Tulisan Oleh Maria Rosa Anggraini
Perjalanan
June 15th, 2010 Posted 10:25 pm
(Maria Rosa Anggraini)
Tak pernah bisa aku sampai pada peraduan
Astralku mungkin tengah mengelana
Mencari hitam yang menguasai malam
yang merasa tenang bertahta diantara kita
Menjadi ratu ketika kita masih mencari bahagia
Dan menunggu kapan akan mendapatkannya
Aku bertaruh pada senyum yang terpasung kaku
Bodohnya, aku masih bertanya pada esok
Padahal esok tak pernah berjanji untukku
Tags: Puisi
Posted in Maria Rosa Anggraini
Aku dan Langit
May 10th, 2010 Posted 9:52 pm
(Maria Rosa Anggraini)
Langit, jangan tawan aku dalam malamu
Biar aku berputar dalam cakram ekuator cakrawala
Terdampar di eksosfer
Lalu pulang ke korona kehidupan
Melembaga lagi dengan humus dosa-dosa
Rongga waktu mendesak
Aku masih mati suri di surga
Udara hambar dlm secawan asaku
Mengikatku pada senyawa bernyawa bernama hawa
Yang hidup suri dalam raga tanpa tanda
Aku tertahan
di tahun yang menarikku pd terik mentari
Dicabik-cabik sepi
Aku lelah menepi lagi
Embun betina menua di pintu rumahku
Menuakanku di terik tahun-tahun yang sepi
Tags: Puisi
Posted in Maria Rosa Anggraini
Kita Terlalu Sibuk di Bawah Langit
September 13th, 2009 Posted 10:39 pm
(Maria Rosa Anggraini)
Kita terlalu sibuk di bawah langit …
sehingga tidak ada yang memiliki waktu untuk memandang daun-daun yang lunglai tertiup angin.
tidak ada yang memiliki waktu untuk menyimak kepakkan burung-burung
tidak ada yang memiliki waktu untuk berdialog dengan awan
untuk mencium aroma senja
untuk meraba desiran angin
dan untuk menikmati malam bersama keheningan alam
begitupun aku, hanya meniliki sedikit waktu untuk mencoba berbagi waktu dengan alam. Daan ketika aku nikmati, terasa bahwa mereka terlalu kesepian dan aku tetap terlalu menyibukkan diri di bawah langit
Posted in Maria Rosa Anggraini
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA SEBAGAI LADANG INSPIRASI
September 9th, 2009 Posted 4:30 am
(Maria Rosa)
Aku Mencintai Kamus Besar Bahasa Indonesia
Jargon di atas seperti sebuah klausa klasik promosi suatu produk. Saya memang sangat menjunjung tinggi keberadaan kamus tebal nan mahal bernama Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang disingkat menjadi KBBI. (orang Indonesia—termasuk saya, memang gemar menyingkat-nyingkat sebuah klausa, frasa, bahkan kata)
1381 halaman dalam KBBI memberikan saya sebuah dunia kecil yang kompleks. Berbagai macam kata dalam berbagai konsep pemikiran dan ilmu ada di sana (bila tak lengkap itu wajar karena dosen leksikografi saya (Abdul Chaer) mengatakan bahwa memang tak kan pernah ada kamus yang 100% lengkap).
Posted in Maria Rosa Anggraini
Aku Membutuhkan Bebanmu
September 8th, 2009 Posted 3:30 am
(Maria Rosa Anggraini)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Hari ini ia memelukku lagi. Ia membagi beban hidupnya dan berkata bahwa ia sangat membutuhkanku. Ia tak tahu, justru aku yang membutuhkannya. Aku membutuhkan pelukan seorang sahabat seperti ini.
***
Ketika duduk di bangku kuliah, aku baru menyadari makna persahabatan yang sesungguhya. Bukan karena aku mendapatkan sahabat sejati saat kuliah, justru sebaliknya. Aku tidak memiliki seorang pun yang dapat kusebut sebagai sahabat.
Kumpulanku dan tiga orang teman mungkin lebih cocok disebut sebagai koloni. Kami berempat berteman, kompak, dan seakan-akan sehidup-semati-sepenanggungan. Itu yang terlihat dari luar. Namun bila ditelisik lebih dalam. Kami hanyalah kumpulan yang terpaksa berkumpul. Kami berkumpul bukan karena kami ingin bersatu, namun karena kami harus berkumpul agar tidak sendirian.
Tags: Lomba Nulis Hari Aksara 2009
Posted in Maria Rosa Anggraini
Sepur
August 30th, 2009 Posted 10:47 pm
(Maria Rosa)
“Sepur….,” Pangil Mamak.
Yang dipanggil diam saja, malah bergegas pergi entah kemana. Mamak mengerutkan keningnya yang penuh kerutan. Tiap kerutan yang bermakna perjuangan untuk hidup, menghidupi dirinya dan menghidupi Sepur, anaknya.
Sejak setahun yang lalu Sepur membisu, ia tak mau berbicara pada Mamaknya yang mati-matian menghidupinya itu. Mamak hanya lulusan SD, ijazah dan surat keterangan lainnya pun sudah pergi terbawa arus banjir. Jadi tidak ada harapan bagi Mamak untuk melamar pekerjaan di tempat yang layak. Dan tak ada harapan lagi bagi dua manusia itu untuk hidup layak.
Posted in Maria Rosa Anggraini
Menali Mentari Menari
August 30th, 2009 Posted 3:54 pm
(Maria Rosa)
Lampu-lampu sudah mulai dinyalakan karena sang pencahaya kian redup di ufuk barat. Selanjutnya kerlip bintang datang menyambangi kelokan langit. Berkelap dan berkelip memantau kehidupan dunia yang makin tak menyadari arti hadirnya nyawa, cahaya, dan cinta.
Nyawa, cahaya dan cinta. Ya, nyawa, cahaya, dan cinta kini terlarut dalam lengkungan langit yang memiliki berjuta bintang namun sarat akan kehidupan. Seperti sebuah lubang hitam yang menyerap semua nyawa, semua cahaya, dan semua cinta. Langit menyerap ketiganya hingga benar-benar habis dari bumi.
***
Aku adalah manusia pertama yang tak ingin menjadi orang pertama yang disia-siakan seperti manusia-manusia lainnya. Aku, namaku aku. Ya, perkenalkan namaku Aku. Ibuku memberikan nama yang indah itu agar aku bisa menjadi manusia yang dapat memegang teguh ke-akuan seorang manusia. Ibuku ingin aku dapat memanusiakan manusia, mengakukan aku, dan mengkamukan kamu. Singkatnya ibuku ingin aku dapat menjadi manusia pertama yang dapat memiliki sifat manusia.
Posted in Maria Rosa Anggraini












