Tulisan Oleh Martha Liumei
Jaga Selalu Hatimu (1)
March 28th, 2011 Posted 12:21 am
Laras keluar dari ruang Osis dengan hati puas setelah dia berhasil mementahkan ide Hans untuk acara 17 Agustus yang akan diadakan di sekolah. Entah sudah keberapa kali dia berhasil mementahkan ide – ide dari Hans walaupun sebenarnya ide – ide Hans itu cukup bagus, gak kalah bagusnya dengan ide – ide yang Laras lontarkan. Tetapi berkat kepiawaian Laras dalam mengolah kata, akhirnya ide – ide Laras lebih sering dipakai daripada ide – ide Hans.
Sementara itu, Hans yang masih terbengong – bengong dengan hasil rapat Osis tadi hanya dapat memandangi kepergian Laras dengan pandangan penuh tanya. “ Gadis yang aneh, sunguh – sungguh aneh. Mengapa ya Laras selalu bersikap tidak bersahabat terhadapku, padahal banyak gadis – gadis lain yang rela bermanis – manis hanya untuk mendapatkan perhatian dan sapaanku ? “, kata Hans dalam hati.
“Laras….tunggu …”, kejar Hans ketika dia melihat Laras hendak melangkah keluar dari gerbang sekolah.
“Ooo kamu ternyata yang memanggilku. Ada apa, Hans ? Bukannya hasil rapat sudah diputuskan tadi? Dan kamu juga tau kan kalau aku tidak mau membahas tentang kegiatan Osis di luar jam sekolah “, kata Laras sambil menghentikan langkahnya.
“Hmmm aku gak akan membicarakan tentang kegiatan Osis kok. Ada yang ingin aku tanyakan , aku harap kamu mau menjawab dengan jujur”, Hans menatap mata Laras dengan tajam.
“Ok, apa yang akan kamu tanyakan ? Tolong cepat Hans, karena aku tidak memiliki banyak waktu”, kata Laras sambil balas menatap Hans.
“Mengapa kamu selama ini selalu bersikap tidak bersahabat denganku , Laras? Apakah aku pernah berbuat salah kepadamu ?”, tanya Hans.
“Aku bersikap tidak bersahabat? Hmm itu hanya perasaanmu saja, aku tidak merasa bersikap seperti itu. Jangan ge er, please…Udah, aku mau pulang sekarang “, sahut Laras sambil berlalu meninggalkan Hans yang hanya mampu terbengong mendengar jawaban Laras yang sama sekali tidak dia duga.
Laras merebahkan dirinya di tempat tidur tanpa mengganti bajunya terlebih dahulu seperti biasa. Pikirannya menerawang ke peristiwa di sekolah tadi. Hans…hans…sampai kapan sih kamu akan berhenti jadi anak manja dan menjadi dewasa ? Sampai kapan sih kamu dapat menjadi diri kamu sendiri tanpa pengaruh kekayaan dan ketampanan kamu? Sampai kapan kamu akan sadar kalau sebenarnya aku selalu menyupport kamu dengan sengaja mementahkan ide – ide kamu dengan harapan kamu dapat lebih kreatif lagi sebagai ketua Osis?
Tanpa sadar, air mata membasahi pipi Laras. Tahukah kamu Hans, kalau sebenarnya aku sangat menyayangi kamu? Sadarkah kamu Hans bahwa sebenarnya sikap jutekku hanya untuk menutupi perasaan aku yang sesungguhnya ? Aku sadar dan tau diri, siapa aku dan siapa kamu. Perbedaan kita terlalu jauh dan aku tidak ingin harga diriku diinjak – injak hanya karena aku orang miskin. Aku hanya dapat menyupport kamu dari belakang, Hans. Aku tulus menyayangi kamu sebagai pribadi , bukan dari apa yang kamu miliki. Maafkan aku Hans, kalau sikapku membuat kamu bertanya – tanya dan bingung.
Setelah sadar kalau Laras meninggalkannya, Hans segera menuju ke mobilnya, mobil Xtrail yang diberi papa nya sebagai kado ulang tahun satu bulan yang lalu. Hans mengendari mobilnya perlahan karena sebenarnya jarak dari sekolah ke rumahnya tidak terlalu jauh. Bayangan sikap Laras yang jutek tadi masih membekas di hati nya. Mengapa dia bisa sejutek itu denganku ya? Padahal aku tau, Laras itu orang yang baik dan ringan tangan. Dia juga termasuk orang yang sabar, terbukti dari sikap – sikap dia ketika kunjungan ke panti jompo beberapa waktu lalu. Ah sudahlah, untuk apa aku memikirkan dia? Urusan dengan dia hanya sebatas urusan Osis saja, gak lebih dari itu. Sekarang lebih baik aku menelpon Linda dan mengajaknya kencan.
Posted in Martha Liumei
Share : Flu Singapura
December 10th, 2010 Posted 1:56 pm
Flu Singapur atau HFMD pernah ramai diperbincangkan sekitar tahun 2009. Sempat baca sekilas waktu itu, tetapi saya abaikan karena saya pikir siapa sih yang mau pergi ke
Tadinya saya sempat panik juga, ketika googling dan ternyata yang diderita Damar mirip dengan orang yang terkena Flu Singapur. Dulu sempet dengar juga kalau Flu tersebut berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Untungnya di tengah kepanikan tersebut, saya sempat chatting dengan seorang sahabat dan teman kost di rumah kost YN ( say thank you to dr. Imel ) yang memberi saya ketenangan dan memberi saya beberapa masukan.
Berawal ketika jumat siang Damar mengeluh pusing dan sedikit demam. Saya pikir karena damar kecapekan karena perut Damar juga gak kembung. Tetapi Saya lihat ada bintik – bintik merah di telapak tangan dan kaki Damar .Sebagian berair dan sebagian tidak. Bintik – bintik merah tersebut tidak menyebabkan gatal atau sakit. Damar hanya mengeluh sakit di sekitar lutut kaki.Menjelang tidur, saya beri Damar obat penurun panas supaya Damar dapat tidur nyenyak.
Hari sabtu Damar masih demam dan mulai muncul sariawan di sudut bibir kiri dan kanan. Tetapi Damar masih dapat makan dan minum walaupun pelan – pelan. Heran juga kok Damar bisa sariawan ya, karena konsumsi buah dan sayur nya cukup. Tiap hari Damar konsumsi jeruk 2-3 buah, berarti untuk vitamin C nya sudah terpenuhi
Hari minggu demam sudah reda, tetapi Damar kesulitan untuk makan dan minum. Untuk membuka mulut saja susah, apalagi untuk makan dan minum. Sedih sekali melihat kondisi Damar seperti itu. Tetapi tetap diupayakan supaya ada cairan dan bahan makanan yang masuk walaupun harus dipotong sekecil mungkin supaya waktu disuapin tidak mengenai sariawannya.
Hari Senin Damar terlihat agak pucat karena dari hari Sabtu memang tidak ada nasi yang masuk ke perutnya. Obat sariawan yang dibeli waktu hari minggu pun tidak berpengaruh terhadap sariawannya. Akhirnya saya googling untuk mencari obat sariawan yang bagus dan aman untuk anak kecil. Dari hasil googling, baru ketauan kalau Damar terkena flu singapur. Awalnya cukup panik juga karena pernah dengar kabar kalau flu singapur itu berbahaya ,dsb. Setelah membaca artikel dan konsultasi dengan seorang sahabat , akhirnya saya cukup tenang juga karena ternyata flu tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Yang menjadi konsentrasi saya pada saat itu sudah bukan flu singapur nya lagi, tetapi bagaimana menjaga kondisi Damar supaya tidak dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh nya. Susu Damar pun kemudian saya ganti dengan susu pediasure complete ( maaf menyebut merk ) yang merupakan makanan cair. Saat membuat susu, saya campur dengan madu dan air buah pir untuk kecukupan nutrisi nya karena buah pir bagus juga untuk pencernaan , mengingat sudah beberapa hari Damar tidak kemasukan bahan makanan. Setelah minum susu, 1 jam kemudian saya beri kandistatin ( maaf sebut merk lagi ) untuk pengobatan sariawannya. Senin sore rencananya saya bawa Damar ke dokter supaya mendapat obat untuk penghilang nyeri nya, tetapi apa daya dua dokter langganan kami tutup semua karena memang bertepatan dengan harpitnas dan malam 1 Suro.
Hari Selasa Damar sudah tidak terlihat pucat walaupun masih belum selincah biasa, tetapi sudah cukup membuat saya lega karena Damar tidak dehidrasi. Tetap diupayakan untuk minum pediasure dan roti regal sedikit demi sedikit, juga asupan air putih serta olesan blue band di bibir supaya bibir tidak kering.
Hari Rabu, keadaan masih sama seperti hari Selasa. Tetapi puji Tuhan malamnya Damar sudah dapat makan nasi. Dan keadaan berangsur membaik hingga sekarang. Damar sudah dapat beraktifitas seperti semula, lengkap dengan keusilan dan kekritisannya.
Informasi seputar HFMD dapat dibaca di : http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/apa-itu-flu-singapura
Posted in Martha Liumei
Share : Flu Singapura
December 10th, 2010 Posted 1:56 pm
Flu Singapur atau HFMD pernah ramai diperbincangkan sekitar tahun 2009. Sempat baca sekilas waktu itu, tetapi saya abaikan karena saya pikir siapa sih yang mau pergi ke
Tadinya saya sempat panik juga, ketika googling dan ternyata yang diderita Damar mirip dengan orang yang terkena Flu Singapur. Dulu sempet dengar juga kalau Flu tersebut berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Untungnya di tengah kepanikan tersebut, saya sempat chatting dengan seorang sahabat dan teman kost di rumah kost YN ( say thank you to dr. Imel ) yang memberi saya ketenangan dan memberi saya beberapa masukan.
Berawal ketika jumat siang Damar mengeluh pusing dan sedikit demam. Saya pikir karena damar kecapekan karena perut Damar juga gak kembung. Tetapi Saya lihat ada bintik – bintik merah di telapak tangan dan kaki Damar .Sebagian berair dan sebagian tidak. Bintik – bintik merah tersebut tidak menyebabkan gatal atau sakit. Damar hanya mengeluh sakit di sekitar lutut kaki.Menjelang tidur, saya beri Damar obat penurun panas supaya Damar dapat tidur nyenyak.
Hari sabtu Damar masih demam dan mulai muncul sariawan di sudut bibir kiri dan kanan. Tetapi Damar masih dapat makan dan minum walaupun pelan – pelan. Heran juga kok Damar bisa sariawan ya, karena konsumsi buah dan sayur nya cukup. Tiap hari Damar konsumsi jeruk 2-3 buah, berarti untuk vitamin C nya sudah terpenuhi
Hari minggu demam sudah reda, tetapi Damar kesulitan untuk makan dan minum. Untuk membuka mulut saja susah, apalagi untuk makan dan minum. Sedih sekali melihat kondisi Damar seperti itu. Tetapi tetap diupayakan supaya ada cairan dan bahan makanan yang masuk walaupun harus dipotong sekecil mungkin supaya waktu disuapin tidak mengenai sariawannya.
Hari Senin Damar terlihat agak pucat karena dari hari Sabtu memang tidak ada nasi yang masuk ke perutnya. Obat sariawan yang dibeli waktu hari minggu pun tidak berpengaruh terhadap sariawannya. Akhirnya saya googling untuk mencari obat sariawan yang bagus dan aman untuk anak kecil. Dari hasil googling, baru ketauan kalau Damar terkena flu singapur. Awalnya cukup panik juga karena pernah dengar kabar kalau flu singapur itu berbahaya ,dsb. Setelah membaca artikel dan konsultasi dengan seorang sahabat , akhirnya saya cukup tenang juga karena ternyata flu tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Yang menjadi konsentrasi saya pada saat itu sudah bukan flu singapur nya lagi, tetapi bagaimana menjaga kondisi Damar supaya tidak dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh nya. Susu Damar pun kemudian saya ganti dengan susu pediasure complete ( maaf menyebut merk ) yang merupakan makanan cair. Saat membuat susu, saya campur dengan madu dan air buah pir untuk kecukupan nutrisi nya karena buah pir bagus juga untuk pencernaan , mengingat sudah beberapa hari Damar tidak kemasukan bahan makanan. Setelah minum susu, 1 jam kemudian saya beri kandistatin ( maaf sebut merk lagi ) untuk pengobatan sariawannya. Senin sore rencananya saya bawa Damar ke dokter supaya mendapat obat untuk penghilang nyeri nya, tetapi apa daya dua dokter langganan kami tutup semua karena memang bertepatan dengan harpitnas dan malam 1 Suro.
Hari Selasa Damar sudah tidak terlihat pucat walaupun masih belum selincah biasa, tetapi sudah cukup membuat saya lega karena Damar tidak dehidrasi. Tetap diupayakan untuk minum pediasure dan roti regal sedikit demi sedikit, juga asupan air putih serta olesan blue band di bibir supaya bibir tidak kering.
Hari Rabu, keadaan masih sama seperti hari Selasa. Tetapi puji Tuhan malamnya Damar sudah dapat makan nasi. Dan keadaan berangsur membaik hingga sekarang. Damar sudah dapat beraktifitas seperti semula, lengkap dengan keusilan dan kekritisannya.
Informasi seputar HFMD dapat dibaca di : http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/apa-itu-flu-singapura
Posted in Martha Liumei
Share : Flu Singapura
December 10th, 2010 Posted 1:56 pm
Flu Singapur atau HFMD pernah ramai diperbincangkan sekitar tahun 2009. Sempat baca sekilas waktu itu, tetapi saya abaikan karena saya pikir siapa sih yang mau pergi ke
Tadinya saya sempat panik juga, ketika googling dan ternyata yang diderita Damar mirip dengan orang yang terkena Flu Singapur. Dulu sempet dengar juga kalau Flu tersebut berbahaya dan dapat mengakibatkan kematian. Untungnya di tengah kepanikan tersebut, saya sempat chatting dengan seorang sahabat dan teman kost di rumah kost YN ( say thank you to dr. Imel ) yang memberi saya ketenangan dan memberi saya beberapa masukan.
Berawal ketika jumat siang Damar mengeluh pusing dan sedikit demam. Saya pikir karena damar kecapekan karena perut Damar juga gak kembung. Tetapi Saya lihat ada bintik – bintik merah di telapak tangan dan kaki Damar .Sebagian berair dan sebagian tidak. Bintik – bintik merah tersebut tidak menyebabkan gatal atau sakit. Damar hanya mengeluh sakit di sekitar lutut kaki.Menjelang tidur, saya beri Damar obat penurun panas supaya Damar dapat tidur nyenyak.
Hari sabtu Damar masih demam dan mulai muncul sariawan di sudut bibir kiri dan kanan. Tetapi Damar masih dapat makan dan minum walaupun pelan – pelan. Heran juga kok Damar bisa sariawan ya, karena konsumsi buah dan sayur nya cukup. Tiap hari Damar konsumsi jeruk 2-3 buah, berarti untuk vitamin C nya sudah terpenuhi
Hari minggu demam sudah reda, tetapi Damar kesulitan untuk makan dan minum. Untuk membuka mulut saja susah, apalagi untuk makan dan minum. Sedih sekali melihat kondisi Damar seperti itu. Tetapi tetap diupayakan supaya ada cairan dan bahan makanan yang masuk walaupun harus dipotong sekecil mungkin supaya waktu disuapin tidak mengenai sariawannya.
Hari Senin Damar terlihat agak pucat karena dari hari Sabtu memang tidak ada nasi yang masuk ke perutnya. Obat sariawan yang dibeli waktu hari minggu pun tidak berpengaruh terhadap sariawannya. Akhirnya saya googling untuk mencari obat sariawan yang bagus dan aman untuk anak kecil. Dari hasil googling, baru ketauan kalau Damar terkena flu singapur. Awalnya cukup panik juga karena pernah dengar kabar kalau flu singapur itu berbahaya ,dsb. Setelah membaca artikel dan konsultasi dengan seorang sahabat , akhirnya saya cukup tenang juga karena ternyata flu tersebut dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7-10 hari. Yang menjadi konsentrasi saya pada saat itu sudah bukan flu singapur nya lagi, tetapi bagaimana menjaga kondisi Damar supaya tidak dehidrasi dan meningkatkan daya tahan tubuh nya. Susu Damar pun kemudian saya ganti dengan susu pediasure complete ( maaf menyebut merk ) yang merupakan makanan cair. Saat membuat susu, saya campur dengan madu dan air buah pir untuk kecukupan nutrisi nya karena buah pir bagus juga untuk pencernaan , mengingat sudah beberapa hari Damar tidak kemasukan bahan makanan. Setelah minum susu, 1 jam kemudian saya beri kandistatin ( maaf sebut merk lagi ) untuk pengobatan sariawannya. Senin sore rencananya saya bawa Damar ke dokter supaya mendapat obat untuk penghilang nyeri nya, tetapi apa daya dua dokter langganan kami tutup semua karena memang bertepatan dengan harpitnas dan malam 1 Suro.
Hari Selasa Damar sudah tidak terlihat pucat walaupun masih belum selincah biasa, tetapi sudah cukup membuat saya lega karena Damar tidak dehidrasi. Tetap diupayakan untuk minum pediasure dan roti regal sedikit demi sedikit, juga asupan air putih serta olesan blue band di bibir supaya bibir tidak kering.
Hari Rabu, keadaan masih sama seperti hari Selasa. Tetapi puji Tuhan malamnya Damar sudah dapat makan nasi. Dan keadaan berangsur membaik hingga sekarang. Damar sudah dapat beraktifitas seperti semula, lengkap dengan keusilan dan kekritisannya.
Informasi seputar HFMD dapat dibaca di : http://www.tanyadokteranda.com/penyakit/2010/08/apa-itu-flu-singapura
Posted in Martha Liumei
Kau di Hatiku Selamanya
October 7th, 2010 Posted 2:52 pm
Aku sedang mengamati penumpang yang berdatangan sambil menunggu pesawat untuk tinggal landas, ketika aku melihat sosok yang begitu aku kenal. Pria itu sedang menuju kursinya, tepat dua baris di depanku. OMG, tiba – tiba jantungku berdebar tak menentu. Dengan gemetar, kuambil majalah dari kantong kursi di depanku dan kuletakkan ke wajahku.Tuhan, semoga dia tidak melihatku. Begitu doaku dalam hati. Beberapa detik, kuturunkan majalah sedikit dari wajahku, bermaksud untuk mengintip apakah situasi sudah aman buatku untuk menyingkirkan majalah itu dari wajahku. Kutarik nafas lega begitu aku melihat sosoknya sudah duduk di kursi.
Kuamati sosok itu diam – diam dari tempat dudukku, sosok itu masih terlihat tegap dan kekar dengan tampang cool nya yang membuat banyak cewek berusaha menarik perhatiannya. Di bahu nya itulah dulu aku suka menyandarkan kepalaku saat menikmati waktu berdua bersamanya. Tertawa bersama, mengisi waktu luang bersama. Walaupun aku sering menggigit bibir jika aku melihat dia sedang dikelilingi oleh cewek – cewek yang berusaha menarik perhatiannya. Cewek – cewek cantik dan kaya yang pantas untuk bersanding dengannya dibandingkan aku. Tetapi lagi – lagi dia bisa meyakinkanku bahwa hanya ada aku di hati nya.
Tiba – tiba hatiku terasa perih, sangat perih..kenangan menyakitkan itu muncul lagi , saat dimana orang tuaku berusaha memisahkanku dari Bram. Ya, nama pria itu Bram. Orang tuaku memaksaku pulang kampung untuk dijodohkan dengan anak dari salah seorang kerabat. Semakin kuat aku mempertahankan Bram, semakin gigih pula orang tuaku memisahkanku dari Bram. Pertengkaran demi pertengkaran terjadi diantara kami. Hingga akhirnya orang tuaku menghadapkanku pada pilihan yang sulit, antara memilih mereka atau memilih Bram. Tak mau dikatakan anak durhaka, akhirnya aku memilih untuk mengikuti mereka dengan satu syarat. Aku akan pulang jika aku diijinkan untuk menemui Bram untuk terakhir kalinya.
Pertemuan terakhir dengan Bram cukup singkat karena aku hanya diberi waktu 5 menit sebelum aku boarding. Tak ada kata perpisahan, tak ada pelukan karena aku tak mau dia melihatku bersedih dan semakin sulit melepasku. Kukeluarkan sebungkus kado dari dalam tasku dan kuberikan kepada nya sebelum aku meninggalkannya. Deg…aku teringat baju yang tadi dikenakan Bram . Bukankah itu kado perpisahan dariku? Ternyata Bram masih menyimpannya hingga kini. Apakah itu berarti Bram juga masih menyimpanku di hatinya ? Apakah Bram masih mencintaiku.? Ingin kupanggil dia dan kutanyakan hal itu kepadanya sambil merebahkan dadaku di pelukannya seperti yang dulu sering aku lakukan. Dada yang selalu membuatku merasa hangat dan nyaman..
Plok…waduh apa yang aku pikirkan tadi? Dia hanya bagian dari masa lalu, yang gak akan mungkin bisa kembali. Aku sudah berbahagia sekarang dengan keluargaku. Aku memiliki keluarga yang harmonis, walaupun jujur saja aku tidak pernah bisa menghilangkan dia dari hatiku. Ssst …jangan bilang – bilang yah kalau aku masih menyimpan orang lain di hatiku…Capek dan lelah sebenarnya harus membohongi diri sendiri dan orang lain selama bertahun – tahun kalau sebenarnya aku masih mencintai Bram. Masih menyimpan namanya di lubuk hati ku yang paling dalam.
Tak terasa pesawat sudah mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta.
”Richard…!”
Temanggung, 7 Oktober 2010
Posted in Martha Liumei












