Archive for the Maria Rosa Anggraini Category

Kita Terlalu Sibuk di Bawah Langit

2 Comments »

September 13th, 2009 Posted 10:39 pm

(Maria Rosa Anggraini)

Kita terlalu sibuk di bawah langit …

sehingga tidak ada yang memiliki waktu untuk memandang daun-daun yang lunglai tertiup angin.

tidak ada yang memiliki waktu untuk menyimak kepakkan burung-burung

tidak ada yang memiliki waktu untuk berdialog dengan awan

untuk mencium aroma senja

untuk meraba desiran angin

dan untuk menikmati malam bersama keheningan alam

begitupun aku, hanya meniliki sedikit waktu untuk mencoba berbagi waktu dengan alam. Daan ketika aku nikmati, terasa bahwa mereka terlalu kesepian dan aku tetap terlalu menyibukkan diri di bawah langit

KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA SEBAGAI LADANG INSPIRASI

No Comments »

September 9th, 2009 Posted 4:30 am

(Maria Rosa)

Aku Mencintai Kamus Besar Bahasa Indonesia

Jargon di atas seperti sebuah klausa klasik promosi suatu produk. Saya memang sangat menjunjung tinggi keberadaan kamus tebal nan mahal bernama Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disingkat menjadi KBBI. (orang Indonesia—termasuk saya, memang gemar menyingkat-nyingkat sebuah klausa, frasa, bahkan kata)

1381 halaman dalam KBBI memberikan saya sebuah dunia kecil yang kompleks. Berbagai macam kata dalam berbagai konsep pemikiran dan ilmu ada di sana (bila tak lengkap itu wajar karena dosen leksikografi saya (Abdul Chaer) mengatakan bahwa memang tak kan pernah ada kamus yang 100% lengkap).

(more…)

Aku Membutuhkan Bebanmu

8 Comments »

September 8th, 2009 Posted 3:30 am

(Maria Rosa Anggraini)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009

Hari ini ia memelukku lagi. Ia membagi beban hidupnya dan berkata bahwa ia sangat membutuhkanku. Ia tak tahu, justru aku yang membutuhkannya. Aku membutuhkan pelukan seorang sahabat seperti ini.

***

Ketika duduk di bangku kuliah, aku baru menyadari makna persahabatan yang sesungguhya. Bukan karena aku mendapatkan sahabat sejati saat kuliah, justru sebaliknya. Aku tidak memiliki seorang pun yang dapat kusebut sebagai sahabat.

Kumpulanku dan tiga orang teman mungkin lebih cocok disebut sebagai koloni. Kami berempat berteman, kompak, dan seakan-akan sehidup-semati-sepenanggungan. Itu yang terlihat dari luar. Namun bila ditelisik lebih dalam. Kami hanyalah kumpulan yang terpaksa berkumpul. Kami berkumpul bukan karena kami ingin bersatu, namun karena kami harus berkumpul agar tidak sendirian.

(more…)

Sepur

3 Comments »

August 30th, 2009 Posted 10:47 pm

(Maria Rosa)

“Sepur….,” Pangil Mamak.

Yang dipanggil diam saja, malah bergegas pergi entah kemana. Mamak mengerutkan keningnya yang penuh kerutan. Tiap kerutan yang bermakna perjuangan untuk hidup, menghidupi dirinya dan menghidupi Sepur, anaknya.

Sejak setahun yang lalu Sepur membisu, ia tak mau berbicara pada Mamaknya yang mati-matian menghidupinya itu. Mamak hanya lulusan SD, ijazah dan surat keterangan lainnya pun sudah pergi terbawa arus banjir. Jadi tidak ada harapan bagi Mamak untuk melamar pekerjaan di tempat yang layak. Dan tak ada harapan lagi bagi dua manusia itu untuk hidup layak.

(more…)

Menali Mentari Menari

No Comments »

August 30th, 2009 Posted 3:54 pm

(Maria Rosa)

Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan karena sang pencahaya kian redup di ufuk barat. Selanjutnya kerlip bintang datang menyambangi kelokan langit. Berkelap dan berkelip memantau kehidupan dunia yang makin tak menyadari arti hadirnya nyawa, cahaya, dan cinta.

Nyawa, cahaya dan cinta. Ya, nyawa, cahaya, dan cinta kini terlarut dalam lengkungan langit yang memiliki berjuta bintang namun sarat akan kehidupan. Seperti sebuah lubang hitam yang menyerap semua nyawa, semua cahaya, dan semua cinta. Langit menyerap ketiganya hingga benar-benar habis dari bumi.

***

Aku adalah manusia pertama yang tak ingin menjadi orang pertama yang disia-siakan seperti manusia-manusia lainnya. Aku, namaku aku. Ya, perkenalkan namaku Aku. Ibuku memberikan nama yang indah itu agar aku bisa menjadi manusia yang dapat memegang teguh ke-akuan seorang manusia. Ibuku ingin aku dapat memanusiakan manusia, mengakukan aku, dan mengkamukan kamu. Singkatnya ibuku ingin aku dapat menjadi manusia pertama yang dapat memiliki sifat manusia.

(more…)