Tulisan Oleh Petrus Bayu Puja Mega Irawan

Wush,..!!!

No Comments »

August 30th, 2010 Posted 6:15 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Akan kulukis sebuah mata untuk rembulan, malam ini Sebab baberapa malam terakhir, telah dilaluinya dengan kebutaan Kugurat sedikit demi sedikit, kugradasi warna satu dengan yang lain Bintang, kau tak boleh bising, diam saja kau di sudut sana (more...)

Bangun…!!!

No Comments »

August 27th, 2010 Posted 8:19 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Jiwaku, mengapa kau menjadi melow? Aku rindukan kau kembali Reagae Jiwaku, mengapa kau menjadi dangdut? Aku merindukan kau kembali menjadi Blues Jiwaku, oh jiwaku. Mari bersukacita bersamaku... (more...)

Hening

No Comments »

August 21st, 2010 Posted 9:28 am

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) "Dan biar hanya mata, dan hatiku yang berbicara, kala selimut penantian menemaniku memandang serpihan kusam yang terhampar, dan terguratkan kenangan indah masa lalu yang kini harus terkoyak,.." Lampung; 21-08-2010

Mabuk Kata

No Comments »

August 20th, 2010 Posted 6:14 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Kata-kataku, katanya kata Katanya katakan kata Kata-katanya kata-kata kata Kata katanya, kata-kataku (more...)

Tak!

No Comments »

August 20th, 2010 Posted 4:54 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) mengintip matahari dari selatan, takjub hati tak kunjung datang Apakah bulan masih berpihak kepadaku malam ini? Kiranya bintang, tak lari jauh dari tempat ini Terpergok kilau, dihantamnya mataku, pedih Bincangku rayu cahaya, bisik lembut agar tak mengadu kepada matahari Hembus angin membantu meyakinkan Luruh kilau, perlahan menghentikan serangannya (more...)

Pipit

No Comments »

August 20th, 2010 Posted 3:51 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Berkecamuk diantara jiwa-jiwa yang tenang, seekor pipit berteriak tanpa ritme; apalagi tempo Di hancurkannya gramatika hati, anarki diri terselip menunggangi mimpi terbang meraung, berteriak diluar kapasitas kicaunya kepak menghajar awan yang bukan menjadi jangkauan sayapnya (more...)

Cintaku bertepuk sebelah Vespa #5 ( Seri hari Kemerdekaan Indonesia)

No Comments »

August 17th, 2010 Posted 11:13 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

*Episode sebelumnya*

Yuki membonceng Ando. Yuki yang sudah setiap hari mengendarai Vespa tersebut, mengendarainya dengan sangat santai. Sementara berbanding terbalik dengan Ando yang baru kali pertama ini naik Vespa, iaselalu cerewet, setiap kali ia merasa tak nyaman. Sesekali, Ando menegur Yuki.

“woy. Hati-hati dong lu…”Kata Ando.

“Udah. Lu diem aje. Bawel amat sich…”

“ya.. Tapi… Tapi.. Pelan-pelan dong…”

read more

http://www.facebook.com/note.php?note_id=456874012493



Cintaku bertepuk sebelah Vespa #5 ( Seri hari Kemerdekaan Indonesia)

No Comments »

August 17th, 2010 Posted 11:13 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

*Episode sebelumnya*

Yuki membonceng Ando. Yuki yang sudah setiap hari mengendarai Vespa tersebut, mengendarainya dengan sangat santai. Sementara berbanding terbalik dengan Ando yang baru kali pertama ini naik Vespa, iaselalu cerewet, setiap kali ia merasa tak nyaman. Sesekali, Ando menegur Yuki.

"woy. Hati-hati dong lu..."Kata Ando.

"Udah. Lu diem aje. Bawel amat sich..."

"ya.. Tapi... Tapi.. Pelan-pelan dong..."

(more...)

Mereka bilang aku, Gila

No Comments »

August 15th, 2010 Posted 8:53 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Kisah ini terjadi beberapa waktu yang lalu, ketika Ibuku baru pulang dari menjalankan aktivitas ke Agamaannya, di tempat ibadah. Entahlah.Apa karena aku yang memang sudah gila, seperti yang banyak orang katakana itu, atau aku yang sudah durhaka. Apapun itu, aku juga tak tahu, mengapa aku inginberbagi cerita ini. Sepulang Ibuku menjalankan aktivitas ke Agmaannya, ibukumenghampiriku. Katanya kepadaku,- "Le,.. Tadi ada diumumin di tempat ibadah, kalau tempatibadah mau narik iuran ke setiap KK, Umatnya, masing-masing Rp. 1.000.000,-(satu juta rupiah) untuk merenovasi bangunan tempat ibadah tersebut." (more...)

Yang harus pergi

No Comments »

August 14th, 2010 Posted 3:38 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Lambai mentari, syahdu angin menitik gerimis Enggan berpijak, pilu cahaya mata berteriak dalam diam Terbang tanpa sayap, kemudian menari tanpa gerakan Tenang sesaat dalam balutan awan putih Basuh pelangi, menghunus hati tanpa tersentuh Tak tergapai,... Tak terjamah,... (more...)

Tak pernah pudar

No Comments »

August 12th, 2010 Posted 8:22 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Sayup merunduk, sekuntum merah jambu tersenyum Menyamar pekat menelusup disela cahaya, tak dapat Denting ketulususan, gemetar dawai mengusir cepat Hati yang suci takkan pernah tersentuh jahat Tawa kurcaci menari berputar mengelilingi balerina Mengintip jahanam, mencoba menusuk, tak mampu Jujur gerakan, riang tari tak pernah pudar Gemulai keikhlasan, menendang malu penguasa picik (more...)

ting…

No Comments »

August 12th, 2010 Posted 12:49 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Sempat terucapkan kata, saat bibir lebih jujur terhadap jiwa cinta mengandung harapan, luruh raga tak mampu berbicara naif yang terlahir, saat cinta tak terbalas (more...)

Cintaku bertepuk sebelah Vespa #4

No Comments »

August 11th, 2010 Posted 2:35 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Pagi itu Ando bergegas menuju ke kampus. Setelah sebelumnya terbangun kesiangan seperti pagi-pagi yang lainnya. Di staternya mobil kesayangan, dan segera menuju ke kampus. Namun, entah apa yang terjadi, di tengah perjalanan, mobil Ando mogok. Ando panik, ia berusaha menghidupkan mesin mobilnya, namun tidak juga hidup. Ando mencoba membuka kap mesin, dan mencoba mengutak-atik mesin mobilnya, namun tak juga berhasil, sampai akhirnya seseorang mengendari Vespa menghampirinya. Dia adalah Yuki, yang kebetulan lewat, hendak menuju ke kampus pula. Kampus mereka memang tak sama, namun searah. (more...)

Pagi menanti kereta cinta

No Comments »

August 5th, 2010 Posted 12:05 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan) Kukemas malam dalam balutan kasih Mencumbu bulan, terabas angin Pagi menguning, mentari memberi senyum Cahaya membanjur, luruh luka terhempas terbakar cinta Tiup sangsaka, merdu suara tawa Dengar semesta nyanyikan suara alam Peri kecil tersenyum, gemulai lentik, kupu-kupu menari Anak-anak berlari, melahap mimpi siapkan masa depan (more...)

Reflection

No Comments »

August 4th, 2010 Posted 4:09 pm

(Petrus Bayu Puja Mega Irawan)

Seharusnya bukanlah air mata, yang ku gunakan untuk membungkus segala kenangan itu. Bukan pula tangis, atau muram yang hampir menjadi durja. Sebaiknya ku ambil saja senyum, Kurangkai sedikit demi sedikit, ku rekatkan denga lem ketulusan, hingga menjadi senyuman yang abadi. Sebuah senyum yang tak akan pernah pudar, sebuah senyum yang sebenarnya senyuman. Lepas ku tinggalkan pedih itu. Ku lalui hari dengan kenyataan yang ada. Kunikmati setiap tetes yang mungkin tak dapat kunikmati lagi.

(more...)

←Older