Tulisan Oleh Puji Lestari

Sepotong Jari di Mulutku

4 Comments »

June 4th, 2010 Posted 2:58 pm

(Puji Lestari)

Kami biasa bercanda di sore hari setelah semua kesibukan selesai dilakukan. Saling menggoda satu sama lain untuk melepas penat. Tetapi kadang-kadang cara bercanda kami kelewat batas. Misalnya sore itu, aku menggigit telinganya ketika kami sedang nonton tv bersama. Cuma bercanda. Tidak benar-benar digigit sebenarnya. Tapi tetap saja, dia berteriak-teriak ketakutan. Dan kami pun tertawa bersama-sama. Lain waktu, ketika aku sedang mengupas buah, aku menakuti-nakutinya dengan pisau yang kugenggam. Kuketuk-ketukkan di lantai mendekati jari-jari kakinya seakan hendak memotong jari-jari itu. Dan dia akan menjerit-jerit ketakutan. Kengerian yang diperlihatkannya justru membuatku senang dan tertawa terpingkal-pingkal.

(more…)



Tags: , ,
Posted in Puji Lestari

Perpisahan di Sore Itu

No Comments »

March 4th, 2010 Posted 8:41 pm

(Puji Lestari)

Sore itu terasa lebih sepi dari biasanya. Matahari serasa tenggelam lebih cepat. Lampu neon kami mendadak tak menyala terang. Suasana redup seperti hati kami berdua. Kami lantas memutuskan untuk duduk di teras saja. Keputusan yang diambil tanpa sepatah kata pun. Hanya bahasa tubuh kami menggambarkan keinginan itu.

Kami duduk berjauhan. Masing-masing menghadap ke arah yang berbeda. Diam tanpa kata, mencoba menyelami hati masing-masing yang galau. Ternyata duduk di teras dan menunggu malam yang hampir turun tak juga mengusir mendung di hati kami.

Kurang lebih tiga puluh menit berselang, nyamuk-nyamuk mulai berdatangan. Suaranya berdenging di atas kepala. Beberapa menghisap darah kami dengan rakus, tapi kami tak menghiraukannya. Malam mulai menjamah dengan hitamnya yang pekat. Aku tak bisa lagi memandang wajahnya dengan jelas dan dia juga tak bisa memandang wajahku. Maka kupikir inilah saat yang tepat untuk mencurahkan hatiku yang remuk redam. Air mataku mengalir seperti air bah. Benteng pertahananku runtuh seketika.

(more…)



Tags: ,
Posted in Puji Lestari

Terusik Sang Pemimpi

2 Comments »

January 15th, 2010 Posted 11:55 am

(Puji Lestari)

Sehabis menonton “Sang Pemimpi” aku memilih pulang dengan berjalan kaki. Suasana sore yang temaram membuatku tak kepanasan. Perjalanan santai menuju rumahku membawa angan-anganku lebih jauh lagi dari langkah kakiku.Potongan adegan film “Sang Pemimpi” mau tak mau mengingatkanku pada impianku sendiri. Impian yang telah lama kulupakan. Impian yang kini tiba-tiba hadir mengusik pikiranku.

Tiga puluh tahun yang lalu aku dilahirkan di sebuah desa terpencil dekat pantai selatan Jawa. Kampungku tak tercantum di peta apalagi di Googlemaps. Letaknya di sebelah selatan kota Malang. Menembus hutan jati lebat sepanjang kurang lebih 3 Km. Menyeberangi sungai Berantas melalui jembatan kecil yang hanya cukup dilewati satu mobil. Setelah itu bersiaplah melalui jalan berkelok, naik turun dan beraspal sangat buruk. Jalanan beraspal halus hanya sedikit terlihat dengan lubang-lubang berbatu yang lebih banyak.

(more…)



Tags: ,
Posted in Puji Lestari

Untuk Penyiksaku

1 Comment »

November 4th, 2009 Posted 10:07 pm

(Puji Lestari)

Sejak kehadiranmu badanku semakin lemah. Bintang-bintang serasa mengelilingi kepalaku sepanjang pagi. Tonjokkan keras di ulu hatiku membuatku limbung. Makanan kesukaanku berubah bagai racun yang siap membunuhku. Kau renggut kemolekan tubuhku, kau rampas lincah gerakku. Apa yang sebenarnya kau lakukan padaku?

Terkadang aku membayangkan keadaanmu. Sendiri…sepi…tetapi hangat bukan? Aku selalu ada menyanyikan lagu untukmu…mendaraskan doa bagimu…memohon berkah yang melimpah atasmu…tapi kau tak pernah peduli…terus saja kau menyiksaku…

(more…)



Tags:
Posted in Puji Lestari

Arumi… Arumi…

No Comments »

November 4th, 2009 Posted 10:06 pm

(Puji Lestari)

Beberapa tahun yang lalu aku bertemu dengannya di desa terpencil ini. Waktu itu Ki Lurah desa ini memanggil dalang terbaik dari Temanggung untuk merayakan keberhasilannya karena terpilih menjadi lurah.

Bagiku, sesungguhnya perjalanan waktu itu adalah perjalanan yang pertama. Aku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh dan berat untuk sampai di desa terpencil ini. Tapi perjalanan itu kulalui dengan hari gembira demi menjaga orang yang kucintai.
Ketika pertama kali sampai di desa ini, aku berhenti di sebuah warung kopi untuk melepas penat. Pembicaraan-pembicaraan antara para pembeli tidak terlalu kuperhatikan. Aku benar-benar lelah. Kunikmati hisapan rokokku dan racikan kopi tubruk yang tak manis. Hingga kudengar nama itu disebut.

(more…)



Tags: ,
Posted in Puji Lestari

Tentang Seseorang yang Mencari Tulang Rusuknya

4 Comments »

October 26th, 2009 Posted 7:47 pm

(Puji Lestari)

Aku memandang malam dan aku melihat malam yang ditemani bintang.
Kemudian aku menatap siang dan aku melihat matahari yang menyinari siang.
Aku melihat ombak dan aku menemukan pantai yang setia menanti ombak..
Kini aku mendengar nada-nada dan setelah itu aku menyimak syair-syair yang selalu mengiringi nada.
Lalu siapakah yang menemani aku seperti bintang yang menemani malam?
Siapakah yang menantiku seperti pantai yang menantikan ombak?
Siapakah yang mengiringiku seperti syair yang senantiasa menyelinap di antara nada?
Aku raba tulang rusukku.
Aku rasa memang ada yang hilang satu.
Aku pejamkan mataku dan aku membayangkan sesuatu.

(more…)



Tags:
Posted in Puji Lestari

Maya

7 Comments »

October 25th, 2009 Posted 11:24 pm

(Puji Lestari)

Pesan yang kutunggu-tunggu di sudut kanan bawah layar komputerku tidak juga muncul. Sudah kucoba mengalihkan perhatian pada pekerjaan-pekerjaanku, tapi selalu saja kucuri-curi pandang ke sudut itu lagi. Sudah aku periksa notifier emailku itu, pengaturannya sudah benar. Tapi mengapa sedari tadi tak satu pun pesan yang muncul padahal biasanya sekitar jam segini ini aku menerima balasan darinya. Semakin lama ditunggu semakin menyebalkan. Padahal jarum jam semakin mendekati pukul 5 dan itu berarti sebentar lagi istriku pulang.

Sepuluh menit telah berlalu, akhirnya habis juga sabarku.
Kumatikan komputer dan kuhisap rokok dalam-dalam, kuhembuskan dengan keras untuk membuang rasa sebalku sore ini.

(more…)



Tags: ,
Posted in Puji Lestari