Tulisan Oleh Imelda Wijaya
Di Manakah Suaka Hati?
September 5th, 2010 Posted 7:12 pm
Menyulut diam tak berongga
Dingin meliuk terasa walau terbakar
Sibak satu demi satu lembaran nadir
Episode akhir terangkum dalam diari hati
Mata tak mau terpejam kuasa kantuk
Ribuan drama tak jelas mengusik sepi
Cipta langgam khayal ranah mimpi
Berbingkai sayap asap melantai
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Pasrah
August 23rd, 2010 Posted 9:17 pm
Hati bergolak
Penuh gejolak
Nyeri menggelegak
Bagai daging beronak
Ingatan itu belum sirna
Tak akan pernah hilang sempurna
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Indonesia Merdeka?
August 22nd, 2010 Posted 9:03 am
(Imelda Wijaya)
Maknanya kujauh dari mengerti
Sebatas pencicip sudah kurasa
Sebagai penikmat masih patut ditanya
Banyak peristiwa di Tanah Airku
Timpang somplak gumpil berserakan
Tak tertambal oleh semen atau pun lem super kuat
read more
http://imelsworld.blogspot.com/2010/08/indonesia-merdeka.html
Tags: Hari Merdeka, Puisi
Posted in Imelda Wijaya
Indonesia Merdeka?
August 22nd, 2010 Posted 9:03 am
Tags: Hari Merdeka
Posted in Imelda Wijaya
Menanti Pagi
August 18th, 2010 Posted 8:58 pm
Kupunggungi waktu yang binal
Berlagak pilon muka tak kenal
Kantuk bergelayut manja
Merangkul sayu kelopak mata
Selinap sembunyi di balik kelam
Hindari angkuh sisa sang malam
Menjelang dini hari berganti
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Melangkah Maju
August 18th, 2010 Posted 8:46 pm
Waktuku mengeluh
Merangkak beranjak
Lelah terengah
Memeluk peluh
Melongok dunia nan indah
Tanpa batasan beton sekotak
Kuhirup udara dalam buta pagi
Menggayung hangat mentari
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Wujud Lelahku
July 29th, 2010 Posted 3:58 pm
Megap kugapai
Udara terasa pekat
Nila biru hitamnya
Kuasai rongga dada
Terkantuk mataku pejam
Berat sayup tak sanggup terbuka
Kepala penuh berjuta bintang
Kicau burung tak jelas berputar melayang
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Sepotong Kue Langit
July 22nd, 2010 Posted 1:26 pm
Serpihan awan tersebar di kaki langit
Berubah bentuk merentang jarak dan waktu
Irama turbulen angin mengajak sang burung besi menari
Sekali dua pelangi sombongkan mahkota
Metamorfosa sinar sebuah bintang
Setelah menerobos prisma atmosfir
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Pahit Sebuah Kenangan
July 19th, 2010 Posted 12:02 am
Posted in Imelda Wijaya
Deep Sleep in My Comfort Nest
July 13th, 2010 Posted 10:59 pm
Arak mengarak mega di biru langit
Sebagian kelabu usai hujan cumbui bumi
Setengah di awang kuterbang jauh
Lupa tersesat dalam pelukan mimpi
Aroma tanah basah berontak menggeliat
Menyusup kuasai tiap tarikan nafas
Terpejam mata tak sanggup kubuka
Menyisir angan dalam belaian waktu
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Arupa
July 13th, 2010 Posted 9:45 pm
Irama tak bernada
Tanpa do re mi
Pula fa sol la
Waktu tak berdetik
Tanpa menit jam hari
Pula bulan tahun abad
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Mental Dewasa
July 13th, 2010 Posted 9:43 pm
Bila hidup begitu berharga
Mengapa ada yang menyia-nyia
Hilang asa tenggak racun serangga
Tak peduli nyawa janin tak berdosa
Sudah menjelang sapa dunia
Bila hidup begitu berharga
Apa hak kita membuat jadi pendek
Tenggak minuman keras dan narkoba
Melacur demi kepuasan sesaat
Bangga berpose mengabadikannya
Jatuh martabat saat semua terbongkar
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Sosok Sahabat
July 6th, 2010 Posted 5:37 pm
Kejujuran pikir dan rasa
Takkan pernah ungkap disanggah
Terhanyut dalam senjanya hati
Lirih berlabuh di tepian dermaga fajar
Sanjung padamu ruah
Tuliskan lembar demi lembar
Lukis diari hidup dengan tinta warna-warni
Suka duka bingkainya
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Sejatinya Cinta
July 1st, 2010 Posted 4:12 pm
Menyelam dalam telaga jiwa
Terapung di langitan sukma
Bermukim antara dua zona
Tak kenal jam telikung hari
Mencari sosok senyum itu
Mata bening jendelakan hati
Simpan sejuta rahasia
Akan misteri sebuah cinta
(more...)
Posted in Imelda Wijaya
Biolaku Berpuisi
June 29th, 2010 Posted 8:20 pm
Mimik sang angin puisikan kata
Bait-bait rasa lantun terucap
Lenggang ambang bentangan jarak
Meliuk timbul tenggelam terdengar
Gesekan dawai biolaku suar
Bahasakan isi ruang hati
Luapan emosi angkat jiwa terpuruk lara
Sayatan irama arak lembaran mimpi
(more...)
Posted in Imelda Wijaya











