Tulisan Oleh Ratna Fri

BELAJAR JADI EO WEDDING

No Comments »

March 22nd, 2011 Posted 1:12 pm

Setiap pasangan yang akan menikah selain akad nikah selalu menanti-nantikan acara resepsi pernikahan. Dan selama beberapa bulan sebelum menikah, semua perhatian tercurah untuk menyiapkan resepsi pernikahan ini. Bahkan seringkali karena menginginkan pesta yang meriah dan ingin memanjakan tamu dengan makanan yang lezat, dekorasi yang indah, dan tempat yang nyaman, tak jarang uang yang di keluarkan untuk acara resepsi pernikahan bisa lebih dari 50juta.

 

Siapa sih yang ingin pesta pernikahannya yang cuman sekali seumur hidup ini berlangsung biasa-biasa saja. Saya yakin setiap pasangan yang memiliki uang berlebih pasti ingin menyelenggarakan pestanya dengan semegah mungkin. Dengan baju pengantin yang indah, dandanan pengantin yang bagus, tidak cepat luntur dan bisa membuat orang pangling, dekorasi yang apik, yang terutama adalah makanan yang lezat dan tidak kurang pada saat acara berlangsung. Mungkin bagi yang memiliki kocek lebih hal ini dapat di peroleh dengan mudah. Tinggal menyewa EO, dan semuanya beres. Tapi dana yang harus di keluarkan bisa ratusan juta, dan itu juga tergantung dari jumlah tamu undangan yang akan hadir di pesta tersebut.

 

Beberapa minggu yang lalu, saya menghadiri satu acara resepsi pernikahan yang di selenggarakan oleh sepupu saya. Undangan yang disebar sekitar 250 undangan, di perkirakan yang hadir sekitar 500orang. Untuk menyelenggarakan pesta tersebut sepupu saya mengeluarakan uang sejumlah Rp 55.000.000,- dengan rincian :

 

1. Buffe  ( 500 orang x Rp 100.000 )    = Rp 50.000.000

2. Pondokan sate ayam             = Rp   2.500.000

3. Pondokan tengkleng             = Rp  2.500.000         

 

Rincian diatas, sudah termasuk dekorasi dan sewa gedung, menginap di kamar pengantin selama 1 malam, dan ada tambahan kamar untuk keluarga untuk 1 malam. Namun belum termasuk biaya Rias Pengantin, Baju Pengantin, sovenir dan documentasi (foto & video syuting). Makanan yang disajikanpun lumayan, namun bisa dibilang tidak terlalu enak. Dan menurut saya hanya satu jenis makanan yang saya suka yaitu sop buntut. Selain itu tidak ada yang saya sentuh. Setelah acara resepsi selesai, banyak makanan sisa yang harus di bawa pulang. Hmmmm menurut saya ini terlalu menghambur-hamburkan uang.

 

Saya jadi ingat dengan pengalaman saya, saat mengurusi pernikahan adik. Rencana awal kami akan menggunakana jasa catering untuk menyediakan makanan pada saat acara resepsi di gedung. Namun rencana itu jadi berubah, mengingat biaya yang di keluarkan sangatlah banyak. Pada saat itu (Juni tahun 2009), dari pihak catering menawarkan untuk paket 500 undangan seharga Rp 22.000.000. Makanan yang akan disajikan sejumlah 1000 porsi, dengan rincian buffe 400 porsi, dan 3 pondokan, es buah & softdrink. Menurut kami harga tersebut masih terlalu mahal. Karena tidak mungkin kami menyediakan porsi sesuai jumlah undangan. Menurut pengalaman yang sudah-sudah, makana yang harus disediakan dalam sebuah acara pernikahan adalah 3xjumlah tamu (3×1000= 3000porsi). Berarti jika kami memakai jasa catering kami harus menyediakan dana sebesar Rp 66.000.000 hanya untuk catering saja, belum Rias Pengantin, Sewa Gedung, Organ Tunggal (Hiburan), mobil Pengantin dan keperluan lainnya. Jika mengingat dana yang kami anggarkan saat itu sekitar 50juta, pastilah sangat kurang untuk bisa menutup semua biaya-biaya tsb.

 

Mengetahui dana yang membengkak seperti ini. Akhirnya kami sekeluarga mendiskusikan agar jumlah undangan di kurangi, namun kedua orangtua saya keberatan. Karena hajatan ini adalah hajatan pertama, kedua orang tua ku ingin mengundang relasi dan saudara-saudara jauh yang sudah lama tidak berjumpa dalam pesta ini. Dan kami menemukan solusi, untuk menyelenggarakan pesta pernikahan dengan catering yang di tangani sendiri. Kemudian saya survei jenis-jenis makanan yang enak, dan warung makan yang mau diajak kerjasama dalam acara pernikahan. Setelah selama satu minggu saya survei di daerah Semarang makanan mana saja yang enak dan sesuai budget, maka di tentukan bahwa kami akan menyajikan beberapa pondokan yang terdiri dari sate, tengkleng, rica-rica kambing, bakso, siomay, martabak, es cream, juice buah, softdrink, buah-buahan segar dan prasmanan. Berikut ini rinciannya dana yang kami keluarkan untuk makanan.

 

1. Sate    (300 porsi )                           = Rp  1.750.000

2. Bakso ( 600 porsi )                          = Rp  2.500.000

3. Tengkleng ( 300 porsi )                     = Rp  1.600.000

4. Rica-rica kambing ( 300 porsi)          = Rp     750.000 (buat sendiri )

5. Martabak ( 300 porsi )                     = Rp     600.000

6. Buffe  ( 400 porsi )                           = Rp  5.000.000

7. Softdrink                                          = Rp     350.000

8. Juice buah                                        = Rp     350.000

9. Aqua                                                = Rp     380.000

10. Siomay ( 200 porsi )                       = Rp  1.200.000

11. Es Cream                                       = Rp     600.000

12. Es batu                                           = Rp       50.000

 

Total biaya untuk makanan sebesar Rp 15.130.000,-

 

Biaya sewa gedung                               =  Rp  2.500.000

Biaya jasa pramusaji                             = Rp  1.100.000

Biaya sewa  peralatan pesta                  = Rp  1.700.000

( piring, pondokan, gelas dll )

Biaya dekorasi gedung              = Rp  2.500.000

Biaya keamanan                                   = Rp     500.000

Biaya lain-lain                                       = Rp     250.000

 

Total biaya yang di keluarkan untuk acara di gedung sebesar Rp 23.860.000,-

 

Coba sekarang kita bandingkan dengan acara resepsi yang di lakukan di gedung. Dana yang di perlukan jika kita merancang sendiri acara tersebut bisa dua kali lebih hemat dengan jumlah tamu undangan yang lebih banyak pula.

Anda pasti tidak percaya, jika saya mengatakan bahwa ini pertama kali saya menangani acara pesta pernikahan, dan berjalan sukses. Semua relasi dan teman-teman kedua orang tua saya mengira bahwa acara yang kami selenggarakan memakan biaya lebih dari 60 juta untuk di gedung saja. Dan ketika saya menceritakan bahwa kami tidak membutuhkan biaya yang terlalu besar untuk menyelenggarakan pesta yang besar pula. Dan mereka samasekali tidak percaya. Makananpun sisa sedikit, karena yang kami sajikan diambil dari warung-warung yang sudah memiliki nama dan terkenal enak masakannya.

 

Diatas yang saya kupas masih seputar biaya pernikahan untuk di gedung. Padahal masih banyak biaya yang harus di keluarkan. Terutama untuk acara pemberkatan (akad nikah) dan acara di rumah (siraman dan midodareni).  Berikut ini rinciannya :

 

 1.  Penggantin & sewa baju penggantin             = Rp 6.000.000,-

    ( harga di atas sudah termasuk rias untuk orang tua penggantin, penerima buku tamu = 4 orang , among tamu 10 orang, keluarga = 7 orang, dan sewa jarik + beskap, harga ini adalah harga teman, karena keluarga kami kenal dengan periasnya )

 2.  Foto Penggantin                                                      = Rp 1.500.000,-

 3.  Video Syuting                                                         = Rp 1.000.000,-

 4.  Konsumsi untuk Midodareni                                   = Rp 2.125.000,-

 5.  Konsumsi untuk acara siraman                                = Rp    600.000,-       

 6.  Konsumsi untuk acara di kampung              = Rp 1.100.000,-

 7.  Snack utk setelah acara pemberkatan                      = Rp    750.000,-

 8.  Sewa Tenda ( 3 hari x 3 tenda x R 100.000 )          = Rp    900.000,- ( untuk di rumah )

 9.  Undangan ( 500 x Rp 3.000 )                                 = Rp  1.500.000,-

10. Kebaya untuk seragam among tamu                        = Rp     600.000,-

11. Kebaya untuk keluarga                                           = Rp    725.000,-

12. Pranata Cara                                                          = Rp     750.000,-

13. Tanda terima kasih untuk panitia                              = Rp  1.000.000,-

14. Bis untuk keluarga                                                   = Rp     300.000,-

15. Mobil Penggantin                                                    = Rp     500.000,-

16. Kebaya untuk akad nikah                                       = Rp     750.000,-

17. Bayar tenaga untuk di dapur                                    = Rp     400.000,-

18. Biaya  untuk seserahan                                            = Rp    500.000,-

19. Biaya untuk di Gereja                                             = Rp    500.000,-

20. Bunga untuk kamar penggantin                                = Rp    300.000,-

21. Souvenir ( 500 x Rp 1.000 )                                   = Rp    500.000,-

22. Biaya tak terduga                                                    = Rp    500.000,-

23. Hiburan                                                                  = Rp 1.000.000,-

 

Total Biaya di luar gedung pernikahan sebesar Rp 23.800.000,-

Total Pengeluaran untuk pernikahan adik saya adalah sebesar Rp 47.660.000,-

 

Fantastik, dari biaya yang di keluarkan oleh sepupu saya yang mengadakan acara di hotel sebesar Rp 55.000.000 dengan jumlah tamu undangan 500 orang. Itupun belum termasuk biaya syuting video dan foto sebesar Rp 6.000.000,-. Dan biaya sovenir Rp 6000 x 200 = Rp 1.200.000.

 

Wow…….benar-benar hemat ya, jika kita mau mengurus pernikahan sendiri, tanpa EO dan jasa catering.

 

Mau tau bagaimana caranya. Simak penjelasan saya berikut ini :

 

1.   Anda harus menetapkan budget / anggaran / uang yang anda miliki untuk mengadakan acara resepsi pernikahan.

2.   Tentukan jumlah tamu yang akan di undang.

3.   Anda harus mencari saudara atau teman yang mau membantu anda untuk mempersiapkan pesta pernikahan, dan memberi imbalan yang pantas untuk saudara/teman anda. Pada saat pesta pernikahan adik saya, tante dan om saya membantu untuk mengatur acara di gedung. Dan supaya sukses anda harus benar-benar memilih orang yang benar-benar mau membantu anda tanpa memperhitungkan untung dan rugi. Karena dalam pernikahan sepupu saya, ada beberapa biaya yang tidak semestinya. Seperti sovenir yang harga di pasaran sekitar Rp 3.000/pcs jadi Rp 6.000/pcs. Dikarenakan tante saya terlalu percaya dengan temannya. Belum lagi untuk foto yang di patok harga Rp 6.000.000, padahal hasilnya pun sama dengan studio yang memasang tarif Rp 2.500.000,-

4.   Tentukan menu apa saja yang akan anda sajikan. Saran saya, di tempat tinggal anda, masakan apa saja yang khas, dan cari tempat-tempat yang menyajikan makanan tertentu yang enak, dengan harga yang terjangkau.

      Contoh : Pada saat saya menentukan menu sate sebagai menu pondokan, saya mencari tempat sate yang enak, dan sudah terbiasa menerima pesanan untuk acara-acara pernikahan. Saya memesan untuk 150 porsi, dengan hitungan 150 x 9.000/ porsi (10 tusuk) = Rp 1.350.000,- ( saya perkirakan setiap piring berisi 1 lontong dan 5 tusuk sate, jadi pesanan saya yang 150 porsi x 2 = 300 porsi ). Untuk Lontong saya memesan 300 bj x Rp 1.000 = Rp 300.000. Jika di kakulasikan untuk 1 porsi sate harganya senilai Rp 5000/porsi.

5.   Cari catering kecil, yang sanggup untuk menyediakan khusus buffe/prasmanan saja. Dan tentukan menu yang sesuai dengan lidah orang Indonesia. Karena menurut survei saya, pada saat datang ke acara-acara resepsi pernikahan. Makanan yang tidak biasa jarang di sentuh oleh tamu, bila di sentuhpun akan berakhir di tempat sampah. Dan harus diingat bahwa acara resepsi pernikahan adalah jamuan untuk tamu undangan. Jangan sampai menyajikan yang tidak enak.

6.   Pada saat memesan pondokan, jangan lupa untuk meminta tenaga pada saat melayani tamu. Dan tentu saja biayanya harus di perhitungkasn. Pengalaman saya, biasanya mereka akan memberikan tambahan tenaga tanpa biaya, jika kita memesan dalam jumlah tertentu, dan gratis ongkos pengiriman makanan sampai ke gedung.

7.   Cari persewaan peralatan pesta yang murah. Dan dapat di ajak kerjasama.

8.   Cari tenaga pramusaji di gedung, minimal 10 orang ( untuk angkat piring kotor )

9.   Cari informasi tentang gedung yang anda sewa. Jika gedung tersebut letaknya dengan perkampungan penduduk, anda harus hati-hati. Karena biasanya tamu tak di undang akan masuk dan menghabiskan makanan yang seharusnya untuk tamu anda. Mengenai hal ini anda harus bekerja sama dengan pihak keamanan gedung. Biasanya pihak keamanan gedung sudah memahami siapa tamu tak diundang dan benar-benar tamu yang di undang. Gedung yang saya sewa, sudah terkenal dengan penduduk yang suka datang ke acara resepsi dengan pakaian rapi dan menghabiskan makanan, yang mengakibatkan makanan yang disajikan cepat habis, dan tamu undanganpun tidak kebagian. Namun karena kerjasama kami yang baik dengan pihak keamanan hal tersebut dapat diatasi. Acarapun dapat terselenggara dengan sukses.

10. Anda juga harus memperhatikan susunan panitia yang akan diminta bantuan untuk terselenggaranya pesta anda. Jangan sampai anda salah memilih, karena hal tersebut akan menjadi fatal. Keluarga kami mempercayakan acara ini, di pimpin oleh seorang sesepuh yang dianggap sangat baik, dan mampu untuk membantu kami. Namun kenyataannya, dalam rapat kepanitian apa yang sudah kami rencanakan di mentahkan oleh beliau. Dan beliau mencari-cari kesalahan dalam penyusunan kepanitian. Kami menyesal sudah memilih beliau, namun hal tersebut tidak mungkin di cabut. Dan acara tetap berjalan, dan yang lebih banyak bekerja hanya kami sekeluarga.

 

 

Jika melihat runtutan yang begitu rumit dan merepotkan. Saya yakin anda yang memiliki uang banyak pasti tidak mau untuk menyelenggarakan pesta seperti ini. Namun saya juga yakin untuk anda yang memiliki dana terbatas, pasti tertarik buat perencanaan pesta seperti yang saya jelaskan di atas. Seperti salah satu tetangga tante saya, yang sangat ingin menyelenggarakan pesta di gedung. Setelah di jelaskan jika di gedung maka dana yang di miliki harus besar. Dan mereka mengurungkan niat itu, lalu menyelenggarakan di rumah, dengan sistem mengikuti cara keluarga kami menyelenggarakan pesta. Pondokan di ambil dari warung-warung yang sudah terkenal dan masakannya enak. Acara berjalan sukses dan biaya yang di keluarkan tidak lebih dari 10 juta.

 

Satu lagi, pernikahan adik saya ini dilakukan dengan adat jawa, jadi ada acara siraman dan midodareni. Maka biaya yang di keluarkan jadi membengkak. Jika pernikahan anda di lakukan tidak memakai adat ( secara nasional ) maka biaya yang dikeluarkan tidak akan sebesar ini.

 

Dari pengalamanku di atas, ternyata ada hikmahnya juga. Ya kita bisa belajar jadi EO untuk pernikahan sendiri ataupun saudara. Dan ada beberapa teman yang setelah saya ceritakan pengalaman saya ini, mereka juga mencoba menerapkan apa yang saya kerjakan. Puji Tuhan bisa berhasil, dan mereka tidak takut dengan biaya minimpun tetap bisa menyelenggarakan pesta pernikahan.

 

Anda mau mencoba, monggo di persilakan.

 

 

Salam

RF 

 

Posted in Ratna Fri

Benang Kusut

No Comments »

February 21st, 2011 Posted 4:52 pm

Hati tak dapat menahan rasa rindu ini

Kerinduan yang setiap saat selalu hadir

Dan berharap kerinduan ini selalu ada

Ntuk bisa bertemu dengan-Mu

 

Setiap detik, setiap helaan napasku

Ku mulai menyadari

Bahwa sesungguhnya Kau lah yang mempunyai Kuasa

Kuasa akan kehidupanku

Kuasa akan setiap langkah kaki

Kuasa akan segala tindak tanduk ku

 

Aku takjub, saat ku bawa kepada-Mu

Benang kusut kehidupanku

Engkau menerima-Nya dengan senang hati

Karena aku percaya Kau akan mengurai satu persatu

Benang yang kusut itu dengan hati-hati

 

Dan Kau gulung kembali, menjadi susunan benang

Yang kembali rapi dan teratur

Lalu Kau mulai merajut benang kusutku

Menjadi sebuah sweater kehidupan nan indah

Yang ketika aku pakai, aku merasakan kehangatan

Kehangatan akan kasih dan cinta-Mu

 

Kau begitu indah, begitu baik bagiku

Saat aku serahkan segala-Nya, dan menanti

Apa yang akan Kau kerjakan dalam kehidupanku

Aku begitu percaya, tanpa menghiraukan bisikan2

Yang selalu membawaku, ntuk mengandalkan diri sendiri

 

Ya Yesus, sekalipun aku tidak pernah meragukan kasih-Mu

Namun sering kali aku tak sabar dengan jawaban atas doa-doaku

Kini aku menyadari, Engkau memiliki waktu yang indah

Untuk setiap hati dan setiap jiwa yang percaya

 

Aku mau Tuhan, seperti gadis seorang anak kecil

Yang menaruh gulungan benang woll yang kusut

Ke dalam tangan ibunya yang penuh kasih

Lalu berlari ke luar untuk bermain,

Ia menyenangkan hati sang ibu dengan rasa percaya yang total.

 

Dan ketika ia kembali pulang kerumah

Ia mendapatkan sebuah baju hangat yang penuh cinta

Buatan ibunya.

 

Ya Yesus, aku mau mulai sekarang dan mulai hari ini

Untuk menghubungkan hidupku dengan kekuatan-Mu

Sehingga aku kau mampukan untuk menempatkan

Segala kekuatiranku secara diam-diam ke dalam tangan-Mu

Hingga aku hanya mampu untuk Percaya

Dan Tidak Takut lagi.

 

Karena Kaulah Tuhan yang termanis dan termanis bagiku.

 

Posted in Ratna Fri

Nasi Kucing Pak Gik

No Comments »

September 18th, 2010 Posted 1:08 pm

Banyak yang bilang kalau nasi kucing itu makanan favorit para mahasiswa. Karena porsinya yang sedikit dan kecil membuat harga nasi kucing ini sangat murah. Dan tentunya ini sesuai dengan kocek para mahasiswa. Tapi jangan salah nasi kucing yang satu ini tidak hanya di kunjungi oleh para mahasiswa. Banyak juga ibu-ibu, para pekerja dan beberapa wisatawan domestik jika berkunjung ke Semarang tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk mampir di nasi kucing Pak Gik.

 

Letaknya ada di tengah kota Semarang, tepatnya di Jalan Gajahmada. Tapi tepatnya bukan di pinggir jalan persis, melainkan di pinggir kali. Buka jam 11 , walaupun buka di tengah malam. Nasi kucing Pak Gik tidak pernah sepi pengunjung. Ada banyak pilihan makanan di sini. Nasi pedo, nasi tahu rambak, nasi goreng, nasi gurih, untuk lauknya ada tahu petis, tahu kakap, pia-pia, pangsit, tempura, sate telur puyuh, sate keong dan masih banyak lainnya. Oiya teh manis panasnya itu luar biasa enak. Jadi kalau pas ke sana tidak boleh di lewatkan untuk beli teh panas.

 

Seperti tadi malam, perut keroncongan dan adikku Ria juga lagi pingin makan. Lalu kami berdua naik sepeda motor berkunjung ke nasi kucing Pak Gik. Udara sangat dingin karena malam itu hujan baru saja menguyur kota Semarang. Kami melewati jalan Pahlawan yang ternyata malam itu begitu ramai dengan para klub mobil dan sepeda motor yang tengah parkiir di sepanjang jalan.

 

Sampai di jalan Gajahmada ada kekuatiran  kalau-kalau nasi kucing nya belum buka. Ehhh tidak tahunya ketika sampai, warung angkringan itu sudah ramai di penuhi para pengunjung. Ada yang menarik waktu ada di situ. ada beberapa ibu dengan pakaian modis memakai begitu banyak aksesories yang juga sedang antri untuk membeli beberapa makanan di situ. Mereka memesan banyak makanan untuk di bawa pulang. Sayapun membeli beberapa bungkus nasi, gorengan, sate dan tak lupa teh manis dan membawanya pulang untuk dinikmati bersama saudara-saudaraku di rumah.

 

Selain nasi kucing Pak Gik, masih banyak makanan khas kota Semarang yang tidak boleh di lewatkan. Di sepanjang jalan Pahlawan ada pecel Yu Sri, pecel Mbok Sador, Tahu Gimbal Pak Edi. Selain itu ada juga lombok ijo, nasi ayam di jalan mataram depan BCA, es marem tak lupa lumpia Semarang enak lho….

 

 

                                                                                                                                                                                                                     

Posted in Ratna Fri

Sebuah Ruangan

No Comments »

June 30th, 2010 Posted 10:40 am

Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan.

Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan kartu – kartu arsip yang kecil.

Kartu – kartu arsip itu seperti ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topic buku menurut abjad.

Tetapi arsip2 ini, yg membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke langit – langit dan nampaknya tidak ada habis2nya di sekeliling dinding itu memiliki judul yang ber-beda2

Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yg pertama kali menarik perhatianku berjudul “Cewek2 yg Aku Suka”

Aku mulai membuka arsip itu & membuka kartu2 itu

Aku cepat2 menutupnya, karena terkejut melihat semua nama2 yg tertulis di dalam arsip itu.

Dan tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dng pasti aku ada di mana.

Ruangan tanpa kehidupan ini dgn kartu2 arsip yg kecil2 merupakan system catalog bagi garis besar kehidupanku.

Disini tertulis tindakan2 setiap saat dlm kehidupanku, besar atau kecil dgn rincian yg tdk dpt di bandingkan dgn daya ingatku.

Dgn perasaan kagum & ingin tahu, digabungkan dgn rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu2 arsip itu secara acak menyelidiki isi arsip ini.

Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yg manis, yg lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu aku apakah ada orang lain yang melihat arsip ini.

Arsip yang berjudul “Teman – Teman” ada di sebelah arsip yang bertanda

“Teman-teman yg Aku Khianati”

Judul arsip2 ini berkisar dari hal2 biasa yg membosankan sampai hal2 yg aneh.

“Buku2 yg Telah Aku Baca”.

“Dusta – dusta yg Aku Katakan”

“Penghiburan yg Aku Berikan”

“Lelucon yg Aku Tertawakan”

Beberapa judul ada yg sangat tepat menjelaskan kekonyolannya :

“Makian Buat Saudara – saudaraku”

Arsip lain memuat judul yg sama sekali tak membuat aku tertawa :

“Hal – hal yg Aku Perbuat dalam Kemarahanku “

“Gerutuanku terhadap Orangtuaku”

Aku tak pernah berhenti dikejutkan oleh arsip2 ini.

Seringkali disana ada lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yg aku bayangkan.

Kadang2 ada yg lebih sedikit dari yg aku harapkan.

Aku terpana melihat seluruh isi kehidupanku yg telah aku jalani seperti yg direkam di dalam arsip ini.

Mungkin aku memiliki waktu untuk mengisi masing2 arsip ini yg berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu?

Namun setiap kartu arsip itu menegaskan kenyataan yg terjadi.

Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri.

Setiap kartu itu di tanda-tangani dengan tangan tanganku sendiri.

Ketika aku menarik kartu arsip bertanda “ Pertunjukan-pertunjukan TV yg Aku Tonton”, aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya.

Kartu-kartu arsip tentang acara TV yg kutonton itu disusun dgn padat, dan setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu.

Aku menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu yg aku habiskan di depan TV seperti yg ditunjukan dlm arsip ini.

Ketika aku sampai pada arsip yg bertanda

“Pikiran – pikiran yg Ngeres”.

Aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak mau melihat isinya yg lengkap dan persis.

Aku terperangah melihat isinya yg lengkap dan persis.

Aku merasa mual mengetahui bahwa ada saat di hidupku yg pernah memikirkan hal – hal kotor seperti yg tercatat di kartu itu.

Aku merasa marah

Satu pikiran menguasai otakku :

“Tak ada seorangpun yg boleh memasuki ruangan ini!

Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak & melemparkan kartu-kartu arsip ini.

Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya.

Namun pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat menghancurkan satu kartupun.

Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya.

Merasa kalah dan tak berdaya aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya.

Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yg mengasihani diri sendiri.

Dan kemudian aku melihatnya.

Kartu itu berjudul “ Orang – orang yang Pernah Aku Bagikan Injil”

Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru dan hampir kosong isinya.

Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya.

Aku dapat menghitung jumlah kartu – kartu itu dgn jari di satu tangan.

Dan kemudian mengalirlah air mataku.

Aku mulai menangis sesenggukan begitu dalam sehingga terasa sakit.

Aku jatuh tersungkur, berlutut dan menangis.

Aku menangis karena merasa malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku.

Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku.

Tak seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.

Aku mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya.

Namun ketika aku menghapus air mataku, aku melihat Dia

Oh jangan! Jangan Dia! Jangan disini.

Oh yang lain boleh asalkan jangan Yesus!

Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip – arsip itu dan membaca kartu – kartunya.

Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya

Dan pada saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya

Aku melihat duka cita yg lebih dalam dari pada dukacitaku.

Ia nampaknya dengan intuisi yg kuat mendapati kotak – kotak arsip yg paling buruk.

Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini?

Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya.

Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku.

Aku menundukan kepalaku, menutupi wajahku dgn tanganku, dan mulai menangis lagi.

Ia berjalan mendekat dan merangkulku.

Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal.

Namun Ia tidak berkata sepatah katapun.

Ia hanya menangis bersamaku.

Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali kea rah dinding arsip – arsip.

Mulai dari ujung yg satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan satu demi satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing – masing kartu arsip.

“Jangan!” seruku bergegas ke arahNya.

Apa yang dapat aku katakana hanyalah “Jangan, jangan!”

Ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya.

Nama-Nya jangan sampai ada di kartu – kartu arsip itu.

Namun demikian tanpa dapat kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dgn tinta merah, begitu jelas dan begitu hidup.

Nama Yesus menutupi namaku.

Kartu itu ditulisi dengan darah Yesus!

Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yg aku rebut tadi.

Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu – kartu itu.

Aku kira aku tidak pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dgn demikian cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku.

Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata “Sudah Selesai!”

Aku bangkit berdiri dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu.

Tidak ada kunci di ruangan itu.

Masih ada kartu – kartu yang akan di tulis dalam sisa kehidupanku.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup kekal”

( Yohanes 3:16 )

Cerita ini di tulis oleh Brian Moore saat berusia 17 tahun sebagia tugas sekolah.

Tulisannya membuat heboh di kotanya dan ini merupakan tulisan terakhirnya.

Brian meninggal pada tgl 27 Mei 1997 karena kecelakaan di jalan Bulen Pierce di Pickway .

Posted in Ratna Fri

Kisah ini sungguh indah! Cobalah jangan menangis

No Comments »

June 29th, 2010 Posted 12:20 pm

Bu Sally bertanya dengan hati remuk, “Mengapa anakku yang tidak berdosa bisa terkena kanker?

Apa Tuhan sudah tidak peduli lagi?

Di mana Engkau Tuhan ketika anak laki-lakiku membutuhkanMu? ”

Dokter bedah bertanya, “Apa Ibu ingin bersama dengan anak ibu selama beberapa waktu?

Perawat akan keluar untuk beberapa menit sebelum jenazahnya dibawa ke universitas. ”

Bu Sally meminta perawat tinggal bersamanya saat dia akan mengucapkan selamat jalan kepada anak lelakinya. Dengan penuh kasih dia mengusap rambut anaknya yang hitam itu.

“Apa ibu ingin menyimpan sedikit rambutnya sebagai kenangan?” perawat itu bertanya.

Bu Sally mengangguk. Perawat memotong sedikit rambut dan menaruhnya di dalam kantung plastik untuk disimpan.

Ibu Sally berkata, Jimmy anakku ingin mendonorkan tubuhnya untuk diteliti di Universitas. Dia mengatakan mungkin dengan cara ini dia dapat menolong orang lain yang memerlukan.

“Awalnya saya tidak membolehkan tapi Jimmy menjawab, ‘Ma, saya kan sudah tidak membutuhkan tubuh ini setelah mati nanti. Mungkin tubuhku dapat membantu anak lain untuk bisa hidup lebih lama dengan ibunya.. ”

Bu Sally terus bercerita, “Anakku itu memiliki hati emas. Jimmy selalu memikirkan orang lain. Selalu ingin membantu orang lain selama dia bisa melakukannya. ”

Bu Sally meninggalkan rumah sakit setelah menghabiskan waktunya selama enam bulan di sana untuk merawat Jimmy…

Dia membawa kantung yang berisi barang-barang anaknya. Perjalanan pulang sungguh sulit baginya. Lebih sulit lagi ketika dia memasuki rumah yang terasa kosong.

Barang-barang Jimmy ditaruhnya bersama kantung plastik yang berisi segenggam rambut itu di dalam kamar anak lelakinya.

Dia meletakkan mobil mainan dan barang-barang milik pribadi Jimmy, anaknya, di tempat Jimmy biasa menyimpan barang-barang itu.

Kemudian dibaringkan dirinya di tempat tidur. Dengan membenamkan wajahnya pada bantal, dia menangis hingga tertidur. Di sekitar tengah malam, bu Sally terjaga. Di samping bantalnya terdapat sehelai surat yang terlipat.

Surat itu berbunyi:

“Mama tercinta,

Saya tahu mama akan kehilangan saya; tetapi saya akan selalu mengingatmu ma dan tidak akan berhenti mencintaimu walaupun saya sudah tidak bisa mengatakan ‘Aku sayang mama’.

Saya selalu mencintaimu bahkan semakin hari akan semakin sayang padamu ma. Sampai suatu saat kita akan bertemu lagi. Sebelum saat itu tiba, jika mama mau mengadopsi anak lelaki agar tidak kesepian, bagiku tidak apa-apa ma .

Dia boleh tidur di kamarku dan bermain dengan mainanku. Tetapi jika mama memungut anak perempuan, mungkin dia tidak melakukan hal-hal yang dilakukan oleh kami, anak lelaki.

Mama harus membelikannya boneka dan barang-barang yang diperlukan oleh anak perempuan. Jangan sedih karena memikirkan aku ma. Tempat aku berada sekarang begitu indah. Kakek dan nenek sudah menemuiku begitu aku sampai di sana dan mereka menunjukkan tempat-tempat yang indah. Tapi perlu waktu lama untuk melihat segalanya di sana .

Malaikat itu sangat pendiam dan tampak dingin. Tapi saya senang melihatnya terbang. Dan apa mama tahu apa yang kulihat? Yesus tidak terlihat seperti gambar-gambar yang dilukis manusia. Tapi, ketika aku melihat-Nya, aku yakin Dia adalah Yesus. Yesus sendiri mengajakku menemui Allah Bapa! Tebak ma apa yang terjadi? Aku boleh duduk di pangkuan Bapa dan berbicara dengan-Nya seolah-olah aku ini orang yang sangat penting.

Aku menceritakan kepada Bapa bahwa aku ingin menulis surat kepada mama untuk mengucapkan selamat tinggal dan kata-kataku yang lain. Namun aku sadar bahwa hal ini pasti tidak diperbolehkan- Nya. Tapi mama tahu, Allah sendiri memberikan sehelai kertas dan pensil-Nya untuk menulis surat ini kepada mama. ter.

Saya pikir malaikat Gabriel akan mengirimkan surat ini kepadamu ma. Allah mengatakan akan menjawab pertanyaan mama ketika mama bertanya ‘Di mana Allah pada saat aku membutuhkan- Nya?’ Allah mengatakan Dia berada bersama diriku seperti halnya ketika putera-Nya Yesus disalib.

Dia ada di sana ma, dan dia selalu berada bersama semua anak. Ngomong-ngomong, tidak ada orang yang dapat membaca apa yang aku tulis selain mama sendiri. Bagi orang lain, surat ini hanya merupakan sehelai kertas kosong. Luar biasa kan ma? Sekarang saya harus mengembalikan pensil Bapa yang aku pinjam.

Bapa memerlukan pensil ini untuk menuliskan nama-nama dalam Buku Kehidupan.. Malam ini aku akan makan bersama dengan Yesus dalam perjamuan-Nya. Aku yakin makanannya akan lezat sekali.

Oh, aku hampir lupa memberitahukanmu ma. Aku sudah tidak kesakitan lagi. Penyakit kanker itu sudah hilang. Aku senang karena aku tidak tahan merasakan sakit itu dan Bapa juga tidak tahan melihat aku kesakitan.

Itulah sebabnya mengapa Dia mengirim Malaikat Pembebas untuk menjemputku. Malaikat itu mengatakan bahwa diriku merupakan kiriman istimewa! Bagaimana ma?

Salam kasih dari Allah Bapa, Yesus & aku.

tks buat teman yg sudah mengirimkan kisah ini padaku

GBU

Posted in Ratna Fri

←Older