<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Yuk Nulis! &#187; Shandra Syailendra</title>
	<atom:link href="http://yuknulis.com/category/shandra-syailendra/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuknulis.com</link>
	<description>Khusus untuk mewadahi penulis-penulis PEMULA yang ingin belajar nulis, bukan jurnalis aktif, dan sudah melahirkan buku.</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Jul 2010 18:16:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Romantis Yang Patah</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/romantis-yang-patah</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/romantis-yang-patah#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 16:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=61800</guid>
		<description><![CDATA[(Shandra Syailendra) Ironinya si romantis. Jauh-jauh ia mengayuh. Tak hanya setes dua tetes peluh yang jatuh. Banyak. Banyak sekali. Basah. Mengguyur. Sejenak terbesit kelelahan dari raut wajahnya. matanya bergradasi kehitaman. Entahlah mungkin karena beban yang sudah terlalu berat dipikulannya. Tapi ia tak memikul apa-apa. Mungkin beban itu memang tak kasat oleh target pandang. Yang kutahu [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/romantis-yang-patah/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Senandung Airmata Dalam Balutan Melankolia</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/senandung-airmata-dalam-balutan-melankolia</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/senandung-airmata-dalam-balutan-melankolia#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 11:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=61722</guid>
		<description><![CDATA[Ia menetes, setetes. Basah dan membasahi. Aku terhasut dalam buaian keindahannya. Seketika melankolia lalu bersenandung. Mengeluarkan bunyian terisak bersama wajah yang lalu basah. Aku terhasut oleh kebahagiaan. Kebahagiaan diantara desahan nafas dan betapa kokoh garis rahangnya. Ia pun kini menetes, setetes. Basah dan lalu menggenangi. Tanpa bahagia karena kini balutan kesepian yang menghasutku. Lagi-lagi melankolia [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/senandung-airmata-dalam-balutan-melankolia/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ilustrasi Kehidupan Tanpa Nada</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/ilustrasi-kehidupan-tanpa-nada</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/ilustrasi-kehidupan-tanpa-nada#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 10:12:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=61704</guid>
		<description><![CDATA[(Shandra Syailendra) Dia. Segalanya yang mengilhami setiap detak. Menyediakan tempat untuk kurajut, namun lalu terberai. Begitulah dia. Tanpa nada dan irama, datar. Tapi begitulah aku mengaguminya. Mengagumi setiap datar iramanya dan kosongnya nada. Di balik itu dia bergejolak, mungkin juga bergemuruh. Aku tak tahu. Karena ia hanya datar. Konstan yang bergerak namun sempat membuatku terberai. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/ilustrasi-kehidupan-tanpa-nada/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kamu, kamu, rumitmu dan aku</title>
		<link>http://calonistrisetia.blogspot.com/2010/02/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku.html</link>
		<comments>http://calonistrisetia.blogspot.com/2010/02/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 14:18:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://yuknulis.com/shandra-syailendra/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku">kamu, kamu, rumitmu dan aku</a><br /><br />Posted using <a href="http://sharethis.com">ShareThis</a><div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3654823297776491691-3448446840154963777?l=calonistrisetia.blogspot.com" alt="" /></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://calonistrisetia.blogspot.com/feeds/3448446840154963777/comments/default</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>suatu sore saat kita bercerita dalam diam</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/suatu-sore-saat-kita-bercerita-dalam-diam</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/suatu-sore-saat-kita-bercerita-dalam-diam#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 13:58:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=61447</guid>
		<description><![CDATA[(Shandra Syailendra) Suatu sore dimana hanya ada kamu dan aku. Kita bertatapan saling menelanjangi dalam diam. Tak  satu pun dari kita bersuara. Kita sedang bercerita dalam diam.  Hening.  Sepi. Hanya matamu dan mataku yang saling bersenda gurau. Senyummu dan senyumku yang bersentuhan. Bahkan airmata kita yang bermuara tanpa kesedihan. Ini adalah tangisan kebahagiaan karena kau [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/suatu-sore-saat-kita-bercerita-dalam-diam/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kamu, kamu, rumitmu dan aku</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 11:25:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kasih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/via-lattea-foundation/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku</guid>
		<description><![CDATA[(Shandra Syailendra) Seandainya saja kau tahu begitu megah perasaan yang telah terbangun ini. tak hanya aku, tapi kau pun ikut andil. Mengapa kini dengan semena-mena kau robohkan begitu saja hanya karena kebingunganmu yang aku tak tahu apa? Susah payah aku mengumpulkan satu persatu pengharapan sehingga telah hampir mendekati sempurna, bahkan dalam setiap doaku pun tak [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/kamu-kamu-rumitmu-dan-aku/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>to be overwhelmed with pain</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/to-be-overwhelmed-with-pain</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/to-be-overwhelmed-with-pain#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 Jan 2010 11:24:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/via-lattea-foundation/to-be-overwhelmed-with-pain</guid>
		<description><![CDATA[(Shandra Syailendra) Saya sedang lupa bagaimana bersahabat dengan perasaan. Seingat saya, beberapa minggu yang lalu saya masih bersamanya, bersama dengan perasaan yang bertumpuk seperti setoples gula yang terletak tak jauh dari tempat saya menulis saat ini. Manis. Sudah beberapa hari ini saya tidak merasa. Apakah saya juga lupa rasanya? Kemarin saya melahap semengkuk bakso yang [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/to-be-overwhelmed-with-pain/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tercampur, Mencampur, Terhanyut, Tenggelam</title>
		<link>http://calonistrisetia.blogspot.com/2009/12/tercampur-mencampur-terhanyut-tenggelam.html</link>
		<comments>http://calonistrisetia.blogspot.com/2009/12/tercampur-mencampur-terhanyut-tenggelam.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Dec 2009 11:07:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://2.bp.blogspot.com/_c5argDiARDU/SxZPxsY_fJI/AAAAAAAAAGE/gLELcQql718/s1600-h/bajigur.jpg"><img style="float:left;margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer;cursor:hand;width: 200px;height: 200px" src="http://2.bp.blogspot.com/_c5argDiARDU/SxZPxsY_fJI/AAAAAAAAAGE/gLELcQql718/s320/bajigur.jpg" border="0" alt="" /></a><br /><br /><p>Tidak!</p><p>Kamu tidak pernah tahu, karena kamu bukan aku. Ini tidak akan pernah sama, apa yang bercampur dengan sengaja di dalamnya, ataupun yang tidak dengan sengaja tercampur.</p><p>Sama seperti aku yang tidak pernah tahu apa yang kamu sengaja campurkan atau yang tak sengaja tercampur dalam ruang itu. Tidak.</p><p>Dan aku kini tak hanya terhanyut, tapi telah tenggelam. bagaimana dengan kamu?</p><p><br /></p><p>Tebet 6pm, Pisa Cafe awal Desember</p><p>*foto diambil dari blog seorang teman.</p><div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3654823297776491691-8040024049762081769?l=calonistrisetia.blogspot.com" alt="" /></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://calonistrisetia.blogspot.com/feeds/8040024049762081769/comments/default</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>apakah aku masih indah?</title>
		<link>http://calonistrisetia.blogspot.com/2009/10/apakah-aku-masih-indah.html</link>
		<comments>http://calonistrisetia.blogspot.com/2009/10/apakah-aku-masih-indah.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 10:33:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://3.bp.blogspot.com/_c5argDiARDU/SsXXVMkfdoI/AAAAAAAAAFU/0jTCnH7gRyo/s1600-h/love_in_the_time_of_cholera_still.jpg"><img style="margin: 0px auto 10px;text-align: center;cursor: pointer;width: 320px;height: 214px" src="http://3.bp.blogspot.com/_c5argDiARDU/SsXXVMkfdoI/AAAAAAAAAFU/0jTCnH7gRyo/s320/love_in_the_time_of_cholera_still.jpg" alt="" border="0" /></a><br /><span>Apakah aku masih indah di matamu setelah tubuhku layu karena usang?</span> <span><br />Apakah aku masih indah di matamu setelah tubuhku penuh dengan lipatan-lipatan daging yang menggayut bergelambir?</span> <span> Apakah aku masih indah di matamu setelah kerutan di wajah ini dengan lincahnya membentuk muara?</span> <span><br />Apakah kau masih menganggapku indah? Kubertanya padamu.</span>   <span> Ini adalah sebuah sore dimana aku mulai mempertanyakan hatiku, hatimu, dan hati kita.</span><br /><br /> <span>Sore yang gamang. Walau setidaknya jari jemariku dapat dengan lincah berayun menorehkan berbagai rupa pertanyaan. Apakah? Tapi mengapa lidahku seperti kelu, kaku, terbujur tak berdaya hingga sangat tak mudah untuk mngaturnya berjajar membentuk barisan dan melontarkannya seperti meriam, lalu meletus?<br /><br /></span><span>Oh…Aku  tak mampu, sungguh tak mampu.  Aku terlalu. Aku terlalu padamu.</span> <span><br />Dan kau? Apakah ini hanya berlaku padaku? Apakah hanya aku? Lalu bagaimana denganmu?<br />Tak ibakah kau melihatku terseret dan semakin tak berdaya karena pesonamu? Apakah ini juga berlaku padamu? Apakah aku juga memiliki hak yang sama untuk melakukan ini padamu? Seandainya saja aku mampu. Bahkan warna wajahmu berubah gelap pun aku tak sanggup. Terlalu megah perasaanku. Terlalu. </span>   <span><br /><br />Kini aku mulai mempertanyakan ini. Aku mulai mempertanyakan aku. Aku mulai mempertanyakanmu, dan kita. </span>   <span> Apakah aku masih akan terlalu setelah wajahmu dipenuhi keriput yang bermuara?</span> <span> Apakah aku masih akan terlalu setelah nanti lekukmu terlahap lipatan-lipatan daging yang menggelayut bergelambir?</span> <span> Dan apakah aku masih akan terlalu setelah nanti tubuhmu telah layu karena telah using?</span> <span> Aku terdiam dan berpikir. lalu dengan sangat yakin aku katakan, apapun itu, bagaimana pun kau kelak, bila kau lalu menjadi usang, keriput, bergelambir atau apapun itu. kau adalah tetap kau. Yang tetap aku nobatkan sebagai seseorang yang membuatku jadi terlalu.</span><br /><br /> <span></span><span>Surabaya, 2 oktober 2009</span> <span> *buat kau yang selalu membuatku jadi terlalu</span><div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3654823297776491691-5147321776306402731?l=calonistrisetia.blogspot.com" alt="" /></div>]]></description>
		<wfw:commentRss>http://calonistrisetia.blogspot.com/feeds/5147321776306402731/comments/default</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
<enclosure url="" length="" type="" />
		</item>
		<item>
		<title>Teman, Apakah Masih Boleh Kau Kupanggil Teman?</title>
		<link>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/teman-apakah-masih-boleh-kau-kupanggil-teman</link>
		<comments>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/teman-apakah-masih-boleh-kau-kupanggil-teman#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 18:00:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Shandra Syailendra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Shandra Syailendra]]></category>
		<category><![CDATA[Lomba Nulis Hari Aksara 2009]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuknulis.com/?p=2697</guid>
		<description><![CDATA[(Shandra Syailendra) Lomba Nulis Hari Aksara 2009 Tiga puluh dikalikan lima dan tiga puluh satu dikalikan tujuh hasilnya adalah tiga ratus enam puluh lima. Teman, kalau boleh aku memanggilmu itu. Ingatkah kau, betapa indahnya kala itu, saat kita berdua berbagi awan, bergulingan tanpa peduli embun yang setetes demi setetes membasahi kita? Aku masih ingat, teman. [...]]]></description>
		<wfw:commentRss>http://yuknulis.com/shandra-syailendra/teman-apakah-masih-boleh-kau-kupanggil-teman/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
