<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yuk Nulis! &#187; Sebastian Ranla</title>
	<atom:link href="http://yuknulis.com/category/sebastian-ranla/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuknulis.com</link>
	<description>Khusus buat penulis PEMULA yang ingin belajar nulis, bukan jurnalis, belum memenangkan lomba, dan belum melahirkan buku.</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Jan 2012 20:16:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Yang Penting Senyum</title>
		<link>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/yang-penting-senyum</link>
		<comments>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/yang-penting-senyum#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 04:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sebastian Ranla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebastian Ranla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=20523</guid>
		<description><![CDATA[(Sebastian Ranla) &#8220;Moleng! Pisang gorengnya masih panas lho, Pak&#8230;&#8221; Aku berhenti dari membaca dan mulai memperhatikan penjual makanan ringan itu dalam kapal motor yang hendak membawaku ke tempat aku bekerja. Aku tersenyum ketika dia menawariku sebungkus moleng sambil berkata, &#8220;Cuma lima ribu rupiah, Pak.&#8221; Aku menggeleng sambil memberi isyarat dengan menunjukkan biskuit yang sudah lebih [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/yang-penting-senyum/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Andai Kita Dapat Berterus Terang</title>
		<link>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/andai-kita-dapat-berterus-terang</link>
		<comments>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/andai-kita-dapat-berterus-terang#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 11 Oct 2009 07:17:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sebastian Ranla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebastian Ranla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=18684</guid>
		<description><![CDATA[(Sebastian Ranla) Pertemuan-pertemuan singkat dan kebersamaan-kebersaman pendek… Entah sudah berapa kali kita terlibat di dalamnya. Tetapi matamu itu… betapa ia merindukan pertemuan-pertemuan panjang dan kebersamaan-kebersamaan yang berdurasi lama. Salahkah aku? Tentu saja tidak! Sebab meski kamu tak mengungkapkannya dalam kata, matamu mengharapkan sesuatu yang lain. Mata adalah cermin jiwa. Karena itu, kata temanku, jangan perhatikan [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/andai-kita-dapat-berterus-terang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Harap Aku Mau Selingkuh Denganmu!</title>
		<link>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/jangan-harap-aku-mau-selingkuh-denganmu</link>
		<comments>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/jangan-harap-aku-mau-selingkuh-denganmu#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:41:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sebastian Ranla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebastian Ranla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=18080</guid>
		<description><![CDATA[(Sebastian Ranla) Masih ingat kan pertama kali kita berjumpa? Di panas teriknya sebuah pasar rakyat di kota ini. Kita berjumpa di tempat penjualan pakaian rombengan. Ketika itu aku hendak membeli sebuah celana blue jeans. Kata kawanku, blue jeans itu tidak cocok untuk daerah panas seperti daerah kita ini. Keseringan memakai blue jeans akan mengakibatkan impotensi, [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/jangan-harap-aku-mau-selingkuh-denganmu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Tak Bisa Berterus Terang?</title>
		<link>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/mengapa-kita-tak-bisa-berterus-terang</link>
		<comments>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/mengapa-kita-tak-bisa-berterus-terang#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Oct 2009 01:40:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sebastian Ranla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebastian Ranla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=18058</guid>
		<description><![CDATA[(Sebastia Ranla) Mengapa kita tak bisa berterus terang? Padahal kan hampir setiap hari kita bertemu, bercerita, bercanda bersama? Apakah semua itu hanya kepura-puraan saja? Ah, jika demikian, percuma saja kebersamaan kita yang nampak begitu menawan tetapi merupakan hasil dari kebohongan belaka. Jujur, aku kaget sekali kemarin ketika seseorang menyampaikan sesuatu tentang saya yang didengarnya darimu. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/mengapa-kita-tak-bisa-berterus-terang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Tatap Aku Seperti Itu!</title>
		<link>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/jangan-tatap-aku-seperti-itu</link>
		<comments>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/jangan-tatap-aku-seperti-itu#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Oct 2009 08:46:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sebastian Ranla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sebastian Ranla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=17675</guid>
		<description><![CDATA[(Sebastian Ranla) Berapa kali sudah kita bertemu, aku tak menghitungnya pasti. Puluhan kali? Tentu tidak. Ratusan kali? Atau bahkan seribu lebih kali? Mungkin kamu tahu sebab perempuan suka pada hal-hal sepeleh seperti itu. Tapi&#8230; Apa gunanya membilang hal sepeleh seperti itu? Pemborosan waktu namanya. Lebih baik marilah kita mempertanyakan sejak kapan kautatap aku seperti itu. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/sebastian-ranla/jangan-tatap-aku-seperti-itu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

