Archive for the Grace Ekanegara Category
Intermezo Siang Hari
February 18th, 2010 Posted 11:59 am
(Grace Ekanegara)
Intermezo siang hari . . . .
Aku melangkahkan kaki ke dalam sebuah café tempat aku dan teman-temanku biasa berkumpul. Harum aroma kopi menyambutku.
“Sendirian?” Tanya pemilik café yang merangkap menjadi juru masak.
“Iya, lagi iseng di rumah”. Jawabku.
Segera aku menuju tempat duduk favoritku. Sofa dipojok berbataskan jendela kaca sehingga dapat melihat keluar ruangan. Tidak lama pelayan yang juga sudah mengenalku, mengantarkan segelas besar es kapucino dan sepiring pisang goreng panas. Ditanganku ada buku yang belum habis kubaca. Memang tujuanku ke café ini adalah untuk membaca buku sambil tentunya menyeruput kopi serta makan pisang goreng.
Posted in Grace Ekanegara
SAHABAT SEJIWA
February 12th, 2010 Posted 3:27 pm
(Grace Ekanegara)
Disebuah kursi pesawat udara yang kutumpangi dalam suatu penerbangan panjang, aku membolak balikan tubuhku. Aku mencoba untuk tidur sejenak dan menenangkan pikiranku. Bahkan aku sudah menelan pil Antimo dengan pengharapan agar aku dapat jatuh tertidur selama perjalanan ini. Kegelisahan yang menyergapku ternyata lebih kuat . Ya, aku gelisah mereka-reka seperti apa pertemuan yang akan terjadi nanti. Tentang apa yang akan kukatakan ketika kita bertemu, perasaan-perasaan yang kira-kira akan bergejolak hingga pikiran yang bertanya adakah ia masih seperti dulu. Adakah kami masih mempunyai perasaan-perasaan seperti dulu.
Sesungguhnya adiknyalah yang pertama kali menjadi temanku. Kami menjadi baik dan akhirnya keluargaku dan keluarganya pun saling berkenalan. Aku juga sudah tidak ingat bagaimana mulanya aku menjadi lebih akrab dengan kakak perempuannya ini. Mugkin karena aku tidak mempunyai kakak sehingga bila bersamanya aku merasa disayang atau karena sifat kami sama sehingga omongan kami nyambung bahkan kata-kata seringkali tidak lagi kami perlukan untuk mengutarakan pikiran-pikiran kami. Tapi itu sudah lama sekali.
Tags: Cinta, Sahabat, Valentine
Posted in Grace Ekanegara
Kado Istimewa . . .
January 29th, 2010 Posted 10:58 pm
Posted in Grace Ekanegara
Menjadi relawan??? . . .siapa takut!!!
January 8th, 2010 Posted 9:51 pm
Posted in Grace Ekanegara
Pembelajaran diri yang lain . . .
November 7th, 2009 Posted 10:32 pm
(Grace Ekanegara)
Aku teringat percakapan ku dengan seorang teman muda, Vico, beberapa waktu yang lalu. Vico (V) : “Bu ikut baksos yuk hari minggu ini di cilincing . .mau ga?” Aku (A) : “Ngapain disana? Dan perlu bawa apa aja?” V : “Datang aja ngga perlu bawa apa-apa koq, ibu lihat aja tempatnya kan ibu belum pernah ke cilincing”. A ; “Baksos koq ngga perlu ngapa-ngapain gimana sih kamu?” V :”Sebetulnya sih kami ngadain pengobatan gratis bu, tapi sudah ada dokter dan obat-obatannya, terus ada juga pembagian sembako serta jualan baju layak pakai . . jadi ya ibu ngga perlu bawa apa2 lagi”. A :”Betul nih ngga perlu apa2?” V : “he he he . .ya kalau ada sih mau dokter yang bisa diajak keliling sebentar untuk periksa orang-orang tua yang sudah tidak bisa jalan lagi . . .tapi kalau ngga ada juga ngga apa-apa koq bu . . .datang aja deh.”
Tags: Pelayanan
Posted in Grace Ekanegara
Nonton Yuk . . . .
October 27th, 2009 Posted 10:55 pm
(Grace Ekanegara)
Nonton yuk . . . .
Aku terbiasa kemana-mana sendiri. Seringkali teman-temanku merasa heran dengan kebiasaanku ini. Menurut mereka aneh karena mereka merasa tidak nyaman melakukannya sendirian. Misalnya pergi makan di food court sendirian, jalan-jalan ke luar kota sendirian bahkan yang membuat mereka seringkali menggelengkan kepala adalah nonton film di bioskop sendirian.
Menonton film adalah salah satu dari beberapa kegemaranku. Tentunya aku memilih nonton film yang ringan-ringan misalnya film komedi, bertemakan music dan terutama haruslah happy-ending. Secara pikiran aku sih, menonton itu sebagai hiburan jadi harusnya menyenangkan.
Posted in Grace Ekanegara
Pada hari aku belajar menjadi relawan
October 22nd, 2009 Posted 10:38 am
(Grace Ekanegara)
Pada hari aku menjadi relawan
Kamis malam 1 Oktober 2009
*Yang mau jadi relawan, di harap standby. Tas kecil untuk menginap berisi keperluan secukupnya harus disiapkan dan selalu tersedia karena sewaktu-waktu dapat dipanggil dan langsung berangkat.*
Begitu berita yang aku terima melalui email malam itu. Jadilah aku mulai menyiapkan tas kecil berisi keperluan sehari-hari.
“Loh mau kemana?” tanya suamiku ketika dilihatnya aku sedang memasukan kaos kedalam tas.
Tags: Relawan
Posted in Grace Ekanegara
Arti pelayanan bagiku . . .
October 18th, 2009 Posted 11:47 pm
(Grace Ekanegara)
Pelayanan bagiku . . . . .
Banyak teman yang sering bercerita padaku, bagaimana mereka melakukan pelayanan. Maksudku bukan menjadi pelayan, tetapi secara perkataan berarti melayani orang lain yang membutuhkan. Baik berupa suatu kegiatan sosial dengan mengadakan pengobatan gratis, mengunjungi parti werda/asuhan dan membagikan berkat atau memberikan penghiburan dengan gerak dan lagu, mendoakan orang sakit bahkan melayani orang yang di penjara dan banyak lagi lainnya.
Mengambil bagian dari suatu pelayanan atau istilah lainnya bakti sosial merupakan hal yang penting bagi sebagian orang. Di dalam kehidupan nyaman dan cukup mapan, mereka berbagi kasih dengan meluangkan waktu untuk melayani orang lain. Bahkan di tambah pula dengan berkorban materi. Orang yang seperti apa yang dilayani, tentu menurut ukuran mereka adalah orang yang kurang beruntung dalam hal ini orang yang berkekurangan, baik kekurangan materi ataupun juga kekurangan kasih.
Posted in Grace Ekanegara
Gelisah
October 1st, 2009 Posted 12:24 am
(Grace Ekanegara)
Gelisah . . . . . .
Aku duduk ditepi pantai sambil membidikkan kameraku kesana kemari. Menghabiskan waktu dengan mencari-cari objek yang menarik hatiku. Bukan hanya membidik pemandangan alamnya tetapi juga turis-turis asing wanita yang berjemur telanjang dada.
Hampir sebagian besar waktuku kuhabiskan di pantai ini. Mulai dari sekedar jalan-jalan tanpa tujuan disepanjang pesisir pantai, menyapa satu dua turis wanita yang menarik hatiku hingga memanggang ikan sebagai makananku. Seringkali pula yang kulakukan hanya duduk memandangi ombak yang bergulung datang dan pergi.
Posted in Grace Ekanegara
Aku menyerah . . .
September 24th, 2009 Posted 10:52 pm
(Grace Ekanegara)
Aku menyerah . . . . .
Ini kali ketiga aku dirawat di rumah sakit dalam kurun waktu 3 bulan. Kali ini sudah beberapa hari aku terbaring di ranjang rumah sakit ini. Jarum infus menyakiti punggung tangganku, membuat aku susah bergerak dan membuat aku sadar kalau aku tidak berdaya. Suhu tubuhku naik turun tidak menentu. Otakku seakan membeku di hajar rasa sakit yang datang dan pergi. Kejadian demi kejadian yang menimpaku seperti film yang di putar berulang-ulang dalam pikiranku dan hasilnya selalu sama, tidak ada jalan keluar.
Kupejamkan mataku walau tidur adalah hal yang terakhir yang mungkin terjadi padaku. Sebelumnya aku seringkali tidak tidur berhari-hari, kadang 2-3 hari sekali baru aku tidur 12 jam lamanya. Seperti beruang berhibernasi kata beberapa temanku. Aku malas berbicara, malas bertemu dengan orang-orang siapapun mereka. Dengan berpura-pura tidur aku menghindari banyak pertanyaan dan basa basi. Tubuhku memang memberi kesan tidur tetapi pikiranku berkelana liar kesana kemari dan aku juga mendengar setiap pembicaraan disekelilingku.
Posted in Grace Ekanegara
Merah-Putih berkibarlah juga di hati kami.
August 17th, 2009 Posted 2:09 am
(Grace Ekanegara)
Merah-Putih, berkibarlah juga dihati kami
Setiap tanggal 17 Agustus, bendera Merah – Putih selalu berkibar dengan gembira, lagu Indonesia Raya berkumandang membangkitkan semangat dan kerapkali membuat aku terharu serta menitikkan air mata bila turut serta menyanyikannya – Indonesia tanah airku, tanah tumpah darahku . . . . . . . Dan ada pekikan Merdeka, ketika aku menyerukannya menimbulkan rasa gembira dan pengharapan tersendiri dalam hati.
Menurut keterangan guru sejarah sewaktu aku masih duduk di Sekolah Dasar dulu, Merah melambangkan keberanian. Berani untuk maju membela dan berjuang untuk Negara. Sekarang kataku, Merah juga berarti berani melangkah keluar dari kenyamanan diri untuk membantu orang lain dan bersama-sama mengurus kampung tempat kediaman kami.
Posted in Grace Ekanegara
Menulis bagiku . . .
August 15th, 2009 Posted 11:14 am
(Grace Ekanegara)
Menulis itu sukar. Itu kataku. Secara pengalaman yang aku punya, biasanya aku hanya menulis dalam buku harian. Itu pun kalau mood lagi bagus, atau memang mau curhat yang menurut aku tidak dapat dibagikan pada orang lain. Walaupun menuangkan isi hati dalam buku harian telah dilakukan bertahun-tahun lamanya, tetap saja merangkaikan kata-kata sehingga enak dibaca untuk orang lain itu sukar bagiku.
Menulis itu sukar kataku kembali, walaupun kadang-kadang kalau lagi mood aku menulis juga dengan gaya bahasaku yang amburadul dan hanya ditujukan untuk teman-teman dekatku. Sekedar untuk membagikan cerita, petualangan, perasaan atau segala hal yang menarik hatiku apapun bentuknya pada sahabat-sahabatku.
Meskipun demikian, menulis menurutku tetap sukar. Barangkali aku memang tidak mempunyai bakat untuk menulis atau karena menulis untukku itu tergantung mood yang kadang hilang tak tentu rimbanya sehingga sulit untuk merangkaikan kata-kata dalam tulisan setiap hari.
Posted in Grace Ekanegara
Selamat kembali, Sahabat
August 5th, 2009 Posted 10:56 pm
(Grace Ekanegara)
Agak terkejut aku membaca pesan singkat di telepon gengam ku pagi ini, “Ketemuan dong, penting!!” Memang sudah agak lama seorang sahabat lamaku terus menerus mengirimkan pesan singkat yang mengatakan ia ingin bertemu untuk berbagi cerita. Sudah berapa tahun lewat kami tidak pernah bertemu hingga hari ini aku menerima pesan singkat itu lagi.
Keragu-raguanku untuk bertemu berdua dengannya membuatku menunda-nunda waktu untuk menjawab pesan-pesan singkatnya yang dikirimkan bertubi-tubi. Penting!! Penting!! Penting!! Sepenting apakah masalahnya sehingga aku berani melanggar janjiku dalam hati untuk bertemu dengannya? Janjiku dalam hati yang kuikrarkan ketika ia mengatakan bahwa istrinya cemburu bila ia masih berhubungan denganku, cemburu bila ia masih berbagi cerita tentang banyak hal dan juga berbagi tawa yang hanya kami berdua yang mengerti maknanya.
Posted in Grace Ekanegara
ABU-ABU GAMBAR BISU-KU
July 18th, 2009 Posted 10:00 pm
Seseorang meminta gambar-gambar bisu yang aku buat. Menurutnya gambar2 itu menyiratkan berjuta kenangan, tempat2 yang pernah dikunjungi, orang2 yang pernah dijumpai dan juga pengalaman2 yang dialami saat itu.
Ku pandangi beribu gambar-gambar bisu yang ku punya. Ketika ku sentuh, seperti film ia memutar kembali ingatan-ingatan masa lalu dan saat ini yang baru ku alami. Kebanyakan rekaman yang diulang adalah masa-masa bahagia, terlihat dari banyaknya warna-warna cerah yang timbul. Ada juga terekam tawa sedih dibalik ceria yang terlihat, tapi siapa yang dapat mengartikannya?
Posted in Grace Ekanegara
Aku belajar arti “PELAYANAN”
July 11th, 2009 Posted 12:59 am
(Grace Ekanegara)
“Pelayanan”. Satu kata yang mempunyai banyak makna. Satu kata yang membuat aku selalu bertanya dan tidak ku mengerti maknanya. Kata yang sering kali aku dengar diucapkan oleh teman-temanku dengan kegembiraan yang meluap-luap. Cerita-cerita mereka hanya membuatku terperangah dan semakin terjerumus dalam ketidak mengertianku.
Suatu kali kata yang sama terlontar dari teman yang baru aku temui, menohok tepat dijantungku, ketika mereka bercerita banyaknya “pelayanan” yang telah mereka lakukan, banyaknya pelajaran yang mereka dapat bahkan banyaknya Tuhan berbicara pada mereka melalui peristiwa-peristiwa yang dialami. Aku merasa tidak berarti bila dibandingkan dengan mereka yang telah melakukan “pelayanan” kemana-mana, punya disiplin doa luar biasa dan mengalami perjumpaan dengan Tuhan secara pribadi. Sedangkan aku bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Tidak ku lakukan pelayanan seperti apa yang mereka ceritakan.
Posted in Grace Ekanegara













