingetin gw buat atur makan demi kesehatan juga.

Ma kasih J-Lo. Tosss! :P

HCMC, 8 Maret 2010

-fon-

* catatan yang enggak penting-penting amat, tapi pengin ditulis aje. Thanks to Jennifer Lopez:)

Posted in Fonny Jodikin

Being Mom: Ulang Tahun

No Comments »

March 7th, 2010 Posted 11:18 pm



Tak ada pesta mewah, tak ada resepsi di gedung megah.

Yang kami berikan di hari ulang tahunmu, Anakku.

Yang ada hanya perayaan sederhana di rumah.

Bersama keluarga dan besok dirayakan sederhana pula di sekolah.

Yang ingin kami tanamkan, tak perlu buang uang jor-joran demi sebuah pesta.

Kami ingin kautahu, hari-hari ini banyak yang susah.

Yang tak bisa makan, tak mampu sekolah, tak bisa ke dokter walaupun sakit parah.

(Mungkin kau terlalu kecil untuk sadari itu, karena kau baru tiga tahun, Nak. Tapi, kami tetap ingin kau tetap belajar akan kesederhanaan walaupun di usia yang amat belia).


Suatu saat ketika kau besar nanti,

Mama harap kau bisa hargai nilai kesederhanaan.

Dan juga kau mengerti pentingnya niat dan ketulusan.

Bukan melulu kemewahan atau materi,

seperti yang sering ditampilkan dunia ini.

Agar suatu saat bila kau besar nanti,

Kau tahu,

Papa-Mama lebih memikirkan hal-hal yang lebih utama.

Pendidikan. Kesehatan. Dan akhlak yang baik.

Buat itu semua…

Tidak mudah. Juga tidak murah.
Untuk mendidikmu dan menjadikanmu berkualitas,

Bukan semudah menjentikkan jari.

Dan kami hanya bisa berusaha.

Sambil berdoa.


Kami serahkan anak kami, ke dalam bimbingan-Mu Tuhan.

Bimbing kami pula agar jadi orang tua yang lebih arif.

Di tengah semua keterbatasan pengetahuan kami sebagai orang tua.

Di tengah semua keterbatasan kondisi kami:

keletihan kami, beban kami, masalah yang memenuhi otak kami.

Sering kali, kami tidak menjadi orang tua yang bijaksana,

Malah menimpakannya kepada anak yang tak berdosa.

Memang ini bukan pekerjaan yang mudah untuk dijalankan,

tapi ajarlah kami Tuhan.

Sebagaimana KAU telah percayakan kami sebagai orang tua.


Karena kami takkan pernah mampu jalan sendiri.

Apalagi membimbing dan mendidik anak di zaman ini.

Namun, ada keyakinan kuat di dalam hati.

Dengan iman segala sesuatu mungkin terjadi.

Bukan karena kuat kami.

Namun, karena pada-Mu kami berlindung.


Selamat ulang tahun, Odri!

Kami sayang kamu.


HCMC, 7 Maret 2010

-fon-

* Catatan ultah Odri.


Sumber gambar:
http://sanityfound.files.wordpress.com/2008/09/introducing_audrey_digital_scrapbook.jpg

Posted in Fonny Jodikin

Kacang Lupa Kulit

No Comments »

March 5th, 2010 Posted 1:06 am

(Fonny Jodikin)

Euforia karena Sang Kacang terbebas dari masalah lama yang membelitnya dan menjadikannya orang yang sukses serta punya segalanya masih berlangsung. Herannya, itu pun tak membahagiakannya. Kegiatan sosialisasi di kalangan gaul yang sering dia sebut kelompok sosialita yang jelas-jelas bertujuan tidak terlalu sosial jika itu ditujukan kepada mereka yang miskin-papa, hanyalah merupakan kegiatan haha-hihi, gosip-gosip, ataulah ajang memamerkan diri dan jadi iri dengan keberhasilan orang lain.

Seolah Sang Kacang lupa dari mana dia berasal. Seolah Sang Kacang lupa perjuangannya mencapai kegemilangan di hari ini dimulai langkahnya sejak beberapa tahun lamanya. Sang Kacang selalu membandingkan dengan yang lebih. Dengan yang punya. Kalau anak orang bisa sekolah di sekolah internasional, kenapa anakku tidak? Kalau orang bisa beli tas seharga USD 2.000, kenapa aku tidak? Kalau bisa lebih, 8.000-10.000 USD mungkin? Kalau orang bisa nonton konser dengan terbang ke Singapura, maaf ya, mainanku sekarang nonton Broadway di Amerika.

(more...)

Posted in Fonny Jodikin

Suatu Hari Ketika Kita Sama-Sama Tua…

No Comments »

March 3rd, 2010 Posted 11:46 pm


Kuusap tangan keriputmu. Perlahan. Karena aku sendiri tak punya kekuatan sebesar dulu. Semua gerakku kulakukan hati-hati. Maklum, kita sudah tidak muda lagi. Tetapi, inginku untuk terus membelai wajahmu. Dalam kelembutan yang masih tersisa. Dalam pelannya gerakku yang kadang tersendat. Aku masih ingin luapkan cinta dalam hati ini kepadamu.

Kuusap rambut di kepalamu yang helainya tak lagi sama seperti ketika kita berjumpa. Helainya makin tipis, berkurang satu demi satu. Sama seperti rambut panjangku yang rontok hari demi hari. Memenuhi lantai rumah yang sering disapu perlahan. Hanya ingin ungkapkan rasa yang pernah bersemi. Di masa lalu. Dulu. Dan berharap rasa itu terus ada dan tetap abadi sampai saat maut memisahkan kita.

Kuambilkan kaca matamu. Kaca mata yang sama dengan milikku. Karena mata tua kita tak lagi awas melihat apa yang terjadi di depan kita. Terkadang huruf-huruf di surat kabar pun tak terbaca jelas. Tak mengapa, Sayangku, asal kita tetap punya mata hati yang jernih, sehingga mampu meneropong dunia lewat hal-hal yang pernah dan masih akan kita lalui. Suka dan duka, yang semuanya membuat pengalaman kita akan hidup semakin kaya.

Kuingat ketika kita tertawa saat melepas gigi palsu yang memenuhi mulut kita. Rasanya sudah lama ya, kita tak punya gigi lengkap lagi. Menjadi kegiatan yang lucu karena pada akhirnya kita bisa bersiul sambil menyikat gigi. Siulan lagu-lagu kegemaran yang mengingatkan akan masa lalu yang penuh cerita bagi kita berdua.

Suatu hari, ketika rumah yang dulu isinya tangisan, ompolan, dan mainan anak-anak kita. Menjadi sepi dan senyap karena mereka sudah beranjak dewasa. Mereka pergi mengejar cita dan cinta. Kuliah. Bekerja. Menikah. Dan tinggallah kita dalam rasa sepi kembali berdua. Mengunjungi mereka dan kunjungan dari mereka adalah hadiah terbesar bagi kita. Kita mulai saling memperhatikan (lagi). Setelah sekian lama perhatian itu terpecah kepada buah kasih kita.

Suatu ketika, ketika rambut kita sama-sama memutih. Ketika eros (cinta yang dilandasi hawa nafsu) sudah jadi philia (cinta penuh persahabatan). Ketika kita tak lagi sanggup marah-marah karena suara sudah tak senyaring dulu. Meski masih saja kita berdebat mengenai soal-soal tak penting. Saling kesal, namun pernah juga berakhir dengan tertawa bersama.

Biarlah kita tetap ingat cinta yang membawa kita sampai hari ini. Merenda kasih yang sarat konsekuensi penerimaan tanpa syarat sampai akhir nanti. Biarlah kita ingat, cinta ini bukan datang dengan sendirinya. Melainkan dia memang dibina, dipertahankan, didoakan, dan dijalankan.

Suatu ketika, saat kita sama-sama tua. Dengan kondisi tubuh yang tak lagi prima: mungkin pikun-mungkin tangan gemetar- mungkin sakit-sakitan.

Biarlah kita tetap miliki cinta yang tak lekang dimakan usia.

HCMC, 3 Maret 2010

-fon-

* doa dan harap untuk masa tua nanti…:)

Sumber gambar:

http://thumbs.dreamstime.com/thumb_295/12175350152EYkwz.jpg

Posted in Fonny Jodikin

Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga

No Comments »

March 1st, 2010 Posted 11:52 pm

(Fonny Jodikin)

Setelah bertahun-tahun terbiasa menuliskan kata dealer saham di kolom pekerjaan di formulir yang saya dapatkan, tahun-tahun belakangan ini kolom itu harus saya isi dengan : Ibu Rumah Tangga. Memang benar bahwa inilah panggilan yang juga merupakan pekerjaan yang saya lakoni setidaknya tiga tahun terakhir. Ada rasa sedikit ‘tertoreh’ ketika saya menuliskan kata tersebut. Bukan karena saya tidak respek pada pekerjaan sekaligus panggilan ini, namun rasa tertoreh itu karena Si Ego dalam diri saya menyeruak. Minta dikasihani. (more...)

Posted in Fonny Jodikin

Ketika Gempa…

3 Comments »

February 27th, 2010 Posted 10:40 pm

Ketika gempa, aku hanya bertanya apa ada Saudaraku yang kena? Ketika gempa, aku hanya bertanya, apa nanti tsunaminya akan lewat sini? Ketika gempa, yang kuingat koq hanya melulu keselamatan diriku dan keluargaku? Apa aku pernah peduli dan memikirkan ribuan orang yang keselamatannya terancam? Apa aku pernah memikirkan jutaan orang yang berpotensi terkena tsunami atau gempa susulan? (more...)

Posted in Fonny Jodikin

Lapar

No Comments »

February 27th, 2010 Posted 1:24 am

(Fonny Jodikin)

Dikaisnya tempat sampah itu. Ternyata hari ini dia cukup beruntung. Di tempat sampah yang baunya menyengat itu, dia temukan sebungkus nasi. Tepatnya sisa nasi Padang yang sudah tinggal tak sampai separuh, kuah gulai yang berwarna kuning, plus sedikit cabai hijau. Tak lama, ketika dia mengais dan mengorek lebih dalam, ditemukannya beberapa lembar roti tawar. Hari ini mungkin nasib baik berpihak padanya. Karena tiga lembar roti tawar itu masih cukup baik, hanya sedikit yang berjamur. Tak seperti hari-hari sebelumnya. Rotinya bisa dia simpan buat sarapan. Sementara nasi Padang jadi menu makan malam ini. Dia menelan air liurnya. Terbayang sudah kelezatan nasi Padang itu di pikirannya. Sampai seseorang yang tak dia sangka-sangka datang dan merebut makanan lezatnya itu! (more...)

Tags:
Posted in Fonny Jodikin

←Older