Tulisan Oleh Levina Widyarsa

Nyanyian Langkah Perjuangan

3 Comments »

August 17th, 2010 Posted 5:31 pm

(Levina Widyarsa)

Kaki ini tak lagi perih walau berdarah
Jemari ini tak lagi linu walau kaku
Tubuh ini tak lagi lumpuh walau berpeluh
Hati ini tak lagi resah walau disesah

Jiwa yang merdeka kepakkan sayapmu
Patahkan belenggu-belenggu yang semu
Kalahkan rasa sakit pada bilurmu
Temukan kembali asa dalam dirimu

read more

http://whisperonthesand.blogspot.com/2010/08/nyanyian-langkah-perjuangan.html



Nyanyian Langkah Perjuangan

No Comments »

August 17th, 2010 Posted 5:31 pm

(Levina Widyarsa) Kaki ini tak lagi perih walau berdarah Jemari ini tak lagi linu walau kaku Tubuh ini tak lagi lumpuh walau berpeluh Hati ini tak lagi resah walau disesah (more...)

Tags:
Posted in Levina Widyarsa

Barisan Kata untuk Belanda

No Comments »

July 13th, 2010 Posted 10:01 am

(Levina Widyarsa)

Di atas hamparan rumput Afrika
Berlari berpeluh menggenggam asa
Yang 36 tahun usianya
Semenjak terbit kala pertama

Dan mentari telah terbenam
Mimpi oranye itupun tenggelam
Diiringi wajah yang muram
Meratapi nasib di Benua Hitam

(Semangat, Belanda!! Maju terus demi dendam di final yang belum terbalas sejak 1974! )



Tags: ,
Posted in Levina Widyarsa

Sungguhkah Kita Peduli ?

1 Comment »

June 30th, 2010 Posted 9:41 am

(Levina Widyarsa)

Tanah air kita tercinta beberapa minggu terakhir ini cukup heboh dengan kasus beredarnya video porno “mirip” artis di berbagai wilayah. Beberapa kelompok masyarakat yang mengaku peduli dengan moral generasi muda mendesak aparat untuk segera menghukum para “pemeran” dan “pengedar” video tersebut. Gelombang kemarahan yang mengatasnamakan ‘kepedulian’ terhadap moral bangsa juga diarahkan kepada rumah pribadi sang artis, juga diwujudkan dengan upaya penutupan cafe yang diduga milik sang artis (tanpa memikirkan nasib orang-orang yang menggantungkan penghasilannya pada cafe tersebut).

(more…)



Tags: ,
Posted in Levina Widyarsa

Akankah Begitu Mudahnya..

No Comments »

June 3rd, 2010 Posted 6:42 pm

(Levina Widyarsa) Mudahnya kekhawatiran menular Hanya lewat bisikan si ular.. Mudahnya keputusasaan meluas Hanya lewat dusta si penindas.. Mudahnya manusia goyah Hanya karena permainan lidah.. (more...)

Posted in Levina Widyarsa

Mencari Kacang Rebus

3 Comments »

May 21st, 2010 Posted 7:52 am

(Levina Widyarsa)

Sore ini ternyata langit Grogol masih menyisakan sedikit mendung. Saya berjalan bersama teman menikmati sejuknya udara Jakarta yang sangat jarang dijumpai. Tiba-tiba ingatan saya melayang pada suatu sore kira-kira seminggu yang lalu, di mana saat itu langit sedikit mendung, menyisakan tanah yang sedikit basah dan udara sejuk, sama seperti sore ini.

Ketika itu, saya berjalan kaki sendirian sepulang dari gereja. Sambil memandangi langit dalam keadaan “penuh Roh Kudus” mode on (:D), saya berdoa dalam hati, “Tuhan, aku pengen kacang rebus.” Kemudian saya terus berjalan, sambil berharap mukjizat tiba-tiba datang. Dalam setiap langkah saya berucap doa yang sama, “Tuhan, pengen kacang rebus.” Mata saya pun mencari-cari ke kanan dan ke kiri. Ketika melewati tempat di mana tukang kacang rebus biasa mangkal, saya hanya mendapati sisa-sisa kulit kacang di tanah.

(more…)



Dulu, Sekarang, ..atau Selamanya ??

1 Comment »

May 17th, 2010 Posted 7:17 am

(Levina Widyarsa)

“Gue suka dia yang dulu, seorang entertainer yang ceria, fun, bukan sosok yang serius kayak sekarang.”

Buat para pendengar setia infotainment, mungkin akan langsung tahu kalimat ini diucapkan oleh siapa dalam konteks apa. Sebagai penjelasan singkat, kalimat ini diucapkan oleh suami seorang artis yang kini berprofesi sebagai anggota DPR, sehubungan dengan proses perceraian yang sedang mereka jalani.

Pikiran dan perut langsung berontak waktu mendengar kalimat ini (ehmm.. yang bagian perut sebenarnya karena sudah waktunya makan siang sih..). Apalagi kalimat yang diucapkan kemudian, “Gue si masih cinta sama dia sampai sekarang.” Hmm, cinta tapi tidak suka..wah, bingung bagaimana mensinkronkan dua hal ini?

(more…)



Kisah Ballerina dan Robot

No Comments »

May 17th, 2010 Posted 3:24 am

(Levina Widyarsa)

Ballerina kecil itu berputar perlahan sambil memandangi rumah mewah di seberang jalan. Jendela toko mainan yang besar dan terbuat dari kaca, membuatnya bisa terus memandangi rumah besar bercat putih dari etalasenya. Matanya membulat penuh rasa penasaran dan takjub. Tangannya terangkat gemulai dan lehernya menjulur anggun. Setiap hari dilihatnya tiga gadis kecil bermain di lapangan rumput rumah itu dengan gembira, tertawa dan berguling kesana kemari dengan boneka-bonekanya. Boneka itu sama cantiknya dan sama anggunnya dengan pemilik-pemiliknya. Mereka berpakaian begitu indah dengan pita dan renda warna warni, senada dengan tiga gadis itu.

(more...)

Posted in Levina Widyarsa

Kartini dari Rumah

No Comments »

April 21st, 2010 Posted 12:39 pm

(Levina Widyarsa)

Bingung...Itu kata pertama yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku ketika ingin menulis tentang Kartini. Memang mudah menuliskan Kartini berdasarkan buku sejarah, tapi kalau menulis tentang sosok Kartini dari hatiku lain ceritanya. Sebel, ini pasti gara-gara sudah hampir 10 tahun tidak pernah Kartini-an. Bingung mau tentang apa dan mau mulai dari mana. Akhirnya tepat jam 12 malam tanggal 20 April 2010, ‘inspirasi’ yang kubutuhkan dikirim oleh Tuhan.

(more...)

Posted in Levina Widyarsa

Kartini dari Rumah

No Comments »

April 21st, 2010 Posted 11:40 am

(Levina Widyarsa)

Bingung…Itu kata pertama yang paling tepat untuk menggambarkan perasaanku ketika ingin menulis tentang Kartini. Memang mudah menuliskan Kartini berdasarkan buku sejarah, tapi kalau menulis tentang sosok Kartini dari hatiku lain ceritanya. Sebel, ini pasti gara-gara sudah hampir 10 tahun tidak pernah Kartini-an. Bingung mau tentang apa dan mau mulai dari mana. Akhirnya tepat jam 12 malam tanggal 20 April 2010, ‘inspirasi’ yang kubutuhkan dikirim oleh Tuhan.

Seorang Kartini masa kini, yang bukan bangsawan, tapi tetap seorang pahlawan, telah menggerakkan hatiku untuk menuliskan ini. Lewat cerita salah seorang sahabatku, aku melihat sosok Kartini masa kini dalam sosok seorang wanita muda. Wanita yang tidak berjuang di medan perang dengan senjata, ataupun lahir di masa perjuangan kemerdekaan. Wanita yang tidak jauh berbeda dengan kita, menikah dan kini berputra seorang balita. (more…)



Tags:
Posted in Levina Widyarsa

No Greater Love

No Comments »

April 2nd, 2010 Posted 12:36 am

"Sekedar refleksi dan sharing film yang kutonton setiap minggu pertama Bulan April."

Aku adalah seorang anak yang dibesarkan di dalam keluarga yang boleh dibilang religius. Orang tuaku sangat mengutamakan pendidikan agama di dalam keluarga. Papa adalah seorang aktifis dari ketika masih muda, berlanjut menjadi Dewan Pengurus Gereja saat sudah menjadi ayahku. Mama walaupun tidak banyak berkiprah di luar, juga sangat ketat dalam mendidik sisi rohani kami.

(more...)

Posted in Levina Widyarsa

One Moment in Life

No Comments »

March 10th, 2010 Posted 6:45 pm

(Levina Widyarsa)

Awal Maret kemaren adalah pertama kali saya melihat Terminal 3 Cengkareng yang baru dan bergaya modern. Pertama kalinya juga saya mendarat di Jakarta menjelang malam, di mana lampu-lampu mulai dinyalakan. Sungguh luar biasa, latar belakang hitam yang dihiasi kelap-kelip lampu di landasan membuat saya 'gatal' untuk mengabadikannya dengan kamera saya.

Celingak-celinguk, sambil tangan merogoh tas meraih kamera pocket saya, muncul rasa ragu di dalam hati. Satu, boleh gak ya motret di Bandara. Salah-salah saya malah ditegur petugas keamanan. Dua, repot ni, susah ngeluarin kamera dari tas tangan sementara satu tangan lain menenteng tas plastik yang lumayan berat. Tiga, blitz kamera saya cukup terang gak ya? Ntar malah tidak kelihatan apa-apa, percuma juga. Empat, saya malu diliatin orang, ntar dikira udik banget si, bandara aja belum pernah liat, sampe dipotret-potret segala.

(more...)

Posted in Levina Widyarsa

Ya Bapa, Ijinkan Aku

1 Comment »

March 2nd, 2010 Posted 12:40 pm

(Levina Widyarsa)

Ya, Bapa..

Ijinkan aku meratap malam ini,

atas cinta yang tak direstui,

atas masa depan yang tak boleh dijalani

atas pasangan yang tak boleh dicintai. (more…)



Tags: , ,
Posted in Levina Widyarsa

Perjalanan Pulang

No Comments »

February 22nd, 2010 Posted 4:41 pm

(Levina Widyarsa) < ![endif]-->

“Parah...Kacau ni anak !”, gerutu Ben dalam hati. Dinginnya pagi tak mempengaruhi suasana hatinya yang sudah panas. Ditatapnya HP dalam genggaman tangannya. Kemarin malam ia mengirimkan SMS kepada adiknya untuk mengajaknya beribadah hari Minggu ini. Kosong, tidak ada tanggapan hingga pagi berikutnya menjelang. Dan tidak ada tanda-tanda SMS balasan dikirim semalam.

“Biarlah. Aku jemput saja ke kosnya.” Pikir Ben sambil bangkit menuju kamar mandi.

(more...)

Posted in Levina Widyarsa

Esok Belum Tentu Pagi

No Comments »

February 22nd, 2010 Posted 3:00 am

(Levina Widyarsa) Pagi datang menjemputku Tangannya menggapaiku dan menggandengku Tapi aku tak mau pergi Dan pagi pun berjanji akan datang lagi Esok kulihat pagi Masih setia menantiku Kapan kau mau pergi Aku masih ingin bersama malamku (more...)

Posted in Levina Widyarsa

←Older