Archive for the Olyvia Santoso Category
Intermezzo : Mie Cinta
February 22nd, 2010 Posted 10:07 am
(Olyvia Santoso)
Benda tipis, kenyal, dan kadang berbentuk kriting yang bernama mie itu selalu membuat Amel jijik. Entah mengapa, setiap melihat benda itu di sajikan dalam bentuk apapun, Amel selalu menghindar. Selidik punya selidik, ternyata sewaktu kecil, Amel pernah tersedak mie hingga muntah hebat.
Hari ini terpaksa Amel kembali menghadapi masalah mie lagi walau selama ini dia selalu berhasil menghindar. Sambil menarik nafas berat, Amel menyetujui permintaan Willis untuk menghadiri pesta dirumahnya. Hubungan Amel dan Willis sudah berjalan enam bulan, cukup lama untuk masa perkenalan. Ajakan Willis malam ini adalah bukti keseriusan hubungan mereka. Karena Willis mau memperkenalkan Amel pada keluarga besarnya. Masalahnya, tadi Willis sempat menginformasikan kalau menu utama malam ini adalah Mie Goreng Kwantung kebanggan mamanya. Mendengar itu, jantung Amel sempat berhenti berdetak.
Tags: Cerpen, Selingan
Posted in Olyvia Santoso
Puisi Konyolku
February 21st, 2010 Posted 7:56 pm
(Olyvia Santoso)
Kutatap langit yang kelam
Bukan karena hatiku yang buram
Tapi karena ini sudah malam
Hingga langitpun jadi hitam
Kutatap nanar layar teleponku
Getar rasa dihatiku
Pengen menulis tapi bingung
Kalo sudah begitu lebih baik makan jagung
Satu dua tiga empat
Bukan lebaran mau ketupat
Biar nyari sampai kelipat
Jalan kaki jadi keserimpat
Mungkin ini puisi kosong
Paling tidak hatiku plong
Daripada dibilang mokong
Mending sekarang lariiiiiiiiiiiiiii
Tags: Puisi
Posted in Olyvia Santoso
D O A
February 21st, 2010 Posted 9:26 am
(Olyvia Santoso)
Pusing aku mendengar doa-doa permohonan itu.
Sebenarnya doa itu apa sich?
Hampir semua doa yang kudengar hanya permohonan agar begini, agar begitu. Pokoknya hanya sesuai dengan kebutuhan si pendoa/orang yang berdoa.
Begitu juga ucapan syukur. Setiap awal misa selalu ada ucapan syukur untuk terkabulnya permohonan anu. Tetap aja intinya terkabulnya kebutuhan si pendoa/orang yang berdoa.
Sebelumnya aku pinta maaf kalo diantara pembaca punya specialisasi sebagai pendoa. Bukan maksud hatiku buat mengecilkan kemampuan dan kebaikan hati kalian untuk mendoakan. Ini hanya berlaku untuk doa secara umum saja.
Tags: Curhat, Doa, Renungan
Posted in Olyvia Santoso
romantic stories
December 3rd, 2009 Posted 7:45 am
(Olyvia Santoso)
Seberapa pantas sich aku jadi pengganggu mereka? Kenapa setiap mau keluar mereka selalu mengajakku? Memang sich ada poltak juga ikut, tapi nggak seru akh nemenin orang kencan. Apalagi kalo dicuekin gini. Salahku juga sih, mau aja terbujuk rayu, pikirku cemberut.
“Hen…heni…” Tiba-tiba telapak tangan kiriku dipegang seseorang, dan badanku tersentak ke belakang…. Sialan, siapa orang kurang ajar ini ya? Sambil berpikir begitu kubalikkan badanku dan mengayunkan tangan kananku dalam posisi siap menampar. O my God…..ternyata Josh. Tapi ngapain juga dia main pegang tangan seenak jidatnya? Dia pikir dia siapa? Tangan yang mengayun tak sempat kuhentikan.
“Upss….sabar non,ini aku, Josh,” katanya sambil menangkap tangganku.
Tags: Cinta, Maaf
Posted in Olyvia Santoso
si jarik
December 3rd, 2009 Posted 7:45 am
(Olyvia Santoso)
Hai semua….
Bagi yang belom kenalan, namaku Heni. Sebenernya sich lengkapnya Puspita Martha Joyokusumo. Darimana muncul nama Heni, aku juga ga tauk. Yang pasti nama itu udah meresap masuk sampai mendelep dan kelelep di jiwaraga sejak aku bisa mengingatnya. Tapi it’s not a BIG problemo, lagian nama Heni lebih asyik kedengerannya daripada Pus (emang kucing?) ato Pita (pita rambut kali yee?).
Mau dipanggil Martha juga ga bisa, karena itu nama eyang putriku. Masa mesti pake embel-embel ‘kecil’, ‘imut’, ‘cilik’, ato ‘junior’ seperti di negeri Barat sana? Kalo di Amrik sich, mo dipanggil Junior orang juga pada balik. Tapi coba kalo manggil orang (ngakunya) dewasa dengan panggilan Martha cilik padahal badan gembrot segede gajah? Pokoknya ga cocok deh…
Tags: Cinta, Maaf
Posted in Olyvia Santoso
Mimpi buruk
September 28th, 2009 Posted 3:56 pm
(Olyvia Santoso)
Malam ini dingin sekali, berbeda dengan malam-malam lainnya. Apa ini hanya perasaanku saja? Kucoba tepis prasangka buruk dari otakku. Ehmmm….kenapa saat-saat begini gak kupakai tidur aja ya??? Kan pasti enak. Mana suasananya sunyi sepi trus hawanya dingin…yups…kutetapkan niatku untuk segera menggapai mimpi.
“Hen….hen…..bangun Hen….”
Terdengar suara emergency call ditelingaku. Siapa sich yang ribut gini bangunin aku??? Emangnya ada kejadian apa yang menyebabkan emergency call gini?? Malas-malasan kubuka mataku.
“E..u..u..hem…hoammmm…..ada apa mel? Kog suaramu kedengaran panik begitu?” tanyaku ketika mata mulai mengenali wajah Melani teman kostku.
“Pokoknya bangun, ayo ikut aku! Jangan bertanya macam-macam!” sambil berkata begitu tanganku ditariknya kearah pintu samping rumah.
Posted in Olyvia Santoso
me
September 24th, 2009 Posted 9:09 am
(Olyvia Santoso)
Biasanya hari tidak sepanas ini. Entah mengapa matahari seakan tidak mau bersahabat lagi denganku. Padahal kue daganganku belum habis terjual. Kalau hari ini juga tidak habis terjual aku tidak tahu harus alasan apa lagi pada bapak tua.
Bapak tua bukan orang tuaku, dia hanya “pengasuh” bagiku dan teman-temanku sesama anak gelandangan. Aku tidak tahu siapa orang tuaku sebenarnya. Kata bapak tua, dia menemukanku menangis dipinggir kali tempat kami tinggal sekarang. Itu sudah lewat bertahun -tahun lamanya. Saat itu tubuhku hanya menggunakan baju kaos tipis dengan tulisan “ME”. Sampai sekarang kaos itu masih kusimpan dengan baik. Entah untuk apa.
Bapak tua tidak menghendaki kami mengemis dijalan-jalan seperti “pengasuh” lainnya. Menurut Bapak tua, pekerjaan itu tidak baik. Dimana tidak baiknya aku tidak mengerti. Padahal dari mengamen dan menulis aku bisa mendapatkan lebih banyak daripada berjualan kue seperti hari ini. Kue-kue ini kami peroleh dari pabrik roti yang ada di ujung jalan, katanya ini adalah kue sisa yang tidak layak untuk di jual pada orang-orang kaya yang biasa membeli kue di toko-toko roti terkenal.
Posted in Olyvia Santoso
jadi Perempuan itu enak loooo
September 11th, 2009 Posted 11:56 am
(Olyvia Santoso)
Kenapa sich jadi perempuan itu enak??? Banyak yang bertanya-tanya gitu…tapi beneran loh….jadi perempuan itu enak….
Tadinya mau make kata “wanita” biar kesannya lebih keren…lebih boys…lebih ngangkat…buktinya aja yang ada kan menteri urusan wanita…bukan menteri urusan perempuan……
Tapi tiba-tiba teringat kata-kata dari guru Bahasa Indonesia di SMP dulu (jadul nich ceritanya)… kata permpuan itu diambil dari kata “per” dan “empuan” atau biasa kita sebut sebagai tumpuan yang punya makna yang sangat luas dan sangat dalam…bahkan mempunyai makna yang sangat mulia…..
Menurut beliau (cia e leee) per-empuan itu artinya sebagai tempat bertumpuh untuk keluarga…baik itu orang tua, suami, sampai anak-anak yang dilahirkan dan dibesarkannnya. Per empuan juga katanya biasa diartikan sebagai jalan keluar kehidupan atau (maaf) lubang tempat melahirkan.
Posted in Olyvia Santoso
Katanya nulis itu mudah?????
September 11th, 2009 Posted 11:47 am
(Olyvia Santoso)
Katanya nulis itu mudah…..nyatanya uda berlembar-lembar kertas diabisin…berjam-jam diabisin depan komputer….tetap aja ga bisa….sebenarnya nulis itu maunya apa sich????pake alasan apa lagi buat nulis????emang nyari ide dimana???heran akuuuuuuu
Katanya nulis itu pake ilham….emang harus kenalan ama pak/bu ilham dulu ya baru bisa nulis lancar???kenalan dimana???koq ga pernah ketemu???ada yang tau ga????kenalin dong…
Katanya nulis itu butuh suasana tenang…sepi….sunyi….senyap……emang yang suka nulis itu pada hang-out dikuburan ya????takuuuuttttt…..
Ato jangan-jangan pak/bu ilham emang tinggal disana ya????bukan jadi penghuni kuburan maksudku….jadi juru kunci…..kan kalo jadi penghuni…bisa-bisa karya tulis yang ada semua serba horor dong…kayak perfilman indonesia skarang….hehehe
Posted in Olyvia Santoso














