Tulisan Oleh Luluk Faidah
560 Anggota DPR Memiliki Komputer Baru
January 23rd, 2010 Posted 4:26 pm
(Luluk Faidah)
“560 anggota DPR periode 2009-2010 memiliki komputer baru merek Dell seri Studio One 19 seharga 15 juta termasuk printer.”,begitu berita yang kubaca di harian Republika pagi ini. 560 kali 15 juta sama dengan 840 juta. Uang negara sejumlah 840 juta habis hanya untuk membelikan para anggota DPR komputer.
Mengapa harus membeli baru? Tiap-tiap anggota lagi! Tidak adakah komputer yang lama? Masa setingkat anggota DPR tidak memiliki komputer sendiri? Bagaimana dengan laptop yang dulu juga pernah diberikan kepada para anggota DPR periode 2004-2009? Kalaupun harus membeli baru, mengapa tidak menggunakan uang mereka sendiri?
Selalu saja seperti itu. Kemarin mobil dinas baru, sekarang komputer baru. Selanjutnya apalagi? Hp baru? Rumah baru? Atau Helikopter baru?
Bukankah disana masih banyak yang lebih memerlukan uang itu daripada hanya sekedar mobil dinas dan komputer untuk para pejabat?
Tags: Prihatin
Posted in Luluk Faidah
Cerita
January 22nd, 2010 Posted 3:26 pm
(Luluk Faidah)
Barusan selesai nyuci. Habis acara Khutbatul Arsy 3. Planning sih habis nyuci mau makan. Laper banget. E…… sampai di KOPDA, kecewa banget. Lauk&sayurnya habis. Tinggal nasi. Hmmm….. Ya, salah sendiri nyuci dulu. Ya kehabisan.
Di saat seperti ini, kita bisa bersikap:
1. Apakah kamu akan terus merasa kecewa, sebel, marah-marah karena ga kebagian sayur&lauk, lantas kamu balas dendam dengan jajan di DLP sesukamu. Heheeee… segitunya….. Childish banget….. atau
2. Ga perlu kecewa. Ambil kesimpulan. Berarti besok lagi ga boleh telat makan. Masa gara-gara ga makan siang aja kecewa. masih banyak di luar sana yang makan hanya sekali sehari. bahkan untuk makan sehari saja masih kesusahan. So, just keep yuor smile! cheeersss….. ‘-’
Tags: Hari-hari
Posted in Luluk Faidah
Hukum di Indonesia, kalamun farigh!
January 21st, 2010 Posted 3:20 pm
(Luluk Faidah)
“Hukum di Indonesia, Kalamun Farigh”, mantap banget kata-kata itu.
Yups, Hukum di Indonesia Omong Kosong.
Hukum di Indonesia tak mengenal apa itu benar apa itu salah.
Hukum di Indonesia hanya mengenal pembenaran jika ada uang.
Bukan kebenaran.
Tapi pembenaran.
Dan hanya mengenal kata-kata “kau yang salah” jika kau tak punya uang.
Hukum di Indonesia adalah bawahan uang.
Hakim mengangguk jika menatap uang.
Jaksa ngikut jika disodori uang.
Hukum Indonesia tunduk pada uang.
Tags: Catatan
Posted in Luluk Faidah
Rosyidah
January 21st, 2010 Posted 3:20 pm
(Luluk Faidah)
Namanya Rosyidah
Jarum jam dinding menunjuk ke angka 11. Namun, malam ini Ia tak jua terpejam. Ia masih merenung membaca lembaran-lembaran data yang dipegangnya. Belakangan ini ia sibuk dengan tugas rahasianya. Bahkan ibunya sendiri pun tak diizinkan untuk mengetahui apa kegiatannya di luar rumah selain kuliah.
Rosyidah, begitu ia dipanggil. Mahasiswi semester 7 fakultas Tarbiyah di salah satu universitas Indonesia. Tepatnya di Lamongan. Sengaja ia mendaftarkan diri di fakultas Tarbiyah. Bukan karena tertarik dengan pekerjaan yang menjanjikan setelah kuliah, namun ia ingin mengetahui lebih jauh tentang dunia pendidikan, mengingat ia sebagai seorang wanita yang cenderung mempunyai fitroh untuk mendidik dibandingkan dengan laki-laki, yang kelak bertanggungjawab akan anak- anak dan generasi-generasi penerusnya.
Tags: Cerpen
Posted in Luluk Faidah
Pernahkah Kau…..
January 20th, 2010 Posted 2:48 pm
(Luluk Faidah)
Pernahkah kau luangkan waktu sebentar saja
Di suatu senja
Menatap luas langit
Sorot kemerahan surya menembus awan
Bergradasi dengan kelabu awan
Dan biru batas pandang mata
Dihiasi hijau daun-daun pepohonan
Bayangan biru kelabu gunung
Rembulan yang baru muncul
Rasakan lembut sang bayu
Dan rasakan nikmat adzan maghrib.
Tags: Puisi, Syukur
Posted in Luluk Faidah
Apalah Arti Bayangan
January 20th, 2010 Posted 2:47 pm
(Luluk Faidah)
Aku selalu menatap ke atas
Mengharap untuk sebuah bayangan
Lalu ku melihatnya
Dengan langkah lemahnya
Namun tetap tegar
Sebuah teguran bagiku
Aku kurang syukur
Atas segala nikmat yang Allah beri padaku
Termakan pikiran dunia
Hingga mengharap bayangan
Yang hanya sementara
Tags: Syukur
Posted in Luluk Faidah











