Tulisan Oleh Giacinta Hanna
KELANA 2012-04-11 20:20:00
No Comments »
April 11th, 2012 Posted 8:20 pm
Posted in Giacinta Hanna
Perlukah target dalam hidup?
No Comments »
March 18th, 2012 Posted 6:38 pm
Ketika aku asik menyetir, tiba-tiba anakku yang seringkali menjadi teman seperjalanan berujar,“Ma, kalau hidup itu harus punya target ya?”
Kendaraanku agak ‘oleng’sejenak mendengar pertanyaannya, namun segera bisa kukendalikan. Aku baru sadar bahwa anakku sudah mulai besar. Semakin banyak yang dia lihat dalam kehidupan. Pandangannya semakin bertumbuh dan semakin banyak pertanyaan dibenaknya yang membutuhkan jawaban. Seringkali pertanyaan-pertanyaannya diluar jangkauan pengetahuan kami, orang tuanya. Namun kami harus mampu memberikan jawaban yang pasti agar dia bisa mengerti, agar pertanyaannya terjawab.
"Iya dong. Jika kita punya target maka kita lebih semangat menjalani hidup. Misalnya target pengusaha adalah bulan ini penjualan harus mencapai angka 1000. Maka dalam satu bulan dia akan disibukkan dengan mencari cara dan upaya agar target tercapai diakhir bulan. Dia akan disibukkan untuk membuat jadwal penjualan dalam satu minggu. Kemudian minggu ke dua diamati kira-kira target akhir bulan tercapai atau tidak. Jika penjualan masih jauh dari angka 1000, di minggu ke dua dia akan disibukkan dengan merubah cara menjual yang lebih menarik agar lebih banyak orang yang membeli produknya. Begitu seterusnya. Kalau target tidak tercapai dalam bulan ini, maka jangan putus asa. lanjutkan di bulan berikutnya. Cari cara agar penjualan semakin banyak seperti merubah produk, kemasan, dan lain-lain sampai target tercapai. Seru kan hidup ini?" ujarku.
"Terus, ma,....gimana kalau orang hidup tidak punya target?"
Nah loh! Tadi tanya hidup harus punya target. Sekarang ingin tahu kemungkinan orang yang hidupnya tidak memiliki target. Aku kembali berpikir keras. Kali ini kendaraanku tidak oleng namun agak sedikit ketengah jalan padahal sudah waktunya belok kiri. Ini resiko ngobrol sambil menyetir. Tapi tidak apa-apa. Justru perjalanan rutin menuju tempat kerja semakin berwarna dan bermakna dengan adanya pertanyaan-pertanyaan kritis ini.
"Kalau hidup tidak punya target menurut mama sangat membosankan. Bayangkanlah jika kegiatan kita setiap hari hanya di rumah. Makan tidur, MCK, 'bengong', diam, makan lagi, tidur lagi, MCK lagi...begitu terus. Nonton TV tidak suka, baca koran apalagi. Memelihara binatang tidak suka, hobi rasanya tidak punya. Apa tidak 'bikin bete'? Padahal hidup ini bisa dibuat asik. Meskipun banyak orang bilang hidup ini singkat, tetapi tetap harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat supaya proses menjalani hidup menjadi bersemangat. Dan akhirnya akan berguna juga untuk hidup kamu."
"Hm,...ya ya....ngerti. Aku nangkep deh maksud mama."
"Jadi sebenarnya yang seru itu adalah ketika kita menjalani proses menuju tujuan hidup. Misalnya tujuan hidup kita adalah ingin menjadi seniman IT. Maka dalam prosesnya, kamu harus membuat target bertahap misalnya tahun pertama mempelajari teori melukis, tahun kedua mempelajari teori IT, tahun ketiga mempelajari bahan-bahan kontemporer, dan lain sebagainya. Dalam proses mencapai target kamu akan banyak menemukan hal-hal yang mudah sekaligus sulit dipecahkan. Disinilah asiknya menjalani hidup. Ehh,....mendapatkan cewek cantikpun merupakan target yang membuat kamu semakin bersemangat menjalani hidup loh!"
Aku tak tahu apakah penjelasan ini cukup memuaskan dia atau tidak. Yang penting aku sudah berusaha menjelaskan sesuai dengan daya tangkapnya dan dalam proses menjelaskan ini aku merasa semakin dekat dengan anakku. Seru bukan memiliki anak-anak ABG?
Jika kita melihat segala sesuatu dari sisi positif
Jika kita bisa merubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin
Jika kita mampu membuat hidup ini seru
Jika kita mampu merubah dunia
Maka segala hal akan terasa menyenangkan dan indah
Maka hidup akan berguna bagi diri dan orang lain
Bagi negara dan bangsa, bagi kemuliaan namaNya.
Posted in Giacinta Hanna
KELANA 2012-02-08 14:48:00
No Comments »
February 8th, 2012 Posted 2:48 pm
Cerita Nenek Gayung dari berbagai sumber
Oleh: Giacinta Hanna
Karyawan-karyawan saya kemarin sore terlihat ketakutan dan sedikit pucat. Ada dua hal yang menyebabkan wajah mereka begitu berbeda dari biasanya. Pertama karena ada 'sidak' oleh saya dan suami, tertangkap basah ketika mereka mengobrol sangat seru dengan teman-temannya di depan counter Tasty dan lupa bahwa saat itu mereka sedang bekerja bukan sedang libur. Kedua karena mendengar cerita menakutkan tentang Nenek Gayung.
Sayapun baru tahu cerita yang katanya sedang santer ini dari mereka. Saya merasa aneh mengapa cerita yang tidak masuk logika ini sampai mempengaruhi pikiran. Dan dalam proses menduga-duga, timbul beberapa kemungkinan yang membuat mereka begitu katakutan. Kemungkinan pertama adalah masyarakat kita masih percaya dengan hal-hal yang berbau mistik. Kedua adalah adanya acara-acara di televisi lokal yang banyak menayangkan cerita-cerita horor seperti berkomunikasi dengan penunggu danau, memperlihatkan bagaimana ketika orang kesurupan, menanggapi ahli-ahli hantu secara berlebihan seperti menanyakan bagaimana wujud hantu itu dan lain sebagainya. Ketiga adalah ingin mengalihkan perhatian masyarakat agar tidak mengurusi hal-hal yang berbau politik. Jika perhatian mereka beralih kepada Nenek Gayung, maka permasalahan kursi milyaran, permasalahan uang gaib yang masuk rekening, permasalahan ketidak-tegasan pemimpin mudah mereka lupakan. Namun ini hanya sekedar dugaan saya.
Yang jelas, janganlah mudah terpengaruh cerita yang tidak masuk akal ini dan lebih baik jika memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang lebih berguna seperti bagaimana meningkatkan keahlian, meningkatkan semangat kerja dan sebagainya daripada hanya 'ngerumpi' cerita bohong ini. Dan yang terpenting adalah memperkuat iman sesuai dengan agama masing-masing agar tidak mudah goyah.
Nenek Gayung - Cerita Kisah Mistis di Jakarta
Nenek gayung - cerita kisah mistis di Jakarta, fenomena nenek gayung tikar di daerah BKT atau lebih kerennya banjir kanal timur Jakarta sekarang ini lagi heboh diperbincangkan oleh masyarakat terutama di wilayah ibu kota Jakarta. Anda mungkin penasaran siapa itu nenek gayung? dan bagaimana mitos cerita kisah nenek gayung ini sampai beredar luas?. Mudah-mudahan penjelasan berikut ini dapat membuat Anda berpikir lebih jernih dan alasan kebenaran tentang fenomena nenek gayung di bkt Jakarta Timur ini.
Cerita kisah mistis nenek gayung mulai beredar sekitar akhir desember 2011 sampai januari 2012 ini. Nama nenek gayung menjadi perbincangan yang ramai di Indonesia, terutama di wilayah Jakarta. Dan belakangan ini mulai santer dan heboh di beritakan di berbagai situs termasuk di Indo Terbaru ini.
Sosok nenek gayung digambarkan sebagai seorang nenek tua renta berpakaian serba hitam dan yang kemana-mana selalu membawa gayung dan segulung tikar lusuh. Ia bisa muncul sewaktu-waktu dan tanpa diduga. Yang membuat sosok nenek gayung ini dapat membuat bulu kuduk anda merinding dan selalu membuat penasaran, yuk kita simak... beginilah ceritanya...
Cerita I
Cerita kisah mistis nenek gayung versi Kasus yang diceritakan oleh Sania: Ketika itu ada 2 orang laki-laki naik motor, dia ngeliat nenek gayung. Nenek itu berpakaian hitam dari atas sampai bawah dan dia bawa gayung sama tikar. Lalu si 2 orang itu nyamperin nenek dan nanya "Nenek mau kemana?". Nenek pun menjawab "Nenek mau mati, nenek minta dimandiin nak" kata nenek itu. Setelah lama bercakap cakap, 2 orang itu pun mengantar si nenek naik motor. Setelah beberapa lama tiba2 motor itu jatuh dan warga pun mengerubungi motor itu, yang ada hanya si orang dan neneknya sudah menghilang. Cuma yang bawa motor aja yang meninggal, yang satunya tidak meningggal.
Cerita II
Di Jakarta sekarang lagi dibangun Busway, si nenek itu ceritanya mau cari tumbal buat pembangunan busway. Nenek itu muter-muter di sekitar Jakarta Timur. Kalo kita ngobrol dengan si nenek itu, pada malam hari nya kamu bakal dimandiin sama si nenek dan besoknya meninggal.
Cerita III
Pertama denger tentang nenek gayung tuh dari keponakan saya, dia bilang ada setan nenek nenek bawa gayung, payung, tiker. huaaaha ngakak saya dengernya. kebanyakan nonton trailer film horror Indonesia yang ga jelas nih bocah, pikir saya.ehm ehm.. berapa hari kemudian, kaka saya (ibunya keponakan saya yang tadi ngomong ada nenek gayung) masuk rumah, langsung kayak orang dikejar kang kredit, engap engapan “ci, coba buka internet, cari berita nenek gayung! katanya dia udah nyampe rawa bebek” buahahahahahahahahahhhh “ngaco ! mana ada sih ka, nenek gayung. trus ngapain juga dia di rawa bebek?” “dia itu katanya penunggu walikota yang kaga demen ama pembangunan busway, trus dia keliling jaktim, nyari tumbal. makanya coba napa lu cari di internet !” ahh bawel amet, saya buktiin kan akhirnya, jeng jeng jeng…….. walah ada ternyata ! banyak malah beritanya ! buseeeehh, tambah resah aja dah kakak saya.besoknya bocah bocah cere plus emak emak mereka pada dateng ke rumah saya, pada minta ngeliat berita nenek gayung. alamaaaaakkkk.. ternyata masayarakat gang abadi (tempat saya tinggal) sudah di resahkan oleh si nenek gayung ini yang konon kata mbah google, kalo mas dan mba ketemu plus negor tuh nenek, maka 2 / 3 hari kemudian anda akan ditemukan tewas mengenaskan. kata mbah google juga, udah ada korbannya loh.walaaaaaah, setelah gangguan si kolor ijo, siap siap lah anda dengan gangguan si nenek gayuuung… yiiiiiiihhhhaaaaaaaaaaa…..
Kisah nenek gayung dari berbagai sumber
wah kalo yang versi 2 orang naik mtr itu ky'a HOAX deh gan, soalnya malam kejadian gue anter nenek gue ke rs. islam, nah pas gue lagi nunggu ada pasien kecelakaan gan, yang satu tewas gan, tmnnya sih engga, menurut tmnnya mereka ngantuk di jalan pas balik kerja, alhasil mereka berdua nabrak portal pembatas busway.
Gan rumah ane juga di kampung sumur rt 12 rw 17...emang gan cerita ni lagi santer di rumah ane, deket rumah ane ada tuh yang nyapa nenek tuh pas lagi month pulang kalo gak salah jam 10an malam...besok nya tuh orang meninggal abis nyapa tuh nenek...sereeem takuut gan..
Nenek gayung memang ada gan dia emang makhluk astral dan sosoknya rada pendek, pakai baju setelan hitam-hitam, rambut sebagian hitam sebagian putih, muka rada putihan dan agak sipit, tidak pakai kacamata dan bawa gayung warna putih.
NB: Jadi nanti kalo sesuatu saat kamu di tanya sama nenek-nenek itu dan bertatapan langsung jangan pernah buka mulut alias diam aja yah, kalo lagi di tanya dan anggap aja nenek-nenek itu gak ada gan...
Percaya atau tidak percaya... believe it or not this is just a myth. Cerita kisah mistis nenek gayung tikar di bkt jakarta timur ini, kami ambil dari berbagai sumber termasuk dari kaskus. Anda harus berpikir dengan jernih, ini hanya sekedar mitos yang jauh dari kebenarannya. Isu ini disebarkan oleh orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.
Ini hanya ada di Indonesia... unsur mistik masih kuat melekat di benak pikiran masyarakat Indonesia. Sebuah fenomena yang berujung pada kemusyrikkan akan terus tumbuh subur di Indonesia apabila kita tidak dilandasi dengan keimanan yang kuat. Ini hanya sebuah cerita, mitos, kisah nenek gayung di bkt kota jakarta timur, semoga anda merasa terhibur dengan mitos cerita tersebut ^;^
Posted in Giacinta Hanna
Sahabat Sejati
No Comments »
January 31st, 2012 Posted 11:45 pm
Oleh: Giacinta Hanna
Terilhat wajahnya begitu cerah bercampur rasa bangga mengalami begitu banyak orang yang menyapa, begitu banyak orang yang memberikan perhatian. Dia memang sedang populer dikalangan para pedagang karena sukses menjual barang dalam waktu singkat. Waktu yang tidak pernah dicapai oleh rekan-rekannya yang lain.
Dia menjamu banyak kawan di hotel-hotel berbintang untuk menunjukkan kesuksesannya.
"Bapak memang hebat", puji seorang kawan sambil menepuk bahunya dengan kagum.
Dia tertawa sumringah, hampir lupa daratan.
"Pak, jangan sungkan-sungkan menghubungi saya ya jika Bapak membutuhkan sesuatu", ujar kawan yang lainnya sambil memberikan kartu nama. Dia kembali tertawa namun kali ini lebih lebar karena senang ada 'klien' dari perusahaan besar yang mulai melirik bisnisnya.
Namun ada pepatah menyebutkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Kehidupan ini selalu berubah silih berganti. Ada siang ada malam, ada senang ada susah, ada kaya ada miskin. Begitu pula dengan kehidupan dia. Tak terasa kesuksesan menjual yang diraihnya amblas pula dengan cepat akibat kebanggaan diluar batas. Dia bergitu percaya diri menjual barang kepada seorang sahabatnya dalam jumlah besar. Dia memperkirakan akan mendapatkan untung yang lebih besar. Tanpa diduga, sahabatnya tidak membayar barang-barang yang sudah dipesannya. Sahabatnya menghilang tanpa diketahui rimbanya. Dia hanya termenung. Bingung mencari uang pengganti barang-barang yang hilang.
Dalam kebingungan, tanpa dia duga seorang teman lama menghubunginya. Adi namanya. Dia terkejut. Adi sering dia ejek-ejek karena lambat berbisnis. Akhirnya hubungan mereka menjadi renggang ketika dia kaya raya dan sukses. Dia jarang sekali mengundang Adi ke pesta-pesta yang dibuatnya. Padahal Adi pulalah yang telah menolongnya dulu ketika dia kesulitan mencari pekerjaan.
Rupanya teman yang terlupakan selalu memperhatikan sahabatnya meskipun telah dicampakkan. Adi selalu mengamati kehidupan sahabatnya dari jauh. Tak terasa namun ada. Akhirnya dia menawarkan diri untuk menolong sahabatnya agar bisa keluar dari kesulitan. Adi merelakan tabungannya dipinjam untuk membayar barang-barang yang hilang.
Dari cerita diatas kita bisa melihat bahwa ketika kita senang, kaya raya, populer, banyak orang yang kenal bahkan seperti sahabat yang bersedia menemani. Namun janganlah lupa bahwa akan sangat sulit mendapatkan sapaan dan perhatian ketika kita susah dan jatuh miskin.
Perhatian tulus dari seseorang ketika kita susah memberi tanda bahwa dialah sahabat sejati. Sahabat yang selalu ada baik kita senang maupun kita susah. Dan janganlah kita melupakan sahabat yang sudah sangat setia bersama kita sampai kapanpun dan dalam keadaan apapun.
Ada Gula Ada semut
Tony Q Rastafara
Kala kalung emas berlian
Melingkar di leher
Semua kemewahan
Uang tak ada serinya..
Sering kali teman, saudara,
Pasang muka manis, senyum lebar
Mengharap manismu
Kemana kau pergi
Selalu diikuti
Segala kebutuhan
Mereka siap melayani
Bahkan menjilat pantat
Akan dilakukannya
Dengan senang hati
Menunggu imbalan…
Suatu saat kemilau jatuh
Sinar redup semakin gelap
Habis manis sepah dibuang
Emas berlian tinggal kenangan
Satu – satu persatu
Semut semut menghilang
Mencari cari gula gula
Gula lainnya….
Posted in Giacinta Hanna
KELANA 2011-11-27 22:37:00
No Comments »
November 27th, 2011 Posted 10:37 pm
Menjelang Dewasa
Oleh : Giacinta Hanna
Kala kau bayi ku tak lelah begadang
Kuberi susu sambil kutimang-timang
Meski ku ingin sekali melepas lelah
Rasa sayang membuat energi bertambah
Tapi sayang seribu sayang
Rasa acap kali meradang
Menyaksikan bayiku mulai berubah
Perlawanannya membuatku goyah
Apa mau dikata hati benar-benar gamang
Saat ku sadar masa dewasa sedang menjelang
Sifat polosnya mulai melemah
Kurindu ketika pertama dia panggil ‘mamah’
Oleh : Giacinta Hanna
Kala kau bayi ku tak lelah begadang
Kuberi susu sambil kutimang-timang
Meski ku ingin sekali melepas lelah
Rasa sayang membuat energi bertambah
Tapi sayang seribu sayang
Rasa acap kali meradang
Menyaksikan bayiku mulai berubah
Perlawanannya membuatku goyah
Apa mau dikata hati benar-benar gamang
Saat ku sadar masa dewasa sedang menjelang
Sifat polosnya mulai melemah
Kurindu ketika pertama dia panggil ‘mamah’
Posted in Giacinta Hanna













