Tulisan Oleh Lia Maria Agnes
Elegi Matahari
March 1st, 2012 Posted 2:13 pm
Ketika dahulu kau singgah di hatiku,
ku tahu bahwa kau kan meraja.
Meskipun ku tahu,
hadirmu bawa elegi dalam hidupku,
tak pernah bisa tanganku melepasmu.
Bagai bumi merindu jingganya matahari,
seperti itu pula ku merindu dirimu.
Ku tahu dan ku kenal,
elegi yang kau nyanyi buatku.
Tak ada sesal,
meski sedih yang kau hujam.
Karena ku tahu,
mustahil mengakhiri hari tanpa senja.
Dan karena ku tahu,
matahari tak selamanya terbit.
Harus ku akui,
meski ku ingin pergi,
meski ku ingin menutup telinga,
elegi yang kau nyanyikan,
menjadi candu buatku.
Harus ku akui,
meski ku ingin bersembunyi,
meski ku ingin menutup mata,
sinar matahari itu,
sinar yang kau pancarkan,
telah menjadi mercusuar buatku.
Aku gila!!
Ya aku gila!
Biar orang lain memanggilku begitu.
Menjadikan sosokmu canduku,
bukan gila.
Menjadikan dirimu mercusuar,
itu hanya setitik asa.
Aku hanya tak bisa,
melukis matahari tanpa jingga.
Aku hanya tak bisa,
membiarkan lukisan dirimu,
hilang bersama elegi yang tertiup angin Barat.
Dahulu telah lewat,
senja telah diganti fajar,
dan matahari telah terbit kembali.
Membawa jingga dan asa baru.
Namun elegi yang kau nyanyikan,
dan lukisan dirimu dalam bola mataku,
tak akan lekang dimakan dimensi waktu.
From
Lia Maria Agnes,
with love..
Paiton,
Valentine eve,
8:43 PM.
Tags: Elegi
Posted in Lia Maria Agnes
Gadis Itu Aku
July 14th, 2011 Posted 9:20 am
(Lia Maria Agnes)
Dengarlah sebuah pinta sederhana,
dari seorang gadis yang menyayangimu,
dan merindukanmu setiap waktu.
Meski ia tahu,
hatimu tak hanya untuknya.
Dengarlah ratap tangisnya, (more…)
Tags: Curhat, Puisi
Posted in Lia Maria Agnes
Berakhir Bahagia
July 31st, 2010 Posted 4:26 pm
(Lia Maria Agnes)
Punya pacar. Laki-laki brengsek. Sering menghilang. Tiba-tiba muncul lagi. Hilang lagi. Seperti jelangkung. Datang tak dijemput. Pulang tak diantar. Membuat gila. Membuat cemas. Berpikir negatif. Menepis pemikiran sendiri. Tapi kok menghilang lagi? Berpikir negatif lagi. Menepis lagi. Kenyataannya menghilang. Sok berpikir positif. Ditampar kenyataan. Sang pacar selingkuh. Di depan mata. Berpikir negatif lagi. Terpuruk. Memaki diri. Memaki sang pacar. Terpuruk lagi. Akhirnya sadar. Mulai bangkit. Tertatih. Jatuh lagi. Bangkit lagi. Berpikir positif. Sedikit memaki keadaan. Berbenah diri. Biasa? Sangat biasa. Umum.
Apa yang tak biasa?
Tags: Curhat, Sharing
Posted in Lia Maria Agnes












