Tulisan Oleh Irene Wibowo

Langit,Senja,Loh dan Cinta.

No Comments »

May 14th, 2012 Posted 8:51 pm

Senja sedang sibuk melukiskan warna kuningnya di tengah langit yang hampir gelap. Sudah saatnya bagi Loh membereskan mejanya, bersiap untuk segera pulang. Sambil merapikan, sesekali Loh menghela nafas dalam-dalam.

Ia berjalan menuju halte, menunggu bus yang biasa dia gunakan untuk pulang. Sesekali ia menatap langit yang terlihat sedang mengingatkan ia pada bisikan istrinya saat ia membaringkan kepala di pangkuannya..

“Loh, cinta itu sederhana, hanya cukup kau merasakannya, meski aku tidak lagi di sampingmu.”

Tidak ada yang menyangka, waktu mudah mengentikan cinta yang bersemi. Sesampai di rumah, Loh langsung menuju kamar tempat istrinya berbaring Ia mendekapkan kepalanya di dada istrinya, sambil berbisik,
” Sayang, tadi langit memberi tahu aku. Senja sudah siap disana, ia sudah melukiskan tempat untukmu. Pulanglah.” Terdengar nafas singkat dari istrinya, udara di ruang kamarnya menjadi dingin seketika. Sekilas dilihatnya bayangan istrinya di gandeng oleh Senja, anaknya.


Posted in Irene Wibowo

Langit dan Bukit Cinta

No Comments »

May 14th, 2012 Posted 9:47 am

” Kau lihat? Langit merintikkan air mata bahkan di saat mentari menerangi dunia. Kau tahu mengapa?” tanyanya kepada Dion yang sedang menyetir sambil menatap langit.
” Biasanya, ini pertanda bahwa ada yang meninggal,” jawab Dion santai sambil menerobos kemacetan jalan.
” Langit tidak jahat, Dion,” balasnya. Ia memalingkan matanya melihat raut wajah kekasihnya yang sudah mulai lelah.
Sesekali Dion melirik ke arahnya, yang sudah hampir 5menit tidak mengalihkan pandangannya dari dirinya.
” Kamu kenapa? Ada yang salah dengan wajahku?” tanya Dion saat ia menghentikan mobil di perbatasan lampu merah.
Ia menggelengkan kepala, lalu tersenyum. Kemudian, di alihkan kembali pandangannya menatap langit.

” Langit tidak pernah berbohong. Meski ia sering memancarkan bayangan. Namun, hati sering beralibi, memanipulasi langit agar tidak menunjukkan bayang sebenarnya,” ucapnya pelan. Dion menatap lekat wajah kekasihnya, lalu menyentuh tangannya. Jantungnya berdetak cepat. Seakan rahasianya siap meledak di depan wajahnya.

Dalam diam, Dion melanjutkan laju mobilnya dengan tangan kanan tetap mengenggam tangan kekasihnya. Perjalanan mereka masih perlu menempuh beberapa jam lagi, hingga sampai di bukit cinta. Tempat dimana mereka akan menyatukan hati mereka.

*****

Wajahnya tidak berpaling dari langit, sejak ia membicarakan tentang bayangan langit. Selama itulah Dion tidak berhenti mencoba mencairkan keheningan di dalam mobil.

Mentari sudah berada tepat di atas mereka, menandakan sudah hampir tiga jam perjalanan mereka, dan sudah waktunya pula mereka perlu singgah mencari makan.

Dion menghentikan mobilnya di depan restoran Sunda. Merekapun turun, Dion menarik tangannya, sebagai kode untuk masuk ke dalam.

” Langit itu bias dari kata hati. Terkadang ia terlalu jujur pada jiwa yang diam,” ujarnya memecahkan keheningan, seusai Dion memesankan mereka sarapan.

” Sayang, sejak kita berangkat kau tidak berhenti membicarakan langit. Dan saat kau berhenti, malah kau diam. Sekarang katakan padaku, apa yang terjadi?” tanya Dion menahan diri untuk tidak menunjukkan rasa kesal pada kekasihnya.

” Setelah kita sampai Dion, kamu akan tahu,” jawabnya sambil tersenyum, seakan sedang menandakan wajah bahwa ia hanya ingin di dengar.

******

” Lalu kita ke arah mana sekarang?” tanya Dion kepadanya sesampai di lereng bukit Cinta.

” Langit bilang, kiri akan ada jalan terjal, jadi kita perlu hati-hati, terus ikuti saja jalannya, sebentar lagi kita akan sampai.”
Dion menjalankan mobilnya sesuai arahan darinya. Sesekali Dion melirik raut wajah kekasihnya, dalam hatinya, Dion tidak berhenti bertanya-tanya.

” Apakah langit sudah menjadi teman jalanmu?” tanya Dion penasaran dengan nada agak sedikit kesal.

Sekarang gantian, ia menyentuh tangan Dion, saat akhirnya mereka tiba. Mata Dion tidak berhenti memperhatikan sekelilingnya. Di lihatnya padang rumput hijau, dan ada sebuah pohon yang menarik perhatiannya, pohon itu berdiri sendiri di dekat ujung jurang. Daun-daunnya berwarna kuning kehijauan, membentuk payung bergambar hati.

Mereka keluar dari mobil. Berdiri tepat di bawah pohon itu. Ia menuntun Dion untuk tiduran di bawahnya. Tangannya mengenggam tangan Dion. Sesekali Dion melirik kekasihnya yang sejak sampai kembali diam. Dilihatnya matanya terpejam dan senyum tergores di wajahnya.

” Langit tidak pernah bohong,” ujurnya lagi tiba-tiba. Ingin sekali Dion melepaskan genggamannya, namun kekasihnya mengenggam sangat erat.

” Aku harus mengakui, bahwa sebenarnya. Dion, aku tidak tahu harus memulai darimana,” lanjutnya melepaskan tangan Dion dan duduk.

” Okay, sekarang, jadinya apa? Kita sudah berada di bukit cinta. Tempat yang kamu ingin sekali kunjungi. Kita sudah tepat di bawah langit. Sekarang….”

” Dion, kamu mencintai aku?” katanya menyela perkataan Dion. Di sentuhnya wajah kekasihnya itu, sambil mengecup lembut bibirnya.

” Langit, kami siap,” bisiknya dalam pelukkan Dion. Di tatapnya erat mata kekasihnya yang seakan memberi aba untuk menatap langit.

Seketika langit terbuka, cahaya menyoroti pohon itu dan mengaburkan pandangan Dion. Seketika itu juga ia terperangkap dalam pohon itu.

” Langit bilang, kau berdusta akan cintamu, karenanya kau harus menjalani hukuman di bukit cinta,” bisik kekasihnya pada pohon yang mengukir nama Dion.

*****


Posted in Irene Wibowo

Don’t You Remember?

No Comments »

May 8th, 2012 Posted 3:08 pm

Well, this is my favorite song from Adele. But not about the “Relationship” like this song story that i will talking now. 

Mungkin tahun 2012 adalah tahun yang sama seperti tahun sebelumnya. Bikin resolusi, bikin mimpi, berjuang sedikit-sedikit melakukan mimpi itu, dihina-hina baik sama diri sendiri maupun orang lain. Yap, keliatannya sama. Seakan kita tidak pernah melupakannya. Tapi buat apa dilupakan? terkadang kenangan masa lalu itu adalah pengingat perjalanan kita hari ini. 

Don’t you remember, why you love writing?

Don’t you remember, the reason you must working?

Don’t you remember, why you drew a skecth of your dream?

Don’t you remember, what your choose before and why?

Don’t you remember, why you must be a better person in this year?

That’s okay if you have a mistake, but sometimes you must remind your mind why that can be happen in your life.

This is life. Sometimes you must remember the reason you have a life.

This life is more about universe. What the  universe want you to do then compare with your dream.

Yap, terkadang lupa sama yang namanya tujuan hidup, hingga terkadang kita melupakan mimpi kita dari dulu. Bukan ga sengaja, terkadang kita sengaja memendamnya dengan berbagai “penyangkalan”.

dan yap, benar reality lebih keras dari mimpi, hingga membuahkan ketakutan. AKhirnya kita hanya bisa diam saja, dan tidak tahu mau ngapain. Mungkin, inilah yang terjadi sama diri saya di awal tahun ini. Dorongan kuat itu seakan berhenti hingga mimpi saya seakan terbang dan jadi bualan bagi banyak orang. But, now, i realize something more. Okay, let’s say i’m denial with all this. But this is me. I have a ego, yes i’m not perfect, but i really know what i want, i have a plan that i think people don’t need to know all my plans right?

Biarkan percikan dalam hidup saya, cukup saya yang tahu. Toh sebenarnya sekitar kita hanya butuh melihat hasil bukan proses bukan? Sedangkan saya , lebih baik saya berproses. Dan hasilnya baik atau buruk, tidak penting, yang penting saya berproses. Saya tahu dan mengerti mengapa saya mau melakukan ini. Saya bersyukur dengan semua ini. I still learn how to give something good for the others people. I learn how to live.  So, yang sekarang saya lakukan, saya berproses di pekerjaan saya. Menggali kesempatan yang ada di dalamnya, salah satunya mungkin kesukaan saya menulis fiksi. Saya coba menyisihkan uang membeli buku yang dulu hal yang paling jarang, dan sekarang saya jadikan itu rutinitas setiap bulan. At least, setiap pagi saya nunggu bus, saya bisa menghabiskan waktu menunggu bus dengan membaca buku. Dan it’s worth it. Daripada mengeluh busnya lama dan ga kunjung datang terus bikin risih orang dengan “cakcecakcek” ga jelas, mening baca buku kan? :)

Lalu bagaimana kedepannya? Saya tahu di depan saya ada rancangan indah. Dan Tuhan tahu yang terbaik. Saya akan ikutin rancangan Tuhan, selalu berdoa untuk jalan yang terbaik, selalu mempersiapkan diri untuk hal-hal yang terkadang datang tiba-tiba, untuk terus mendorong diri saya maju ke depan, naik anak tangga berikutnya, dan tetap rendah hati. Sombong itu bagian penyakit dari iri hati yang menimbulkan luka bernama benci. So, pembuktian dengan sombong boleh, tapi harus dengan kadar yang ditentukan juga. Terkadang memang kita butuh bukti untuk diakui, jangan sampe bukti itu malah menyandungkan passion kita kan? Do something for your passion but that something is must the better way for everyone. :)

Bila lupa tujuan hidup, kembalilah ke titik nol kamu memulai, apa yang kamu mau? Saya pernah jenuh saat kerja, lalu saya coba membalikkan diri saya ke titik nol pertama kali saya interview dan mendapatkan kerjaan, then, saya bisa kembali semangat dengan semangat baru, saya teringat mimpi saya, dan saya tahu saya sedang di titik perjuangan itu. Jadi, saya tidak boleh malas ataupun mengeluh. Terkadang kita hanya butuh istirahat sejenak dari tuntutan orang lain maupun diri kita sendiri. lalu, berproseslah kembali.

 

Life is good. Just relax and take it easy. There’s so much you have to know. :)


Posted in Irene Wibowo

Dear You

No Comments »

May 6th, 2012 Posted 8:06 pm

So, it’s been a long time since i wrote a letter for you.

Oh God, what can i say? I just miss you so much. I miss when we talked in the phone until morning. I miss when we walked together. I miss about you.

I always asking with myself, why if i remember about you, my heart is beat. I can feel like you are the one. But now, in the reality, you with another girl, again. Yes, i don’t know you have a same feeling with me or not. Everytime i want to close with you again, i feel like i can’t. But in the deep on my heart, i know i miss you.

So, what can i do now? To let you go, because you are the very best friends for me. I fall in love with you. I love you.

What i said this now? Why? I don’t know. Please stop this. If it’s not you. I’m not ready. Really!

God, please tell me. If it’s him, just open the way for us. I just really need to hear about him again. I need him.

hope you know this.

 

From,

 

Me


Posted in Irene Wibowo

SEDERHANA

No Comments »

May 1st, 2012 Posted 5:14 pm


Aku ingin kamu, sederhana.

Senja menyapa malam yang akan tiba, di bangku ini, kita duduk saling berhadapan. Suara alunan jazz bermain merdu, menemani mata yang saling menatap. Kau tersenyum, dalam bibir kecil yang menceritakan kisah harimu. Sesekali, kau sentuh jemariku.

Ingin, aku biarkan waktu berhenti. Saat kita berpaling, aku kian mencarimu, bidadariku.  Hingga satu kesempatan, beruntunglah aku menemukan hati yang menggetarkan jiwa. Bila ada kata manis yang aku rangkai, namamu selalu terselip di dalamnya.

Sayang, ijinkan aku menua bersamamu.

Ijinkan rindu, takkan berhenti dan berakhir.

Ijinkan cinta, merasa dalam asa.

Karena cinta itu sederhana.

 

.


Posted in Irene Wibowo

←Older