Archive for the Margaretha Dwi Hastuti Category

Mengertilah… Jangan Menilai….

No Comments »

February 3rd, 2010 Posted 3:43 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

Seminggu yang lalu, sebuah sms masuk ke HP gw…dari seorang sobat, dia minta penilaian gw tentang dirinya. Berhubung sms itu masuknya udah malem, jadi gw baru bales besok paginya. Dalam sms balesan gw, gw bilang ke temen gw ini, gw gak mau menilai orang. Gw tau dia, gw tau baik dan buruknya, tapi cukup gw simpen untuk diri gw sendiri, gw gak mau menilai dan orang lain. Alasannya, pertama, gw takut salah menilai orang lain…..kedua, gw pengangut aliran “anti menghakimi atau menilai” semenjak gw disadarkan oleh buku Converstation With God…we have no right to judge others…if you start to judge…you start to labeling and torturing that person…it’s simply like putting an invisible cross on his life… (more…)

I lost my friend a week before christmas…

1 Comment »

December 27th, 2009 Posted 2:27 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

His name is Dominic Colucci. He lives in Los Angeles, America but I don’t know the exact. We met around 6 months ago through one site. At the first time, I never thought that our friendship become like this…this close….this personal…

But suddenly, a week before Christmas, a time for sharing our love, our hope, our soul, our dream….I lost him…. I lost someone that I never met, but unfortunately play a bit important role in my life….
Now I really understand the proverb that said, it’s no matter how long you enter this world or someone’s life, one thing that really matter is how you touch that someone’s life through your presents…. (more…)

I wish…. (sebuah catatan menjelang Natal…)

No Comments »

December 14th, 2009 Posted 6:30 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

Tubuh pria montok itu menggapai – gapai ranting paling atas untuk menggantungkan wishing card-nya….karena tidak didukung tinggi tubuh yang memadai, jari – jari kaki yang mungil itu terpaksa jadi tumpuan badan yang +/- 90 kg beratnya….Wajar saja kalau si jari2 itu akhirnya menyerah…hilang keseimbangan, nyaris jatuh…

Wuuuuuuuuusssssssshhhhhhhhh……
angin pun gak bisa diajak kerja sama…dia meniup wishing card itu…………..melayang – layang dan…………Pluk…..dan jatuh di ujung kakiku

Reflex aku mengambil kartu itu dan mencuri baca wish yang ditulis pria montok itu……
“Semoga Diet saya sukses tahun ini….”
Sambil menahan cengiran yang sudah kadung meluncur dari bibirku, aku mengembalikan kartu itu pada si empunya yang mengulurkan tangan padaku dengan senyum sedikit dipaksakan….mungkin dia malu, wish-nya terbaca olehku.

(more…)

Oh No! I think I’m in Love With You……..

1 Comment »

October 5th, 2009 Posted 8:37 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

Aku bersyukur, Tuhan hanya memberi sepasang mata padaku. Ya! mata yang ini…mata yang mengapit hidungku ini…Entah apa yang akan terjadi jika ada sepasang mata pula di sela – sela rambutku……aku akan selalu merasa dia mengawasi & memperhatikanku…dan ketololan – ketololan akan segera dimulai….

Dia berdiri di belakangku. Aku tahu….
tapi aku gak sadar kalau ternyata dia memperhatikan aku dari tadi. Aku berlutut di sebelah mejanya…merapikan laptop yang baru saja kupakai. Sementara dia sudah selesai beres2 untuk pulang…dan menunggu laptop-ku…..hampir 3 kali aku salah posisi  masukin laptop ke dalam tas -nya… entah kenapa aku jadi sebodoh itu….aku sadar…dia masih memperhatikan aku….berdiri di belakangku…..

“hhhhmmmmmm….masukin laptop aja salting….” celutuknya sambil cengar – cengir…… (benar feeling-ku…ternyata dari tadi dia berdiri dibelakangku & memperhatikan aku…)
“Iya…salting…abis bapak ngeliatin aku……” Jawaban asal yang keluar dari mulutku….berusaha ngilangin deg-deg-an…
seketika kami berdua terdiam…entah kenapa…lalu dia mendahului ku….
“Mba, saya duluan ya….” lalu ia melesat pergi….berlari di eskalator…padahal orang tolol pun tau, tanpa perlu berlari pun, eskalator itu akan membawanya turun ke lantai dasar….

(more…)

Tags:
Posted in Margaretha Dwi Hastuti

Holding hands….

No Comments »

October 5th, 2009 Posted 1:01 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

Yang udah sering beredar di daerah serpong, pasti tau betapa ramenya jalan raya serpong…Semua kendaraan yang lewat gak ada yg berkecepatan rendah…kecuali angkot yg mau naikin ato nurunin penumpang. Dan dengan kondisi lalu lintas seperti itu, dalam hati gw protes, “kenapa sih nih Pemda Tangerang gak bikin jembatan penyebrangan? Apa  Nunggu ada yg mati ketabrak dulu baru dibikinin jembatan penyebrangan?!” (berhubung protesnya Cuma dalam hati, jadi gak pernah ada tanggapan).

Seperti biasanya, kemaren sore gw pulang lewat gerbang timur gading Serpong (Satpamnya bilang itu namanya gerbang timur). Seperti biasa, lalu lintas jam ½ 6 sore di area itu emang rame….karena gak ada jembatan penyebrangan, biasanya kita nyebrang berombongan….biar yang bawa kendaraan “nyadar” kalo kita mo nyebrang, dan ngelambatin laju kendaraan dia. Sebenernya ada lampu pengatur lalu lintas di pertigaan ini…tapi namanya juga manusia….gak ngaruh apa2…sering ada “slonong boy” (istilah itu muncul taun berapa ya?!?! hehehe)

(more…)

siapa gurunya? gimana kelasnya? gimana kitanya?

No Comments »

September 11th, 2009 Posted 12:05 pm

(Margaretha Dwi Hastuti)

Beberapa hari yang lalu, seorang mahasiswa setengah merengek, datang ke meja kerjaku
“Mba Retha, mau pindah kelas….” ujarnya dengan wajah inosens.
“kenapa?…”
“temen – temen saya di kelas “x” mba…saya sendirian di kelas “y”….kelas “y” isinya kakak kelas semua…”
“terus masalahnya apa?….” jawabku sambil mengecek sistem, apakah kapasistasnya masih bisa untuk 1 mahasiswa lagi, tapi ternyata batas maksimalnya sudah terpenuhi…
Kutatap mata anak itu, menunggu jawaban…matanya berputar mencari jawaban yang tepat.
“ya gak enak mba..dosennya juga gak enak…dosennya enakkan yang di kelas “x”…” ujarnya ragu.

“wah jawaban kamu gak bagus tuh…darimana kamu tau dosennya gak enak, kan baru satu kali pertemuan….” tanyaku menantang.
“ya gak enak aja mba…temen2nya, dosennya….pindah ya mba?!?!….”

Sejenak kualihkan perhatianku dari laptop yang ada di depanku….kulihat 3 wajah mahasiswa itu satu persatu, lalu kutatap mata mahasiswa yang merengek tadi….kubuka diskusi singkat dengan kalimat :
“menurut kalian, dosen yang bagus itu yang kayak gimana sih?….”
Satu persatu mereka mendefinisikan dosen “OK” menurut versi mereka…
“yang gak galak mba….”
“yang ngajarnya gampang dimengerti mba…”
“jangan terlalu serius….”
“gak pelit nilai….”
Dan bla…bla..bla….

(more…)