Archive for the Ratna Fri Category

Hujan di Bulan November

No Comments »

November 14th, 2009 Posted 11:21 pm

(Ratna Fri)

Bulan November biasanya selalu di awali dengan hujan deras. Tapi awal November ini terasa panas dan gerah. Langit kota Semarang memang sering kali mendung, tapi hujan belum juga turun. Setiap malam yang biasa terasa dingin di tahun-tahun yang lalu, kini terasa panas. Tuhan aku merindukan hujan di bulan November ini. Bulan yang selalu membuat aku tersenyum mengingat kenangan indah yang pernah aku lalui bersama-Mu.

Dimana bulan November selalu memberikan keceriaan tersendiri. Ketika masa adven dimulai di bulan ini. Merenungkan saat-saat Kau hadir pertama kalinya di bumi ini. Kabar sukacita yang selalu dinanti ada di tengah-tengah kami.

(more…)

Tags: , , , ,
Posted in Ratna Fri

Ternyata Aku Fobia Juga

3 Comments »

November 5th, 2009 Posted 12:53 am

(Ratna Fri)

Sore ini ketika saya membeli rokok untuk ayah di warung dekat rumah, pemilik warung sebut saja namanya Ibu Sirun bercerita kalau cucunya yang bernama Reza yang berusia 7 tahun itu sangat takut dengan yang namanya Kuda Lumping. Dan beberapa hari yang lalu ada pengamen kuda lumping sekitar 2 orang yang datang ke area pemukiman kami. Waktu itu Reza sedang asyik main sepeda di jalan, ketika melihat pengamen kuda lumping ini dari kejauhan, Reza sangat kaget dan dia langsung saja meninggalkankan sepedanya di jalanan dan sandalnya di buang begitu saja, dia berlari ke arah warung tempat Ibu Sirun berjualan. Sambil berteriak-teriak “Nenek….nenek…takut nek! Cepat itu….orangnya di kasih uang biar cepat pergi” Reza begitu histerisnya melihat pengamen itu. Neneknya yang sedang duduk sambil menimbang telur-telur untuk dijual keheranan dengan tingkah Reza ini. “Kenapa mas Reza, kamu takut apa” tanya sang nenek yang belum mengerti mengapa Reza tiba-tiba saja ketakutan. “Itu nek, ada kuda lumping, Reza takut…., cepat di kasih uang biar cepat pergi” teriak Reza lagi sambil menarik-narik baju sang nenek. “Kuda Lumpingnya masih jauh, belum ke sini mas” jelas Ibu Sirun sambil menenangkan Reza. “Tidak usah takut, cuma kuda lumping saja mas” kata neneknya lagi. “Ayoo…nek, jangan sampai masuk ke sini, cepatan di kasih uang…” rengek Reza lagi yang badannya sudah gemetaran dan keringat dingin mengucur di seluruh tubuhnya. Neneknya yang melihat Reza benar-benar ketakutan jadi kasihan, lalu beliau keluar ke depan warung sambil membawa uang kecil untuk pengamen kuda lumping itu.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ratna Fri

Apakah Kamu Masih Patah Hati?

1 Comment »

November 1st, 2009 Posted 3:15 am

(Ratna Fri)

Beberapa hari ini banyak sekali status teman-temanku di fb yang lagi patah hati, yang pasti melow dan penuh dengan luapan kemarahan. Sayapun 1 bulan yang lalu mengalaminya, dan merasakan bahwa dunia ini berhenti karena dia sudah tidak bersamaku lagi. Yang membuat saya merasa sangat sedih adalah karena saya tidak bisa mempertahankan hubungan ini dikarenakan sebuah perbedaan, mungkin jika permasalahannya ada orang ketiga di dirinya itu akan membuat saya mudah melupakannya.

Sudah hampir 1 bulan lebih bayang-bayang dia tak mampu untuk saya hapus dari pikiran dan hati saya. Pedih sakit dan kecewa pasti ada, dan rasa itu semakin bercampur aduk yang membuat saya mengasihi diri sendiri dan semakin sedih. Lalu saya bertanya-tanya kenapa saya bisa sesedih ini? Kenapa saya tidak bersemangat seperti dulu? Bukannya saya seorang wanita yang tegar, mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain. Banyak hal yang bisa dilakukan daripada mengasihani diri dan larut di dalam kesedihan. Saya ingat pada suatu ungkapan bahwa dunia tidak akan berhenti hanya karena kesedihan saya, dunia terus berjalan dari hari demi hari, jika saya terlalu larut di dalam kesedihan maka saya akan menyia-nyiakan hidup saya.

(more…)

Tags: ,
Posted in Ratna Fri

Library of Yogya

No Comments »

October 31st, 2009 Posted 11:36 pm

(Ratna Fri)

Beberapa waktu yang lalu ketika saya pergi ke sebuah toko buku, saya melihat ada buku yang menarik dan membacanya sebentar, ketika saya membolak balik halaman demi halaman buku itu ada sebuah ungkapan yang sampai saat ini selalu saya ingat “dengan mengajar saya belajar dan dengan membaca saya berpikir”

Ungkapan ini benar-benar saya ingat di dalam hati dan pikiran saya, dan memang benar adanya dengan mengajar saya pun turut belajar dan dengan membaca saya diajak untuk berpikir.

(more…)

Tags: , ,
Posted in Ratna Fri

Pingin Amnesia

2 Comments »

October 17th, 2009 Posted 7:58 pm

(Ratna Fri)

Pernah tidak kalian bisa melupakan sesuatu yang seharusnya tidak boleh di lupakan dan kejadiannya terus berulang-ulang. Misalnya ya suka lupa menaruh dompet di mana? Dompet sering ketinggalan di kantor, lupa naruh ballpoint yang barusan saja di pegang, tidak tahunya ada di saku baju kamu. Atau disuruh beliin sesuatu di warung, tapi kelupaan padahal uangnya udah di kasih, dan masih banyak lagi.

Dan ini sering terjadi sama aku, bahkan terlalu sering sampai-sampai teman kerjaku sering bilang kalau aku sudah pikun. Hehehe….tidak apa-apa sih, kadang hanya buat ramai-ramai saja, tapi kalau keseringan ya jadi masalah juga buat aku. Pernah ada kejadian dompetku ketinggalan di laci meja kerjaku, dan sewaktu pulang kerja aku dengan santainya melenggang ke supermarket buat belanja. Dengan asyiknya aku ambil barang-barang belanjaan, dan waktunya mau bayar ngantrinya panjang banget, terus sampai di kasir, aku geledah tasku uppss….ternyata dompetku ketinggalan…..malu lagi sama yang ngantri di belakang…, dan tanpa merasa berdosa bilang ke kasirnya “Maaf ya mas…., dompet saya ketinggalan jadi di cancell saja ya transaksinya…he.he.he…” lalu aku main ngacir ajah pergi dari situ. Terus buru-buru kembali lagi ke kantor….dan apesnya lagi ternyata oh ternyata kantor udah di kunci. Kejadian deh tidak bisa pulang ke kos, dalam keadaan kebingungan aku bersyukur masih ada teman kerja yang lagi nunggu jemputan. Dan dia bertanya kepadaku “Knapa mbak Ratna, kok kembali lagi, pasti dompetnya ketinggalan ya” tanyanya sambil tersenyum melihat aku yang kelihatan capek banget habis jalan cepat dari supermarket ke kantor.

(more…)

Posted in Ratna Fri

Hanya Ingin Mencintai

4 Comments »

September 28th, 2009 Posted 7:56 am

(Ratna Fri)

Mencintai itu menyakitkan, ketika aku tak mendapatkan perhatian lebih darinya
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku tak dianggapnya
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia lebih mengutamakan pekerjaannya daripada aku
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku melihatnya lebih senang bercengkerama dengan orang lain di bandingkan denganku.
Mencintai itu menyakitkan, ketika apa yang kulakukan untuknya tidak berarti di matanya
Mencintai itu menyakitkan, ketika aku berusaha memahami dirinya, tapi dia tak mengerti juga
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia tidak ingat tanggal ulang tahunku
Mencintai itu menyakitkan, ketika cintanya telah memudar untukku
Mencintai itu menyakitkan, ketika lambat laun dia menjauh dariku
Mencintai itu menyakitkan, ketika dia mulai meninggalkanku tanpa ada kata-kata
Mencintai itu menyakitkan, ketika sms-ku tidak di balasnya
Mencintai itu menyakitkan, ketika tak ada kabar berita darinya sedikitpun
Mencintai itu menyakitkan, ketika menunggu kedatangannya tapi dia tak kunjung juga datang padaku.

(more…)

Posted in Ratna Fri

Perbedaan itu Cinta

1 Comment »

September 12th, 2009 Posted 12:32 am

(Ratna Fri)

Semakin kita melangkah ke depan
Semakin terlihat jelas perbedaan diantara kita berdua
Semakin kentara jurang perbedaan
Semakin aku tak bisa menghindari kenyataan yang ada

Masih belum jua aku mengerti dirimu
Masih juga aku lebih mementingkan egoku
Masih belum jua aku mengenal pribadimu
Masih juga aku meragukan hatimu

Hanya tak ingin jauh darimu
Hanya tak ingin kau meragukanku
Hanya tak ingin pergi darimu
Hanya tak ingin kau melepaskanku

(more…)

Posted in Ratna Fri

Selamat Tinggal Sahabatku

6 Comments »

September 8th, 2009 Posted 4:30 am

(Ratna Fri)
Lomba Nulis Hari Aksara 2009

Dua hari lagi aku akan meninggalkan kota Jakarta untuk kembali ke kampung halamanku. Selagi masih ada waktu aku menyempatkan diri pergi ke tanah abang untuk membeli beberapa barang titipan adik-adikku. Aku pergi dengan naik transjakarta dari Cempaka Putih menuju Bank Indonesia. Selama perjalanan aku tidak menyangka kalau aku akhirnya pergi juga dari kota yang keras ini. Dan di dalam busway aku kembali merenung tentang sesuatu yang baru bisa aku pahami. Selama hampir 6 tahun ini aku ada di Jakarta, jauh dari keluarga dan saudara. Aku benar–benar bisa merasakan susahnya orang yang hidup merantau, pergi jauh dari kampung halaman menuju ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Aku bersyukur di Jakarta aku memiliki teman–teman yang baik, yang tidak terpengaruh dengan kehidupan malam kota besar ini. Mungkin aku termasuk orang yang kurang pandai bergaul dan tidak bisa mengikuti gaya hidup yang ada saat ini. Tapi aku tak pernah ambil pusing dengan hal itu, tidak masalah aku di katakan tidak gaul yang penting aku bisa hidup baik.

(more…)

KU ADA KARENA KAU ADA

No Comments »

September 4th, 2009 Posted 6:17 pm

(Ratna Fri)

Di sini aku berada denganmu ada di sisiku
Di sana engkau berada dekatmu ada di sampingmu

Ku ada karena kau ada
Kau ada karena ku ada
Berdua telah diciptakan-Nya
Ooohh Tuhan terima kasih

Bagiku dirimu ada
Bagimu diriku ada
Berdua kita bergandeng tangan
Menuju hari bahagia

By : Ratna Fri

Posted in Ratna Fri

Cukup Contreng Satu Kali

No Comments »

September 2nd, 2009 Posted 2:16 pm

(Ratna Fri)

Sudah satu minggu ini negara Ayodya tengah mengelar pesta akbar untuk memilih wakil rakyat yang akan bekerja memulihkan kondisi perekonomian negara yang kian memburuk. Banyak sekali caleg (calon legeslatif) yang mencalonkan diri dan menebarkan janji – janji manis kepada rakyat. Orasi demi orasi dilakukan dan tentu saja tak lupa panggung hiburan mewarnai kampanye para caleg ini yang di ramaikan oleh penyanyi dangdut nan bergoyang aduhai membuat tambah panas suasana.

Keramaian kampanye tidak saja dirasakan di ibukota Ayodya, tapi juga di desa Gadirejo. Banyak sekali gambar – gambar para caleg dari berbagai partai yang bertebaran di pohon – pohon, di tiang listrik, halte bis bahkan di dalam angkutan umum. Tak heran kalau penduduk desa Gadirejo juga kecipratan rejeki akibat pesta rakyat ini. Banyak yang menjadi simpatisan dadakan yang turut meramaikan kampanye. Tak terkecuali Gareng yang setiap hari selalu ikut kampanye, tapi anehnya Gareng ini selalu ikut kampanye pada partai yang berbeda. Misal di hari Senin dia ikutan dengan memakai kaos biru bergambar bintang, terus hari Selasa dia memakai kaos kuning yang ada gambarnya pohon beringin, hari Rabu nya dia memakai kaos merah bergambar kepala banteng sampai hari minggupun kaos yang di pakainya selalu berbeda.

(more…)

Posted in Ratna Fri

Ungkapan Hati

2 Comments »

August 31st, 2009 Posted 11:59 pm

(Ratna Fri)

Rindu hatiku untuk berbagi dengan mu
Berbagi dalam kebersamaan
Di mana hari ini aku tak mendapatkan darimu
Apakah engkau marah padaku
Sehingga membuatku merasa sepi
Takut aku menyapamu
Dan aku takut membuatmu semakin kesal padaku
Sayangku apa yang sedang kau pikirkan
Tahukah engkau bahwa setiap saat aku terus memikirkan dirimu
Berada jauh dari mu membuat ku sering merindukan hadirmu
Pertemuan kita tidak pernah aku duga dan aku sangka
Jika Tuhan menghendaki sebenarnya kita sudah saling bertatap muka
Saat kita sama-sama sedang berkunjung ke Yogya
Mungkin memang belum saat nya buat kita bertemu
Dan waktu kau jadi temanku di sebuah jaringan sosial
Entah ada kekuatan dari mana aku selalu melihat ke arahmu
Hati ku penasaran padamu, siapa kamu sebenarnya
Ternyata sahabat ku mengenal mu
Akupun menitipkan salam untukmu
Seperti nya gayung bersambut, kau pun ada perhatian padaku
Aku yang tadi nya tak memiliki harapan padamu
Kini memiliki sebuah harapan kau akan ada bersama ku
Dan kita berdua bisa memiliki saat-saat indah bersama
Kita lupakan semua yang terjadi kemarin
Mulai hari ini kita kembali melangkah bersama
Dengan sebuah senyuman yang indah
Dimana Tuhan selalu menyertai perjalanan kita berdua
Aku percayakan hubungan kita pada Tuhan Yesus
Dan jika pun Tuhan berkata lain
Aku hanya bisa menyerahkan semua ini pada Nya
Dan aku siap akan segala kemungkinan yang terjadi
Aku akan siapkan hatiku jika harus kehilangan dirimu

Semarang, 31 Agustus 2009
By : Ratna Fri

Posted in Ratna Fri

Hanya Rasa

No Comments »

August 31st, 2009 Posted 8:04 pm

(Ratna Fri)

Indah bukan?? saat tiba – tiba jantungku berdetak dengan kencang
Padahal aku tak habis berlari,
Bukan karena minum kopi ataupun minum obat
Tapi dia berdetak begitu saja, irama nya sungguh merdu,
Teratur seperti bunyi detak jam dindingku
Yang mampu mengetarkan jiwaku

Ada rasa hangat mengalir di dada
Seolah – olah menjadi pertanda
Ada seseorang yang akan mengisi hari – hariku
Dimana setiap detik, setiap menit, setiap jam
Selalu memberondongku dengan senyum manisnya.

Fatamorgana kah ini
Atau benar-benar menjadi sebuah reality
Dimana selalu merindukan hadirmu
Dan smoga ini bukan hanya rasa

Semarang, 31 Agustus 2009

Posted in Ratna Fri

Semangat Itu Akan Slalu Ada

No Comments »

August 25th, 2009 Posted 6:24 pm

(Ratna Fri)

Pagi ini ini ketika aku membaca postingan dari G. Lini tentang Pak Tino Sidin, aku jadi teringat oleh sosok seseorang yang memiliki semangat yang sama dalam mengajar anak-anak usia sekolah. Aku salut banget sama orang satu ini, aku mengenalnya tahun 2003 dia sangat dekat dengan anak-anak, dan karena anak-anak lah dia berjumpa dengan wanita yang sekarang menjadi istrinya. Kak Wawan kami biasa memanggilnya, dia sangat aktif di gereja khususnya sekolah minggu, dia begitu kreatif ketika mengajar dan membuat kelas jadi tidak monoton, caranya bicara dan gayanya ketika bercerita sering membuat murid-murid sekolah minggu tertawa dengan ceria. Keakrabannya dengan dunia anak-anak ini sering kali membuatku iri, aku juga ingin memiliki semangat seperti dia yang dapat membangkitkan semangat cinta dan kasih di dalam diri anak-anak. Selama 6 tahun aku tidak berjumpa dengan Kak Wawan dan tidak aktif kegiatan di gereja karena kepindahanku ke kota besar. Baru-baru ini aku mulai aktif di sekolah minggu, dan betapa terkaget-kaget nya aku, sekolah minggu yang sekarang muridnya lebih banyak tapi kekurangan pembina. Selain itu ada 2 kali pertemuan di setiap minggunya, hari Sabtu khusus untuk anak-anak yang mau ikut koor, dan hari minggu pagi sekolah minggu seperti biasa.Yang membuatku terkagum-kagum adalah yang ikut koor banyak, dan suara anak-anak itu merdu sekali, tidak ada batasan umur berapapun yang boleh ikut, kalau aku liat anak usia 4 tahun juga sudah bisa ikut. Ketika aku bertanya pada salah seorang teman siapa yang memiliki gagasan ini, dan ternyata gagasan itu berasal dari kak Wawan, dia yang mengajar menyanyi. Setiap kali menyanyi ada gerakan tertentu yang di sesuaikan dengan lagu, sehingga anak-anak dapat menyanyi sekaligus membuat gerakan yang indah. Kak Wawan juga kreatif dalam menciptakan lagu, dia juga sering menganti syair lagu yang sedang popular saat ini untuk disesuaikan dengan anak-anak. Aku ingat satu lagu yang baru di nyanyikan oleh ”Nicholas Children Choir” ( nama koor sekolah minggu Paroki Atmodirono ) pada saat acara pelepasan Romo Paroki kami, pasti kita tahu khan lagunya ”nona manis sapa yang punya, nona manis sapa yang punya, nona manis sapa yang punya, yang punya kita semua”

(more…)

Posted in Ratna Fri

I’m Sorry

3 Comments »

August 21st, 2009 Posted 10:10 am

(Ratna Fri)

Egomu yang tinggi itu membuatku gerah
Di otakmu hanya ada satu kata menikah
Sepertinya kau hanya menginginkan status “menikah” saja
Kau tak berpikir akan kau bawa ke mana pernikahan ini.

Kau tak peduli tentang perasaanku
Kau tak peduli ketakutanku
Kau tak peduli pada hatiku

Maaf jika aku tak bisa berkata “Yes, I do”
Sbab kau belum bisa menyakinkan aku
Hatiku masih bimbang ntuk menerimamu kembali

(more…)

Posted in Ratna Fri

Dasar Orang Jawa

6 Comments »

August 18th, 2009 Posted 2:09 pm

(Ratna Fri)

Aku masih ingat saat pertama kali aku kerja di Jakarta kira-kira 6 th yang lalu. Teman – temanku selalu mengejek aku karena logat Jawaku yang masih medhok. Aku selalu bicara dengan pelan dan mendayu dayu kayak mbok Juminten yang lagi menjajakan jamu di jalanan. “ Jamu……jamu…..jamune….mas.

He…he….bisa khan kalian bayangin cara ngomongnya mbok Juminten si tukang jamu. Nah itu cara ngomong aku saat pertama kali datang ke Jakarta. Setiap kali aku ngomong selalu di ketawain, bener – bener malu sampai – sampai aku jarang ngomong kalau gak ke paksa. Tapi setelah satu tahun di Jakarta aku sudah mulai lancar bilang lue…., gue…, knape…., ape……he…he….he…..jadi suka ikutan logat betawi – betawian. Trus udah gitu aku juga harus ngapalin nominal uang entah itu bahasa Cina pa betawi ya…..misal cepek, gopek, ceban, goban, cetio, cepekceng apalagi ya….dah lupa aku.
Aku harus hapal semua, klo gak ngerti pasti temen aku ngomel – ngomel dan ngetawai aku. Maklum dulu aku kerja di daerah mangga dua, dan temen-temenku juga suka ngajakin jalan ke Glodok dan ITC mangga dua buat cari baju, pernak pernik dan film (bukan film bf lho…) hayooo jangan parno dulu ya he…he…he…., Jadi untuk bahasa duit ini mang kudu ngerti biar klo mo beli gak di mahalin begitu kata temenku.

(more…)

Posted in Ratna Fri

←Older