Archive for the Imelda Wijaya Category

Jiwaku Sekarat

No Comments »

March 16th, 2010 Posted 12:48 am

(Imelda Wijaya)

Jiwaku akan mati Di saat tak ada lagi sayang Di saat tak ada lagi alasan tuk mencinta

Aliran darahku membiru beku Nafas hidup ini kan lenyap Kelu tanpa cinta

Udara yang kuhirup semakin pekat dengan kebencian Nyawa makhluk hidup sudah tak bernilai Emosi terumbar tanpa dipikir

(more...)

Posted in Imelda Wijaya

Capekkk Deeehhh !!!

1 Comment »

March 14th, 2010 Posted 2:38 pm

(Imelda Wijaya)

Hatiku sedang letih Untuk berlakon menjadi si kuat Si tegar yang selalu dapat menguasai keadaan genting Si tenang yang dapat menyejukkan hati yang luka

Hatiku berontak Aku mau menjadi si lemah Si cengeng yang bisa juga mewek Si rapuh yang butuh pelukan penguat hati

(more...)

Posted in Imelda Wijaya

My Reflection

No Comments »

March 13th, 2010 Posted 8:09 pm

(Imelda Wijaya) Tiba-tiba rasa bosan itu datang menghampiri Terhadap segala bentuk keteraturan Aku ingin menjadi gila sesaat Di antara semua kewarasan di sekelilingku Tiap orang sesekali butuh ruang sendiri Lepas dari rumah yang dia tinggali Lepas dari segala yang dia kenal Keluar dari rutinitas yang dia kerjakan (more...)

Tags: ,
Posted in Imelda Wijaya

Usai Hujan Semalam

No Comments »

March 13th, 2010 Posted 10:03 am

(Imelda Wijaya)

Sisa rinai hujan di balik jendela Beriring tetesan air menerpa atap Merebak bau tanah dan rumput yang basah Angin semilir sejukkan hati

Malam ini Sang Chandra menghilang Bintang pun enggan tampakkan diri Mendung masih menutup cahya indahnya Buat malamku semakin kelam

(more...)

Posted in Imelda Wijaya

Rindu Meraja di Singgasana Hati

No Comments »

March 7th, 2010 Posted 4:02 am













Memetik dawai memuja sang dewi malam
Memeluk purnama di antara bayang awan
Selimut kelamnya berhias kejora
Terkatup mata mengingatmu kesekian kali

Senyum terkulum beribu arti
Ciuman lembut dan belaian sayangmu
Berdebar serasa di awang-awang
Tersipu pipi merona merah jambu
Duhai sayangku pujaan dinda
Apalah arti lewati hari tanpamu
Biar pun waktu dan jarak memisahkan
Cintamu kan slalu membalut hati

Kutitip rinduku pada sang dewi
Jagalah sepotong hati yang masih tertinggal di sana
Berharap bertemu kembali suatu saat nanti
Bersama nikmati gita cinta juwita malam

Batam, 7 Maret 2010, 03.16
... Moonlight by Yiruma ...

Sumber gambar : http://darkvenuspersephonae.deviantart.com/art/The-violin-player-II-68444254

Posted in Imelda Wijaya

Andai Dia Tahu

2 Comments »

March 1st, 2010 Posted 5:11 pm

(Imelda Wijaya)

Dua anak manusia itu duduk berdampingan. Memandang kejauhan tak saling bicara. Suara debur ombak yang memecah pantai, tidak lagi terdengar indah di telinga. Angin laut lembut membelai wajah, pasir putih di sela jemari … tak ada yang sanggup menarik perhatian mereka. Senja itu terasa panjang nyaris abadi. Sesekali Bayu menengok Agni. Banyak kata yang ingin terucap tapi hanya tersekat di tenggorokan.

Kata-kata Agni masih terngiang di telinganya,”Aku harus pergi jauh dari sini. Mungkin kita takkan bertemu lagi.” Kata itu singkat, tapi bermakna sangat dalam. Bukan itu yang ingin didengar dari mulut makhluk indah yang disayanginya itu.

(more...)

Tags:
Posted in Imelda Wijaya

Lapeeerrrr hikss

No Comments »

February 28th, 2010 Posted 8:49 am

(Imelda Wijaya) Gelisah menanti fajar Berulang menatap jam di dinding Kenapa jarumnya lambat sekali bergeser Sesuatu terasa menggeliat di perutku Tendang sana tendang sini Membuat bara di ulu hati (more...)

Tags:
Posted in Imelda Wijaya

Caper Liburan Baliku 17-21 Februari 2010

No Comments »

February 25th, 2010 Posted 10:32 am

Hari Pertama : Berangkat pukul 23.00 dari Pasuruan, kami mulai bergerak ke Bali dengan mengendarai mobil. Berlima dalam mobil tersebut, Mister, Elia, Robby, Menik, dan aku. Adik temanku, Menik setelah menelan dua tablet Antimo, tak beranjak dari bangku belakang, tidur sepanjang malam.
Ada POM bensin cukup besar dan bersih di Paiton. Kami berhenti sebentar di sana untuk beristirahat, meluruskan punggung, sambil memenuhi panggilan alam ... pipis hihihi … Sekitar pukul 02.00 kami tiba di pelabuhan Gilimanuk. Menyeberang pakai feri dengan lancar sampai ke Pulau Bali. Sebuah puisi indah tercipta dalam perjalanan di atas feri … (more...)

Posted in Imelda Wijaya

Saat Itu

No Comments »

February 18th, 2010 Posted 11:09 pm

(Imelda Wijaya)

Rindu mencengkeram Rasa yang tak terucap

Memandang dari jauh dalam diam Tanpa suara tanpa kata

Mendengar suara nafas Terhembus halus lirih

Bayangnya tak teraih Tawanya tak terpegang

Lirik waktu bergerak cepat Kutahan tapi tak bisa

Ikuti hati kemana mau Sadari detik yang trus berlalu

Nikmati saat ini waktu ini Lalu dan nanti tak terpikir

... 18 Feb '10, 03.15... -antara Jawa dan Bali-

Sumber gambar : http://www.chromasia.com/images/for_this_moment_b.jpg

Posted in Imelda Wijaya

Uhhh … Gara-Gara Cupid !

No Comments »

February 15th, 2010 Posted 9:48 am

(Imelda Wijaya)

Saat kumelihatmu di sana Bergetar rasa di hati Dirimu sungguh mempesona

Rambut ikalmu tergerai indah Mata cantikmu yang bulat jernih Wajah rupawanmu aduhai, Dinda

(more...)

Posted in Imelda Wijaya

Laguku

No Comments »

February 14th, 2010 Posted 3:33 pm



Hidup bagai sebuah lagu
Iramanya selalu bergerak
Naik turun cepat lambat
Mengalun syahdu sepanjang waktu

Saat senang hati
Irama kan jadi cepat
Bernada riang terdengar
Buat suasana gegap gempita

Saat sedih hati
Irama kan jadi lambat
Bahkan kadang hanya bernada satu
Mengurai air mata berakhir diam seribu bahasa

Di saat jatuh cinta, iramanya beraneka
Karena cinta tak selalu berakhir bahagia
Hati bisa berbunga sekaligus bersedih
Hmmm ... Itu yang selalu kusuka dari lagu cinta

Berbagai alat musik bisa memainkannya
Dalam kesendirian maupun kebersamaan
Instrumentalia lembut mengalun
Hingga konser heboh berapi-api

Lagu kehidupan adalah kumpulan nada
Yang merupakan penggal peristiwa
Dari sebuah puisi perjalanan panjang
Sejak mata terbuka sampai menutup kembali

Apa pun nada yang dipakai
Tergantung Sang Komposer
Mau dibawa ke mana lagu itu
Jadi pop, jazz, klasik, hip hop, country, bahkan dangdut

Aku ingin laguku beragam irama
Karena hidupku selalu berwarna
Membuat bahagia hati berdendang
Menenangkan yang gundah gulana

Batam, 14 Februari 2010, 05.30

Sumber gambar : http://picatso.deviantart.com/art/Lover-s-Melody-Color-44947029

Posted in Imelda Wijaya

Sayangku Padamu

No Comments »

February 10th, 2010 Posted 5:48 pm

(Imelda Wijaya)

Aku kan slalu menyayangimu Dengan segenap hati dan jiwa Dengan takaran yang pas Agar kau tak sesak nafas

Tiap orang butuh waktu tuk sendiri Ruang tuk menyendiri Aku takkan berusaha menguasaimu Karena kau adalah kau, bukan milik siapa pun

Tiap pertemuan selalu ada akhirnya Tak kan ada yang untuk selamanya Ku tak mau terlalu mencinta Karna kuharus siap bila suatu saat berpisah

(more...)

Posted in Imelda Wijaya

Oupssttt

No Comments »

February 8th, 2010 Posted 10:17 am


Gelisah tak menentu
Tak tau harus berbuat apa
Tak bisa menolak hadirmu

Kau seperti makhluk idaman lain
Selalu dirindu dan dinanti
Tapi tak boleh ketahuan orang

Butuh, tapi jarang yang mau mengakui
Apalagi di tempat ramai
Kau kan jadi pusat perhatian

Suaramu beraneka
Kadang indah mendayu
Kadang seperti marah

Pagi kan jadi abadi
Malam tak jua habis
Detik berlalu seolah berabad

Bila kau tak hadir
Panas dingin sepanjang hari
Mondar mandir seperti setrika

Kalau dikau penasaran
Boleh buktikan sendiri
Ssttt ... Si Kentut mau lewat!

Batam, 8 Februari 2010, 03.20
... gemblung mood ...

Sumber gambar : http://nerdapproved.com/bizarre-gadgets/who-did-it-fart-clock-daytime-tooting-on-the-hour/

Posted in Imelda Wijaya

Tujuan

No Comments »

February 6th, 2010 Posted 4:36 pm


Kucari engkau
Di atas gunung, di laut lepas
Di dalam hati, di luar jiwa
Di malam gelap, di terang siang

Kucoba dengan berdiam
Menutup telinga
Menutup mata
Kau tetap tak kudapat

Cinta asmara
Harta kekayaan
Kedudukan jabatan
Bukan itu jawabnya

Semua tetap ada akhirnya
Disusul dengan yang terlahir kembali
Tidak ada yang selalu sama
Yang tetap hanya perubahan

Ada sesuatu yang tidak pas di sini
Walau sudah kucoba kerjakan
Dengan segenap kemampuan terbaikku
Hasil apa pun tetap ada akhirnya

Kurindu ketenangan sejati
Senyuman asli tulus dari hati
Haruskah kutidur abadi tuk meraihnya
Mencari ... Kuterus mencari ...

Batam, 5 Februari 2010, 23.00
... Elegy the Reflection of Me Inside My Heart by Yiruma ...

Sumber gambar : http://valentinakallias.deviantart.com/art/Inside-a-Dream-140447078

Posted in Imelda Wijaya

Terjun Pertamaku

No Comments »

February 2nd, 2010 Posted 10:36 am

The Tower
Untuk mengisi liburan yang hanya sehari, minggu lalu, kami sekeluarga mencoba beberapa wahana baru di Pulau Sentosa, Singapura. Salah satunya "Parachute Jump". Melompat atau lebih tepatnya melangkah terjun dari ketinggian kurang lebih 15 m. Dengan atribut lengkap dan tali yang harus dipakai sebagai pengaman. Sebelumnya kami harus menaiki puluhan anak tangga, untuk mencapai ketinggian tersebut. Seorang petugas sudah menunggu di atas untuk memberi pengarahan apa saja yang harus kami lakukan. Dia juga memeriksa sekali lagi tali-tali dan sambungannya di badan kita. (more...)

Posted in Imelda Wijaya

←Older