<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yuk Nulis! &#187; Rebbeca Kezia</title>
	<atom:link href="http://yuknulis.com/category/rebbeca-kezia/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuknulis.com</link>
	<description>Khusus buat penulis PEMULA yang ingin belajar nulis, bukan jurnalis, belum memenangkan lomba, dan belum melahirkan buku.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 20:16:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Labya berilah Ratio waktu</title>
		<link>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/labya-berilah-ratio-waktu</link>
		<comments>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/labya-berilah-ratio-waktu#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 02:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebecca Kezia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rebbeca Kezia]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=90767</guid>
		<description><![CDATA[(Rebbeca Kezia) Di balik deru motor-motor yang menyalak satu sama lain, labya duduk dalam keheningannya sendiri. Tidak pernah dia begitu sulit memaafkan seperti hari ini. Walaupun telah pergi mengadu pada senja yang kini berlabuh, ia tidak menemukan suatu dorongan yang biasa didapatnya dalam perjalanan bersama senja. Ditariknya satu lagi batang putih, siap dihabisi. Dikulum dihisap [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/labya-berilah-ratio-waktu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>seribu satu kerusakan,Tuan</title>
		<link>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/seribu-satu-kerusakantuan</link>
		<comments>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/seribu-satu-kerusakantuan#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 04:38:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebecca Kezia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rebbeca Kezia]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=78513</guid>
		<description><![CDATA[(Rebbeca Kezia) Menagapa harus kau paksakan seutas senyum yang kau tahu akan diputuskannya, wanita. Tapi wanita itu enggan menjawab, dan terus ia kenakan seutas senyum di bawah hidungnya yang runcing. Dengan seutas senyuman itu ia tak malu memamerkan memar di tubuhnya, seolah memar-memar itu akan dipandang mereka sebagai tato mungkin. Ia kenakan seutas senyum lalu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/seribu-satu-kerusakantuan/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>selamat malam, ujar matamu ramah</title>
		<link>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/selamat-malam-ujar-matamu-ramah</link>
		<comments>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/selamat-malam-ujar-matamu-ramah#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Apr 2010 02:55:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebecca Kezia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rebbeca Kezia]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=73355</guid>
		<description><![CDATA[(Rebbeca Kezia) Dari seribu sekian mata yang kukunjungi malam ini, Matamu seolah menyapaku Di antara mata yang merayu Memaksakan gairahnya melalui tatapan Matamu dengan sederhana menyapaku Sapaan matamu yang lembut Mengusapkan kehangatan di sekujur arteri nadiku yang beku oleh udara Dan menyatakan ketulusan yang tak bernilai Dimanakah akan kujumpai lagi matamu yang menyapa Sebab, di [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/selamat-malam-ujar-matamu-ramah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>alasan kenapa kita harus terbangun dan menunggu sampai matahari terbenam</title>
		<link>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/alasan-kenapa-kita-harus-terbangun-dan-menunggu-sampai-matahari-terbenam</link>
		<comments>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/alasan-kenapa-kita-harus-terbangun-dan-menunggu-sampai-matahari-terbenam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 14:24:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebecca Kezia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rebbeca Kezia]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=65352</guid>
		<description><![CDATA[(Rebbeca Kezia) aku hendak berbagi cerita tentang sekelibat warna yang kusaksikan saat pergi ke tepi sungai saat itu menjelang petang dan aku asik terduduk di atas ayunan dengan angin sesekali menyentuh punggung tangan kaki dan menyibakkan rambut di wajahku langit teduh dan tenang seperti juga sungai yang menatapku tak bergeming aku tak melakukan apapun kecuali [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/alasan-kenapa-kita-harus-terbangun-dan-menunggu-sampai-matahari-terbenam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>februari, ruang hampa udara</title>
		<link>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/februari-ruang-hampa-udara</link>
		<comments>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/februari-ruang-hampa-udara#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Feb 2010 01:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rebecca Kezia</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rebbeca Kezia]]></category>
		<category><![CDATA[Cerpen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=61740</guid>
		<description><![CDATA[(Rebecca Kezia) Aima menengadah ke langit, menatap pemandangan kesukaannya terbentang di atas. Menyaksikan kebesaran dari sebuah hidup yang tak pernah ia bayangkan. Sebuah misteri yang bergulung di dalam hidup seperti awan-awan yang menyelimuti langit kesukaannya. Tubuh kaku ayahnya telah turun ke bawah tanah, ditimbun rapi oleh tumpukan tanah merah. Menjadi basah dan lumer kemana-mana. Dan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/rebbeca-kezia/februari-ruang-hampa-udara/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

