Tulisan Oleh Petrus Bayu Puja Mega Irawan
Tentang kita
December 14th, 2011 Posted 11:16 pm
Dalam pekat malam yang mendung, tak mungkin ku kan menelan rembulan
Tentang denting yang tak lagi "ting"
Membiru luka sekujur duka
aku tak harap cinta
Setia, itu saja
Dan ku mau, kau pun begitu
biar perih
biar terluka
ini setia, anaknya bernama cinta
Kesabaranku, untukmu
Hati ini, milikmu
***
kembalilah kepadanya, Sayank. bahagiamu menanti...
Klaten. 141211
Posted in Petrus Bayu Puja Mega Irawan
Pagi
December 8th, 2011 Posted 7:07 am
Sejenak terlupakan perih yang mendaras
Melambung sukma gemawan biru
Dan kicau, tengger derap kecil berpindah batang
Laksananya kabur
Bijak tak lahir dari mulut yang sedang berkumur
Ah! Titisan Dewata
Larung janur berharap surga
Sirihmu masih menempel di gigi palsumu, Mak!
Sementara hatiku belum kembali
Kutautkan jiwa ini pada ikrar
Menetas...
Meretas kekal lajunya cahaya
Kerinduan ini melahirkan pilu...
Bali. 061211
Posted in Petrus Bayu Puja Mega Irawan
Kangen
December 5th, 2011 Posted 8:59 am
Dan disaat yang seperti ini, bilur air yang merambat melalu kaca jendela diatas roda.
Menyibak ranting2 jejak yang masih terlihat bak varises hidup, berpacu dengan deru mengejar mimpi.
***
Hela nafas yang masih sama.
Adakah masih sama dengan apa yang kurasa? Sebab tak ada yang lain yang ku rindu selain engkau.
Obat yang tak pernah tergantikan bagi lelahku.
(Tasik. 041211)
Posted in Petrus Bayu Puja Mega Irawan
Hujan
November 17th, 2011 Posted 9:45 am
Ah! kecipak-kecipik
Tapi banjir tak hanya crit!
Tak beda dengan hidupku yang malang, yang digilai banyak perempuan,-
Sampai kapan kau mampu bertahan?
Tuang saja kedalam gelas, Sayank
Biar hujan tak menjadi bah!
Biar ramai, biar menari
Biar malang mampu kau pahami
Ah! kecipak-kecipik
Lebih baik ku ambil kendang dan bernyanyi
Basahmu, basahku
basah-basahan
Sampai kapan ku mampu bertahan?
***
Ssssttt....!
Coba dengar alunan rinai hujan
Setiap bulir bernyanyi untuk keutuhan kita
Peluk aku. lupakan "Sampai kapan?"
Jogja. 171111
Posted in Petrus Bayu Puja Mega Irawan
#1
November 11th, 2011 Posted 8:24 pm
Satu, ya satu saja
Tidak ada satu, satu, satu, dan satu yang lain
Sudahlah, aku milkmu, seperti juga katamu kepadaku: "Tak ada yang lain"
***
kemarilah,- Biarku ajak kau menikah di nirwana...
Jogja. 111111
Posted in Petrus Bayu Puja Mega Irawan












