Tulisan Oleh M.M Wardhani

Benci Nurani?

No Comments »

April 24th, 2010 Posted 9:32 am

(M.M. Wardhani)

Bayangkan jikalau kau melakukan sebuah kesalahan yang sebenarnya bisa kau hindari dengan  mudah, tetapi dengan santai kita tetap melakukannya…. Walaupun konsekuensinya begitu berat. Konsekuensi yang membuat kita menjadi makhluk yang paling tidak sesuai dengan apa yang bisa dibayangkan. Bahkan yang paling kau benci.

Dan kita menjadi menyadari kesalahan yang seharusnya tak kau lakukan ternyata menjadi kesalahan yang paling kita hindari…misalnya kita mati dalam keadaan terburuk yang paling kita hindari sebagai makhluk Nya. Alangkah bodohnya bila kita mati dalam keadaan yang paling kita hindarkan dalam menjalani hidup di dunia yang memang sebentar ini. Mungkin kita akan sangat menyesal. Kita menjadi sangat ketakutan sehingga hendak tidurpun menjadi hal yang paling menakutkan seumur hidupmu mungkin. Terbesit, kemudian berkecamuk yang begitu sangat, memangkas habis kekuatanmu bertahan di banding kekuatannya. Kekuatan yang dalam keadaan basah pun merasakan aliran keringat yang sepertinya benar-benar mengalir mengalahkan rasa basah yang sebenarnya. Keluarnya benar-benar kau rasakan dari pori-pori kulitmu. Sehingga kau benar-benar merasa kotor setelah apapun kesalahan-kesalahan yang telah kau lakukan selama ini. Merasakan haus akan kebenaran yang selama ini belum sempat banyak kau tahu, rasakan dan lakukan. Kau menjadi seseorang  yang paling naif dan munafik dari yang pernah kau fikirkan. Merasakan ketakutan yang luar biasa dari hati nurani yang bahkan kau sendiri pun belum pernah berfikir tentang kehadiraannya selama ini. Ketakutan yang muncul dari nurani yang kehadirannya seperti menjadi sosok baru yang sungguh kau dambakan. Nurani yang seolah benar-benar mengikuti ke manapun kau pergi. kehadiran yang benar-benar hidup, selalu di sana, di sampingmu. Perasaan yang luar biasa takutnya. Bukan oleh hadirnya nurani, tapi oleh benarnya nurani. (more…)

Tags:
Posted in M.M Wardhani

curhatSabtu

No Comments »

April 20th, 2010 Posted 7:53 am

(M.M Wardhani

curhatSabtu

Seperti setiap Sabtu yang lainnya. Aku duduk, mengambil nafas panjang hari-hariku yang dipadati sibuk tiap menitnya. Saat inilah hisapan-hisapan yang selalu ku nikmati masuknya perlahan-lahan menguras dan usir sisa-sisa peluh kegilaan yang menuntut.

Seduh kopiku yang sudah pasti hangati ujung-ujung jiwaku yang sekarat. Nyalakan rokok kegemaranku yang kata orang akan membunuhku tapi sayang aku menyukainya. Setiap kepulan yang nantinya akan membunuhku itu masuk ke tubuhku yang penyakitan.

(more…)

Dia:Alya

No Comments »

April 20th, 2010 Posted 7:53 am

(M.M Wardhani)

Alya:    “‘nggak ada yang salah sama kamu..kamu hanya terlau            menyayanginya dan terlau    mencintainya” sambil menatap langit ia berujar.

Dia:      “Memang ada yang salah dengan hal itu?” Dia merengut.

Alya:    “Repot juga siy jelasin nya,”

“Gak ada yang salah siy, Cuma dia kan cuma bilang suka”

Dia:      “Apa yang salah dengan suka?” Dia kembali merengut.

Alya:    “Gak ada yang salah siy, teruslah seperti itu, karena memang seperti itulah cinta”

Dia:      “Maksudnya?”

Alya:    “Cinta memang menyakitkan, tapi kamu ‘nggak harus sakit…

Cinta itu memberi dan memahami tanpa keinginan untuk diberi dan di fahami”

Dia:      “…-_-…”

Tags:
Posted in M.M Wardhani

namanya

No Comments »

April 19th, 2010 Posted 10:07 pm

namanya

Ku tulis sebuah nama

di atas pasir

Tanpa ku sadari

Itu ‘kan terhapus

Tersapu oleh ombak

Tapi…

Tetap saja

Tetap saja ku torehkan

Walau beradu cepat

Dengan ombak

Tags:
Posted in M.M Wardhani

rekaman sore ini

No Comments »

April 19th, 2010 Posted 8:03 pm

(M.M Wardhani)

Beginilah di kota kecilku…

Sore sepertinya menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinanti. Setelah riuh digantikan sunyi. Orang-orang tergopoh dari aktifitasnya setiap hari, takut ketinggalan pertunjukannya. Cahaya meredup seakan mempersiapkan pertunjukan besarnya. Lembayung senja segera menyusul menyorot memperindah langit yang menjadi latar menawan… kesunyian nan anggun.

Sebatara raya terbius bisu ketika pujian Sang Maha mulai riuh terdengar penuhi rongga udara yang dingin. Pujian pada Sang Maha Seniman yang akan segera di serukan seluruh jagad… keharuan nan syahdu.

Lengkingan suara pertama jelas disusul lainnya yang tak kalah mengetarkan hati. Alam raya bungkam, tertegun meresapi seruan nan syahdu… keanggunan nan dahsyat.

Beginilah sore di kota kecilku…

Beginilah di kota kecilku…

Sore sepertinya menjadi salah satu pertunjukan yang paling dinantikan. Setelah riuh digantikan sunyi. Orang-orang tergopoh pulang dari aktifitasnya.

Tags:
Posted in M.M Wardhani

←Older