Tulisan Oleh Ika Devita S
Kau Canduku
May 13th, 2010 Posted 10:07 am
(Ika Devita S)
Aku suka melihatmu. Kau selalu tampak rupawan. Hari ini pun begitu. Harummu sangat khas. Tidak ada yang menggantikanmu. Wewangianmu bagaikan parfum langka. Orang lain tidak bisa menikmati rasamu. Hanya aku.
Banyak orang memaksa aku untuk putus denganmu. Mereka bilang kamu tidak baik. Menurutku tidak begitu. Kaulah yang selama ini selalu menemaniku. Saat aku susah, kau selalu ada untuk menenangkanku. Saat aku senang, kau selalu menambah senyum di bibirku. Saat kau mulai menemaniku, aku mulai bergairah untuk menyentuhmu. Saat kita bersentuhan, aku merasakan getaran yang menggelora.
Tags: Cerpen
Posted in Ika Devita S
Balada Kesepian
May 10th, 2010 Posted 8:06 am
(Ika Devita S)
Kehidupanku sederhana saja. Aku masih lajang. Bukan berarti aku tidak mau beristri. Rumah yang ditinggalkan almarhum orang tuaku juga tidak terlalu buruk. Aku hanya belum menemukan gadis yang sanggup membuka kunci hatiku. Gadis yang banyak kutemui adalah mereka yang haus perhatian. Almarhum ibuku pernah berkata, “Nak, jangan cari istri yang cantik. Cari saja yang taat beribadah. Walaupun pendiam tapi dia setia”
Akupun menuruti kata-kata ibuku. Suatu hari aku dapatkan seorang gadis yang santun. Dia taat beribadah. Tidak pernah dilupakannya saat-saat berdoa. Semua kewajiban pun dia lakukan. Dia tidak pernah membantah. Anaknya penurut. Suatu hari saat aku ingin menjadikan dia istriku, dia menolak. Ayahnya tidak setuju. Aku merasa gagal. Aku kecewa. Mengapa tidak dari awal saja aku dekati ayahnya!
(more…)
Tags: Sharing
Posted in Ika Devita S
Ini Gila!
May 4th, 2010 Posted 9:00 pm
(Ika Devita S)
Rasa itu masih ada. Mungkinkah aku mampu melupakan dia? Dia sangat lembut. Perawakannya yang gagah dan sopan membuat hatiku berdetak kencang. Hari itu hari Rabu, hari pertama pertemuan kami. Pakaiannya berwarna abu-abu. Dulu aku tidak menyukai warna itu. Bagiku, hidup ini hanya hitam dan putih. Tidak ada sesuatu seperti abu-abu. Itu palsu. Itu plin-plan. Itu tidak yakin.
Dia! Dia penyebab semua itu. Kilauan satin yang melekat pada dadanya yang bidang membuat aku merubah jalan pikiranku. Aku menjadi gila.
Dia! Dia akar permasalahannya. Sentuhan tangannya yang kuat dan sedikit kasar. Suaranya yang lembut namun tetap jantan. Saat dia mengatakan namanya, hatiku bergetar. Getaran apa ini?
(more…)
Tags: Cerpen
Posted in Ika Devita S
Diam
November 12th, 2009 Posted 8:26 pm
(Ika Devita S.)
Diam
bukan berarti aku marah
bukan berarti aku bisu
bukan berarti aku tidak perduli
Diam
bukan berarti aku bodoh
bukan berarti aku bosan
bukan berarti aku tidak mendengar
Diam
bukan berarti semua salah
bukan berarti semua gila
bukan berarti semua tidak masuk akal
Diam
bukan berarti aku mengijinkan
bukan berarti aku melarang
bukan berarti aku menggantung
Diam
bukan berarti aku merajuk
bukan berarti aku mencari masalah
bukan berarti aku membenci
Diam
karena sesuatu tidak dapat diucap
karena sesuatu sulit keluar
karena sesuatu terhalang ego
Diam
karena perasaan tidak dapat berbohong
karena perasaan menemukan jawaban
karena perasaan menyadari suatu hal
Diam
karena tidak cukup kata mengungkap
karena tidak cukup tindakan bekerja
karena tidak cukup lagu dimainkan
Diam
karena ego lebih berkuasa
karena malu menutup langkahku
karena hati tidak ingin mengaku
Diam
karena aku cinta padamu..
regards,
Tags: Puisi
Posted in Ika Devita S
Cintaku Terlarang
July 15th, 2009 Posted 8:44 pm
Fiksi oleh: Ika Devita S
“Aku suka kamu”
“Kenapa?”
“Kalau ga ada kamu, ga seru”
Hatiku berdebar-debar mendengar kalimat yang dia ucapkan itu. Sok-sok jual mahal, aku menimpalinya dengan rajukan, “Kamu kan sudah punya Lina”
“Iya, tapi aku sudah bosan sama dia. Sekarang, di hatiku ada kamu” Sambil memegang tanganku erat.
Semakin melambung hatiku mendengar kalimat terakhir itu. Aku tahu sudah beberapa lama ini aku men-jomblo. Bukan berarti aku ga laku yah, tapi aku memang tipe orang yang pemilih. Aku ga suka cowok yang lebay. Aku juga ga suka cowok yang suka cari perhatian. Aku suka cowok yang misterius. Cowok yang membuat kita penasaran untuk mengenal dia. Bagiku, cowok yang suka tebar pesona berarti dia ga laku. Jangan salahkan aku, paling tidak, itulah tipe orang-orang yang ada di sekitarku.
Posted in Ika Devita S
A Letter For My Mom
July 9th, 2009 Posted 9:38 pm
(Ika Devita)
Tangan itu mulai berkerut
Sinar mata itu sudah dihalangi sebuah kaca
Rambut putih mulai bermunculan dan…
Badan itu mulai rapuh
Namun, apakah yang kulihat ini?
Tangan yang berkerut itu masih kuat menopang
Tangan yang berkerut itu masih mampu membuat masakan-masakan yang lezat
Tangan yang berkerut itu masih mampu bercocok tanam
Tangan yang berkerut itu masih mampu menciptakan keajaiban di rumah kami
Tags: Puisi
Posted in Ika Devita S












