Tulisan Oleh Petrus Bayu Puja Mega Irawan

Pahlawan bukan teori

No Comments »

November 10th, 2011 Posted 9:53 am

Tak penting apa kata mereka, tak penting pula apa keluhmu

Kenyataan membawamu berlalu

Tentang sakit, tentang cibir, tentang ludah yang sudah kau telan

Tentang raga yang harus terus bergerak

 

Semangati saja

Jangan pikir cibir, jangan hina penghina

Kenyataan adalah kau pahlawan nurani

 

Mereka itu pengecut

Menyalahkanmu, membodohkanmu, memintarimu

Mereka itu penakut

Tak seperti kau yang berbaja ketika melihat anakmu menangis

 

Jalani saja

Anakmu itu bukan kesalahan

Apa yang kau buat adalah kepahlawanan

 

Kau adalah pahlawan nurani, dan mereka yang pengecut akan menyalahkanmu, kemudian takut mendapati kondisi sepertimu

Tapi bagi mereka yang bernurani kau adalah pahlawan yang membangunkannya, bukan menTuhani dengan menciptakan segala teori ketakutan

 

Jogja. 10112011

foto: Mulyono Kribo


Hujan

No Comments »

November 4th, 2011 Posted 11:07 am

Demikianlah hujan menghujam hutan
Sebuah kesendirian bicaranya hati kita

Saling memeluk tanpa diminta
Saling kokoh menopang menerjang badai
Ditengah hutan, kau dan aku menjadi satu

Bulir air menggulung, tenggelam di dalam salju
Tak ku takut, tak juga kau
Ini sebuah perjalanan
Bahkan ketika kau dan aku terjebak badai di tengah hutan

Ku genggam tanganmu, kau memeluk
Sinergi dalam yang bicara
Ciptaku dan mu, adalah senyum seusai hujan menghujam hutan

Jogja. 041111

Aku

No Comments »

October 24th, 2011 Posted 6:01 pm

Maka biarlah aku berjalan di dalam pelukan hujan, agar tak seorangpun tahu bahwa aku sedang menangis

 

 

Menarilah malam sibak rembulan

Ayahku sang siang, tak harap bintang datang

besilah warnaku, mimpi-pun mengasap

 

Tak gentar aku, tak juga mengemis

Biar kau lucuti aku, kau telanjangi dengan segala teori

Aku tetaplah aku

Aku adalah kenyataan 

***

Siapakah engkau yang berani menyalahkan keberadaanku?

 

Jogja. 241011

Photo by: Mulyono Kribo

 

WebRepOverall rating

 

WebRepOverall rating 

Kidung lelap penarik becak

No Comments »

October 23rd, 2011 Posted 1:58 pm

*Bagian Kanan*

krik...

krik...

krik..

krik...

(Suarakan terus menerus)

 

*Bagian Kiri*

Ceklik...

Ceklik...

Ceklik...

Ceklik..

(Suarakan terus menerus)

 

*Bagian Tengah*

(suarakan selembut mungkin)

 

Pak, belum bayar sekolah, Pak si Ragil meriang, Pak si Sulung nabrakin sepeda motor temannya ketika dia pinjam untuk belajar mengendarai tanpa sepengetahuan saya, Pak gentengnya bocor, Pak, Pak, Pak, Pak, Pak, Pak, pak, paK, (Semakin mengeras) Pak, Pak, Pak, Pak, (Amat Keras) Pak, Pak, Pak,

Pakkkkkkkkkkk.............!

 

Tinnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn............!

 

(Semua Diam)

 

Penarik becak terlelap berkasur aspal, memeluk guling roda sedan.

 

Jogja. 241011

WebRepOverall rating

Royal

No Comments »

October 21st, 2011 Posted 8:58 am

Setidaknya bumi sudah basah

Bukan karena air langit, tapi karena darasan air mata hati

 

Tik,-

Tik,-

Tik.

 

Sesuatu,..

 

Menggenang kenang menggulung jarum

 

***

Keretamu itu menggilas rumahku, Tuan

Sedap malammu menghisap habis wangi di pinggiran gubukku

 

Tawamu tersedu di mimik-ku

Ribuan lensa itu, menangis

 

Diantara ribuan jiwa yang bersuka paksa, aku mendengar kalimatmu, yang mulia:

 

"Bahkan semutpun jangan sampai masuk"

 

***

Kini kau bersuka, sebab tangisku ini terbahak.

 

Jogja. 211011

WebRepOverall rating

WebRepOverall rating