Tulisan Oleh Malinda Shan Yuan

1st Wedding Anniversary

No Comments »

November 13th, 2011 Posted 9:45 am

Bunga-bunga mulai berguguran

Pertanda musim dingin sudah tiba

Dinginnya musim dingin

Tidak membuat hatiku membeku

 

Dinginnya musim dingin

Tidak membuatku lupa

Tahun lalu

Pada hari ini

Diiringi doa para sahabat dan kerabat

Kita saling membuat komitmen

Komitmen untuk hidup bersama

Dalam suka maupun duka

Selamanya

 

Masih segar dalam ingatanku

Kita saling memakaikan cincin

Di jari manis

Jari yang menghubungkan hati kedua insan

 

Pertanda hati ini sudah menyatu

Satu sama lain

Tidak terpisahkan

Karena jika dipisahkan

Maka hati tersebut sudah tidak utuh lagi

Yang tersisa hanya luka

Dan penyesalan

 

Untuk menjaga hati ini

Dibutuhkan komitmen jangka panjang

Pengorbanan tanpa pamrih

Kesetiaan

Kepercayaan

Kejujuran

Ketulusan

Rasa puas

 

Karena terkadang

Manusia suka merasa

Rumput tetangga lebih hijau

Dan lebih segar

Untuk itulah dibutuhkan

KOMITMEN

 

Aku sangat bersyukur dan berterima kasih

"TERIMA KASIh,

terima kasih sudah menjadi belahan hatiku.

Terima kasih sudah berbagi denganku.

Terima kasih sudah menjaga komitmen ini.

Terima kasih untuk segalanya."

 

 

Jakarta, 13 Nov 2011

--ShanYuan--

09.36 WIB


Posted in Malinda Shan Yuan

Wahai Manusia

No Comments »

October 5th, 2011 Posted 8:44 am

Sungguh tak kuduga

Semua terjadi begitu saja

 

Sungguh tak kuduga

Semua terjadi dalam waktu singkat

 

Sungguh tak habis kupikir

Mengapa manusia harus menghabiskan

Waktu yang begitu singkat

Hanya demi kesenangan sesaat

 

Sungguh tak habis kupikir

Mengapa ada manusia yang

Hanya memikirkan dirinya sendiri

Tanpa mempertimbangkan orang lain

 

Sungguh ku tak mampu

Mengukur dalamnya

Hati manusia

 

Sungguh ku tak tahu

Mengapa orang harus meninggalkan

Kesan yang buruk

Di dalam dunia fana ini

 

Tidakkah dia tahu

Kehidupan itu bagaikan

Roda yang berputar

 

Tidakkah dia tahu

Tidak selamanya bisa di atas

 

Tidakkah dia sadar

Dia bisa jatuh terjungkir

Setiap saat

 

Tidakkah dia sadar

Uang tidak bisa membeli segalanya

 

Tidakkah dia sadar pepatah

Binatang mati meninggalkan bangkai

Manusia mati meninggalkan nama

 

 

Jakarta, 5 Oktober 2011

==LiSi==

08.36 WIB


Posted in Malinda Shan Yuan

Kenangan

No Comments »

May 14th, 2011 Posted 2:23 pm

Di sini tempatnya

Aku belajar

 

Di sini tempatnya

Aku dididik

 

Di sini tempatnya

Aku bersosialisasi

 

Di sini tempatnya

Aku tumbuh dewasa

 

Di sini tempatnya

Aku mengenal

Teman-temanku

 

Kau terima aku

Apa adanya

 

Kau ajari aku

Dari nol

Hingga menguasai semuanya

 

Dengan penuh kesabaran

Dengan penuh welas asih

 

Namun kini

Jarak akan memisahkan kita

 

Tetapi aku yakin

Waktu akan menyatukan kita kembali

 

Dimanapun aku berada

Aku akan mengingatnya

 

Dimanapun aku berada

Aku akan mengenangnya

 

Suka dan duka

Semua sudah terlewati

 

Yang tersisa 

Hanya kenangan 

dan 

Kenangan

 

Terima Kasih kuucapkan

Untuk segalanya

 

Jakarta, 14 Mei 2011

-- LiSi --

14.20 WIB


Posted in Malinda Shan Yuan

Tiada Yang Abadi

No Comments »

March 19th, 2011 Posted 3:08 pm

Setiap detik

Setiap saat

Selalu berubah

 

Setiap waktu

Tiada yang kekal

 

Setiap waktu

Adalah yang baru

 

Setiap waktu

Hanya terjadi

Sekali saja

 

Setiap waktu

Tidak pernah terulang

 

Kadang ku berharap

Hal yang sama

Bisa terjadi lagi

 

Namun

Tidaklah mungkin

Karna

Perubahan itu pasti

Kematian juga menunggu

 

 

Jakarta, 19 Maret 2011

15.07 WIB

--LiSi--


Posted in Malinda Shan Yuan

Masih Adakah Hari Esok?

No Comments »

March 12th, 2011 Posted 4:17 pm

Kau datang tanpa diundang

Kau datang tanpa diharap

Kau datang tanpa tanda-tanda

 

Kau terjang semuanya

Tanpa pandang bulu

 

Bayi, anak kecil,

remaja, orang dewasa

bahkan

orang tua pun tidak kau lepas

 

Ketika engkau tenang

Kami tidak sadar

Akan kekuatanmu

 

Ketika engkau marah

Kami baru sadar

Ternyata kami tidak mampu menahanmu

Kekuatanmu sedemikian besar

 

Namun,

Terlambat sudah

 

Kau membawa pergi semuanya

Harta benda dapat dicari

Rumah dapat dibangun kembali

 

Namun,

Ajari kami kemana kami mencari

Saudara yang diterjang ombak

 

Ajari kami kemana kami mencari

Saudara yang tertimbun tanah

 

Ajari kami kemana kami mencari

Saudara kami yang sudah tidak bernafas

 

Namun,

Secara tidak langsung

Engkau mengajari kami

Untuk

Belajar Menghargai

Menghargai SAAT INI

Menghargai keluarga

Menghargai sahabat

Menghargai orang-orang di sekitar

Menghargai alam

 

Agar tidak menyesal

Di kala hukum perubahan menerjang

 

Agar tidak menyesal

Di kala kehilangan segalanya

 

 

Jakarta, 12 Maret 2011

-- LiSi --

16.00 WIB

==Turut prihatin atas Tsunami dan Gempa di Jepang==

Posted in Malinda Shan Yuan

←Older